Semesta Untuk Senja

Semesta Untuk Senja
SUS• •07


__ADS_3

Kini Senja sudah berada di dalam kelas, mengingat perkataan Semesta yang membuat nya kini salah tingkah.


"Dorrr," kaget Vina


"Bangsad lo, ganggu sumpah," ujar Senja dengan marah.


"Hayo mikirin paan lo!!!," ujar Vina dengan wajah curiga.


"Bukan urusan lo ya nyet!!!," sentak Senja.


Vina tertawa terbahak bahak badan melihat ada tampilan yang berbeda dari gadis ini, dimana yang biasanya Senja mengikat rambutnya ke atas kini ia menggerai rambutnya, agak sedikit berbeda, padahal Senja adalah manusia mager yang ia temui, ia mengikat rambut saja masih di bantu oleh bunda nya, bagaimana mengikat rambut seperti ini tumben sekali.



Ia juga melihat bahwa ada gelang yang menghiasi tangan gadis ini, hah?? apa ini? apakah ini sungguh Senja yang ia kenal, bukan nya Senja tidak menyukai aksesoris, bahkan untuk memakai anting anting saja ia tidak mau.



Vina meraih tangan senja dan melihatnya dari dekat.


"Sejak kapan lo make gelang nja? cantik pula gelang nya," ujar Vina dengan tatapan aneh.


"Ihh apaan sih Vin, ya gua mau jadi cewek asli lah," ujar Senja berbohong.


"Dihh, itu juga rambut lo, tumben lo iket gitu, orang biasanya kagak,"


"Banyak omong deh lo Vi, gua tutup mulut lo nanti sama mulut babi,"


Vina mendengus kesal karna Senja masih saja menutupinya. Vina teringat sesuatu, ia melihat tadi pagi Senja dan Semesta berangkat bersama, atau ada hubungannya dengan gelang itu.


"Lo tadi pagi berangkat sama Semesta?," tanya Vivi dengan raut wajah serius.


"Kagak!!," ujarnya.


"Bohong!!!,"


"Kagak!!,"


"Bohong,"


"Kagak!!!!!,"


"Bohongnya keliatan banget,"


"Kagak Vivi, bangsad lo!!!," marah Senja lalu mengacungkan jari tengah tepat pada wajah Vivi.


"Ahahah yok ke kantin, gua laper," ujarnya Vivi.


"Lo beliin nasi pecel?," tanya Senja memastikan.


"Iya,"


"Okay dill, yok lah sekarang ke kantin," ujar Senja lalu berjalan dengan gembira.


...----------------...


Jam pulang sudah berbunyi seperti biasa siswa dan siswi akan berhamburan keluar dari kelas mereka masing masing.


Senja duduk dan menunggu Semesta untuk menghampiri nya.


Semesta duduk di kelas dan menunggu semua orang ini pulang, dan menunggu agar sepi, dirasa sudah sepi Semesta pun pergi menghampiri Senja yang masih setia duduk di depan pintu.


"Lama menunggu?," ujar Semesta lalu mengulurkan tangan nya.


"Lo masih nanya? ya jelas lah anjir!!! mana panass pula," gerutu Senja dengan bibir yang di majukan.

__ADS_1


"Yasudah mari pulang,"


...----------------...


Di sepanjang perjalanan, dua remaja ini saling berbicara, bercanda dan tertawa bersama.


"Semesta, lo kenapa sering ke tepi sungai itu?," tanya Senja.


"Tempat itu buat saya tenang Senja, saya merasa tidak ada beban kalau duduk di tepi sungai itu,"


"Lo ada masalah? kalau ada cerita aja ke gua, takutnya lo nanti lompat,"


"Saya tidak mungkin senekat itu,"


"Bisa aja kan ta, lo kan blom tau kedepan nya gimana,"


"Tidak akan Senja,"


...----------------...


Seperti biasa Senja akan diam di kamarnya dan menonton anime kesukaan nya, di saat itu ia teringat Semesta, ia berfikir tentang ucapan Semesta.


Senja berfikir, lelaki setampan dan sedingin Semesta memang punya masalah?, bahkan motornya saja sudah bagus di mata Senja, mana mungkin dia punya masalah keluarga, tapi kalau di fikir ia punya masalah dengan siapa? mana mungkin anak osis yang di siplin seperti dia mempunyai masalah.


ting


Suara pesan masuk dari hp senja.


Senja kamu tidak ada niatan menemani saya di tepi sungai?


Tulis isi pesan tersebut, Senja mengernyit kan dahinya, siapa ini? tapi dari typing nya kaya semesta, pikir Senja.


Senja membuka isi cht tersebut dan melihat nama pengirim pesan itu.


"Hevrs?," gumam Senja saat melihat nama dari sang pengirim pesan.


Senja kamu tidak ada niatan menemani saya di tepi sungai?


^^^semesta?^^^


iya


Senja mengenakan jaket dan menjepit rambutnya ke atas, dan mengendarai motornya ke arah sungai.


Sesampainya ia di tepi sungai ia menghentikan motornya dan memakirkan motornya.


Senja berjalan menuju sosok lelaki yang tengah duduk di pinggir sungai.


"Semesta?," panggil Senja lalu duduk di sebelah Semesta.


Ia melihat Semesta hanya menunduk, tangan Senja hendak menepuk pundak lelaki itu namun tiba tiba Semesta memeluk Senja dengan menangis.


deg!!


jantung Senja sudah tidak aman, namun saat Senja salting ia masih memikirkan ada apa dengan lelaki dingin ini?


"E eh Semesta lo kenapa?," tanya Senja dengan cemas.


Semesta tidak membalas dan hanya menangis, entah lah ia sudah tidak perduli bagaimana pandangan Senja padanya nanti.


"Semesta, tenangin diri lo dulu, lo kenapa? cerita sama gua," ujar Senja.


Semesta melepaskan pelukan nya terhadap Senja, ia menghapus air matanya dan menunduk.


Senja mengamati wajah Semesta, "sudah lihat wajah saya?," ujar Semesta dengan dingin.

__ADS_1


"Ih anjir balik lagi jadi dingin, lo kenapa? ngapain lo nangis, lo kan cowo, masa iya cowo se kul lo se dingin lo nangis," ujar Senja mengejek.


"Jangan mengejek senja, kamu belom tau bagaimana rasanya," ujar senja


"Wuu Semesta cengeng ahahahah," tawa Senja.


"Senja,"


"Apa cengeng,"


"Jangan mengejek saya,"


"Iya cengeng,"


bruk!!


Senja kaget dengan kenekatan Semesta, kini Senja di bawah Semesta, dan Semesta berada di atas Senja.


"Apa apaan sih lo ta, turun anjir lo berat, stres lo, anjk lo pelecehan anjir tolong!!," Senja memberontak dan memukul dada bidang Semesta.


"Kak tata sama siapa? lagi ngapain?," tanya seorang gadis kecil yang tak lain adalah Thalita adik Semesta.


Senja dan Semesta buru buru membenarkan diri dan segera berdiri, "e eh lucu banget kamu, nama kamu siapa?," tanya Senja lembut.


"Nama aku Thalita, biasanya di panggil lita," ujar Thalita dengan senyum manisnya.


"Nama kakak Senja,"


"Kakak sama kak ta tadi ngapain?,"


"E eh tadi kakak mu tidak sengaja terjatuh,"


"Kak senja terluka?,"


"Tidak,"


"Syukurlah, kak ta berat soal nya, dia kan sudah besar,"


"Hahahahahhah," tawa Senja pecah.


"Lita ngapain ke sini? sama siapa kamu kesini?," tanya Semesta sembari berjalan ke arah Senja dan Thalita.


"Thalita takut kak ta kenapa napa, apalagi setelah mama robek foto mama kak ta, kak ta kaya marah banget,"


"Sudah sudah kalian mau makan apa? biar saya belikan,"


"Es krim!!," ujar keduanya, Thalita dan Senja berhadapan.


"Kak Senja suka es krim?,"


"Suka banget!!! kamu juga suka?,"


"Iya suka banget, tapi kak ta selalu bilang jangan banyak banyak makan eskrim nanti sakit, padahal eskrim itu enak,"


"Bener dong apa kata kakak kamu,"


"Hum," ujar Thalita mengangguk.


"Siapa namanya?,"


"Nama siapa?,"


"Nama boneka kamu, cantik,"


"Namanya Seta,"

__ADS_1


"Seta?,"


"Iya, Thalita Semesta,"


__ADS_2