Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 11


__ADS_3

Chapter 11 : Devil Clown & Penjelasan Magic.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


Di dalam kastil milik Demon Lord Orobas...


"Sulit dipercaya. Ternyata Magic bahkan ada di Bumi." Akane hanya bisa menggumamkan hal tersebut dengan penuh rasa takjub bercampur ngeri, setelah dia mendapatkan jawaban atas seluruh pertanyaan yang dirinya miliki dari Dafa.


Sora pun setuju dengan hal itu, meskipun gadis ini dengan cepat lebih fokus terhadap seberapa hebatnya Dafa, karena berhasil menyadari hal semacam itu.


Di sisi lain, bisa di bilang, Rafi adalah satu-satunya orang yang tampak tidak begitu terkejut dengan hal tersebut, karena dia yang memang sebenarnya sudah agak mengetahui hal itu.


Lagi pula, dia ini bisa di bilang selalu memiliki tempat nongkrong yang sama dengan Dafa, di mana sejak lama, keduanya memang sudah selalu terlihat bersama, sampai-sampai kebanyakan orang yang mengenal mereka akan menjadi bingung, kalau orang-orang itu hanya melihat salah satu dari mereka, jika saja mereka sedang sendirian.


Jadi, bisa di bilang, tidak akan aneh, kalau Rafi sudah menyadari fakta tentang hal tersebut.


Sementara Dafa sendiri, dia lebih memilih untuk fokus dengan cara untuk membuat lengan baru untuk pengganti lengan kanannya yang putus, meskipun masih terjebak di bagian bahan yang perlu dirinya gunakan.


Lagi pula, meskipun remaja itu sudah memikirkan cetak biru untuk lengan buatannya ini, tapi dia masih belum memutuskan, untuk menggunakan logam apa, sebagai bahan utamanya.


'Hmm... Apa aku perlu menggunakan Nixryium? Atau, ada logam lain yang lebih cocok untuk hal ini?'


Pada saat remaja tersebut sedang bingung ingin menggunakan apa, secara tiba-tiba, Oroba yang tadi izin pergi sebentar, gadis Demon Lord itu muncul kembali secara tiba-tiba, tapi kali ini sambil membawa sebongkah logam besar, yang berhasil membuat semua orang yang ada di sana menjadi sangat bingung.


"Apa ini?"


Setelah mendengar pertanyaan yang seperti itu dari Dafa, Orobas kemudian mulai menjelaskannya dengan penuh rasa bangga.


"Ini adalah Nothingrium~! Logam paling kuat yang ada di Dunia ini~!"


Dengan satu hal itu saja, semua orang yang ada di sana segera terdiam, hingga...


"Dari mana kamu mendapatkannya?" Meskipun masih agak bingung dengan klaim tersebut, tapi Dafa masih lebih memilih untuk menanyakan hal yang jauh lebih penting saja, seperti yang dirinya baru saja tanyakan.


Dimana, Orobas hanya membalasnya dengan senyum main-main saja, sambil berkata; "Ra~ha~sia~."


Setelah itu, gadis Demon Lord ini mulai terkikik, sebelum dia kembali duduk di pundak dari Dafa, dengan remaja itu sendiri yang memutuskan untuk mengabaikannya saja.


Kemudian, pada saat remaja laki-laki itu mulai ingin mengecek tingkat kekuatan dari logam, yang kata Orobas sih paling kuat di Dunia ini, Akane tiba-tiba saja mengajukan sebuah pertanyaan.


"Ngomong-ngomong, apakah kamu bisa mengajari kami cara menggunakan Magic, setelah kamu selesai dengan lenganmu itu, Bani?"


Dafa segera menghentikan gerakannya, setelah dirinya mendengar pertanyaan dari Akane, sebelum remaja tersebut mulai mengalihkan pandangannya ke arah gadis Vertzlicte itu.


"Minta saja kepada lolicon itu. Aku yakin dia bisa mengajari kalian berdua tentang hal tersebut. Lagi pula, Tartaglia adalah orang terkuat kedua yang ada di Devil Clown, bukan?"


Mendengar hal itu, sementara tiga perempuan yang ada di sana menjadi sangat bingung, tapi hanya Rafi saja yang segera tertawa, tepat setelah mendengar perkataan dari Dafa, karena...


"Bisa aja, kamu ini, Daf. Lagi pula, ketimbang The Jester, Tartaglia masih jauh lebih lemah. Bahkan, dia saja masih tidak bisa menang melawan Derby dan Vance."


"Tapi, kamu bisa menang melawan Kary dan Mozy, bukan?" Kali ini, nada yang digunakan oleh Dafa untuk membalasnya terdengar dipenuhi dengan sindiran, yang sepertinya sih berhasil membuat Rafi terkekeh.


Kemudian, sementara Dafa kembali fokus dengan tujuan awalnya, yaitu menciptakan tangan buatan untuk menggantikan lengan kanannya yang putus, di sisi lain, Rafi mulai mengajak Akane dan Sora untuk pergi menuju ke ruangan lain, hanya agar tidak mengganggu remaja laki-laki itu, dengan Orobas sendiri yang masih duduk di pundak dari Dafa.


Dan, di sana, Sora segera menanyakan sesuatu hal, yang sudah mengganggunya, sejak pembicaraan yang baru saja dilakukan oleh kedua orang ini.


"Rafi, apa maksud dari kalian tadi? Apa kalian ingin bilang, kalau kalian berdua ini adalah The Jester dan Tartaglia dari Devil Clown itu?"


Rafi yang mendengar hal tersebut, dia segera terdiam, sebelum ekspresi rumit tumbuh di wajahnya.


Lagi pula, itu adalah sebuah rahasia yang tidak bisa dirinya sebarkan dengan begitu mudahnya, karena hal tersebut akan membuat orang-orang mulai memandangi mereka dengan cara yang sangat berbeda sekali.


Belum lagi, ada juga fakta lain tentang geng mereka yang begitu di kenal buruk oleh Dunia, membuat segala sesuatunya menjadi semakin rumit lagi.


Pada saat remaja tersebut sedang bingung harus menjawabnya seperti apa, tiba-tiba saja suara dari Dafa bisa terdengar dari arah ruang singgasana, menjawab keraguan dari Rafi.


"Terserah kamu saja, lolicon! Lagi pula, kita sudah tidak ada di Bumi. Jadi, meskipun hal itu terbongkar pun, tidak akan ada ruginya sama sekali."


Mendengar hal tersebut, Rafi segera tersenyum kecil, sebelum dia akhirnya memutuskan untuk menjelaskannya juga.


"Ya, kamu bisa bilang seperti itu sih. Karena, kami berdua memang Tartaglia dan The Jester dari Clown Devil yang sedang kamu bicarakan ini."


"Apa itu artinya kalian ini adalah seorang kriminal?" Akane tidak bisa menahan dirinya untuk menanyakan hal tersebut, karena dia sebenarnya cukup tahu tentang hal yang sedang di bahas ini.


Lagi pula, dari apa yang gadis itu ingat, seharusnya sih, Devil Clown ini adalah sebuah organisasi gengster terbesar yang ada di Kota Jakarta, Ibukota dari negara kedua remaja laki-laki tersebut, sekaligus tempat di mana kedua orang tua mereka tinggal.

__ADS_1


Ada begitu banyak berita tentang seberapa buruknya organisasi tersebut, terutama pemimpin dan pendiri mereka ini, alias The Jester, yang sering sekali di sebut sebagai Incarnation of Evil, sampai-sampai menjadi buronan internasional, tepat setelah insiden "Hujan Darah" tiga tahun yang lalu.


Jadi, karena hal itulah, sulit bagi Akane, bahkan Sora pun, untuk mempercayai hal tersebut, hanya karena hal semacam itu terasa sangat salah sekali, apalagi setelah mengingat kepribadian dari kedua orang ini yang kedua gadis itu tahu.


Rafi sendiri hanya bisa memaklumi hal tersebut, karena dirinya pun akan sulit untuk mempercayai hal itu, jika saja dia berada di posisi kedua gadis ini.


Lagi pula, informasi tentang mereka ini telah di edit dengan begitu buruk oleh pemerintahan, hanya untuk menghilangkan citra buruk mereka di depan mata rakyat.


Dimana, intinya sih, Devil Clown ini hanyalah kambing hitam pemerintahan saja, yang selalu akan di salahkan, setiap kali sesuatu hal buruk terjadi terhadap negara mereka.


"Meskipun memang sulit untuk mempercayai hal tersebut, tapi sayangnya itulah kenyataannya."


Kemudian, Rafi memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan, karena mereka yang sepertinya telah membuang-buang waktu yang terlalu banyak.


"Lebih penting dari itu, apa kalian benar-benar ingin mempelajari Magic? Karena, setelah mempelajari hal ini, bahkan jika kita berhasil pulang ke Bumi pun, kalian tidak akan mungkin lagi untuk menjalani kehidupan yang normal."


Namun, kedua gadis itu memang sudah mempersiapkan hal tersebut, karena mereka memang sudah menyadari, konsekuensi dari mempelajari hal ini.


Hanya saja, setelah teringat dengan seberapa lemah dan tidak bergunanya mereka sebelumnya...


Setiap kali mengingat hal tersebut, kedua gadis ini mulai merasa perlu menjadi lebih kuat, hanya agar mereka bisa bertahan hidup di Dunia itu, tanpa perlu merepotkan remaja laki-laki berambut hitam keunguan itu lagi.


Jadi, setelah melihat keseriusan yang kedua gadis tersebut miliki, Rafi kemudian mulai menjelaskan tentang Magic yang ada di Bumi, dari apa yang remaja itu ketahui saja.


...


Meskipun dikatakan sebagai menjelaskan, tapi Rafi sebenarnya hanya mengulang saja, setiap kata yang dulu pernah dikatakan oleh Dafa kepadanya, mengenai sistem Magic yang ada di Bumi.


Intinya sih, Magic ini adalah pemeragaan buatan dari Misteri, yang biasanya hanya mungkin dilakukan oleh makhluk yang bukan manusia.


Ini adalah kemampuan untuk mewujudkan apa yang mungkin melalui Sains dengan sarana supranatural; meski prosesnya dianggap keajaiban, namun hasilnya tidak.


Batasan Magic ini sendiri telah berubah seiring berjalannya waktu, seiring perkembangan sains dan Sihir dari masa lalu menjadi mungkin melalui Sains.


Tidak ada ketidakmungkinan untuk Magic Modern dalam aturan Dunia dan batas kecerdasan manusia; ada batasan, bagaimanapun, di mana hanya tampak bahwa sesuatu itu mungkin. Karena Magic bertindak sebagai pemeragaan dari fenomena yang sudah ada sebelumnya, tidak mungkin menggunakannya untuk membuat Misteri baru; bahkan dengan jumlah penelitian yang tak terbatas, terdapat "tembok" yang mencegah kearifan manusia untuk melakukannya di era saat ini. Alam yang melewati "tembok" itu di kenal sebagai True Magic.


Magic modern lebih rendah dari Age of Gods dalam hal besarnya, karena Caster dari era itu telah memperoleh Energi Magis mereka dari Swirl of the Root secara langsung.


Swirl of the Root ini sendiri, atau yang lebih sering di sebut sebagai Root oleh para Caster, atau juga bisa di sebut sebagai Akashic Record, hal tersebut adalah sebuah tempat yang berada di luar alam semesta itu sendiri, tidak terikat oleh ruang dan waktu, di mana tempat tersebut mengarsip setiap hal tentang alam semesta, baik itu berbagai masa lalunya, seluruh masa kini, atau berbagai jenis masa depan, semuanya berada di tempat itu.


Kembali ke topik.


Perbedaan antara Magic Modern dan Tradisional dapat dijelaskan oleh perbedaan peradaban – sementara peradaban Age of God ada berdampingan dengan Kebenaran, peradaban Age of Human ada untuk mencari Kebenaran.


Awalnya sih, Magic ini memanfaatkan kekuatan yang telah ditentukan sebelumnya dari Root. Tapi, karena jumlah kekuatan itu tetap, semakin banyak orang mengambilnya pada saat yang sama, semakin banyak kapasitas Magic yang menjadi biasa.


Singkatnya sih, semakin besar jumlah kolektif Caster, maka semakin lemah pula kekuatan individu mereka.


Intinya sih, jika diyakini bahwa subjek Misteri itu "ada", maka Dunia mengizinkan keberadaannya. Penegasan yang pasti dari keyakinan tersebut sebenarnya agak tidak diperlukan.


Misalnya, meskipun mayoritas manusia modern menolak keberadaan hantu, tapi Sains modern tidak dapat langsung menunjukkan bahwa mereka tidak ada, dan, dengan demikian, di dalam ketidaksadaran, tersembunyi kecurigaan samar bahwa "mereka mungkin memang ada". "Kecurigaan" semacam inilah yang termasuk ke dalam kategori "iman". "Ketidaktahuan" adalah kekuatan yang menentang "iman". Jika keberadaan hantu itu sendiri sama sekali tidak diketahui, maka keyakinan tidak dapat muncul.


Tujuan utama dari akademi Caster adalah untuk membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Jika sesuatu tidak dapat dicapai dengan menggunakan Magic Modern, maka para Caster meneliti dan mengembangkan seni mereka hanya untuk mengubahnya.


Magic yang kuat seperti Greater Magic dan Greater Rituals, pada akhirnya kedua hal itu akan menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yang di sebut sebagai True Magic.


Setelah titik perkembangan tertentu, perbedaan antara kekuatan dan bahkan, antara True Magic dan Magic, hal tersebut mulai kehilangan arti pentingnya dalam istilah praktis.


Pertarungan antara dua Caster besar tidak akan ditentukan oleh kekuatan mereka, tetapi oleh siapa yang memiliki sistem yang aturannya memiliki tingkatan lebih sedikit. Bukan kekuatan di belakang mereka, tetapi konsep yang mereka kerjakan.


Intinya sih, Magic ini adalah "yang mengatur keterampilan manusia masa lalu yang tidak dapat dijelaskan oleh Sains" dan Sains adalah "yang mengumpulkan teknologi kemanusiaan masa depan yang tidak dapat dijangkau oleh Magic". Kedua disiplin itu sama sekali tidak cocok satu sama lain, tetapi keduanya serupa dalam satu hal. Para pengejar setiap praktik mencari kemakmuran yang berkelanjutan, untuk melindungi masa depan Kemanusiaan.


Kemudian, ada Equivalent Exchange, di mana hal itu adalah aturan utama dari Magic.


Pada intinya, Magic hanyalah perwujudan dari hal-hal yang sudah ada atau terjadi di dalam kenyataan, meski dengan sedikit mengabaikan waktu dan material yang dibutuhkan. Fenomena yang bukan dari alam semesta ini tidak mungkin direproduksi. Untuk membuat sesuatu, objek lain harus diberikan sebagai harga, atau objek yang sudah ada dimodifikasi.


Dasar dari semua Magic adalah penggunaan Mana untuk menghasilkan sesuatu yang sudah ada atau bisa ada. Hal seperti, apa yang termasuk dalam kategori Phantasm, atau sesuatu yang seluruhnya terbuat dari gambar dan bahkan mungkin tidak ada lagi secara alami, pada akhirnya akan musnah oleh dunia karena bertentangan dengan aturan ini.


Ini juga standar di antara para Caster untuk menebus setiap perbuatan, barang atau informasi yang diberikan kepada mereka dengan pembayaran kembali dengan nilai yang sama.


Terus, ada yang namanya Thaumaturgical System.


Dimana, hal ini adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk kepada beberapa Sekolah Magic modern, seperti Astrologi, Kabbalah, Alkimia, dan Runecraft.


Divergensi dapat ditemukan di antara Sekolah yang berbeda, tetapi dasar-dasarnya adalah "mengubah Energi Sihir di dalam tubuh pengguna untuk mengubah dunia luar".

__ADS_1


Praktisi bertindak sesuai dengan sistem yang dioperasikan oleh masing-masing Sekolah untuk menjalankan program yang telah di buat sebelumnya.


"Program" itu adalah seperangkat aturan universal yang mengganggu alam begitu diberlakukan.


Kekuatan yang menegakkan aturan itu adalah Energi Mana milik Caster dan perintah untuk melakukannya di buat melalui Magic Circuit mereka. Semakin besar gangguan, semakin besar pula jumlah Energi Mana yang akan di konsumsi.


Selanjutnya, ada Thaumaturgical Foundation, atau bisa di sebut juga sebagai Greater Magic Formula, di mana hal itu adalah kumpulan Magic Formula, masing-masing dari yang menjalankan Magic (program) yang tertulis di dalamnya, ketika seorang Caster menghubungkan Magic Circiut miliknya ke sana dan mengirimkan Energi Mana dan perintah.—


"Intinya sih, Magic ini mirip dengan pemrograman komputer. Asalkan segalanya berjalan lancar dan sesuai, siapa pun bisa menggunakannya."


Dafa yang keluar dari ruang singgasana segera memotong penjelasan dari Rafi, yang tentunya menarik perhatian dari ketiga orang yang ada di sana.


Dimana, pada saat mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah Dafa, ketiga orang itu bisa melihat, kalau remaja tersebut masih belum membuat lengan kanannya itu, yang tentunya agak sedikit membuat mereka bingung.


"Apa lengan buatanmu itu masih belum selesai, Dafa?" Rafi adalah orang pertama yang menyuarakan kebingungan dari ketiga orang tersebut, yang hanya di jawab oleh Dafa dengan gelengan kepala ringan saja, karena...


"Kalian tahu? Membuat hal semacam ini, tidak semudah yang kelihatannya. Selain perlu mencari bahan utamanya, tapi aku juga perlu menyesuaikan beberapa hal, hingga membuatku harus melakukan beberapa trial eror, sampai lengannya memang benar-benar dapat berfungsi dengan normal."


Setelah mengatakan hal tersebut dalam satu tarikan nafas, Dafa kemudian menghela nafasnya dengan penuh keletihan, sebelum remaja itu melanjutkannya dengan nada yang jauh lebih serius.


"Lebih penting dari itu, sebaiknya kalian segera pergi tidur sekarang, karena tidak baik untuk kalian begadang seperti ini."


"Tapi, kami berdua masih belum mempelajari apapun tentang Magic ini." Akane segera menolak usulan dari Dafa, yang disetujui oleh Sora dengan anggukkan kepalanya.


Dimana, hal tersebut membuat Dafa menghela nafasnya dengan penuh rasa letih, sebelum dia berkata; "Kalau begitu, besok aku akan mengajari kalian Magic, yang terpenting, kalian harus tidur sekarang. Karena, akan sangat merepotkan, jika saja kalian sakit, akibat begadang."


Meskipun masih ingin menolak hal tersebut, tapi pada akhirnya kedua gadis itu memutuskan untuk menyetujuinya juga, setelah mereka saling beradu tatapan selama beberapa menit.


Setelah para gadis pergi tidur di salah satu ruangan yang ada di dalam kastil tersebut, Rafi yang di tinggal sendirian bersama Dafa pun memutuskan untuk mendekatinya.


"Ngomong-ngomong, di mana Orobas?"


"Entahlah. Dia pergi begitu saja, pada saat aku sedang bergumam."


Remaja laki-laki itu hanya bisa terkekeh saja, karena dia sebenarnya agak mengerti maksud di baliknya.


"Lebih penting dari itu, apa kamu sadar, Lolicon? Kalau hal yang kamu jelaskan tadi itu, kebanyakan hanyalah teorinya saja? Lagi pula, hal tersebut bisa di bilang tidak berguna sama sekali, apalagi di Dunia ini, yang sepertinya tidak memiliki keberadaan dari Root sama sekali."


Mendengar perkataan setengah serius dari Dafa, ekspresi wajah Rafi seketika itu juga langsung menjadi sangat serius, karena... "Kalau Root memang tidak ada di Dunia ini, terus bagaimana caranya kamu bisa menggunakan Magic? Bukannya hal itu seharusnya mustahil untuk dilakukan?"


Lagi pula, seperti yang sebelumnya remaja itu sudah jelaskan, jika Magic ini dapat terjadi, akibat pertukaran setara yang dilakukan oleh para Caster dengan Root, di mana Root ini menjadi sumber kekuatan utama dari Magic.


Namun, hal itu malah membuat Dafa sedikit terkekeh, sebelum dia berkata; "Memang, aku bilang tidak ada Root di Dunia ini. Akan tetapi, itu bukan berarti benar-benar tidak ada, bukan?"


"Lagi pula, aku masih belum mengecek bagian luar angkasa dari Dunia ini. Karena, siapa tahu, ternyata kita berada di suatu planet lain, yang begitu jauh di luar tata surya."


"Oi... Itu sudah tidak masuk akal samas sekali, Dafa. Mustahil hal semacam it– Auu!!"


"Tidak ada hal yang mustahil di Dunia ini. Kamu perlu ingat hal itu baik-baik, Rafi."


Setelah mengatakan hal tersebut dengan campuran rasa kesal dan serius, Dafa kemudian masuk kembali ke dalam ruang singgasana, dengan Rafi sendiri yang memutuskan untuk pergi tidur saja, setelah dia menyuruh Dafa untuk melakukan hal yang sama.


Begitu saja, tanpa di sadari oleh kedua orang tersebut, pembicaraan yang baru saja mereka lakukan itu, bisa saja menjadi jawaban, atas seluruh pertanyaan yang mereka miliki, sejak tiba di Dunia ini.


Tentu saja, hal tersebut tidak akan mereka sadari, dalam waktu dekat ini, karena...


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note:


Yayy!! Update lagi!!


Di dalam bab kali ini, ada cukup banyak kebenaran tentang masa lalu dari MC kita yang baru ini, plus penjelasan yang cukup panjang mengenai Magic, dan sesuatu hal yang berhubungan dengannya.


Meskipun penjelasannya ini masih banyak lubang di dalamnya, tapi kalian perlu ingat, kalau hal itu dikatakan oleh Rafi, di mana orang tersebut hanya mengulangi hal yang MC kita satu ini katakan, dengan fakta menariknya itu, hal tersebut dikatakan dengan setengah bercanda.


Jadi, bisa di bilang, meskipun bisa di anggap benar, tapi belum tentu seratus persen benar.


Oleh karena itu, jika kalian penasaran, kalian bisa menunggu bab-bab selanjutnya saja, ketika MC kita yang satu ini akan mengajarkan kedua gadis yang bersama dengannya itu Magic yang berasal dari Bumi.


Nantinya, pada saat hal itu terjadi, bakal ada sedikit penjelasan, mengenai Sistem Magic yang ada di Dunia lain itu, di mana hal tersebut terjadi akibat efek dari salah satu Unique Skill yang dimiliki oleh Sora.


Bagi kalian yang sudah baca versi yang ada di We*bNovel, kalian seharusnya paham maksud di balik hal ini.


Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.


Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!

__ADS_1


__ADS_2