
Chapter 16 : Leveling & Tujuan Selanjutnya.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Souji)
Bangun di pagi hari, sebelum matahari dapat terlihat muncul di cakrawala, aku segera membasuh muka ku di sungai dekat sini.
Tepat setelah aku selesai membasuh muka ku, Shinomiya-san bisa terlihat mulai bangun dari tidurnya.
"Ohayou, Shinomiya-san."
"Ohayou gozaimasu, Shimotsuki-kun."
Setelah itu, Shinomiya-san pun terlihat membasuh wajahnya juga, sebelum dia memutuskan untuk ikut berjalan-jalan di sekitaran tempat ini bersama denganku.
Di dalam perjalanan kami, Shinomiya-san memutuskan untuk menanyakan beberapa hal kepadaku.
"Ngomong-ngomong, Shimotsuki-kun. Apa menurutmu, kemampuan Kendo ku akan berguna di Dunia ini?"
"Kenapa kamu menanyakan hal itu?"
Meskipun pada awalnya Shinomiya-san agak ragu untuk mengatakan hal tersebut, tapi dia pada akhirnya masih memutuskan untuk mengatakannya saja.
"Itu... Hanya saja, setelah melihat hal-hal yang terjadi selama dua hari terakhir ini, aku mulai merasa, kalau seluruh hal tersebut sepertinya tidak berguna sama sekali."
Aku hanya meliriknya saja sebentar, sebelum aku berhenti dan menatapnya dengan penuh keseriusan, yang sepertinya berhasil membuat gadis ini ikut berhenti juga.
"Dengar, Shinomiya-san. Hal-hal itu bukannya tidak berguna sama sekali. Hanya saja, kamunya saja yang hanya kurang percaya diri."
"Apa maksudmu, Shimotsuki-kun?"
"Maksudku itu, kamu hanya belum mencobanya saja, dan memastikan, apakah hal tersebut memang benar atau tidak."
"Selain itu, kamu juga memiliki Unique Skill yang memperkuat seluruh bakat yang kamu miliki. Aku cukup yakin, kemampuan bertarungmu itu, terutama kemampuan Kendo milik mu, hal tersebut pasti akan menjadi sangat kuat sekali, berkat Unique Skillmu tersebut."
"Apa hal itu memang benar?"
Aku hanya bisa menghela nafasku saja, setelah aku kembali mendapatkan pertanyaan yang begitu pesimis itu.
"Oke, oke. Jika kamu tidak percaya, kenapa nanti kita tidak mencobanya saja? Sekalian, kita akan mengajak yang lainnya juga, untuk menaikkan level kita setinggi mungkin, mumpung kita masih berada di hutan ini."
Setelah menerima jawaban positif dari Shinomiya-san, kami berdua kemudian melanjutkan jalan-jalan kami, sampai matahari yang ada di langit muncul.
.....
....
...
Setelah menyelesaikan sarapan, aku kemudian memutuskan untuk segera memberi tahu yang lainnya, tentang rencana ku dengan Shinomiya-san.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, nanti aku dan Shinomiya-san ingin membunuh monster yang ada di hutan ini untuk leveling. Apa kalian ingin ikut dengan kami?"
Tidak lama setelah aku mengatakan hal tersebut, setiap orang yang ada di sini segera memberikan jawaban mereka masing-masing.
"Akhirnya kamu memutuskan hal itu juga, Sou-chan. Aku jadi tidak perlu begitu penasaran lagi dengan seluruh Unique Skill yang aku miliki."
"Itu benar sekali, Miyouji-Senpai. Sanada pun sebenarnya sudah sangat ingin sekali mencoba Unique Skill miliknya."
"Sensei juga sebenarnya tadi ingin mengajukan hal tersebut sih, tapi karena kamu sudah memutuskannya duluan, apa boleh buat, kan?"
"Kalau begitu, kapan kita akan memulainya, Souji-san?"
"Nanti, setelah kita selesai mencerna makanan yang baru saja kita makan." Aku segera membalas pertanyaan yang diajukan oleh Kyouya.
Kemudian, kami menghabiskan waktu kami selama beberapa belas menit ke depan untuk membicarakan tentang hal-hal acak, sebelum kami akhirnya memutuskan untuk pergi menaikkan level kami.
.....
....
...
Tujuan pertama kami adalah seekor monster berpenampilan garang dan menyeramkan, di mana tubuhnya itu sangat besar, dengan kulit miliknya yang berwarna merah, sementara sepasang tanduk bisa terlihat mencuat dari dahi miliknya.
Bukan hanya itu saja, monster ini pun terlihat sedang membawa sebuah pentungan besar di tangan kanannya, dengan pakaiannya sendiri yang hanya berupa celana compang-camping.
Yup, itu benar sekali. Monster ini adalah [Ogre], seekor monster Rank D yang tinggal di kedalaman hutan mana pun, asalkan terdapat konsentrasi Mirumcules, alias Mana, yang cukup besar di dalamnya.
"Sekarang, bunuh dia, Kyouya."
Remaja itu kemudian segera bergegas menuju ke arah Ogre yang telah kehilangan kedua lengannya ini, di mana dia dengan cekatan menggunakan pedang miliknya untuk menusuk bagian jantung dari Ogre tersebut.
Tentu saja, tidak lama setelahnya, Ogre itu segera meraung dengan cukup keras, sebelum dia terjatuh ke tanah, dan sepertinya telah mati.
Yup, cukup anti-******* sekali. Mungkin, ini karena aku yang membantunya untuk membunuh monster tersebut.
Hanya saja, karena sekarang yang di utamakan adalah menaikkan level dengan cepat, dan bukan pengalaman bertarung mereka, jadi aku tidak begitu peduli dengan hal tersebut.
Oleh karena itu, kami semua kemudian menghabiskan waktu kami hingga makan siang, hanya untuk mengulangi hal tersebut, sampai masing-masing dari kami akhirnya telah membunuh setidaknya tiga ekor monster yang berbeda.
...
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Orang Ketiga)
Sementara kelompok Souji mulai melakukan levelingnya, di sisi lain dari Benua tersebut, terlihat kelompok Dafa yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Dimana, sementara Sora masih begitu fokus dalam mempelajari Magic yang ada di Dunia tersebut, Akane yang sibuk dengan Unique Skill miliknya, dan Rafi yang masih sibuk dengan kemampuan Magic miliknya, di sisi lain, Dafa bisa terlihat telah berhasil menyelesaikan lengan buatan miliknya.
Meskipun dikatakan telah berhasil diselesaikan, tapi sebenarnya hal itu masih hanyalah sebuah prototype saja, mengingat Dafa yang masih kekurangan beberapa bahan untuk pembuatannya.
__ADS_1
Apalagi, mengingat di Dunia ini tidak ada jaringan internet sama sekali, di mana hal tersebut mempersulit Dafa untuk memberikan beberapa hal yang dirinya inginkan ke dalam lengan buatannya itu.
Tapi, meskipun masih hanyalah prototype saja, bisa di bilang, kalau lengan buatannya itu sudah memiliki banyak sekali fungsi di dalamnya.
Seperti contohnya itu, dapat dijadikan sebuah senapan, mengeluarkan energi berkonsentrasi tinggi, hingga dapat di ubah menjadi sebuah pedang.
Intinya sih, setelah berhasil menyelesaikan permasalahan dengan lengan kanannya itu, kini Dafa memutuskan untuk mulai fokus terhadap rencana miliknya yang selanjutnya, yaitu...
"Ayo pergi ke kota."
Semua orang yang ada di sana segera menjadi agak terkejut, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dafa, tapi mereka dengan cepat dapat kembali tenang, hanya karena mereka sudah agak bisa menebak ke arah mana hal ini akan berjalan.
"Kalau begitu, kapan kita akan pergi ke kota?" Akane memutuskan untuk menanyakan hal tersebut, beberapa saat setelah dirinya berhasil tenang.
Dimana, Dafa awalnya hanya diam sambil memegangi dagunya saja, sebelum dia akhirnya berkata; "Paling cepat sih besok. Itu juga, kalau tidak ada hal yang tidak terduga terjadi kepada kita."
Setelah mendengar hal tersebut, mereka kemudian saling berkonsultasi tentang hal-hal apa yang perlu mereka lakukan, ketika mereka nanti pergi ke kota.
Dan, hal tersebut berakhir menjadi seperti ini;
Pertama, mereka kemungkinan besar akan mendaftar sebagai anggota dari Perserikatan Dagang, alias Handeln Guild, itu karena Dafa berencana untuk membuka sebuah toko buku.
Nantinya, toko buku tersebut akan di bangun mirip dengan sebuah Cafe, di mana tempat tersebut akan mereka jadikan sebagai basis pengumpulan informasi mereka, sementara kastil milik Orobas ini akan mereka jadikan sebagai markas utama mereka.
Terus, dari mana mereka akan mendapatkan buku-buku tersebut? Tentu saja, itu dari mereka sendiri, yang di mana mereka nantinya bakal menyalin ulang hampir seluruh buku cerita bergambar yang mereka ketahui.
Meskipun memang sih, akan muncul kemungkinan orang-orang yang ada di Kingdom of Groxia bakal curiga terhadap hal tersebut, tapi hal itu sudah di pikirkan jalan keluarnya oleh Dafa, jika saja kemungkinan tersebut memang benar-benar terjadi.
Setelah berhasil selesai dengan tujuan yang pertama itu, Dafa kemudian berniat untuk membangun basis pengumpulan informasi dari Dunia Bawah yang ada di Dunia ini, di mana hal tersebut nantinya akan di bantu oleh Orobas.
Malahan, bisa di bilang, kalau yang tahu hal ini hanyalah Orobas saja, hanya karena Dafa tidak ingin yang lainnya harus menodai tangan mereka, jika saja di dalam rencananya yang kedua ini perlu melakukan pembunuhan.
Dan, untuk yang ketiga sih, Dafa masih belum memberi tahukannya kepada yang lainnya, hanya karena menurutnya, waktunya masih belum tepat, di mana mereka pun masih harus fokus untuk menyelesaikan yang pertama dan kedua, sebelum dia akan memberi tahukan yang ketiga.
...
Setelah memutuskan hal-hal tersebut, mereka semua kemudian fokus dengan urusan mereka masing-masing, dengan Dafa yang memutuskan untuk pergi berjalan-jalan di sekitaran kastil tersebut, bersama dengan Sora, yang entah sejak kapan, sudah berjalan di sampingnya.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
Yayy!! Update lagi!!
Di dalam bab kali ini, diperlihatkan cukup banyak hal yang berkaitan dengan kelompok Souji, dan Dafa yang sepertinya telah berhasil menciptakan lengan buatannya.
Selain itu, di dalam bab kali ini pun, kita diperlihatkan dua tujuan utama dari Dafa, dari ratusan tujuan yang ada di dalam kepalanya.
Dan, nanti Souji masih bakal ketemu si Niji, meskipun gak tahu sih, apa masih bakal di bab kedua puluh, atau tidak.
Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.
Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!