Semesta Untuk Senja

Semesta Untuk Senja
SUS• •08


__ADS_3

Sudah beberapa bulan lebih Senja dan Semesta dekat, bahkan hampir setiap hari mereka selalu bertemu dan pergi ke taman taman di dekat sana, bahkan tak jarang keduanya memamerkan kedekatan nya di depan umum.


Senja juga sudah akrab dengan Thalita, namun jika harus akrab dengan mama dan ayah Semesta, Senja memilih tidak perlu, ia sudah tahu semua masalah Semesta.


"Semesta," panggil seorang lelaki yang datang dari arah pintu ruangan osis.


"Hm?," jawab Semesta tanpa menoleh, Semesta tengah sibuk membaca bukunya.


"Jauhi Senja,"


"Apa maksud kamu? kamu menyukai Senja?," tuduh Semesta dengan wajah datar.


"Saya tidak akan menyukai gadis itu Semesta," ujarnya.


"Lalu? mengapa ngkau memintaku untuk menjauhi Senja?," ujarnya Semesta lalu berdiri dari duduknya.


"Semesta, keluarga Senja, ialah keluarga yang menabrak ibumu!!," ujarnya.


"Tau dari mana kamu?, jangan menuduh Senja yang tidak tidak!!!," tegas Semesta tidak terima.


"Semesta, percaya sama saya, saya tidak akan pernah berbohong dengan mu!!!," ujarnya.


"Mahendra, kamu boleh keluar dari ruangan osis,"


"Setelah ayah mu sendiri yang berbicara, kamu akan percaya," ujar Mahendra lalu pergi dari ruangan itu.


Perasaan Semesta kini campur aduk, entahlah ia tidak yakin dengan ucapan Mahendra. Tidak mungkin keluarga gadis kecil itu, bahkan bunda Senja seperti seorang yang memiliki banyak kehangatan.


...----------------...


"Semesta!!! Semesta," teriak seorang gadis dari kejauhan.


"Senja," gumam Semesta.


Senja berlari ke arah Semesta dengan senyuman nya.


"Ta, di suruh mampir ke rumah sama bunda," ujar Senja.


"Tidak bisa Senja, saya masih ada banyak urusan," tolak Semesta lalu pergi meninggalkan gadis itu dengan tatapan dingin.


Senja bingung akan sikap Semesta yang menurutnya aneh, apakah ia memiliki kesalahan terhadap Semesta? hingga lelaki itu terlihat datar kepadanya, biasanya ketika Senja memanggilnya Semesta pasti akan tersenyum, namun kali ini tatapan nya sangat berbeda, seperti pertama kali bertemu.


"Ah masa bodo deh, gua laper," ujar Senja lalu pergi dari tempat itu.


Setelah Senja sampai di rumah nya, sang bunda buru buru untuk menyambut kadatangan anak nya itu.


"Senja, sudah pulang nak?," tanya sang bunda.


"Sudah," balas Senja lalu tersenyum.


"Loh, mana Semesta?," tanya sang bunda.


"Semesta sibuk bun, kayak nya ada acara dia," ujar Senja lalu segera masuk ke dalam.


"Bunda!! masak apaa? Senja laper!!!," teriak Senja disertai rengekan nya.

__ADS_1


"Buka saja tudung saji itu Senja, tadi bunda masak makanan kesukaan kamu sama Semesta, tapi dia ngga dateng," ujar sang bunda.


"Bunda masak kesukaan semesta?," gumam Senja lalu membuka tudung saji tersebut, dan benar saja di dalam itu ada berbagai macam makanan, ada nasi goreng kesukaan Senja dan ada sayur sop kesukaan Semesta.


Semesta sering ke rumah Senja, saat Senja meminta Semesta untuk datang dan makan malam bersamanya, sang bunda memasak sayur sop, dan saat itu Semesta bilang kalau sayur sop ialah masakan kesukaan nya, karna tantenya sering memasaknya sayur sop. Maka dari situ bunda Senja ketika Semesta datang ia memasakkan nya sayur sop tersebut.


Senja melihat sang bunda yang sangat menyukai Semesta pun merasa sedih karna Semesta tidak bisa hadir.


Tidak ada rasa iri di dalam hati Senja, karna ia tau Semesta tidak pernah merasakan kehangatan dari keluarganya.


Sang bunda pernah bilang kalau Senja nanti harus menikah dengan lelaki seperti Semesta, memiliki sopan santun, tutur kata yang sopan.


Setelah Senja selesai makan ia segera pergi ke kamarnya untuk mengganti baju dan memilih untuk rebahan.


...vinaaaaa...


njaaaaaaaaaaaaaaa


ngapain lo today ini???


gua kangen tante iriana!!!


gua ke sana yaaaaaaaa


^^^ngapain lo kesini?^^^


numpang makan


^^^cewe sekaya lo numpang makan ke rumah gua?^^^


gua kan kangen tante rianaaaaaa


^^^najis banget lo^^^


sekalian ngasih hadiah ke tante riana,tadi di suruh mama ngasih ke tante riana hadian dari london


^^^gua ga ada?^^^


ada kok


^^^yauda kesini gua bukain gerbang nya^^^


di kasih tau ada hadiah nya aja langsung lo monyet


^^^bct lo babi^^^


Senja kembali memainkan ponselnya dan melihat tiktok.


Tak lama kemudian Senja mendengar ada suara mobil di depan rumah nya, ia segera berlari dan membukakan pintu gerbang tersebut untuk mobil vina masuk ke halaman rumah nya.


"Mana?," ujar Senja tanpa dosa.


"Caelah sabarr kali nyet!!!,"


...----------------...

__ADS_1


"Semesta!!! kamu tidak tahu? dialah yang membunuh ibumu!!!," marah kevin kepada sang putra.


"Anda jangan asal menuduh!! anda saja tidak pernahh perduli kepada saya bagaimana bisa saya percaya kepada anda!," balas Semesta dengan wajah datar nya.


Kini kedua lelaki itu tengah berdebat di ruang kerja lelaki tua itu.


"Saya tidak pernah menuduh dia Semesta!!,"


"Sampai kapan pun saya tidak akan percaya kepada anda,"


"Semesta!!!,"


plak!!!


Suara tamparan itu terdengar nyaring di ruangan benuansa hitam tersebut.


"Jangan karna kamu mencintai gadis itu kamu sampai melupakan ucapan mu,"


Semesta terdiam dan merenungi, ia waktu kecil pernah berjanji bahwa ia akan membunuh orang yang telah melukai ibu tercintanya.


Kini Semesta berada di kamarnya dan merenungi perkataan ayahnya, bagaimana bisa ia membunuh ibu Senja. Senja hanya memiliki ibunya, dan bunda Senja sudah sangat baik kepadanya.


Semesta menggeram dan memegangi kepalanya, sungguh bingung, bagaimana mungkin bunda Senja melakukan nya, itu sungguh tidak mungkin!!.


"Bagaimana mungkin ibu Senja yang melakukan nya!!, saya yakin ini hanya sebuah kesalah pahaman," ujarnya meyakin kan diri.


...----------------...


1 mingu berlalu, Semesta semakin menjaga jarak dari Senja, entah angin darimana Senja selalu merasa sedih kalau melihat Semesta dingin kepadanya.


"Nja yok ngantin," ajak Vina di balasan gelengan kepala oleh sahabatnya.


"Lo kenapa?," tanya Vina dengan khawatir.


"Gua gapapa, gua ngantuk aja, lo ke kantin smaa yang lain aja," ujarnya lalu menaruh wajahnya di antara kedua tangan nya.


"Lo yakin lo gapapa?," tanya Vina memastikan.


"Gua gapapa Vin, lo aja sana yang ke kantin, gua ngantuk," ujar Senja dengan sedikit lesu.


Vina merasa kasian melihat sahabatnya ini, ia tahu Senja sedang patah hati, sudah 1 minggu Senja dan Semesta seperti orang asing, bahkan saat bertemu mereka berdua seperti orang asing.


...----------------...


Bel pulang sudah berbunyi.


"Gua duluan nja, lo jangan sedih terus dong!!!," ujar Vina memberi semangat.


"Gua kagak sedih vin, apaan sih lo, stres lo?," balas Senja malas.


Karna Vina sudah di jemput jadi Senja sendiri, ketika Senja hendak keluar kelas tiba tiba seorang lelaki menarik tangan Senja.


"Anjing!!!," umpat Senja dengan tatapan tajam.


Saat mata tajam Senja melihat ke arah lelaki tersebut, jantung Senja kembali bergerak tidak normal.

__ADS_1


__ADS_2