Semesta Untuk Senja

Semesta Untuk Senja
SUS• •12


__ADS_3

Terdapat seorang wanita cantik yang tinggal di desa. Narisa putri, nama dari gadis tersebut, ia kerap di sapa dengan nama Risa, ia memilih untuk ikut nenek nya yang berada di desa, karna ia tidak terlalu suka dengan keramaian, apalagi kedua orang tuanya mengajak nya untuk tinggal di tengah kota.


"Neng Risa, tadi ada mobil buanyak, kayak e mau ke sini, siapa neng?," tanya seorang ibu ibu yang terlihat sudah umur 30 ke atas.


"Oh itu pasti ibu sama bapak saya bu," ujar Risa dengan senyum lalu mengambil bak plastik yang selesai untuk menaruh pakaian.


"Saya masuk dulu bu, nanti keburu ibu sama bapak sampe," ujar Risa dengan senyum lalu masuk ke rumah kayu yang terlihat sederhana.


Risa ialah gadis cantik yang banyak di sukai oleh lelaki di kampung tersebut, tak banyak lelaki yang ingin meminang Risa, bukan hanya paras nya, tetapi Risa sangat pintar dalam mengurus rumah, sangat cocok untuk di jadikan istri.


Terdapat beberapa mobil di halaman rumah Risa. Risa yang mendengar suara mobil dari depan rumah pun berjalan ke depan untuk melihat mobil siapa di depan. Risa mengintip dari jendela dan terdapat beberapa mobil mewah yang terparkir di depan teras rumah nya, terdapat 1 buah mobil yang ia kenal, yaitu mobil ibu dan bapak nya, namun dengan mobil yang lain ia tidak tau. Risa tidak terlalu memikirkannya ia memilih untuk membuka pintu lalu menyapa kedua orang tuanya.


"Ibu, bapak!! Risa kangen sama kalian," ujar Risa antusias saat melihat kedua orang tuanya keluar dari mobil.


Karna rasa rindu yang sangat besar, Risa yang kini sudah memeluk sang ibu pun merasa lega. Setelah begitu lama tidak bertemu, dan rasa rindunya sudah sangat besar pun merasa lega, karna sudah bertemu keduanya.


"Gak kangen sama bapak ini jadi?," ujar seorang lelaki yang tak lain ialah bapak Risa, mendengar ucapan sang bapak pun Risa segera memeluk lelaki yang sudah berumur 40 ke atas.


"Sudah sudah mari masuk, ibu bawa temen ibu soal nya, gak enak kalau di suruh di luar terus," ujar ibu Risa dengan senyuman.


Risa menoleh dan melihat sepasang suami istri yang tengah tersenyum ke arahnya, serta ada seorang lelaki muda dan tampan.


"Ibu, bapak, kalian masuk aja dulu sama temen kerja bapak ibu, biar Risa buatin teh di belakang," ujar Risa lalu membungkuk dengan sopan dan berjalan ke dalam rumah untuk membuatkan teh para tamu.


Risa segera membuatkan teh untuk para tamu dan kedua orang tuanya. Setelah selesai membuatkan teh ia segera menaruh teh tersebut di atas nampan.


Risa berjalan dengan hati hati lalu menaruh teh tersebut di meja dengan sopan.

__ADS_1


"Sopan ya, cocok lah kalau begitu sama Kevin," ujar seorang wanita paruh baya tersebut.


Risa yang mendengar nya pun mengernyitkan dahinya, Risa tidak terlalu memperdulikan hal tersebut, bisa saja bukan ia yang di maksud.


Sang ibu menyuruh Risa untuk duduk di sebelah nya, Risa hanya menurut lalu duduk di sebelah ibunya, Risa hanya diam karna menurutnya ini hanya masalah bisnis, namun pikiran nya berubah, ternyata kedua orang tuanya menjodohkan nya dengan lelaki muda dan tampan yang tak lain ialah Kevin. Tanpa babibu Risa menyetujui hal tersebut, karna ia juga merasa telah mencintai Kevin.


"GAK!! APA APAAN AYAH SAMA IBU JODOHIN KEVIN SAMA GADIS KAYA DIA," ujar Kevin dengan tegas.


Perdebatan di antara kedua orang tua Kevin pun usai karna Kevin pasrah toh bisa di buat mainan.


Melihat Kevin yang menerima perjodohan ini lantas Risa merasa senang, bagaimana tidak Kevin ini cinta pertamanya, Risa sudah menyukai Kevin sejak pertama bertemu.


...----------------...


Pesta pernikahan keduanya kini di selenggarakan dengan mewah di sebuah hotel berbintang lima.


Pikir Risa pasti setelah menikah keduanya akan bahagia, apalagi dengan kehadiran sosok anak kecil yang mengisi hari hari keduanya.


"Mas, nanti makan di rumah ya? sudah lama kita ngga makan bareng," ujar Risa dengan senyum.


"Saya sibuk ris kamu saja yang makan saya lembur soal nya," ujar Kevin sembari mengenakan dasinya.


"Lembur lagi mas?," tanya Risa dengan nada lirih.


"Iya, jadi nggak usah nunggu saya, kamu makan saja dulu, saya berangkat," ujar Kevin lalu meninggalkan Risa yang penuh dengan kesedihan.


...----------------...

__ADS_1


Pernikahan keduanya kini menginjak 5 tahun, Risa berniat untuk memberikan sebuah hadiah untuk sang suami, yaitu sebuah alat tes kehamilan, yaps Risa kini mengandung anak dari Kevin, anak yang ia nanti sejak 5 tahun pernikahan keduanya.


Risa menunggu kehadiran suaminya dengan sabar, ia duduk di kursi dengan senyum yang mengembang, membayangkan bagaimana ekspresi suaminya membuatnya tertawa geli.


Namun malam sudah larut, Kevin belum kunjung pulang, Risa yang di landa rasa mengantuk pun tertidur di sofa tersebut.


"Kamu ngapain tidur di sofa ris!!," tegur seorang lelaki yang tak lain ialah Kevin.


"Loh mas Kevin dah pulang, emm tadi Risa nungguin mas, tapi malah ketiduran," jelas Risa dengan senyum kecil.


"kan saya sering bilang jangan nungguin saya," ujar Kevin dengan dingin.


"Mas ini Risa ada hadiah untuk mas coba deh buka," ujar nya.


Kevin membuka dan melihat sebuah benda kecil, ia melihat itu dengan ekspresi datar.


"Trus kenapa ris? gak usah alay ris, sudah saya cape," ujar Kevin dengan dingin lalu pergi meninggalkan Risa yang kini tersenyum kecut.


Risa menangis dengan lirih, bagaimana ia tidak menangis, sudah lama penantian ini, namun ekspresi suaminya membuatnya merasa sedih.


"Gapapa ris, semangat," ujar Risa sembari mengusap bulir air mata yang membasahi pipi nya.


...----------------...


Kini usia kandungan Risa tengah menginjak 8 bulan, kini semakin terlihat pula sikap kasar suaminya, suami yang dulunya sangat manis kini menjadi berbeda, bahkan saat Risa salah berbicara Kevin tak segan segan untuk melakukan kekerasan.


"Gila kamu mas? si saat aku hamil besar kamu malah bermain sama perempuan lain mas!!!,"ujar Risa.

__ADS_1


"Kamu juga, kamu itu perempuan, sama kaya saya, tapi kenapa kamu malah mengambil lelaki yang jelas jelas sudah menjadi milik orang lain? apa kamu tidak sadar?," ujar Risa.


Wanita yang di sebut oleh Risa tak lain ialah Sela. Karna di landa rasa marah yang amat dalam Risa mendorong Sela hingga sela terjatuh, dan di situlah adegan kekerasan yang sangat jahat di lakukan Kevin.


__ADS_2