Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 09


__ADS_3

Chapter 09 : Perjanjian Goetia.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


Di salah satu kamar tidur yang ada di Istana dari Kingdom of Groxia...


Cahaya lampu hangat menerangi ruangan itu, yang membuatnya tampak lebih halus dan memberikan sedikit getaran misterius.


Hanya ada satu orang saja di dalam ruangan tersebut: Seorang gadis cantik yang memiliki rambut pirang keemasan, di balut di dalam sebuah gaun tidur yang berwarna putih, di mana mata Jade miliknya itu terlihat terpaku kepada dua buah bulan yang menggantung di atas langit malam.


Gadis itu tampak seperti sebuah bunga indah yang baru saja mekar dan tengah di sinari oleh matahari. Tentu saja, dia ini adalah Arena SC Groxia - Putri Pertama dari Raja Groxia.


"Huhh... Hari ini benar-benar sangat melelahkan sekali." Dirinya menggumamkan hal tersebut dengan nada letih, seolah-olah ia sedang berbicara dengan kedua bulan itu sendiri.


"Bukan hanya harus berurusan dengan pemanggilan Hero, tapi aku juga harus berurusan dengan beberapa Hero yang terus-menerus berbicara dan sangat menyebalkan itu."


Helaan nafas frustasi keluar dari mulutnya, tanpa gadis itu sadari, sebelum dia mulai mengingat kembali tentang kejadian beberapa saat yang lalu.


Sambil mengingat kembali hal tersebut, gadis ini kemudian mulai membaringkan dirinya sendiri di atas kasur berukuran King, yang ada di dalam ruangan itu.


"Tapi tetap saja, siapa sebenarnya Hero berambut hitam itu? Aku benar-benar merasa sangat familiar sekali dengannya, seakan-akan dulu aku pernah bertemu dengannya. Tapi... tidak peduli seberapa kerasnya aku memikirkan hal tersebut, aku masih tetap tidak dapat mengingat, tentang kami yang pernah bertemu atau tidak."


Ketika memikirkan hal itu kembali, mata hijau jade miliknya mulai kembali menatap ke arah bulan sekali lagi, yang masih terus memancarkan cahayanya dari balik jendela.


Suara angin malam yang berhembus dapat terdengar memenuhi seluruh ruangan itu, gordeng yang mengitari jendela tersebut mulai berdesis, seolah-olah sedang ingin menyampaikan sesuatu hal kepada gadis itu.


Akan tetapi, Arena sepertinya tidak terlalu mempedulikan hal tersebut, pada saat dia bangkit dari tempat tidurnya dan segera berjalan menuju ke jendela yang terbuka, hanya untuk menutupnya.


Ketika gadis ini sedang ingin menarik gordeng yang ada di sekitar jendela tersebut, tangan miliknya secara tiba-tiba terhenti, pada saat mata hijau Jade miliknya itu yang mulai kembali menatap ke arah luar. Hanya saja, kali ini dia sedang menatap sebuah kota yang ada di balik dinding dari Istana tersebut.


"Aku berharap bisa bertemu dengan Hero itu lagi, dan bertanya kepadanya tentang hal ini."


Setelah menghela nafasnya dengan penuh rasa frustasi, gadis itu kemudian menggelengkan kepalanya dan segera menarik gordeng untuk menutupi jendelanya itu.


Kemudian, Arena berbalik untuk berjalan kembali menuju ke kasur dan langsung menjatuhkan dirinya di atas sana.


Membalikan tubuhnya, Arena kemudian mulai menatap langit-langit sejenak, sebelum dia memutuskan untuk tidur dan memikirkannya lagi besok.


Meski begitu, gadis ini masih belum menyadari, kalau ada sebuah kertas yang terselip di antara jendela yang dirinya tutup sebelumnya.


.....

__ADS_1


....


...


Sementara itu, pada waktu yang cukup bersamaan, di sisi lain dari Benua tersebut...


"Jadi, kalian akhirnya memutuskan untuk berteman?" Akane menanyakan hal itu dengan ekspresi wajah yang rumit, setelah dia mendengar penjelasan dari Dafa.


Bukan hanya Akane saja yang segera memiliki ekspresi wajah yang seperti itu, tapi Rafi pun juga memiliki ekspresi wajah yang sama, dengan Sora sendiri yang sepertinya mulai menatap Orobas dengan cara yang sangat mematikan, sejak gadis itu yang dengan seenak jidatnya, duduk di antara bahu milik Dafa.


Dafa sendiri hanya bisa membalasnya dengan angkatan bahu ringan saja, karena dia juga tidak pernah berpikir, kalau hal tersebut akan berakhir menjadi seperti ini.


Tapi, karena itu jauh lebih baik ketimbang berbagai macam hal yang bisa dirinya pikirkan, jadi Dafa tidak begitu protes sama sekali.


"Tapi, kamu tahu... orang ini itu sudah..." Akane terlihat sangat ragu sekali untuk mengatakan hal yang selanjutnya, pada saat dia melirik ke arah Orobas, yang gadis Demon Lord itu sendiri abaikan sepenuhnya.


Lagi pula, selain fakta kalau gadis itu sudah membuat Dafa kehilangan salah satu lengannya, tapi dia juga merupakan alasan terbesar, dari kenapa mereka bisa di panggil ke Dunia ini.


Dafa yang sudah bisa menebak apa yang gadis Vertzlicte itu sedang pikirkan, dia memutuskan untuk meluruskan sesuatu hal saja, agar ketiga orang ini tidak salah paham akan sesuatu.


"Oh ya, kalau kamu mengira dengan mengalahkan para Demon Lord ini kita bisa pulang, maka pemikiranmu itu benar-benar sangat naif. Karena, tidak ada hal-hal yang seperti itu."


"Apa yang sedang kamu ingin bicarakan, Bani?" Kali ini, Akane langsung membalasnya dengan ekspresi wajah lelah, karena dia yang sebenarnya sudah tidak peduli lagi dengan apapun yang remaja laki-laki ini akan katakan.


Dafa yang menyadari hal itu memutuskan untuk langsung pergi ke intinya saja, dan meskipun kemungkinan besar hal itu malah akan berakhir buruk, tapi itu masih lebih baik, ketimbang harus menyembunyikannya.


"Maksudku itu, kalau meskipun kamu sudah membunuh seluruh Demon Lord yang ada di Dunia ini, hal itu tidak mengartikan, jika kamu bisa pulang ke Bumi."


Begitu saja, tiga remaja yang bersama dengannya itu langsung terdiam, di mana hal itu di perparah dengan perkataan dari Orobas yang keluar, beberapa saat setelah Dafa selesai berbicara.


"Lagi pula, sejak awal~ Sudah tidak pernah ada Demon Lord yang berkonflik dengan ras mana pun~ Karena, perjanjian yang sudah kami buat dengan seluruh ras beberapa abad yang lalu~"


"Perjanjian?" Kali ini, yang bertanya dengan penuh kebingungan itu adalah Dafa, karena dia yang tidak pernah mendengar hal itu dari gadis Demon Lord ini.


Orobas sendiri hanya membalasnya dengan anggukkan ringan saja, sebelum dia kemudian mulai menjelaskan tentang perjanjian tersebut.


"Yup~ Perjanjian ini di sebut sebagai Goetia~ Sebuah Perjanjian yang di ciptakan oleh Demon Lord pertama dengan Queen of Shadow Lands~"


"Akibat dari perjanjian inilah, kami para Demon Lord harus hidup di dalam balik bayang-bayang Dunia ini, hanya untuk mencegah perang besar seperti yang terjadi waktu 'Itu'."


"Kalau begitu, apa tidak ada Demon Lord yang berani melanggar perjanjian itu?" Akane memutuskan untuk menanyakan hal tersebut, karena dia cukup penasaran juga, tentang perkataan dari orang-orang yang ada di Istana itu.


Namun, hal tersebut malah membuat Orobas tertawa terbahak-bahak, karena... "Kamu tahu? Hanya orang tolol saja yang berani melanggar hal tersebut. Karena, siapa pun yang berani melanggarnya, akan berhadapan langsung dengan murka dari orang 'itu'."

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu maksud adalah Demon Lord pertama ini?"


"Yup~ Seperti yang aku duga dari teman ku ini~! Selain kuat, dia juga sangat pintar~!"


Lalu, Dafa, bersama dengan yang lainnya, memutuskan untuk lanjut menanyakan hal itu nanti saja, karena mereka yang sepertinya telah sampai di tujuan mereka.


.....


....


...


Sementara itu, di tempat yang lainnya...


"Kekekeke... Ini sangat menarik." Seorang pria muda dengan wajah bagian atasnya yang tertutupi oleh sebuah topeng hitam berbentuk menyerupai paruh burung, terlihat mengatakan hal itu dengan senyum kecil di wajahnya.


Orang lain yang bersama dengannya di sana tampak bingung dengan hal tersebut, yang tentu membuatnya memutuskan untuk menanyakannya saja secara langsung.


"Doctor, apa kamu menemukan sesuatu hal yang menarik?"


Pria itu awalnya tidak membalasnya sama sekali, di mana dia lebih memilih untuk fokus dengan apa yang dirinya lakukan, hingga...


"Akhirnya... Akhirnya ketemu juga!!" Kali ini, nada penuh kegembiraan dapat terdengar keluar dari mulutnya, ketika senyum milik pria itu menjadi semakin dalam.


Orang yang bersama dengannya ini, dia hanya bisa memandanginya dengan aneh saja, sebelum orang itu memutuskan untuk pergi dari sana, hanya karena dia tidak ingin berakhir menjadi kelinci percobaan darinya.


Lagi pula, pria ini terkenal dengan kegilaannya yang tanpa batas, hingga membuat hampir semua orang takut terhadapnya.


Namun, orang itu nantinya akan menyesali keputusannya itu, karena...


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note:


Yayy! Update lagi!!


Di dalam bab kali ini, ada begitu banyak informasi baru yang muncul, tapi misteri baru pun muncul juga.


Dimulai dari, apa itu perjanjian Goetia? Siapa sih Demon Lord pertama ini? Terus, siapa juga sih Queen of Shadow Lands ini? Dan yang terakhir, siapa sih orang yang muncul di bagian terakhir itu?


Tapi tenang saja, nanti semua misteri itu bakal terungkap satu per satu, di bab-bab mendatang, jadi silakan di tunggu ya~


Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2