
Chapter 13 : Akhir Yang Anti-******* Dari Seorang Demon Lord & Informasi Yang Begitu Menyebalkan.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Souji)
"Apa-apaan yang barusan itu?"
Itu benar sekali. Baru saja, aku bisa merasakan niat membunuh yang benar-benar sangat mengerikan, apalagi di tambah dengan konsep kematian yang begitu pekat yang menyatu dengannya...
Hanya saja, meskipun dikatakan begitu, tapi sebenarnya ada sesuatu hal yang menarik dari hal ini.
Dimana, hal tersebut adalah... 'Kenapa hal ini malah membuatku teringat dengan murid pindahan itu?'
Lagi pula, jika tentang niat membunuh, aku yakin murid pindahan itu tidak akan kalah dari siapapun, karena aku sudah pernah merasakan, seberapa mengerikannya niat membunuh milik pria tersebut.
Hanya saja... 'Siapa orang yang berani sampai membuat orang ini mengeluarkan niat membunuhnya hingga seperti itu?'
Meskipun masih bingung dan penasaran tentang hal tersebut, tapi aku segera memutuskan untuk mengabaikannya saja, hanya karena asal dari niat membunuh ini yang terasa aneh, karena seperti berada di mana-mana.
Sementara aku sendiri sih, aku hanya pergi kembali saja ke markas sementara kami, hanya untuk melihat, siapa saja yang sudah bangun, mengingat matahari sudah mulai terbit.
...
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Orang Ketiga)
Itu adalah pertama kalinya dalam hidup pria tersebut, dirinya merasa segalanya benar-benar menjadi sangat berantakan.
Hal tersebut jauh lebih parah, ketimbang pada saat dirinya berurusan dengan Bael – sang Demon Lord pertama, di masa lalu. Karena, jika waktu itu, dirinya masih bisa selamat, berkat pengampunan dari sang Demon Lord tersebut, tapi saat ini sepertinya tidak akan sama seperti waktu itu.
Kenapa? Itu karena... "Jadi, apa kamu yang namanya Zagan?"
Meskipun nada suaranya tampak terdengar sangat imut dan ceria, tapi mata dan ekspresi wajahnya mengatakan hal yang sebaliknya, di tambah dengan niat membunuh yang begitu mengerikan, yang terus terpancar dari sekitarnya, hal tersebut membuat pria itu hanya bisa menelan ludahnya saja dengan penuh kegugupan.
"Ma... Aku juga tidak begitu peduli sih dengan jawaban mu, itu karena aku sudah menemukan jawabanku sendiri, yang pastinya lebih bisa di percaya, dari pada dirimu."
Sosok dengan niat membunuh yang begitu mengerikan itu segera berbalik dan berjalan menuju ke arahnya, yang tentunya menyebabkan pria tersebut buru-buru berbalik untuk melarikan diri dari sana.
Hanya saja...
*Ctar* *String* *String* *String*
__ADS_1
Entah dari mana, secara tiba-tiba ribuan benang muncul dari udara kosong dan melilit kedua lengan dan kaki miliknya, hingga menyebabkan pria tersebut melayang di udara, tanpa bisa melakukan hal apapun, karena mulutnya pun sudah tertutupi oleh lilitan dari benang itu.
Satu-satunya hal yang pria itu bisa lakukan sekarang ini hanyalah, pasrah dengan nasibnya saja, sambil terus menatap sosok yang tertutupi oleh kabut hitam yang ada di depannya dengan penuh ketakutan.
Mungkin, karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan olehnya, pria tersebut kemudian mulai menatap sosok yang ada di depannya ini dengan begitu seksama.
Dimana, setelah menatapnya dengan penuh seksama, pria itu kini mulai menyadari, kalau sepertinya ada tiga sosok lain di sekitaran sosok yang tertutupi oleh kabut hitam ini.
Dimulai dengan sosok berwarna putih keemasan yang menempel di sisi kanan tubuhnya, sosok berwarna hijau yang menempel di belakangnya, dan terakhir ada sosok yang berwarna hitam keunguan menempel di samping kirinya, di mana sosok yang terakhir inilah yang tampak memiliki aura kehadiran yang paling mematikan.
'Sialan... Apa salahku? Kenapa aku harus menerima seluruh hal ini?'
Meskipun memang terlihat bingung dengan hal tersebut, tapi pria itu sebenarnya sudah bisa agak menebak, tentang hal apa yang sedang terjadi, apalagi setelah melihat kehancuran seperti apa, yang ada di dekat kastil tersebut.
Jadi, dengan emosi yang bergolak di dalam dirinya. Akhirnya, pria tersebut – Zagan, sang Demon Lord Keenam Puluh Satu, ?, menemui ajalnya di tangan dari seseorang yang identitasnya tidak dirinya ketahui.
...
Duduk di singgasana yang ada di dalam ruangan tersebut, mata hitam keunguan milik Dafa terlihat terus saja menatap mayat yang berada di depan pintu masuk menuju ke ruangan itu, dengan tatapan mata yang gelap, seakan-akan tidak ada siapa pun di baliknya.
Lagi pula, sebelum remaja itu membunuh pria tersebut, dia tentunya tidak lupa untuk membaca seluruh ingatan milik pria itu, dengan menggunakan Nivis Rune yang dirinya miliki.
Hanya saja, setelah membaca ingatan milik pria tersebut, sebuah masalah yang cukup besar dan bermasalah, bisa di bilang, baru saja muncul di depan dirinya, di mana hal itu adalah...
Itu benar sekali. Seperti yang baru saja di pikirkan oleh Dafa, kalau Demon Lord Zagan ini rupanya hanyalah wayang dari seseorang, di mana seseorang ini sepertinya adalah salah satu bawahannya sendiri.
'Tidak, pasti bawahannya pun adalah wayang dari seseorang.'
Lagi pula, tidak mungkin bawahan dari pria ini, yang bisa di bilang jauh lebih lemah dan lebih bodoh dari pria tersebut, berani dan bahkan, bisa membodohinya...
Jujur saja, memikirkannya saja sudah terlihat sangat tidak masuk akal sama sekali, kecuali memang ada orang lain di baliknya, yang memandu pergerakan dari bawahannya ini.
'Kalau memang benar, terus siapa dalang sebenarnya di balik seluruh hal ini?'
Inilah inti dari masalah utamanya, karena dia masih bingung harus memulai mencari dalang utamanya dari mana, mengingat remaja itu baru saja tiba di Dunia ini kemarin, yang artinya pengetahuannya tentang Dunia ini masih sangatlah minim.
Memang sih, remaja tersebut bisa menggunakan Orobas untuk dijadikan sebagai kamus berjalannya, tapi masalahnya itu, gadis Demon Lord tersebut tidak mungkin mengetahui segala hal tentang Dunia ini, apalagi mengingat kepribadiannya itu, membuat segalanya menjadi jauh lebih tidak bisa di percaya lagi.
'Apa yang sekarang harus aku lakukan?'
Sambil menatap langit-langit hancur yang ada di ruangan tersebut, Dafa kemudian mulai memikirkan rencana dirinya untuk ke depannya dengan lebih serius lagi, sampai tiga orang yang lainnya bangun.
...
__ADS_1
Di tempat yang lainnya...
Seorang wanita iblis, yang memiliki rambut hijau agak pucat, bisa terlihat sedang menatap sebuah bola orb yang ada di depannya, dengan ekspresi yang sangat dingin di wajahnya.
Tidak jauh dari wanita tersebut, tampak ada seorang pria iblis dengan penampilan yang hampir identik dengan wanita itu, hanya dengan perbedaan di bagian matanya saja yang warnanya jauh lebih gelap, di mana dia terlihat sedang membaca sebuah buku dengan tenang.
"Hmm? Apa orang ini pun gagal juga?" Pria iblis itu bertanya dengan penuh kebingungan, pada saat dirinya mengalihkan pandangannya ke arah sebuah bola Orb yang ada di dekatnya.
Wanita iblis yang ada di dekatnya, dia awalnya hanya membalasnya dengan anggukkan ringan saja, sebelum orang itu berkata; "Ya, sepertinya, dia di bunuh oleh salah satu dari orang-orang 'Itu'."
"Maksudmu ini, para Hero tidak berguna itu?"
"Tidak, salah satu orang yang memutuskan pergi dari kelompok para Hero tersebut."
Setelah mendengar hal itu, pria ini kemudian segera memasang ekspresi wajah serius, pada saat dia mulai menatap bola Orb itu dengan lebih seksama lagi.
Dan, di sana, pria itu bisa melihat, kalau ada sesosok bayangan hitam yang begitu pekat sedang duduk di atas dari sebuah kursi singgasana, dengan hal yang tampak seperti matanya ini terus memandangi mereka dengan sangat intens.
Ada sedikit permasalahan di dalam hal tersebut, di mana permasalahannya itu adalah... "Orang ini... Apa dia memang sedang menatap langsung ke arah kita?"
Untuk pertama kalinya, wajah dingin milik wanita itu hancur, setelah sebuah suara terdengar menggema di dalam ruangan tersebut, di mana hal itu sepertinya berasal dari dalam bola Orb tersebut.
"Hohh~ Jadi, apa kalian dalang utama dari seluruh hal ini? Atau hanya, salah satu wayang dari dalang aslinya saja?"
Kemudian, bola Orb tersebut segera retak, sebelum dengan cepat, hal itu pecah berkeping-keping, sambil mengirimkan sebuah gelombang energi yang cukup kuat, hingga membuat seluruh ruangan yang ada di sana hancur berantakan.
Begitu saja, Dafa mulai semakin mendekati kebenaran di balik terjadinya pemanggilan Hero, tanpa perlu usaha yang begitu keras, itu karena...
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
Author Note:
Yayy! Update lagi!!!
Di dalam bab kali ini, ada cukup banyak hal yang membingungkan di dalamnya, seperti Zagan yang mati dengan begitu mudahnya di tangan MC kita, hingga kemunculan dari dua karakter baru lain, yang sepertinya sih menjadi salah satu kandidat potensial, dari alasan kenapa pemanggilan Hero bisa terjadi.
Meskipun memang ada begitu banyak hal yang membingungkan, tapi tenang saja, karena di bab-bab mendatang, hal-hal tersebut nantinya akan terjawab juga.
Jadi, yang diperlukan dalam hal ini hanyalah masalah waktu saja, sebelum segalanya terungkap.
Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.
Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!