Semesta Untuk Senja

Semesta Untuk Senja
SUS• •13


__ADS_3

"Akhh mas!!," teriak Risa dengan sakit.


Bagaimana tidak sakit, kini tubuhnya di kasari oleh suaminya sendiri, sungguh miris hidupnya.


"Mas sakit!!!! mas ingat mas!!!," teriak Risa dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Saya peringatkan kamu untuk tidak menyentuh Sela," tegas Kevin lalu mendorong Risa dengan kasar.


Suara pintu tertutup itu terdengar nyaring di telinga Risa.


Risa menangis dan mengutuk dirinya, mengapa ia jatuh hati dengan lelaki seperti itu, dan mengapa ia harus mengetahui perselingkuhan suaminya sekarang, kenapa tidak dari awal.


Hari sudah gelap, hujan turun dengan lebat, entah mengapa dan entah apa yang di pikirkan oleh Risa, Risa turun melalui jendela dengan menggunakan selimut, sungguh gila, ia nekat turun dari ketinggian hanya dengan menggunakan selimut dan sprei.


Setelah berhasil, Risa melangkahkan kakinya dengan cepat, di tengah hujan mengguyur Risa tetap melanjutkan jalan nya menyusuri jalanan yang basah tersebut.


Dan di situlah ia bertemu dengan bunda Senja dan bapak Senja.


...----------------...


Senja mengangguk mendengar cerita Semesta.


"Maafin gua, gara gara gua lo jadi ceritain ini semua," ujar Senja dengan raut wajah sedih.


"Gapapa Senja tenang saja," ujar Semesta dengan senyum.


...----------------...


Pagi hari, dimana terlihat dua gadis cantik yang tengah berada di kantin.


"Wah gilak sih lo nja!!, lo kemarin joging sama Semesta anjir wahhh salut gua, temen gua ternyata diem diem pinter dalam percintaan anjay," ujar Vina lalu bertepuk tangan.


"Kalau gua kemarin kagak di paksa Semesta, trus bunda juga maksa ga bakal gua joging Vin," ujar Senja dengan raut wajah sebal.


Bagaimana tidak sebal? Vina mengira bahwa kemarin joging Senja yang mengajak, di mana harga dirinya mengajak Semesta keluar terlebih dahulu, apalagi joging.


"Senja, nanti saya ada rapat osis, kamu bisa kan pulang sendiri, pakai motor saya aja gapapa ini kuncinya," ujar Semesta menaruh kunci motor lalu pergi meninggalkan Senja dan Vina dengan kaget dan heran, bagaimana tidak, Semesta dan ketiga teman nya ini sungguh sangat aneh, berjalan tanpa suara, sudah seperti setan.


"Anjing!! itu tadi kok bisa tiba tiba nongol anjir, kok,"heran Vivi dengan mulut menganga.


"Udah kaya setan Vi, jalan gak ada suaranya," saut Senja menggelengkan kepalanya.


"Lo bisa naik motor nya Semesta, nja?," tanya Vina.


"Bisa lah njir, lo pikir gua pendek kek lo?," ujar Senja remeh.


"Anjing lo!!!," sentak Vina tak terima, bagaimanapun walaupun ia pendek tetapi ia imut di berbagai mata lelaki.

__ADS_1


Senja tertawa melihat Vina yang cemberut dan memasang wajah kesalnya.


...----------------...


Tak terasa bel pulang sudah berbunyi, karna Semesta bilang kalau ada rapat osis jadi tidak bisa mengantar Senja pulang, terpaksa Senja memakai motor besar milik Semesta.


"Lo yakin nja bisa naik motor segede ini?," ujar Vina sembari melotot.


"Lo lupa kalau temen lo ini tinggi, gak pendek kaya lo," balas Senja dengan senyum lalu menaik-turun kan kedua alisnya.


"Taik kambing lo," sewot Vina.


"Naik, gak bisa naik lo? makanya jangan pendek pendek amat," ujar Senja lalu tertawa.


"Taik lo!!," maki Vina.


Vina memang sengaja nebeng Senja, karna bertepatan dengan sang mama yang menelepon nya dan mengabarkan bahwa ada saudara yang sakit. Vina hendak di jemput oleh supir pribadinya namun ia memilih untuk pulang bersama Senja saja dan menginap di rumah Senja.


"Gua mungkin nginep di rumah lo 1 minggu nja, mama tadi nelpon katanya bakal pulang minggu depan," ujar Vina.


"Bilang aja lo takut kan di rumah sendiri," balas Senja di iringi tawanya.


"Bacot monyet," ujar Vina lalu mengacungkan jari tengah.


Senja dan Vina kini tengah berada di jalanan yang lumayan sepi, ada pepohonan kiri dan kanan, Senja memilih jalan ini karna ia tidak ingin terjebak mancet.


"Anjir, vin!! itu geng motor atau begal njir," ujar Senja panik.


Mendengar ucapan Senja tersebut Vina menoleh dan terkejut sama seperti Senja.


"Mana ada anjir bekal sore sore, yang ada begal itu tengah malam," ujar Vina.


"Anjir lihat dehh kek ngikutin kita sumpah," ujar Senja.


"Halah cuma pengendara motor biasa itu," balas Vina.


Dan sesuai dugaan Senja, motor motor tersebut kini mengepung Senja dan vina.


Senja menepikan menghentikan motornya dan turun dari motor tersebut, bersamaan dengan Vina yang turut turun dari motor.


"Ada masalah ya?," tanya Senja dengan santay.


"Kalian begal? gak modal banget deh, butuh banget uang ya? sampai nekat begal jam segini? masih sore loh ini baru jam 4," timpal Vina dengan wajah meremehkan.


"Kalian pikir kita sekelompok begal kere?(miskin)," ujar seorang lelaki.


"Anjing ganteng banget!!?," teriak Vina.

__ADS_1


"Sadar anjir dia penjahat,"


"Kalau modelan kek gini gua terima kok nja di culik,"


"Stres lo?!!,"


dugh!!


Suara pukulan itu nyaring di telinga Vina, ia menoleh dan melihat Senja yang terjatuh sembari memegang sudut bibirnya.


"Anjing lo!! berani banget bikin luka di wajah gua!," marah Senja lalu menonjok lelaki tersebut.


Kini terjadilah perkelahian antara kedua gadis dan belasan lelaki.


Satu pukulan berhasil mendarat di pipi mulus Vina.


"Udah pendek sok sok an mau nglawan gua cih," ujar lelaki itu.


"Eh anjing lo ya!!," ujar Vina dengan marah.


Vina menyerang lelaki tersebut sehingga membuat lelaki itu tersungkur.


"Vin lo gapapakan?," ujar Senja dengan panik.


"Gapapa," ujar Vina.


Semua lelaki tersebut kini kembali menyerang Vina dan Senja. Keduanya dengan gampang menangkis serangan tersebut.


Vina dan Senja mengambil helm yang sempat ia pakai.


Senja memukul lelaki tersebut dengan helm tersebut, darah mengalir dari hidung lelaki tersebut.


"Sialan!!," umpat lelaki itu.


Senja menatap lelaki tersebut dengan dingin.


"Gitu doang? lemah lo," ujar Senja.


Lelaki tersebut bangkit dan menyerang Senja, pukulan tersebut berhasil mengenai pipi mulus senja, melihat itu ia tak terima dan memukul lelaki tersebut bertubi tubi hingga lelaki itu tersungkur.


"Anjing lo!!!, siapa yang nyuruh lo ha!!! jangan remehin gua, walau gua masih SMP, kekuatan kita beda level," ujar Senja dengan nafas ya g tak teratur.


"Vin lo gapapakan!!," tanya Senja dengan khawatir.


"Santai kali gua gapapa, kali ini lo gaboleh remehin gua lagi, pendek pendek gini gua bisa nglawan preman preman tolol ini ya," ucap nya dengan bangga.


Senja tertawa lalu berjalan mendekati motornya, Senja mendengar suara seseorang berlari lalu menatap belakang, betapa terkejutnya ia melihat salah satu lelaki tersebut berlari ke arahnya dengan membawa pisau.

__ADS_1


"Nja!!!,"


__ADS_2