Semesta Untuk Senja

Semesta Untuk Senja
SUS• •06


__ADS_3

Semesta argantara, nama lelaki tampan yang sangat di kagumi di sekolah ini, Semesta di kenal dengan sosok dingin nya, ia tidak pernah dekat dengan seorang gadis, namun ia dekat dengan Senja anak kelas 9H.


flashback


"Ayah, Semesta ingin bermain dengan ayah," ujar Semesta kecil.


"Ayah sibuk Semesta, pergilah bermain dengan pengasuhmu," ujarnya.


Semesta yang masih mecil itu pun pergi dengan kecewa, ia pergi ke kamar nya dan menangis.


"Ayah ngga sayang sama Semesta ya mba?,"


"Bukan begitu den, tapi ayah den lagi sibuk kerja, nanti kalau ayah den Semesta sudah selesai pasti nemenin den Semesta bermain," ujar pengasuh itu.


"Mba Lastri dari dulu bilang gitu, tapi ayah tidak pernah punya waktu sama Semesta," ujar Semesta lalu menghapus air matanya.


Lastri ialah pengasuh Semesta saat kecil, ia sering melihat Semesta menangis, ia tahu bagaimana rasanya tidak dekat dengan orang tua, apalagi Semesta tidak memiliki ibu, ia hanya memiliki ayah.


"Sudah, den tidur saja, biar nanti mbak Lastri yang bilang ke ayah den Semesta," ujar Lastri penuh keyakinan.


"Janji ya mbak!!," ujar Semesta sembari mengacungkan jari kelingkingnya, Lastri pun menautkan jari kelingkingnya ke tangan Semesta. Semesta terlelap begitu cepat.


Lastri pergi dan menemui Ayah Semesta, sebelum hendak pergi menemui ayah Semesta, Lastri melihat kalau keluarga tengah berkumpul di ruang tengah.


"Kevin!! apa maksud foto foto ini?!!, dasar lelaki bejat!!!," ujar seorang wanita paru baya.


kevin argantara, putra dari seorang wanita paruh baya yang sering di panggil dengan ibu ataupun nenek putri.


"Bu, restui saja mereka, pasangan bejat seperti mereka memang pantas di satuin, tidak menghargai almarhum mba Risa," ujar seorang perempuan.


"Vivi jaga tutur katamu!!," ujar Kevin selaku ayah Semesta.


Vivi stevania, nama gadis itu yang tak lain adalah adik dari Kevin.


"Apa? emang saya ada salah kata?," ujarnya.


Kevin dan Sela geram dengan kelakuan Vivi yang jelas jelas membuatnya kesal.


"Kenapa ibu dulu ngelahirin lelaki bajingan kaya mas Kevin sih? lihat sekarang bu, ibu lihat sendiri kan, mereka ngelakuin hal hak tak senonoh seperti itu, bahkan foto itu adalah tanda dia selingkuh dari mba risa," jelas Vivi, Vivi memang mengetahui itu karna di balik foto itu ada yang menulis tanggal di mana keduanya melakukan nya.


"Memang pantas kamu masuk neraka Kevin!!," ujar nenek Putri.

__ADS_1


"Jika bukan karna ibu jodohin saya dengan Risa, mana mungkin saya melakukan hal hal seperti itu bu!!," tegas Kevin.


"Ibu tidak pernah suka jika kamu bersama wanita ular ini Kevin," sentak nenek Putri.


"Ibu, saya tidak pernah melakukan kejahatan dengan ibu, kenapa ibu membenci saya?," ujar Sela dengan raut wajah sedih nya.


"Dasar wanita rubah, kamu memang suka bersandiwara!!," ujar Vivi dengan geram.


"Ibu menjodohkan mu dengan Risa karna Risa adalah gadis baik, dia yang merawat ibu saat ibu sakit, dan kamu?!!! malah pergi dengan wanita setan ini," ujar nenek putri.


"Saya tidak perduli intinya saya akan tetap melakukan pernikahan ini!!," ujar Kevin penuh penekanan.


"Ayah? ayah mau menikah lagi?," ujar seorang anak kecil berumur 5 tahun itu.


"Den Semesta!!," ujar Lastri dengan kaget saat Semesta muncul di tengah tengah ketegangan itu. Lastri menggendong Semesta dan berpamitan untuk keluar ke halaman belakang rumah.


"Den Semesta ga boleh asal masuk okey," ujar Lastri dengan lembut.


Semesta yang mengerti ia pun menganggukan kepalanya. "Iya mbak, tapi ayah sama tante Sela akan menikah?, jadi Semesta akan punya ibu dong!!," ujar Semesta, Lastri hanya mengangguk dan tersenyum, melihat Lastri yang mengangguk Semesta semakin semangat.


Semesta tidak tahu bahwa ini awal dari kepedihan nya.


flashback off


Kini Senja tengah makan di ruang makan, ia makan sembari memainkan ponsel nya, "Senja!! makan, jangan main hp kalau makan," ujar sang bunda dengan marah.


"Iya iya bunda," jawab Senja lalu mematikan ponselnya.


tin tin


Terdengar bunyi klakson motor dari arah depan rumah nya.


Senja mengernyit heran, siapa yang pagi pagi sudah berisik di depan rumah nya, ia bergegas menghabiskan makan nya dan pergi untuk melihat siapa yang ada di depan rumah nya.


"Siapa sih berisik banget deh!!," ujar Senja lalu berjalan keluar rumah untuk melihat siapa yang berisik itu.


"Semesta? ngapain lo pagi pagi ke sini?," tanya Senja lalu menghampiri Semesta tanpa menggunakan alas kaki.


"Pakai sadal mu Senja, kotor," ujar lelaki itu memperingati Senja.


"Bodoamat serah gua dong!!,"

__ADS_1


"Pantesan pendek terus orang kamunya jalan tidak pakai alas kaki," ujar Semesta mengejek.


"Bacot lu, ngapain lo kesini?," tanya senja dengan sewot.


"Lupa kemarin saya bilang kalau berangkat sama saya?," ujar Semesta.


Senja mengingat ingat kembali kejadian semalam, ia ingat bahwa kemarin Semesta mengajak Senja untuk berangkat bersama.


"Emm iya gua inget yauda masuk dulu," ujar Senja lalu pergi masuk terlebih dahulu.


Semesta mengikuti Senja yang masuk ke dalam rumah nya.


"Siapa nja?," tanya sang bunda.


"Temen Senja," ujar Senja lalu pergi untuk mengambil tasnya yang berada di kamar nya.


"Sorry lama, yok berangkat," ujar Senja sembari membawa tas dan sepatunya.


Semesta berpamitan dengan bunda Senja lalu keluar terlebih dahulu. Senja duduk di depan pintu lalu memakai sepatunya. Semesta mengamati gadis kecil itu saat mengikat tali selatunya.


"Selesai," ujar Senja, Senja melihat ada tangan ya g telulur membantunya untuk berdiri, ia menoleh dan melihat bahwa tangan Semesta yang telulur. Senja meraih tangan Semesta dan berdiri.


"Thanks," ujar Senja, Senja berjalan ke arah motornya dan hendak menaiki motornya.


"Senja, kamu berangkat sama saya," ujar Semesta menarik baju Senja.


"Iyaa ini kan berangkat bareng,"


"Naik motor saya senja,"


"Nggak mau enak aja!!!,"


"Naik,"


"Nggakk!!!!,"


Bunda Senja melihat adegan keduanya saat ini, sang bunda hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudah lah nja, kamu bareng(berangkat bareng) Semesta," ujarnya


Dengan terpaksa Senja menaiki motor Semesta.

__ADS_1


__ADS_2