Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 18


__ADS_3

Chapter 18 : Orde of the Royal Knight.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


Berjalan di jalanan ramai dari Ibukota dari Kingdom of Groxia, seorang ksatria wanita dapat terlihat sedang berpatroli dengan ekspresi masam di wajahnya.


'Pria tua sialan itu. Dia lagi-lagi mengambil salah satu bawahan berpotensi ku ke bawah naungannya, dengan dalih demi menjaga keselamatan negara.'


Pada saat memikirkan hal tersebut, dirinya segera teringat kembali dengan Duke berwajah menyebalkan itu, yang dengan seenaknya memerintahkan dirinya, meskipun seharusnya sih, Orde of the Royal Knight ini sepenuhnya terpisah dari Knight of Royalty, yang berada langsung di bawah keluarga kerajaan.


Itulah mengapa, saat ini, wanita tersebut – Iris Wollford, kapten dari Ordo Ksatria tersebut, sedang dalam suasana hati yang sangat buruk.


Untuk memperparah hal tersebut, sang Raja malah dengan seenak jidatnya menutup perbatasan, sampai-sampai membuat penjagaan yang begitu ketat di sana.


Tidak berhenti sampai di situ saja, si Raja ini pun tidak membiarkan satu pun orang yang berada di dalam wilayah dari kerajaan ini untuk keluar, dengan alasan yang aneh dan tidak masuk akal sama sekali.


Apalagi, belum lama ini, kerajaan sempat mengalami konflik yang cukup besar dengan para negara yang ada di sisi Barat kerajaan, membuat segalanya menjadi semakin rumit.


Dan, yang terburuk di antara segalanya, mereka dengan seenak jidatnya, malah membuang seluruh penyelesaian dari seluruh masalah itu kepada Orde of the Royal Knight, dengan alasan, jika mereka sedang sibuk mengurusi para Hero yang telah mereka panggil.


'Bang'sat!! Mereka bahkan melakukan hal tabu, tanpa sedikit pun merasa bersalah dengan hal itu.'


Lagi pula, pemanggilan Hero ini sudah benar-benar di larang oleh Magic Academy of Vanaheim, yang menyebutkan, kalau hal tersebut terlalu beresiko, apalagi Sihir itu sudah masuk ke dalam ranah para Dewa, yang jika dipaksa untuk digunakan oleh manusia, pasti perlu banyak sekali tumbal sebagai pembayaran.


Inilah salah satu alasan terbesar, dari amarah yang wanita itu miliki, yang bahkan melampaui amarah miliknya, terhadap hal-hal yang sebelumnya.


Lagian juga, sejak awal, untuk apa para Hero ini dipanggil? Untuk melawan para Demon Lord? Itu benar-benar terdengar seperti omong kosong.


Kenapa? Itu karena, seluruh ras sudah berdamai dengan para Demon Lord ini, sudah sejak beberapa abad yang lalu, akibat sesuatu hal yang terjadi di masa lalu.


Perjanjian ini pun di tanda tangani oleh sang Demon Lord pertama – Bael, dengan Ruler of Shadow Lands – Scàthach, di mana kedua orang ini di kenal luas sebagai salah satu dari lima makhluk terkuat yang ada di Dunia, yang rumornya sih, mereka sudah melampaui ranah para Dewa.


Itulah mengapa, pemanggilan Hero ini tampak seperti sebuah lelucon, yang sepertinya ingin digunakan untuk menghancurkan era yang sudah damai ini.


'Jika saja hal itu memang terjadi, maka aku sendiri yang akan langsung menghentikannya.'


Lagi pula, meskipun bukan salah satu yang paling kuat, tapi wanita itu adalah salah satu orang yang sangat kuat, yang ada di Dunia ini.


Jadi, dia cukup percaya diri, untuk menghentikan seluruh hal ini, jika saja hal tersebut sudah mulai berjalan ke arah yang buruk.


Namun, yang kapten ksatria itu tidak bisa tebak adalah, mengenai hal yang akan menghancurkan era perdamaian tersebut, bukanlah seseorang dari kerajaan itu, melainkan...

__ADS_1


...


Sementara itu, di sisi kelompok para Hero itu sendiri...


"Huhh... huhh... apa belum selesai juga?" Salah seorang murid laki-laki yang memiliki Job Class bertipe Hero, dia menanyakan hal tersebut dengan penuh kelelahan, sebelum dirinya segera terjatuh dan pingsan di tempat.


Melihat hal tersebut, Ros Mare – Kapten Divisi Kedua dari Knight of Royalty, yang kini telah di utus menjadi instruktur untuk melatih para Hero, supaya mereka siap untuk digunakan untuk melawan para Demon Lord.


Meskipun dia sempat agak bingung dengan hal itu, apalagi mengingat, pada saat ini Dunia sedang mengalami era yang sangat damai.


Namun, karena ini adalah pekerjaannya, plus mereka pun memiliki alasan yang cukup masuk akal di balik hal ini, jadi sulit bagi Ros untuk menolaknya.


Hanya saja... 'Hampir lebih dari setengah Hero ini benar-benar sangat buruk.'


Lagi pula, mereka saja baru berlatih selama tiga jam, dan itu masih belum ada setengahnya, dari pelatihan ksatria normal, yang biasanya sih akan memakan waktu hampir delapan jam, di mana sudah ada yang pingsan saja, dan ini pun bukan hanya satu orang, tapi ada hampir sepuluh orang yang pingsan.


'Meski begitu, ada juga beberapa Hero yang menunjukkan potensi yang sangat besar.'


Setelah memikirkan hal tersebut, Ros kemudian segera mengalihkan pandangannya ke arah beberapa Hero, yang terlihat masih terus mengikuti pelatihan tersebut dengan penuh keseriusan, tanpa terlihat mengalami kelelahan sama sekali.


'Mungkin, mereka bisa dijadikan sebagai pemimpin untuk setiap Divisi dari para Hero ini nanti.'


Lagi pula, setelah pelatihan ini selesai, nantinya para Hero tersebut akan di pisahkan menjadi beberapa Divisi, yang nantinya di setiap Divisi ini akan di isi oleh para Hero yang memiliki Job Class bertipe Hero, dengan para Hero dengan Job Class yang normal.


Setelah memutuskan hal tersebut, Ros kemudian memberi isyarat kepada kedua bawahan langsungnya, untuk mengantarkan para Hero yang pingsan itu untuk beristirahat, sementara Ros sendiri akan pergi menemui para Hero yang tampak masih baik-baik saja.


"Oke! Kalian semua! Berkumpul kemari!"


Semua Hero yang sedang berlatih segera mengalihkan perhatian mereka kepada Ros, sebelum mereka semua pergi untuk berdiri di depannya.


"Baiklah. Di sini, saya ingin menyampaikan, kalau mulai besok, kalian akan berlatih di tempat yang terpisah dengan orang-orang yang pingsan tadi. Jika ada pertanyaan, tolong katakan kepada saya."


Tidak lama kemudian, salah seorang Hero segera mengangkat tangannya, di mana orang ini rupanya adalah Saki.


"Ros-sensei, kenapa kita harus berlatih terpisah dengan mereka?"


"Pertanyaan yang bagus." Ros segera tersenyum kecil, sebelum dia melanjutkannya dengan penuh keseriusan; "Itu karena, stamina mereka masih sangat buruk, dan saya berniat untuk melatih stamina mereka, agar menjadi jauh lebih baik."


"Sementara kalian semua, yang sepertinya sudah memiliki stamina yang bagus sejak awal, sudah saya putuskan untuk langsung pergi ke pelatihan utama kalian."


"Dimana, nantinya kalian akan diperkenalkan kepada enam instruktur lain, yang nantinya akan melatih kalian sesuai dengan bakat yang kalian miliki."


Setelah menyelesaikan penjelasannya itu, tidak lama kemudian, orang lain segera mengangkat tangannya, di mana dia ini ternyata adalah Iwasami Nagato.

__ADS_1


"Ros-sensei, apa Anda bisa menjelaskan, tentang keenam instruktur ini?"


Sama seperti Saki, tapi berbeda di waktu yang bersamaan, di mana kali ini Nagato awalnya hanya mendapatkan senyum penuh pengertian saja, sebelum pria itu memulai penjelasannya.


"Keenam instruktur ini adalah orang-orang yang sangat hebat. Dimana, masing-masing dari mereka adalah salah satu orang paling kuat yang ada di Dunia ini."


"Seperti contohnya itu, ada sang Sorcerer of Forest – Circe Colchis, seorang penyihir yang sangat berbakat dari Island Kingdom of Colchis. Atau, sang Golden Lancer – Leon Nacht Cumhail, salah satu pengguna Tombak Terkuat yang ada di Dunia. Dimana, Masing-masing dari mereka ini nantinya akan mengajarkan Sihir dan cara bertarung menggunakan Tombak kepada kalian semua."


"Selain kedua orang itu, ada juga seseorang yang akan mengajarkan kalian cara dalam menggunakan Busur dan Berburu, mengajarkan cara menjadi seorang spionis, cara yang benar dalam menggunakan pedang, hingga mengajarkan kalian bagaimana caranya memanfaatkan Job Class bertipe Healer dengan baik."


"Tidak hanya itu saja, saya sendiri pun akan menjadi instruktur ketujuh, di mana nantinya saya akan mengajarkan kalian bagaimana caranya untuk memimpin sebuah pasukan Kavaleri."


Setelah menjelaskan hal tersebut, satu per satu orang akhirnya memutuskan untuk bertanya, yang karena tidak begitu penting, jadi hal itu membuat Ros menjawab hal tersebut dengan santai.


Dimana, setelah selesai dengan seluruh hal tersebut, pada akhirnya Ros memutuskan untuk membiarkan Hero beristirahat saja untuk hari ini, mengingat mereka baru dua hari berada di Dunia ini, dan mereka pasti memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di tempat ini.


Itulah mengapa, Ros memutuskan untuk meringankan pelatihan dari para Hero ini, hanya agar mereka tidak stres, apalagi mengingat mental mereka yang begitu rapuh, akibat hal-hal yang sedang mereka alami dalam dua terakhir ini.


Jujur saja, jika itu dirinya sendiri yang mengalaminya, Ros pasti akan langsung syok dan mengalami mental breakdance, karena hal-hal seperti pemanggilan Hero ini sudah seperti omong kosong sekali.


Begitu saja, setelah mereka semua di bubarkan, masing-masing dari mereka memutuskan untuk pergi dari sana dan menikmati waktu mereka dengan damai, tanpa menyadari hal semacam apa yang sedang terjadi di Dunia luar.


...


Sementara itu, di sisi kelompok dari Dafa...


"Oke, kalian sudah siap? Kalau begitu, mari kita berangkat."


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note:


Yayy!! Update lagi!!


Di dalam bab kali ini, hampir seluruhnya itu berisikan sudut pandang dari karakter baru, di mana pada bab kali ini pun kita diperlihatkan kondisi apa yang sebenarnya sedang terjadi di Kingdom of Groxia, plus mengenai kabar dari para Hero lain yang ikut terpanggil bareng kedua MC kita ini.


Oh ya, ngomong-ngomong, di bab selanjutnya, kemungkinan besar kelompok Dafa bakal muncul sedikit, karena Author yang perlu sedikit menambahkan jam tampil Souji, sebelum dia ketemu dengan seseorang.


Bagi yang sudah baca versi sebelumnya, Author yakin, jika kalian pasti tahu hal apa hal tersebut.


Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.


Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2