
Chapter 25 : Rencana Dafa Yang Sesungguhnya.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Orang Ketiga)
Di malam yang tenang, Dafa bisa terlihat sedang berbaring sambil mengelus-elus rambutnya milik Orobas dengan sangat lembut, sementara gadis Demon Lord itu sendiri terlihat sedang tertidur dengan sangat pulas di dadanya.
Bisa di bilang, kalau sudah beberapa puluh menit berlalu, sejak Orobas selesai menceritakan seluruh masa lalunya itu, di mana gadis Demon Lord ini segera tertidur, tepat setelah dia selesai menceritakan seluruh masa lalunya.
Namun, karena dari sudut pandang Dafa, hal tersebut memang bisa di bilang sebagai hal yang wajar untuk terjadi, mengingat masa lalu dari gadis Demon Lord ini yang ternyata jauh lebih gelap, ketimbang ekspektasi awalnya, jadi dia membiarkannya tertidur di dadanya.
Lagi pula, lahir sebagai anak dari seorang Kaisar dari negeri tertentu dengan seorang budak naga, hal itu pastinya secara otomatis akan membuatnya merasakan kehidupan yang sangat mengerikan.
Apalagi, hal tersebut di tambah dengan segala macam penderitaan yang terus-menerus menghampirinya, seakan-akan tidak membiarkannya untuk bahagia sama sekali, membuat segalanya menuju ke arah yang jauh lebih buruk lagi.
Dan, dari cerita yang Orobas ceritakan ini, Dafa akhirnya bisa paham betul, mengenai alasan dari kenapa gadis Demon Lord ini sangat menghormati si Demon Lord pertama itu.
Hanya saja, meskipun sudah mengetahui seluruh hal tersebut, tapi Dafa masih tetap akan teguh dengan rencana awalnya, untuk menggunakan gadis Demon Lord ini sebagai pionnya.
Meskipun, memang sih, hal itu akan terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal sama sekali, mengingat mereka berdua yang sudah pernah menjalin sebuah kesepakatan berbalut Promissum Magic, yang artinya kalau dia memang benar-benar melakukan hal tersebut, jiwanya seharusnya akan hancur menjadi debu, alias keberadaannya akan musnah.
Namun, masalahnya di sini itu, entah bagaimana, Promissum Magic ini benar-benar tidak berpengaruh sama sekali kepada Dafa, yang sudah beberapa kali remaja itu coba lakukan di masa lalu.
Itu juga mungkin yang menjadi alasan terbesarnya, dari kenapa remaja laki-laki tersebut memutuskan untuk menggunakan perjanjian itu, ketimbang Magic perjanjian yang lainnya.
Lagi pula, selain Promissum Magic ini, masih ada dua Magic lain yang biasanya para Caster gunakan untuk membuat sebuah perjanjian.
Malahan, kedua Magic yang lainnya itulah yang sering para Caster gunakan, hanya karena Magic ini memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih besar, ketimbang dua Magic yang lainnya.
Mengabaikan hal tersebut, Dafa yang sedang memikirkan rencananya kembali untuk masa depan, dia segera mengerutkan keningnya dengan acuh tak acuh, pada saat pikirannya terus bekerja dengan begitu cepat, hanya untuk mencari tahu, mengenai; apakah dirinya merasa bersalah atau tidak, atas tindakannya terhadap Orobas.
__ADS_1
Lagi pula, meskipun sudah mengetahui masa lalu dari gadis Demon Lord ini yang begitu kelam, entah mengapa hal tersebut tidak membuatnya bereaksi seperti apa yang pada awalnya dia pikirkan, karena dirinya yang hanya merasa kalau itu memang memilukan, tapi tidak lebih, benar-benar hanya itu saja.
Mungkin, itulah mengapa remaja laki-laki tersebut masih tetap teguh dengan rencana awalnya, di mana dirinya akan menggunakan gadis Demon Lord ini sebagai salah satu pion utamanya, selama dia mencari jalan untuk kembali pulang ke Bumi.
'Untuk sekarang, lebih baik aku tidur saja malam ini. Lagi pula, besok kami akhirnya tiba di Lalatian City, dan hal itu pastinya akan sangat melelahkan sekali.'
Setelah memasang penghalang di sekitar mereka, Dafa kemudian mulai tertidur, tanpa menyadari Orobas yang mulai membuka matanya dan menatapnya dalam-dalam.
...
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Souji)
'Sialan...'
Aku hanya bisa mengutuk saja di dalam benak ku, pada saat aku mengingat kembali, mengenai hal apa yang baru saja terjadi kepadaku.
'Aku tidak pernah menyangka, kalau aku akan sampai terbawa suasana, hingga seperti ini.'
'Selain kehilangan ciuman pertamaku, dan entah bagaimana malah berakhir menikahi seseorang, aku sekarang malah sudah menampaki jalan menuju kedewasaan.'
Setelah memikirkan hal itu dengan senyum kecut yang tumbuh di wajahku, aku kemudian mengalihkan pandanganku ke arah Niji yang sedang tertidur di dekatku.
Melihat wajah tidurnya ini, entah kenapa aku malah teringat kembali dengan momen panas yang baru saja terjadi, di mana hal itu membuatku buru-buru bangkit dan membersihkan kekacauan yang ada di sekitar kami.
Jujur saja, aku sepertinya sudah benar-benar sangat lepas kendali, karena bukan hanya lubang depannya saja yang dipenuhi oleh cairan putih milik ku, tapi di lubang belakang dan mulutnya pun sama.
Dimana, untuk semakin memperburuk segalanya, Niji terus saja menggumamkan sesuatu hal yang seperti; "Kyaa~ Lebih keras lagi, Darling~" Atau semacamnya, karena aku segera mengabaikannya, hanya karena hal tersebut agak sedikit terlalu memalukan untuk ku.
Ngomong-ngomong, aku membersihkan seluruh kekacauan yang ada di sekitarku menggunakan Magic yang biasanya tidak begitu berguna di Bumi, yaitu Dies Magic, hanya karena penggunaan Mananya yang begitu besar, dan jauh lebih hemat, jika saja menggunakan alat yang sudah ada.
__ADS_1
Gampangnya sih, ini adalah Magic yang membuat seseorang dapat membersihkan sesuatu hal dalam waktu singkat, seperti ruangan penuh debu dan kotoran, tanpa perlu bergerak sedikit pun, tapi balik lagi ke awal, kalau masalahnya di sini masih tetap ada di bagian pengeluaran Mananya yang terlalu besar.
Namun, hal itu tidak berlaku untuk ku, karena aku bisa mengakalinya dengan meminjam Mana yang ada di udara. Di tambah lagi, ada juga fakta kalau Mana yang ada di sekitaran sini benar-benar sangat pekat, membuatku semakin percaya diri untuk menggunakan Magic ini.
Berkat hal itu juga, aku berhasil mengembalikan seluruh tempat ini seperti semula, hanya dalam waktu kurang dari lima menit, dengan pengecualian Niji yang masih pingsan dan terbaring di dekat ku.
Intinya sih, setelah aku selesai membereskan seluruh kekacauan yang aku buat, aku kemudian segera duduk di kursi yang sebelumnya aku gunakan, dan menikmati teh yang ada di sana, sambil memikirkan rencanaku untuk ke depannya.
Lagi pula, meskipun aku bisa keluar dari tempat ini, aku masih akan dalam masalah yang sangat menyebalkan sekali, kalau saja Niji masih tidak hamil, karena waktu ku hanya tinggal satu setengah hari saja, jika saja penghitungan waktuku tidak salah.
'Ini sangat menyebalkan sekali.'
Pada saat aku pusing memikirkan hal-hal itu, secara tiba-tiba, aku berhasil mengingat sesuatu hal, yang tentunya berhasil membuatku menjadi sangat kesal, hingga membuatku menghancurkan meja yang ada di depanku.
Dimana, hal tersebut adalah... "Sialan... Aku lupa, kalau ada Magic yang bisa menciptakan makhluk hidup dengan menggabungkan Mana dari dua orang."
Begitu saja, setelah mengingat kembali hal tersebut, meskipun aku masih sangat frustasi, aku kemudian memutuskan untuk menggunakan waktu ku untuk ke depannya untuk mempersiapkan segala hal, agar setelah aku dan Niji berhasil menciptakan anak menggunakan Magic "itu", aku bisa dengan cepat pergi dari tempat ini.
Dengan begitu, aku memulai persiapan ku, sambil tentunya menunggu Niji untuk bangun.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
Author Note:
Yayy!! Update lagi!!
Di dalam bab kali ini, ada begitu banyak hal yang terungkap. Seperti rencana asli dari Dafa, hingga Souji yang tampaknya telah berhasil melangkah menuju tangga kedewasaan.
Belum lagi, mengingat hal yang terjadi di akhir sudut pandang dari Dafa...
Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.
__ADS_1
Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!