
Chapter 23 : Skala Kekuatan Demon Lord.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Souji)
Hal-hal yang dijelaskan oleh Niji, bisa di bilang, sangat samar dan tidak jelas sama sekali, tapi yang pasti... 'Sepertinya tempat ini mirip dengan Vortex.'
Lagi pula, Vortex ini bisa di bilang adalah portal menuju ke sebuah Dunia Asing, atau yang biasa di sebut sebagai Externorum, di mana hal itu mirip dengan hal ini, meskipun hanya berbeda di bagian portalnya saja.
Kenapa? Itu karena, sementara Vortex muncul dalam bentuk sebuah pecahan ruang, atau semacam pusaran gelap yang menyerupai sebuah lubang hitam, di tempat acak dan dapat di lihat oleh semua orang...
Namun, hal ini bisa di bilang, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke sini, plus biasanya itu, hanya jiwa mereka saja yang bisa masuk ke sini, tanpa tubuh mereka, di mana tidak ada satu pun cara yang wanita ini ketahui, untuk bisa keluar dan masuk dari tempat ini.
Dimana, intinya sih.... TIDAK ADA JALAN KELUAR SAMA SEKALI.
Akan tetapi, karena tempat ini mirip dengan Externorum, jadi pasti akan ada cara untuk keluar dari sini, karena mustahil, kalau sesuatu hal bisa masuk, tapi tidak bisa keluar.
Hal ini mirip dengan sebuah awal, yang pasti akan memiliki sebuah akhir, di mana hal tersebut akan membuat paradox tak berujung, jika saja terus di lanjutkan.
Ahem! Ngomong-ngomong, setelah mengetahui, kalau aku sepertinya hanyalah berupa manifestasi dari jiwaku saja, hal tersebut segera membuatku paham, mengenai kenapa, sejak aku tiba di tempat ini, seluruh tubuhku ini terasa menjadi sangat aneh.
"Tapi tetap saja, Darling. Ini mengejutkan sekali. Jarang sekali aku bisa melihat jiwa yang begitu indah seperti milikmu itu."
Aku hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut saja dan berkata; "Tidak juga. Malahan, menurutku, jiwaku ini adalah salah satu yang paling buruk, yang ada di Dunia."
Setelah mendengar hal tersebut, Niji segera menentangnya dan terus berbicara, mengenai jiwaku yang begitu indah, yang tentunya segera aku abaikan.
Kenapa? Itu karena, saat ini, aku masih perlu fokus untuk mencari jalan keluar dari tempat ini.
Meskipun aku memutuskan hal tersebut, tapi entah kenapa, aku merasa seperti baru saja melupakan sesuatu hal, tapi apa?
Dan, karena aku tidak bisa mengingatnya sama sekali, jadi aku memutuskan untuk menghabiskan beberapa waktu ku ke depan untuk memikirkan cara bagiku untuk keluar dari tempat ini, tentunya bersama dengan Niji, sambil membiarkan wanita itu bermain-main dengan tubuhku.
...
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Orang Ketiga)
Sementara itu, di sisi kelompok Dafa.
__ADS_1
Setelah waktu sepertinya menunjukkan jam delapan malam, mereka semua kemudian memutuskan untuk berkemah dan menyiapkan makanan untuk makan malam.
Tentu saja, Dafa adalah seseorang yang segera di usir dari tempat itu, alias tempat kelompok tersebut memasak, hanya karena mereka tidak ingin ada makanan aneh yang di buat olehnya.
Lagi pula, meskipun remaja itu bisa di bilang memiliki kemampuan yang cukup di atas rata-rata dalam segala macam hal, tapi entah mengapa, hanya memasak saja yang benar-benar tidak bisa orang itu lakukan, sampai-sampai hampir tidak ada satu pun masakannya, yang bisa di makan.
Palingan, satu-satunya makanan yang bisa remaja itu masak hanyalah nasi goreng saja, di mana bahan-bahan untuk membuat hal tersebut sedang tidak mereka miliki.
Jadi, karena tidak di izinkan untuk ikut membantu dalam memasak makan malam, Dafa pada akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan saja, di sekitaran tempat itu.
Tentu saja, Orobas ikut bersama dengannya. Karena, sejak perjalanan mereka dimulai, gadis Demon Lord itu benar-benar tidak ingin lepas sama sekali dari tubuhnya, sampai-sampai membuat Sora hampir meledak.
Tapi, seperti biasanya, Dafa berhasil menenangkan gadis Natsuki itu, agar dia tidak melakukan sesuatu hal yang sangat ceroboh.
Lagi pula, meskipun perilakunya dalam beberapa hari ini tampak tidak berbahaya sama sekali, tapi perlu di ingat, kalau gadis kecil yang dari tadi sedang menggantung di pundaknya ini adalah salah satu Demon Lord yang ada di Dunia ini.
Jadi, pastinya kekuatan yang orang ini miliki bukanlah isapan jempol semata, apalagi Dafa sudah pernah bertukar pukulan dengannya.
Oh ya, berkat pertarungan singkat yang terjadi di antara dirinya dan Orobas, Dafa jadi bisa memberi sedikit skala, mengenai tingkatan dari para Demon Lord ini.
Belum lagi, karena Orobas pun membantunya dalam melakukan skala tersebut, jadi Dafa bisa sedikit yakin, kalau skala yang dirinya buat ini bisa di bilang, cukup akurat.
Intinya sih, Dafa hanya bisa menyimpulkannya seperti ini saja;
Terus, untuk yang kedua, ada Demon Lord seperti Orobas ini, seorang Demon Lord yang bukan dari generasi kedua, tapi kekuatannya sudah menyaingi, malahan bisa di bilang, hampir melampaui, para Demon Lord dari generasi kedua.
Oh ya, seperti yang baru saja di bicarakan, kalau Dewan Demon Lord ini sepertinya memiliki beberapa generasi, di mana dari generasi kedua, hingga yang terbaru ini, alias generasi keenam, bisa di bilang mereka hampir selalu memiliki anggota yang digantikan dengan yang baru, tapi tidak dengan generasi pertama, yang hingga saat ini, tidak pernah ada yang digantikan.
Kembali ke topik.
Di yang ketiga ada Demon Lord yang biasa-biasa saja, tidak mencolok dalam hal apapun, tapi masih cukup kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai seorang Demon Lord.
Lagi pula, siapapun yang lebih layak, bisa mengklaim kursi Demon Lord yang mana saja, tapi mereka harus bisa mengalahkan pemegang kursi tersebut.
Hal ini mirip seperti sistem ranked yang biasanya ada di dalam sebuah Game, di mana para playernya di haruskan untuk mengalahkan seseorang dengan Rank yang lebih tinggi darinya, untuk mengklaim rank tersebut.
Dan, di yang terakhir, ada seorang Demon Lord yang mirip dengan Zagan, seorang Demon Lord biasa yang terlalu narsis, hingga terkadang membuat beberapa Demon Lord lain risih. Atau bisa di bilang, kalau tipe-tipe ini hanyalah badut dari Dewan Demon Lord ini.
"Tapi tetap saja, aku cukup terkejut, karena kamu benar-benar menolak untuk mengklaim posisi dari Zagan."
Dafa hanya bisa tersenyum kecut saja, setelah dia mendengar perkataan dari Orobas. Karena, sebelum mereka memulai perjalanan ini, remaja itu sempat di tawari oleh gadis Demon Lord ini untuk mengklaim posisi dari Zagan.
__ADS_1
Akan tetapi, dengan begitu santainya, Dafa langsung menolak hal tersebut, di mana dia tidak memberi tahukan alasan dari penolakannya ini sama sekali, alias dia hanya menolaknya saja.
Kemudian, Dafa menghabiskan sisa waktunya untuk bermain-main dengan benang miliknya, hingga Sora memanggilnya untuk makan malam.
...
Sementara itu, di suatu tempat yang ada di dalam Groen Forest.
Dua orang dapat terlihat sedang berlari tanpa tujuan, sambil terlihat memiliki raut wajah yang sangat menyedihkan.
'Sial... Sial!! SIAL!! Kenapa semuanya malah berakhir seperti ini!?' Dia terus berlari, sambil memikirkan hal tersebut di dalam benaknya.
Namun, tidak peduli seberapa frustasinya dia terhadap keadaannya saat ini, tapi orang itu pada akhirnya hanya bisa menggertakkan giginya saja, dengan api amarah yang tampak berkobar di dalam mata gioknya.
'Jika saja aku lebih kuat, Onii-sama tidak akan mati.'
Lagi pula, orang itu memang sudah sangat menyadari, kalau dirinya ini memang benar-benar hanyalah seorang beban, karena tidak berani untuk membunuh para baji*ngan itu.
Meski begitu, karena nasi sudah menjadi bubur, jadi yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menggerakkan kakinya tanpa arah tujuan, berharap kalau segala hal yang baru saja terjadi pada dirinya, hanyalah mimpi buruknya saja.
Di sisi lain, seseorang yang bersama dengannya, dia merasakan rasa frustasi yang sama dengan orang tersebut, di mana orang ini pun harus merasakan rasa frustasi yang sangat besar, akibat tidak berani membunuh para baji*ngan itu, sampai-sampai membuat segalanya menjadi sangat buruk seperti ini.
Namun, tidak peduli seberapa inginnya kedua orang itu menganggap kalau hal yang baru saja terjadi ini hanyalah mimpi mereka saja, tapi karena semuanya terasa begitu realistis, hal tersebut membuat mereka harus kembali merasakan kenyataan kejam yang sedang menimpa mereka ini.
Begitu saja, sampai matahari terbit, kedua orang itu terus berlari, hingga tanpa sadar, mereka tiba di suatu tempat tertentu.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
Author Note:
Yayy!!! Update lagi!!
Di dalam bab kali ini, ada banyak hal yang terjadi, dimulai dari sedikit penjelasan mengenai tempat Souji dan Niji berada, apa yang terjadi di sisi kelompok Dafa, skala kekuatan para Demon Lord dalam sudut pandang Dafa, hingga kemunculan dua orang tertentu di bagian akhir bab.
Bagi kalian yang sudah membaca versi sebelumnya, aku yakin kalian pasti akan paham, mengenai apa yang sedang terjadi. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan sama dengan versi yang sebelumnya, di mana di versi yang kali ini, permasalahannya akan sangat belibet.
Terus juga, untuk bab selanjutnya, bakal ada sedikit hal-hal yang berbau R-18+.
Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.
Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!