Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 14


__ADS_3

Chapter 14 : Informasi.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


Bangun di pagi hari yang cerah, Akane kemudian segera di sambut oleh pemandangan atap yang begitu asing, sebelum serangkaian ingatan tentang kejadian yang kemarin terjadi pada dirinya, kembali ke dalam benaknya.


Tentu saja, pada saat hal itu terjadi, hal yang Akane bisa lakukan hanyalah menghela nafasnya dengan penuh rasa letih. Karena, meskipun hanya sedikit saja, tapi gadis tersebut masih agak berharap, jika hal yang terjadi kemarin itu hanyalah mimpinya saja.


Akan tetapi, karena dirinya terbangun di tempat ini, kastil milik salah satu Demon Lord yang mungkin menjadi alasan mereka semua di panggil, gadis Vertzlicte itu berakhir dengan hanya bisa mempercayainya saja.


Mengalihkan pandangannya ke arah samping, dirinya segera di sambut oleh pemandangan dari teman masa kecilnya ini, yang entah kenapa, terus saja memanggil nama murid pindahan itu dalam tidurnya.


Jujur saja, ini pertama kalinya gadis itu melihat hal yang seperti ini, karena sejak waktu itu, terakhir kali mereka pergi tidur bersama, gadis Natsuki ini tidak pernah mengigau sama sekali dalam tidurnya.


'Jadi, dia benar-benar sangat menyukai Bani, ya.'


Pada saat pemikiran semacam itu muncul di dalam benaknya, tidak perlu waktu lama, bagi Akane untuk teringat kembali mengenai kejadian kemarin, terutama tentang tangan kanan milik murid pindahan itu yang harus putus, akibat dari kesalahannya.


Meskipun masih merasa bersalah terhadap hal tersebut, tapi dia segera memutuskan untuk mengabaikannya saja terlebih dahulu, karena sebentar lagi dirinya akan mempelajari Magic, yang artinya dia tidak akan menjadi beban lagi bagi remaja laki-laki tersebut.


Kemudian, setelah membangunkan Sora dari tidurnya, kedua orang itu sedikit berbincang, yang entah kenapa malah berakhir membuat suasana yang ada di sana menjadi sangat canggung, sebelum akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi menemui Dafa.


Kedua gadis itu kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut, mereka berdua pergi menuju ke ruang tahta, di mana kedua gadis ini bisa melihat, jika di dalam sana sudah terdapat kedua murid pindahan tersebut yang sedang membicarakan sesuatu.


"Um? Oh! Selamat pagi, Natsuki, Akane." Rafi menjadi orang pertama yang menyambut kedua gadis tersebut, dengan Dafa sendiri yang hanya menganggukkan kepalanya saja.


Tentu saja, mereka berdua memaklumi hal tersebut, mengingat hal semacam itu sudah biasa terjadi, apalagi mengingat tentang seberapa jarangnya murid pindahan ini berbicara.


Meskipun, memang sih, kemarin remaja laki-laki ini agak cukup terlalu banyak berbicara, tapi itu juga dikarenakan dirinya yang perlu menjelaskan sesuatu, dan jika tidak, maka dia akan selalu saja terlihat diam, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Itulah kenapa, setelah membalas sapaan dari Rafi, kedua gadis tersebut kemudian segera mendekati mereka.


"Apa yang kalian lakukan?" Akane memutuskan untuk menanyakan hal tersebut, hanya untuk berbasa-basi saja.


Dimana, Rafi adalah orang yang memutuskan untuk menjawabnya, sementara Dafa hanya terlihat fokus saja dengan sesuatu hal yang ada di telapak tangan kirinya.


"Kami hanya sedang membicarakan tentang geografi yang ada di Dunia ini saja, sekalian belajar mengenai beberapa letak negeri yang ada di Benua ini."


Setelah mendengar hal tersebut, Sora kemudian segera pergi untuk duduk di samping Dafa, yang tampak sedang duduk di tangga menuju ke kursi singgasana, sebelum dia menanyakan sesuatu hal dengan nada suara yang terdengar dingin.


"Ngomong-ngomong, di mana gadis itu?"


"Orb? Aku menyuruhnya untuk membelikanku beberapa hal di kota yang ada di dekat sini."


Mendengar Dafa yang menjawab pertanyaannya, Sora kemudian memutuskan untuk memperpanjang topik pembicaraan.


"Beli? Membeli apa?"


Dafa awalnya hanya melirik gadis Natsuki itu saja dalam diam, sebelum dia akhirnya memutuskan untuk membalasnya.


"Hanya beberapa hal yang aku perlukan, untuk lengan kananku ini."


Kemudian, mereka semua memutuskan untuk kembali ke topik utama, yaitu mengenai pembahasan tentang Geografi dari Dunia ini.


Setelah memperlihatkan sebuah peta Dunia, yang di dapat oleh Dafa dari Orobas, remaja laki-laki itu kemudian mulai menjelaskan beberapa hal, sebelum ada orang yang bisa menanyakan sesuatu hal.


"Dunia ini sepertinya hanya memiliki satu Benua besar saja, di mana Benua ini memiliki nama Hopheilig. Selain Benua yang besar ini, hanya ada beberapa pulau saja di sekitarnya, dengan yang paling besar berada di sisi Barat Daya dari Dunia ini, sementara tempat yang paling banyak pulaunya berada di ujung sisi Timur Dunia ini."


Dafa kemudian menunjuk ke arah sebuah Benua berbentuk hampir oval yang berada di tengah-tengah kota, sebelum dirinya menunjuk ke arah sebuah pulau besar yang ada di sisi Barat Daya peta, di mana dirinya berakhir menunjuk ke sekumpulan pulau yang terletak di ujung Timur dari Peta tersebut.


"Di Benua Hopheilig ini sendiri di bagi ke dalam tujuh wilayah, yang sepertinya sih terpisah akibat sebuah jurang yang sangat dalam, di mana hanya ada tiga akses saja, untuk pergi menuju ke setiap sisi dari Benua ini."


Kali ini, Dafa menunjuk ke arah tujuh garis yang agak besar, yang di mana garis tersebut terlihat memisahkan wilayah dari Benua itu menjadi tujuh wilayah, tapi masih tetap terhubung, karena bagian tengahnya bisa terlihat tidak terpotong oleh garis yang agak besar itu.


"Akses yang pertama adalah melalui sebuah jembatan besar yang menghubungkan setiap Benua, tapi tidak begitu di sarankan, mengingat ada begitu banyak hal tidak menyenangkan, yang katanya sih keluar dari dasar dari jurang tersebut."

__ADS_1


Dafa kemudian menunjuk ke arah beberapa garis kecil, di mana garis kecil tersebut tampak menghubungkan setiap wilayah dari Benua itu yang terpotong akibat garis yang agak besar yang sebelumnya.


"Kemudian, akses yang kedua melalui sebuah hutan bernama Groen, di mana hutan tersebut menyebar di sebagian besar bagian tengah Benua, tapi hutan ini sepertinya sih sangat di kenal sebagai tempat paling mematikan yang ada di Dunia ini."


Kali ini, Dafa menunjuk ke arah sebuah kawasan hutan yang menyebar di sebagian besar Benua ini, di mana hutan tersebut menjalar dari sisi Selatan Benua ini, hingga mencapai sisi Utaranya.


"Dan yang terakhir, sekaligus di anggap sebagai tempat yang paling aman untuk digunakan, di mana akses yang ketiga ini melalui wilayah dari sebuah kekaisaran yang bernama Avarus."


Kali ini, Dafa menunjuk ke arah kawasan dari sebuah Kekaisaran yang cukup besar, di mana kawasannya itu terletak di bagian sisa dari tengah-tengah Benua tersebut, yang tidak ditempati oleh kawasan hutan yang sebelumnya.


Setelah itu, Dafa melakukan tanya jawab dengan Sora dan Akane, di mana hal tersebut tentang pengetahuan yang sangat umum mengenai Dunia tersebut, lebih tepatnya lagi adalah tentang letak geografinya.


Di tengah-tengah pembahasan itu, Orobas kembali dengan sekumpulan hal yang di minta oleh Dafa untuk Demon Lord itu belikan, sebelum remaja tersebut akhirnya memulai pembuatan lengan kanannya.


Dimana, sementara Dafa sibuk dengan pembuatan lengan kanannya, di sisi lain, Rafi, Sora dan Akane, ketiga orang tersebut kemudian memutuskan untuk berlatih Magic di ruangan lain, sekalian mencoba untuk memeriksa panel Status dari masing-masing mereka.


Orobas sendiri tidak ikut dengan ketiga orang tersebut, mungkin itu karena dia masih hanya menganggap Dafa sebagai teman satu-satunya yang dirinya miliki, sementara tiga orang tersebut gadis Demon Lord ini hanya anggap sebagai kenalannya saja.


...


Sementara itu, di tempat yang lain...


"Souji-san, kemana kita akan pergi?" Kyouya segera menanyakan hal tersebut dengan penuh rasa letih, ketika dirinya mencoba untuk tetap berjalan, meskipun tidak lama kemudian, dia terjatuh juga.


Bukan hanya Kyouya saja, tapi yang lainnya pun tampak sangat kelelahan juga, dengan pengecualian Souji, di mana remaja itu malah masih terlihat sangat baik-baik saja.


Souji sendiri awalnya hanya melirik ke arah enam orang itu saja, sebelum dia pada akhirnya memutuskan untuk sedikit menjelaskannya.


"Kita akan pergi menuju ke Handel Town, untuk membangun markas sementara kita di sana."


"Kalau begitu, berapa jauh lagi sampai kita tiba di kota itu?" Kali ini, orang yang bertanya adalah Ayano.


Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Souji tampak segera termenung, sebelum dengan cepat dia membalasnya.


"Mungkin, sekitar... dua puluh hingga tiga puluh kilometer lagi."


Begitu saja, perjalanan panjang dari kelompok Souji pun dimulai.


...


Kembali ke sisi kelompok dari Dafa, lebih tepatnya lagi, sisi Rafi, Sora, dan Akane...


Di sana, terlihat ada Sora yang sedang membaca sebuah buku, dengan Akane yang sedang mencoba sesuatu hal, sementara Rafi sedang mencoba untuk menggunakan Magic yang dirinya biasa gunakan di Bumi.


Dimulai dari sisi Sora...


Saat ini, gadis Natsuki itu sedang memeriksa salah satu dari dua Unique Skill yang dirinya miliki, di mana Unique Skill tersebut adalah [Magic Book].


Unique Skill tersebut, sepertinya berhasil dirinya dapatkan dari menjadi [Sage] pertama dalam satu abad terakhir ini, di mana hal itu sepertinya mengambil bentuk dari sebuah buku sihir, alias Grimore.


Ada beberapa fungsi dari Unique Skill ini, di mulai dari dapat menyimpan lima jenis sihir di dalamnya, menggabungkan berbagai jenis sihir, hingga menciptakan sebuah sihir baru, melalui berbagai macam proses yang kompleks.


Selain hal-hal tersebut, Unique Skill ini pun sepertinya memberi penggunanya keuntungan yang cukup besar dalam pertempuran, karena dengan bantuan dari Unique Skill ini, pengguna jadi tidak perlu lagi melalui proses rapalan, dari sebuah Magic, yang biasanya perlu dilakukan untuk menggunakannya.


Sementara Unique Skillnya yang satu lagi, yang namanya itu adalah [Book Lovers], gadis Natsuki ini abaikan begitu saja, hanya karena dia yang masih tidak begitu mengerti dengan fungsi dan cara penggunaannya.


Oh ya, berkat Unique Skill [Magic Book] ini juga, akhirnya Sora bisa sedikit memahami, tentang cara kerja Magic di Dunia tersebut.


Dimana, tampaknya sih Magic ini adalah perwujudan dari sebuah "gagasan" yang menghasilkan beberapa efek, sesuai dengan hukum yang sudah ditentukan.


Sebagai contoh, jika Magic melepaskan gambar yang "menghilangkan panas" atau "membakar benda", dalam bentuk energi, dan sebagai efek tambahan, dihasilkanlah fenomena fisik seperti es dan bola api.


Selain itu, karena fenomena fisik bukanlah fokus utama dan subjek utamanya adalah gambar yang diwujudkan, efeknya diperluas ke bentuk kehidupan spiritual.


Magic ini pun sepertinya terbagi ke dalam beberapa jenis, tapi ada empat jenis yang utama, yaitu;


Elemental Magic, atau Aspectual Magic – Hal ini adalah Magic yang dilemparkan langsung menggunakan Mirumcules. Ini beroperasi dengan mengendalikan sihir di sekitarnya untuk membengkokkan hukum alam, menggunakan kekuatan mental dan mantra perapal mantra gunakan sebagai media. Magic yang lebih kuat akan membutuhkan konsentrasi yang lebih besar dan mantra yang lebih lama.

__ADS_1


Selain itu, karena fenomena yang tercipta tidak terpengaruh oleh faktor fisik lainnya – seperti, api magis yang disulap menggunakan sihir elemen tidak dapat dipadamkan oleh air biasa. Tapi, itu dapat terganggu atau dinonaktifkan oleh mantra dan properti yang memengaruhi sihir, seperti "Magic Jamming" atau "Holy Field".


Terus, ada Spiritual Magic, atau Spirit Magic – Dimana, hal ini memiliki banyak mantra ofensif yang mirip dengan Elemental Magic. Hal itu pun meminjam kekuatan dari Spirit (paling umum Elementals) dengan menggunakan sejumlah kecil energi pengguna sebagai katalis. Spiritual Magic ini pun masih dapat dilakukan, meskipun berada di dalam sebuah medan anti-magic yang aktif, karena hal ini memanfaatkan makhluk yang keberadaannya di dasarkan pada fenomena alam, alias mematuhi hukum fisika yang ada.


Bukan hanya itu saja, Spiritual Magic ini pun tidak memerlukan nyanyian dan siapa pun dapat menggunakannya, selama mereka terhubung dengan Spirit terkontrak mereka. Namun, perlu di ingat, kalau perlu juga untuk disukai oleh Spirit untuk dikenali dan membentuk sebuah kontrak.


Pengguna dari Spiritual Magic ini dengan level yang lebih tinggi bahkan dapat memanggil Spirit terkontrak mereka dan menggunakan kekuatan mereka secara langsung, dengan memerintahkan mereka untuk menyerang atau bergabung dengan pemanggilnya.


Kemudian, ada Holy Magic – pada dasarnya adalah Magic yang memanipulasi energi suci dan memurnikan Magic melalui kekuatan "Iman" pengguna dan terkadang "Keajaiban". Ini dapat dianggap sebagai jenis Spiritual Magic yang membutuhkan perjanjian dengan Spirit yang bersifat "ilahi".


Holy Magic dapat diterapkan pada berbagai macam efek, termasuk menghilangkan kutukan, menyembuhkan penyakit, dan menyembuhkan luka. Meskipun jumlah mantra ofensifnya rendah, mereka sangat efektif untuk melawan hampir semua jenis monster.


Dan yang terakhir, ada Number Magic, atau Imaginary Magic – Dimana, ini adalah satu-satunya Magic yang tidak begitu bisa Sora pahami, kecuali fakta, kalau hal tersebut agak mirip dengan sistem pemrograman yang ada di Bumi.


Selain hal itu, bisa di bilang, Sora tidak mengerti apapun tentang hal tersebut.


Lalu, selain empat yang utama itu, ada juga beberapa cabang lainnya, seperti contohnya itu adalah Runecraft yang agak mirip dengan Nivis Rune yang biasanya digunakan oleh Dafa, dan Summoning Magic yang biasanya sih digunakan untuk memanggil Demon atau Spirit.


Dimana, pada saat ini Sora sedang mencoba untuk memahami Elemental Magic, sekaligus mencoba untuk menggunakannya, hanya agar setidaknya, gadis Natsuki itu bisa berguna untuk Dafa, dan tidak hanya menjadi beban.


Di sisi Akane sendiri, dia saat ini sedang mencoba untuk memahami salah satu fungsi dari tiga kemampuan Unique Skill yang dirinya miliki.


Itu bukan karena dia tidak bisa memahaminya. Hanya saja, fungsi dari hal ini cukup membingungkan, apalagi salah satu Unique Skill yang dirinya miliki.


Oh ya, ngomong-ngomong, gadis Vertzlicte ini memiliki tiga buah Unique Skill, yaitu [Einherjar], [Conglomerate], dan [Reverser], sementara Job Classnya sendiri adalah [Valkyrie].


Selain Unique Skill [Reverser] miliknya, Akane bisa di bilang cukup memahami fungsi dari Unique Skillnya yang lain.


Seperti contoh itu, Unique Skill [Conglomerate] miliknya ini, di mana salah satu fungsinya itu adalah untuk membuat setiap hal yang berhubungan dengan bisnis, baik dalam bentuk Skill, atau pun tindakan, yang dirinya ambil, akan dipermudah, dan dia pun di beri kemampuan percepatan pikiran hingga seribu kali lipat, serta proses berpikir paralel.


Sebenarnya sih, masih ada beberapa fungsi lagi dari Unique Skill tersebut, tapi karena dia masih jauh lebih penasaran dengan yang pertama, jadi gadis Vertzlicte ini memutuskan untuk mengabaikannya saja dulu.


Dimana, setelah di cari tahu lebih lanjut, ternyata Unique Skill [Einherjar] yang dirinya dapatkan ini, hal itu dikarenakan Akane yang menjadi [Valkyrie] pertama, dalam satu abad terakhir ini.


Fungsi utama dari Unique Skill ini pun, sepertinya adalah untuk menciptakan salinan sempurna dari pengguna, alias sebuah Avatar, tapi avatar tersebut hanya memiliki statistik dasar yang mirip saja dengan pengguna, dan hanya bisa mengakses Skill hingga tingkat Extra Skill saja, di mana avatar ini tidak dapat menggunakan sihir dan Skill pada tingkat Unique Skill ke atas.


Selain fungsi utamanya itu, Unique Skill ini memiliki beberapa fungsi yang lainnya, seperti memberi Akane semacam karisma dari seorang Hero, peningkatan melawan musuh-musuh bertipe jahat, hingga meningkatkan afinitasnya terhadap Holy Magic.


Jadi, intinya sih, saat ini Akane sedang mencoba untuk memahami cara kerja dari Unique Skillnya yang itu, agar dia tidak terus menjadi beban bagi Dafa.


Tentu saja, gadis Vertzlicte ini pun masih mencoba untuk melatih Magicnya, dari Magic yang berasal dari Bumi, mengikuti apa yang di sarankan oleh Dafa, sebelum remaja laki-laki itu fokus dengan pembuatan lengannya.


Oh ya, ngomong-ngomong, ketiga orang tersebut sebenarnya sudah di beri beberapa saran oleh Dafa, jika saja mereka ingin melatih, atau pun belajar cara menggunakan, Magic yang berasal dari Bumi.


Dimana, sementara Sora yang sepertinya lebih memilih untuk mendalami Magic yang berasal dari Dunia tersebut, di sisi lain, Akane dan Rafi memiliki pemikiran yang sebaliknya, di mana itu mungkin karena Job Class mereka yang berbeda.


Lagi pula, set status milik Sora lebih mengarah untuk menjadi seorang Penyihir dari Dunia ini, sementara dua yang lainnya itu lebih ke arah pejuang, seperti Akane yang adalah seorang [Valkyrie], dan Rafi yang adalah seorang [Flames Saber].


Intinya sih, ketiga orang itu kemudian terus berlatih, hingga Dafa keluar dari ruang singgasana, untuk memberi tahu mereka, kalau waktu makan siang sudah tiba.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note:


Yayy!! Update lagi!!!


Di dalam bab kali ini, ada beberapa info tentang geografi Dunia tersebut, hingga info tentang Magic yang ada di sana, dan berakhir dengan beberapa info tentang Job Class dan Unique Skill yang para gadis kelompok Dafa miliki, tapi tidak dengan para laki-lakinya.


Jika ada yang bertanya, kenapa keduanya tidak di beri tahu, maka author hanya bisa menjawab, kalau itu nanti akan di kasih tunjuk, tapi bukan sekarang, waktunya masih belum tepat, apalagi mengingat Skill yang kedua orang itu miliki, bisa di bilang agak sedikit bermasalah dalam informasinya.


Selain itu, di dalam bab kali ini pun, kita diperlihatkan, kelompok dari Souji yang sepertinya sedang dalam perjalanan menuju ke suatu kita bernama Handel.


Untuk kota tersebut, mungkin akan ada sedikit penjelasan di bab selanjutnya, karena di bab selanjutnya bakal di dominasi oleh sudut pandang kelompok Souji.


Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.


Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2