
Chapter 19 : Pergi Menuju Kota & Berburu Orc.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Orang Ketiga)
"Oke, kalian sudah siap? Kalau begitu, mari kita berangkat." Dafa mengatakan hal itu dengan nada lesunya yang biasa, setelah dirinya melihat semua orang yang telah berkumpul di depan pintu masuk Kastil milik Orobas.
Di sana, terlihat Dafa yang sedang duduk di tangga yang menghubungkan pintu kastil dengan sebuah area kosong yang cukup luas di ujung lainnya, dengan Orobas yang terlihat sedang duduk di bahunya, dan tiga rekannya terlihat sedang berjalan menuju ke arahnya, dari pintu kastil tersebut.
Melihat ketiga orang itu, Dafa segera bangkit dan berjalan pergi menuju ke bawah, yang tentunya di ikuti oleh ketiga rekannya itu.
Setelah mereka tiba di area kosong yang ada di depan Kastil milik Orobas, Akane kemudian menjadi orang pertama yang memutuskan untuk berbicara.
"Ke kota mana kita akan pergi, Bani?"
Lagi pula, kemarin malam, Dafa tidak memberi tahu ketiga orang ini, mengenai kota mana yang dirinya akan tuju, dan dia hanya mengatakan, kalau besok dirinya baru akan memberi tahu mereka, pada saat mereka akan pergi menuju ke kota tersebut.
Itulah mengapa, Akane segera menanyakan hal tersebut kepada Dafa, yang tentunya segera di balas oleh remaja itu dengan nada acuh tak acuhnya yang biasa.
"Kita akan pergi menuju ke Lalatian City, itu adalah kota terdekat, yang merupakan salah satu kota dari Aumania State. Aumania State ini sendiri adalah salah satu dari lima negara yang terletak di sisi wilayah Benua ini, yang letaknya itu berada di tepi laut dari sisi Benua ini."
Dafa menjelaskan hal itu sambil mulai berjalan, menuju ke arah Utara dari Kastil tersebut, dengan yang lainnya mengikuti dirinya di dekatnya.
Setelah itu, tidak ada satu pun orang yang kembali bertanya, di mana hal tersebut dikarenakan ketiga orang itu yang tidak memiliki hal yang perlu dipertanyakan lagi, mengingat semalam Dafa sudah menjawab seluruh pertanyaan yang ketiga orang itu miliki.
Jadi, itulah mengapa, keempat orang tersebut kemudian menghabiskan waktu mereka dalam ketenangan, ketika mereka terus berjalan menuju ke Lalatian City, yang berada tidak jauh dari sana.
.....
....
...
Sementara kelompok Dafa memulai perjalanannya, di sisi kelompok Souji, mereka tampak mulai ingin melanjutkan perjalanan mereka juga.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Souji)
__ADS_1
"Souji-san, apa daging Orc memang benar-benar dapat di makan?"
Aku kemudian segera mengalihkan pandanganku ke arah Kyouya, di mana orang ini terlihat sedang menatapku dengan penuh keraguan.
"Tenang saja, aku sudah mengeceknya dengan menggunakan Unique Skill ku. Bahkan, Mirai-kun pun sudah mengeceknya juga, dan dia pun mengatakan, kalau daging Orc memang bisa untuk dijadikan sebagai makanan."
Seperti yang baru saja aku katakan, kalau sebelum kami memulai pencarian kami terhadap Orc, kami semua sempat mengecek, mengenai daging monster apa saja yang bisa di makan.
Dan, alasan dari hal itu adalah, karena sebelumnya kami sempat bertemu dengan seekor Orc, di mana EXP yang kami dapatkan dari Orc tersebut, bisa di bilang, cukup banyak juga.
Jadi, kami berpikir, kalau memburu mereka, mungkin saja akan meningkatkan efisiensi kami dalam menaikkan level, mengingat EXP yang kami dapatkan dari mereka bisa di bilang cukup banyak.
Itulah mengapa, saat ini, aku bersama dengan yang lainnya sedang berjalan menuju ke Handel Town, sambil mencari seekor Orc di sepanjang jalan, hanya untuk menaikkan level kami.
Lagi pula, selain menjadi ladang EXP yang lumayan bagus, Orc ini juga bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan kami nanti, karena sepertinya sih, daging mereka cukup di cari di kalangan Bangsawasan, yang artinya jika di jual akan menjadi cukup mahal.
"Meski begitu, kenapa harus Orc? Apa tidak ada monster jenis lain yang bisa kita manfaatkan?"
Orang yang bergumam dengan nada lesu ini adalah Nagisa, pada saat dia mulai bermain dengan sebuah pedang yang ada di tangannya.
Bukan hanya Nagisa saja, tapi sebagian besar perempuan di kelompok ini pun, mereka terlihat sama lesunya seperti Nagisa, di mana mereka semua tampak tidak begitu setuju dengan pencarian Orc ini.
Selain itu, mengabaikan perburuan Orc yang sedang kami lakukan, di mana hal tersebut sepertinya agak tidak berjalan dengan lancar, mengingat kami yang baru hanya berhasil menemukan dua Orc saja...
Ahem! Intinya sih, selain hal tersebut, aku juga harus memikirkan rencana, mengenai hal apa yang akan kami lakukan selanjutnya, setelah kami berhasil tiba di Handel Town.
Lagi pula, tujuan akhir kami bukanlah tiba di kota tersebut, melainkan untuk menemukan jalan pulang untuk kembali ke Bumi, yang artinya kami perlu melakukan berbagai macam hal, hanya untuk mencari informasi tersebut.
Hanya saja... 'Bagaimana caranya aku melakukan hal itu? Apa aku perlu menjadi seorang Adventurer Rank tinggi? Atau aku perlu membuka sebuah toko, di mana nantinya toko tersebut akan menjadi tempat utama bagi kami untuk mencari sebuah informasi?'
Meskipun aku sudah memiliki beberapa opsi di dalam benak ku, tapi masalahnya itu, aku masih bingung, harus memilih yang mana, plus aku pun masih perlu memberi tahu yang lainnya tentang hal tersebut, yang artinya, aku juga perlu mendengarkan saran dari mereka semua.
Namun, seperti bisa mendengar hal apa yang sedang aku pikirkan, Shinomiya-san entah bagaimana malah menanyakan sesuatu hal, yang benar-benar berhubungan dengan hal yang baru saja aku pikirkan.
"Ngomong-ngomong, Shimotsuki-kun. Apa yang akan kami lakukan, setelah kami berhasil sampai di Handel Town?"
Tentu saja, aku yang mendengar pertanyaan tersebut, aku segera terbangun dari lamunan ku.
Dimana, aku kemudian segera menyadari, kalau bukan hanya Shinomiya-san saja, tapi semua orang yang sedang bersama denganku pun, mereka semua juga mulai menatapku dengan mata yang bertanya-tanya.
__ADS_1
Aku sendiri sih, aku hanya bisa membalasnya dengan hal ini; "Entahlah. Mungkin, kita bisa menjadi seorang Adventurer, atau menjadi seorang pedagang."
"Menurut Sensei sih, lebih baik kita menjadi seorang pedagang saja. Karena, hal itu sepertinya jauh lebih tidak berbahaya, ketimbang harus menjadi seorang Adventurer." Ayano-sensei segera membalas perkataanku, sebelum semua orang yang bersama dengan kami menyetujui hal tersebut.
"Aku setuju dengan Anda, Mikasa-sensei. Menjadi seorang pedagang, sepertinya jauh lebih baik, ketimbang harus menjadi seorang Adventurer." Shinomiya-san segera menyetujui hal itu, yang segera di ikuti oleh Nagisa; "Benar yang dikatakan oleh Hina-chan dan Mikasa-sensei. Lebih baik kita menjadi pedagang saja, dari pada menjadi seorang Adventurer."
Kemudian, sisanya segera menyetujuinya juga, dengan anggukkan kepala mereka.
Bagaimana jawabanku? Tentu saja, aku juga memutuskan untuk menyetujuinya, hanya dengan anggukkan kepalaku saja, sebelum kami melanjutkan perjalanan kami.
.....
....
...
Begitu saja, waktu berlalu dengan cukup cepat, di mana tanpa kami sadari, sore hari telah tiba, yang tentunya menyebabkan kami memutuskan untuk mencari tempat peristirahatan untuk malam ini.
Setelah menemukan tempat tersebut, aku kemudian segera menyiapkan makan malam, yang pastinya di bantu oleh Shinomiya-san, Nagisa, Ayano-sensei, dan Sanada.
Selesai makan malam, aku kemudian sedikit berbincang, sebelum akhirnya masing-masing dari kami memutuskan untuk tidur, di mana aku juga tidak lupa untuk memasang barrier di sekitaran kami, sebelum aku pergi untuk tidur juga.
Namun, yang tidak aku sadari waktu itu adalah, beberapa tatapan mata yang kurang menyenangkan, di mana hal tersebut muncul dari kedalaman hutan yang sangat dalam, dan hal itu sedang menatap kami dengan cara yang kurang menyenangkan sekali.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
Author Note:
Yayy!! Update lagi!!
Di dalam bab kali ini, meskipun agak membingungkan, tapi Author harap, kalian masih bisa menikmatinya.
Selain itu, di bab yang selanjutnya, Niji akan kembali muncul, di mana hal itu akan di dominasi oleh sudut pandang Souji, tanpa menyertakan sudut pandang dari Dafa.
Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.
Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!
__ADS_1