Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 03


__ADS_3

Chapter 03 : Kekacauan & Meninggalkan Istana.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Souji)


Tidak berselang lama setelah itu, ada seorang remaja laki-laki lain yang bangkit dari kursi miliknya, yang tentunya dia ini berhasil menarik perhatian dari semua orang yang hadir di sini.


Remaja ini bisa di bilang adalah lawan alami dariku, di mana kami itu tidak bisa berada di kelompok yang sama, tanpa mencoba untuk membunuh satu sama lain.


Tidak, aku sedang tidak bercanda. Meskipun kami memang baru pernah bertemu dengannya sebanyak beberapa kali di masa lalu, tapi entah kenapa masing-masing dari kami selalu merasa tidak cocok satu sama lain, hingga membuat kami memutuskan untuk tidak mendekati satu sama lain.


Oh ya, remaja ini memiliki penampilan yang cukup feminim di bagian wajahnya, dengan kulit miliknya yang tampak begitu pucat, malah hampir mirip dengan seorang mayat, memiliki rambut panjang berwarna hitam keunguan dan mata dengan warna yang sama, serta tingginya itu tampaknya berada di atas 178 sentimeter.


Namanya ini Bani Dafa Sabiluna. Murid beasiswa yang masuk ke sekolah ini beberapa bulan setelah tahun pertama ku di SMA ini dimulai.


Aku cukup mengetahui banyak hal mengenai orang ini, terutama mengenai seberapa mengerikannya keberuntungan yang orang ini miliki, plus seberapa di bencinya dia oleh gacha, hingga membuatku selalu ingin menertawakan kemalangannya itu.


Dari apa yang aku ingat juga, dia ini seharusnya sih mendapatkan beasiswa bersama dengan satu teman laki-lakinya dan adik laki-lakinya, di mana sementara temannya itu berada di kelas yang sama dengan dirinya, alias kelas sebelas, tapi adik laki-lakinya itu berada di kelas sembilan, sama seperti Masu-chan.


Dan, terlihat juga, kalau tampaknya dia sedang duduk di samping teman laki-lakinya itu, yang kalau aku tidak salah ingat, namanya ini adalah Muhammad Rafi Abimanyu, dengan seorang siswi yang di kenal sebagai Ratu Es di sekolah ini, alias Natsuki Sora.


Untuk sekarang, mari kita abaikan saja hal itu terlebih dahulu, karena aku mulai merasa kalau ada yang salah dengan sesuatu hal di sekitar leherku.


Setelah aku memutuskan hal tersebut, aku kemudian segera melirik ke arah leherku, sambil mencoba untuk mencari sesuatu hal di sana menggunakan tangan kananku, hanya karena aku memiliki perasaan yang sangat buruk di tempat itu.


Dan, seperti yang firasatku ini katakan, tidak berselang lama setelahnya, aku bisa menemukan sebuah benang yang benar-benar sangat tipis, sudah terlilit di sana.


Tidak, aku benar-benar tidak sedang bercanda sama sekali. Aku sungguh menemukan benang yang sedang melilit leherku ini, yang bahkan benar-benar sangat sulit sekali di lihat menggunakan mata telanjang.


Bukan hanya itu saja, aku pun segera menyadari, kalau sepertinya benang ini terhubung menuju ke suatu tempat, yang setelah aku telusuri lebih jauh, ternyata hal tersebut berakhir tepat di tangan murid pindahan yang baru saja berdiri ini.


Untuk semakin membuatku tertegun, sepertinya bukan hanya aku saja yang memiliki benda ini melilit di leherku, tapi aku juga bisa melihat ada benang semacam ini di leher setiap orang yang hadir di ruangan ini, dengan pengecualian kedua murid pindahan itu, jika saja aku melihatnya dengan lebih teliti lagi.


Oh ya, jangan meremehkan penglihatanku ini, meskipun aku sedang menggunakan sebuah lensa kontak, karena jika aku memang ingin, aku bahkan bisa melihat sejauh dua hingga empat kilometer dengan sangat detail, tanpa alat bantuan apapun.


Aku tidak begitu tahu dan peduli alasan di balik hal tersebut, karena selain tidak memiliki efek samping apapun, kecuali warna mataku yang agak membuatku tidak nyaman, bisa di bilang hal ini malah cukup membantuku, untuk menemukan hal-hal yang seperti ini.


Kemudian, setelah aku menemukan benang tipis tersebut, aku juga bisa melihat dari sudut mata ku, kalau murid pindahan itu sedang berjalan pergi menuju ke pintu keluar.


Meskipun tindakannya itu membuat hampir semua orang bingung, dengan pengecualian temannya itu yang sepertinya paham arti di balik tindakannya ini, plus aku juga cukup mengerti arti di baliknya, mengingat sifat kami yang agak mirip di beberapa tempat.


Hanya saja, yang di luar dugaan ku itu, pada saat ada orang yang ingin mencoba untuk menghentikannya, remaja ini segera menggerakkan jari-jarinya sedikit, sebelum kepala dari orang yang ingin menghentikannya itu terputus.

__ADS_1


Dan, ketika semua orang sedang mengalami syok terhadap hal tersebut, remaja ini masih terus saja berjalan keluar, tanpa mengatakan apapun, dengan temannya itu yang segera pergi mengejarnya, tepat setelah remaja tersebut berbelok ke arah kanan.


Tidak hanya itu saja, tapi sang Ratu Es sekolah pun melakukan hal yang sama, meskipun jauh lebih lama ketimbang si teman remaja tersebut, dengan temannya si Ratu Es yang juga mulai mengejar dirinya.


Begitu saja, berkat satu orang menjengkelkan ini, aku harus memikirkan cara terbaik untuk keluar dari tempat ini.


Lagi pula, dengan dia yang melakukan seluruh hal tersebut, pastinya...


"EHHH!? APA YANG SEDANG TERJADI!?"


"A-a-ap-apa dia benar-benar mati!?"


"Kyaa! Tolong singkirkan hal itu!"


Seterusnya... Dan, seterusnya...


Seketika itu juga, banyak sekali teriakan dari orang-orang yang ada di ruangan ini, terutama orang-orang yang berasal dari Bumi sepertiku.


Bahkan, Kyouya pun sepertinya benar-benar tidak terbiasa sama sekali dengan hal itu, sementara aku sih biasa saja, karena hal-hal semacam ini sudah cukup sering aku temui di masa kecilku.


Untuk sekarang, mari kita pergi saja dari sini, karena tampaknya ini adalah kesempatan terbaik untuk melakukan hal tersebut, mengingat dengan perhatian dari semua orang yang teralihkan, aku pastinya akan bisa pergi dari sini tanpa menjelaskan apapun kepada orang-orang.


Sambil sedikit meminta maaf akan anggapan ku yang sebelumnya terhadap Dafa, karena dia telah menciptakan celah untuk ku agar bisa pergi dari sini tanpa terlibat drama-drama yang merepotkan, aku kemudian bangkit dan bergegas pergi dari sini.


Dengan begitu, bersama dengan enam orang yang entah kenapa mengikuti ku dari belakang, aku berhasil pergi keluar dari istana ini, tanpa masalah apapun, dengan mengikuti jejak jalan dari Dafa.


Bagaimana caranya? Itu mudah. Tinggal ikuti saja jejak darah di lantai dan ke arah mana paling banyak mayat berserakan, karena aku yakin, remaja itu pasti akan langsung menghabisi siapapun orang yang mencoba untuk menghentikannya, dengan pengecualian tiga orang yang mengikutinya.


Untuk sekarang, apa yang perlu aku lakukan setelah pergi dari Istana ini? Mungkin aku akan memikirkannya nanti, setelah kami memang berhasil keluar dari sini dengan selamat.


...


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


"Dafa! Berhentilah! Kenapa kamu tiba-tiba saja pergi dan melakukan seluruh hal itu!?" Rafi mengatakan hal itu dengan penuh kekesalan, setelah dia berhasil menghalangi jalan dari temannya ini.


Dafa sendiri hanya meliriknya saja dengan ekspresi datar di wajahnya, "Kenapa? Tentu saja, itu karena aku sudah muak dengan seluruh lelucon ini."


Begitu saja, remaja itu kembali berjalan dan meninggalkan Rafi yang sedikit terkejut, di mana orang itu kembali berbalik untuk mengejarnya.


Sementara itu, dua orang gadis yang mencoba untuk mengejarnya pun terlihat mulai semakin dekat dengan mereka, hingga setelah keempat remaja itu berhasil keluar dari Istana dengan selamat, Dafa kemudian segera menghentikan langkah kakinya, yang tentunya membuat tiga orang yang mengikutinya ikut berhenti juga.

__ADS_1


Tanpa menunggu ada seseorang yang bisa mengatakan sesuatu, Dafa kemudian segera menyentuh tanah dan berkata; "Arise."


Dan, dengan kecepatan yang sangat menakutkan, mereka berempat segera menghilang dari sana, dengan hanya meninggalkan butiran partikel ungu kemerahan saja yang menyebar di tempat itu.


Tidak berselang lama setelahnya, kelompok Souji akhirnya tiba di tempat tersebut, di mana Souji segera menyipitkan matanya, setelah dia melihat partikel-partikel yang menyebar di udara itu, karena...


'Ini, kan... Apa dia baru saja menggunakan Magic?'


Itu benar sekali. Meskipun sangat sedikit orang yang mengetahuinya, tapi di Bumi pun adalah sesuatu hal yang mirip dengan penyihir, di mana hal itu lebih sering di sebut sebagai Caster.


Hanya saja, tidak seperti di Dunia ini yang sepertinya para Penyihir itu hidup dengan bebas, di Bumi para Caster di sana perlu hidup di balik bayang-bayang Dunia, hanya agar keseimbangan yang ada di sana tidak terganggu.


Meskipun dia ingin mencari tahu kemana tujuan dari kelompok yang pertama itu pergi, tapi karena mereka sedang di kejar oleh waktu, jadi Souji memutuskan untuk memikirkannya saja nanti, di mana dia lebih memilih untuk sesegera mungkin pergi dari tempat itu.


Kalau bisa sih, dia ingin langsung meninggalkan kerajaan ini, tapi karena dia juga masih perlu mencari tahu sesuatu hal yang ada di kerajaan ini, jadi Souji memutuskan untuk menundanya untuk sementara ini.


Dengan begitu, dua kelompok yang nantinya akan mengguncang seluruh Dunia pun mulai menampakkan dirinya di Dunia luar.


Apa mereka akan menghentikan kehancuran Dunia yang mulai berjalan? Atau malah mempercepat hal tersebut?


Tidak ada yang tahu jawaban dari hal tersebut, kecuali waktu itu sendiri, yang bahkan tidak bisa menjawabnya dengan pasti.


...


Sementara itu, di dalam aula pertemuan yang sebelumnya, kepanikan sedang terjadi di sana.


Kenapa? Itu karena, ada empat murid yang pergi begitu saja tanpa pamit sama sekali, enam murid yang menghilang entah kemana, bersama dengan seorang guru matematika tertentu.


Kejadian itu tentunya bukan hanya membuat orang-orang yang di panggil panik, tapi orang-orang yang berasal dari keluarga kerajaan pun sama paniknya, terutama Raja.


Namun, itu cerita untuk lain waktu, karena...


[BERSAMBUNG]


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note :


Update lagi!


Pada bab kali ini, sudah terlalu banyak perubahan, dari penambahannya karakter baru, plus cara mereka keluar dari tempat itu yang berbeda.


Bukan hanya itu saja, ada juga fakta baru mengenai Bumi, plus diperlihatkan juga beberapa kemampuan dari MC baru kita ini, yang meskipun memang terlihat OP, tapi sebenarnya secara fisik mentah, dia cukup di bawah rata-rata.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Jika kalian penasaran, silakan tunggu aja bab selanjutnya ya! Adios~!


__ADS_2