Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 24


__ADS_3

Chapter 24 : Melangkah Menuju Ke Kedewasaan.


(A/N : Ada sedikit adegan R-18+ di bab ini, meskipun tidak begitu banyak, tapi masih tetap saja ada. Jadi, mari kita main aman saja, kita buat bab ini menjadi bab yang agak sedikit menipu:V)


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Souji)


Aku tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu di Dunia luar, tapi di sini sudah hampir satu hari berlalu, sejak aku mulai memikirkan cara bagi kami agar bisa keluar dari tempat ini.


Tentu saja, aku sudah mencoba berbagai macam hal untuk keluar dari tempat ini, dari mencoba beberapa Magic yang ada di Bumi, hingga mencoba untuk memotong ruang, yang tentunya semua usaha ku itu berakhir dengan percuma.


Meski begitu, aku masih belum mencoba cara jitu untuk keluar dari Externorum, atau yang murid pindahan itu biasa sebut sebagai cara "Barbar".


Lagi pula, meskipun cara tersebut memang hampir tidak pernah ada yang berhasil dalam mencobanya, tapi entah kenapa, si murid pindahan ini selalu saja berhasil keluar dari Externorum menggunakan cara tersebut.


"Tapi tetap saja, apa kamu yakin tidak melupakan sesuatu hal, Niji?" Aku memutuskan untuk menanyakan hal tersebut, karena aku merasa kalau jiwaku mulai menjadi semakin transparan.


Niji sendiri pada awalnya hanya tampak memasang ekspresi penuh keseriusan saja, sebelum sebuah ekspresi penuh keterkejutan muncul di wajahnya.


"Ah!! Aku ingat! Kalau kita belum menyelesaikan langkah yang terakhir itu!"


"Langkah yang terakhir?"


Meskipun aku sudah bisa agak menebaknya sih, mengenai hal apa yang sedang dibicarakan oleh wanita ini, tapi masalahnya itu, aku masih tidak begitu memahaminya dengan jelas.


Akan tetapi, kata-kata yang selanjutnya keluar dari mulut wanita ini, bisa di bilang, hal tersebut benar-benar berhasil menghancurkan ketenangan yang aku miliki.


"Ya! Langkah terakhir dari ritual pernikahan ras Naga ini, yaitu adalah untuk memiliki seorang anak!!"


Begitu saja, senyum yang aku miliki segera membeku, karena... 'Oi... Aku tidak pernah tahu, kalau ritual ini memerlukan hal seperti itu?'


Namun, seperti ingin menuangkan minyak ke dalam sebuah kobaran api, Niji malah menambahkan sesuatu hal yang benar-benar sangat tidak diperlukan sekali di situasiku saat ini.


"Ngomong-ngomong, kontrak pernikahan ini adalah sebuah kontrak pernikahan yang dilakukan untuk menghasilkan keturunan. Jadi, jika saja kedua pasangan tidak menyelesaikan kontrak pernikahan ini dalam waktu tiga hari, maka jiwa dari yang laki-laki akan musnah, sedangkan untuk yang perempuan, mereka akan kehilangan kualifikasi untuk menikah."


Jujur saja, aku tidak tahu alasan di balik hal tersebut, kecuali fakta, kalau wanita ini sepertinya sedang mengalami masa-masa hornynya, yang terlihat dengan begitu jelas dari raut wajahnya.


'Sialan... Apa yang sekarang harus aku lakukan?'


Jika aku menolak untuk melakukannya, maka aku akan musnah, dan anehnya lagi, si perempuannya malah hanya kehilangan kualifikasi mereka saja untuk menikah...


Emm? Tunggu sebentar... Bukannya hal ini sangat tidak adil sama sekali untuk yang pria?


Meskipun aku memang sempat memikirkan hal tersebut, tapi pemikiran itu pada akhirnya menghilang dengan begitu cepat, mungkin karena masalah yang jauh lebih besar sedang menanti di hadapan ku.

__ADS_1


Hal tersebut segera terbukti, setelah Niji entah kenapa malah melompat dan mendorong ku hingga terjatuh ke tanah, di mana meskipun aku ingin protes dengan hal tersebut, tapi mulut ku segera di bungkam oleh ciuman yang dia berikan.


Pada awalnya ciuman itu di dominasi oleh Niji, tapi semakin kemari, aku mulai bisa mengambil kendali, yang mungkin karena naluri alami ku yang tidak ingin dikendalikan oleh seseorang.


Ciuman itu terus berlanjut, hingga kami pada akhirnya memisahkan bibir kami, yang mungkin dikarenakan Niji yang mulai sulit untuk bernapas.


"Hehehehe~ Aku mencium Darling~" Pada saat dia mengatakan hal itu, aku bisa melihatnya dengan sangat jelas, sepasang pupil berbentuk hati di mata indahnya yang berwarna ungu.


Namun, yang lebih penting lagi, tidak seperti biasanya, entah kenapa, aku malah...


'Cih! Sialan... Kenapa dia tiba-tiba saja menjadi begitu menawan?'


Itu benar sekali. Seharusnya hal-hal semacam ini tidak akan mempengaruhiku lagi, mengingat aku sudah pernah bertemu dengan seseorang, yang mungkin saja, bisa menyaingi kecantikan dari wanita ini. Apalagi, aku juga cukup sering bertemu dengannya.


Jadi, bisa di bilang, kalau hal ini terasa sangat aneh, yang untuk memperburuknya lagi, aku malah semakin merasa, kalau kabut terus memenuhi pikiranku, yang tentunya membuatku sulit untuk berpikir dengan jernih.


Pada saat aku sedang sibuk dengan pikiranku sendiri, tanpa aku sadari, Niji mulai membuka satu per satu pakaian yang dirinya miliki, hingga ketika dia mulai mencoba untuk membuka pakaian milik ku, aku pun akhirnya menyadari hal tersebut.


"Tu-tunggu sebentar! St-stop!! Jika kita melangkah lebih jauh lagi, aku pasti tidak akan bisa lagi untuk menahan diri!!"


Itu benar sekali. Bahkan, sekarang pun, menjaga pikiranku untuk tetap rasional sudah sangat sulit sekali, karena entah kenapa, pikiranku malah mulai di dominasi oleh imajinasi yang sangat kotor, sampai-sampai begitu sulit bagi ku untuk tetap menjaga kewarasanku.


Hanya saja, seperti mencabut benang terakhir yang menjaga kewarasanku tetap terjaga, Niji tiba-tiba saja melakukan sebuah tindakan yang sangat erotis sekali.


"Ehh~!! Padahal va*gina ku sudah siap untuk menyambut rudal mu tahu, Darling~"


Begitu saja, satu benang terakhir yang tetap menjaga pikiranku untuk tetap waras akhirnya terputus, hingga membuat suasana di sana menjadi sangat panas.


...


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


Sementara Souji sedang mengalami situasi yang sangat beruap, di sisi lain, situasi dari Dafa bisa di bilang sangat biasa-biasa saja.


Kenapa? Itu karena, dia hanya berbaring di padang rumput yang cukup luas, bersama dengan dua rekan dan satu-satunya orang yang akan dia anggap sebagai temannya, dan mereka bertiga terlihat sedang tertidur di dekatnya, di mana satu-satunya orang yang menemani dirinya hanyalah Orobas saja, yang terlihat sedang berbaring di dadanya.


"Neh, neh, Temanku~ Apa menurutmu, arti dari menyenangkan itu?"


Dafa yang sedang menikmati ketenangan yang ada di sana segera mengangkat salah satu alis miliknya, karena... "Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


Lagi pula, tidak biasanya dia akan menanyakan hal semacam itu. Karena, meskipun gadis Demon Lord ini memang sering menanyakan berbagai macam hal kepadanya, tapi pertanyaan tersebut sudah di luar dugaannya.


Orobas sendiri pada awalnya hanya diam saja dan terus menatap langit penuh bintang yang ada di atas mereka, di mana dari mata reptil cokelat pucatnya itu tampak memancarkan sebuah kerumitan, yang bercampur dengan kesedihan dan rasa bersalah, di baliknya, sebelum dia pada akhirnya memutuskan untuk membalasnya.

__ADS_1


"Tidak ada yang khusus~ Aku hanya ingin menanyakannya saja~" Meskipun nada suaranya memang terdengar sangat mirip dengan nadanya yang biasa, tapi dari sudut pandang Dafa, hal itu terasa sangat berbeda, karena...


'Apa sih yang gadis ini alami di masa lalu? Sampai-sampai dia memiliki mata yang begitu menjijikkan seperti itu?'


Lagi pula, Dafa sudah pernah bertemu dengan beberapa orang dengan tatapan mata yang sama dengan gadis ini, di mana masing-masing dari mereka adalah seorang broken home yang memiliki permasalahan rumit dan menyebalkan di belakangnya.


Apalagi, yang membuatnya semakin membenci tatapan mata yang seperti itu adalah, karena mayoritas dari mereka selalu saja mencoba untuk menyembunyikan emosi asli mereka, hanya karena ketakutan yang mereka miliki.


Memang sih, hal itu bisa di bilang wajar. Tapi bagi orang yang bahkan, selalu tidak bisa memahami emosinya sendiri, hal tersebut membuatnya menjadi sangat iri dengan mereka, hingga tanpa sadar, hal itu menyebabkan Dafa mulai mengembangkan kebencian terhadap orang-orang yang memiliki tatapan mata yang seperti itu.


Itulah mengapa, tidak lama setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Orobas, Dafa segera bangkit dan memaksa gadis Demon Lord itu untuk menatap matanya secara langsung, yang tentunya menyebabkan orang yang bersangkutan menjadi sangat bingung.


"Eh~!? Apa yang sedang kamu lakukan, temanku~!? Ja-jangan bilang... Apa kamu ingin melakukan sesuatu hal yang tidak seno*noh terhadapku~? Ka–"


"Diam."


Dengan satu kata itu saja, ekspresi wajah milik Orobas segera membeku, dan untuk pertama kalinya, poker face yang orang tersebut miliki hancur, karena untuk pertama kalinya, Dafa menggunakan nada suara yang sangat dingin kepadanya.


Belum lagi, hal itu di tambah dengan tatapan matanya yang entah kenapa berhasil membuatnya bergidik, menambah keterkejutan yang dimiliki oleh Orobas.


Namun, kata-kata yang selanjutnya dikatakan oleh Dafa, hal tersebut semakin membuat Orobas menjadi semakin terkejut.


"Cepat, ceritakan seluruh masa lalumu itu. Dan ingat, jangan mencoba untuk menceritakan sebuah kebohongan. Karena, aku benci hal tersebut."


Begitu saja, karena kalah dengan tekad yang dimiliki oleh Dafa, Orobas pada akhirnya menyerah dan menceritakan masa lalunya kepada Dafa.


Dimana, mereka berdua kemudian menghabiskan malam itu untuk mendengarkan cerita mengenai masa lalu dari Orobas, hingga matahari mulai terlihat di langit.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note:


Yayy!! Update lagi!!!


Untuk bab kali ini, seperti yang sudah author katakan di awal, kalau akan ada adegan berbau R-18+ di dalamnya, yang meskipun hanya sedikit, tapi masih tetap ada.


Selain hal itu, di bab ini pun kita diperlihatkan perkembangan hubungan yang aneh di antara Dafa dan Orobas, yang Author sendiri tidak tahu, apakah Author akan menambahkan gadis Demon Lord itu ke dalam harem dari Dafa.


Oh ya, ngomong-ngomong, untuk kalian yang sudah membaca versi yang sebelumnya, author yakin kalian pasti pasti sudah menyadarinya, kalau alurnya ini sudah berbeda drastis dari yang awal.


Tapi kalian bisa tenang, karena Miyuki masih akan tetap muncul, meskipun perlu beberapa bab untuk kemunculannya sih, atau malah author akan memunculkannya di bab yang selanjutnya saja? Entahlah, kita lihat saja nanti.


Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.


Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2