Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 01


__ADS_3

Chapter 01 : Pemanggilan Pahlawan.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Souji)


Aku, yang menutup kedua mata ku menggunakan kedua tanganku dan tentunya menutupnya rapat-rapat, perlahan-lahan mulai menyadari bahwa orang-orang yang ada di sekitar ku tengah menggumamkan sesuatu dan dengan sedikit ragu, aku mulai membuka mata ku.


Aku yakin, saat ini aku pasti tampak seperti orang bodoh, ketika aku sedang melihat sekeliling ku.


Lalu, hal paling pertama yang di lihat oleh mata ku ini adalah sebuah lukisan dinding besar. Lukisan dinding, yang kira-kira membentang sepanjang sepuluh meter, menggambarkan sosok yang sedang tersenyum samar, yang jenis kelaminnya ini sudah bisa dipastikan adalah perempuan, diliputi oleh lingkaran cahaya, rambut pirang emasnya mengalir bebas dibelakang punggungnya. Di latar belakang dari lukisan ini adalah dataran, danau dan gunung. Sosok itu juga memiliki kedua lengan yang yang terbentang lebar, seakan-akan sedang mencoba untuk meraih semua itu.


Lukisan ini menurutku adalah karya seni yang lumayan indah dan menakjubkan. Tapi entah mengapa, aku merasa kedinginan dan tulang punggungku sedikit bergidik, pada saat lukisan itu mulai menatap ku.


Tentu saja, pada saat aku merasakan hal itu, aku langsung dengan cepat mengalihkan tatapan ku dari lukisan tersebut.


Ketika aku kembali mencoba untuk memeriksa sekitarku, aku segera menyadari kalau aku saat ini sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas.


Selain itu, seluruh ruangan ini juga sepertinya terbuat dari semacam batu putih yang berkilau dan terasa sangat halus pada saat disentuh. Marmel? Mungkin. Kemudian, ada juga pilar besar dengan pahatan yang di ukir di dalamnya naik ke langit-langit kubah yang menjulang tinggi.


Singkatnya itu, ruangan ini benar-benar terlihat menyerupai semacam Katedral Besar.


Aku, atau mungkin lebih tepatnya lagi adalah kami, saat ini sedang berdiri di atas semacam alas yang terletak di ceruk terdalam dari ruangan ini. Kami naik di atas lingkungan sekitar kami. Semua orang tampaknya melihat sekeliling mereka dengan tercengang, sama seperti ku. Namun, aku berhasil pulih dengan cepat, berkat perdebatan ku dengan Masu-chan setiap hari.


Lagi pula, gadis itu benar-benar sangat menyebalkan. Namun, di saat yang bersamaan juga terlihat sangat imut. Jadi, terkadang aku cukup kerepotan dengan tingkah lakunya itu, apalagi mengingat dia itu adalah seorang Tsundere, membawa segalanya ke level yang lebih tinggi lagi.


Memutuskan untuk berhenti memikirkan hal itu. Aku kemudian berbalik, berusaha untuk melihat apa yang ada dibelakangku.


Dan seperti yang sudah aku duga, Shinomiya-san tampaknya masih menatap sekitarnya dengan sangat linglung. Tapi, karena aku melihat dia tidak terluka sama sekali, jadi aku langsung menarik nafas lega.


Setelah memastikan keselamatan dari Shinomiya-san, aku kemudian segera kembali melihat sekitar ku, hanya untuk menyadari betapa banyaknya orang yang ada di dalam ruangan ini.


Sepertinya, bukan hanya beberapa orang siswa saja yang ada di sini. Namun, hampir semua orang yang sebelumnya berada di dalam gedung sekolah ada di tempat ini juga.


Alasan kenapa aku langsung menarik kesimpulan seperti itu adalah, karena seperti yang sebelumnya aku katakan, selain siswa, di sini pun ada beberapa guru dan juga staff, yang tentu saja kebanyakan dari mereka tidak terlalu aku kenali. Meski begitu, tatapan ku kembali terhenti, pada saat aku melihat ada seseorang yang begitu akrab dengan ku.


Ya, dia ini adalah orang yang membuatku mengalami seluruh cemoohan di sekolah dan merusak reputasi ku hingga ke akar-akarnya.


Yup, tentu saja, orang itu tidak lain adalah Aizawa Saki.


Dia ini merupakan Ketua Dewan Siswa dan murid terbaik di 'Ryuuji Gakuen'. Saki juga merupakan salah satu dari kecantikan paling cantik di sekolah, dan dia juga sering dipuja sebagai salah satu Dewi yang ada di sekolah kami.


Yahh... Aku juga tidak terlalu bisa menyangkal hal itu sih.


Kenapa? Itu karena, dia ini adalah seorang gadis cantik dengan kulit putih halus yang tampak seperti sebuah salju. Rambut panjangnya berwarna putih platinum yang mengalir bebas di belakang punggungnya hingga mencapai pinggulnya dan terlihat juga, kalau rambutnya itu di ikat dengan sebuah pita biru-merah di sisi kanannya. Ia juga memiliki mata almond berwarna Aqua yang tampak sangat indah dan memikat, serta memiliki ketegasan yang bercampur dengan kebaikan di dalamnya.


Tingginya ini mencapai sekitar 172 sentimeter, dia bisa dibilang sedikit lebih tinggi untuk gadis seusianya. Hal itu, dikombinasikan dengan tubuhnya yang ramping dan tampak sedikit kokoh dengan aura anggun yang terpancar keluar darinya, membuatnya terlihat seperti seorang putri yang keluar dari negeri dongeng.


Namun, bagiku dia ini tidak lebih dari seorang bajingan menjengkelkan yang membuat kehidupan sekolah ku hancur.


Ngomong-ngomong, fakta paling menarik sekaligus menyebalkannya itu adalah, gadis ini ternyata adalah teman masa kecil ku.


Yahh... Meskipun aku mengatakan semua hal itu, tapi aku sebenarnya sudah tidak ingin lagi berurusan dengannya.


Lagi pula, untuk apa aku buang-buang waktu dengan sampah sepertinya? Hal itu benar-benar sangat membuang waktu ku yang berharga saja.


Selain itu, apa pun yang terjadi saat ini, aku berharap jika aku tidak akan berada di dekatnya lagi.


Pada saat aku mulai memikirkan hal-hal seperti itu, Saki sepertinya mulai menyadari tatapan ku, yang tentu saja membuat ku secara refleks mengalihkan tatapan ku darinya. Aku juga bisa melihat dari sudut mata ku, kalau dia sepertinya mulai menatap ku dengan cukup... aneh?


Jujur saja, aku tidak tahu mengapa, tapi semenjak enam bulan yang lalu, gadis ini tampaknya mulai menatap ku dengan lumayan aneh. Dan hal itu cukup mengganggu ku.


Akan tetapi, jika aku melakukan protes seperti itu, pastinya akan berakhir dengan aku yang menjadi seseorang yang bersalah dan diskors.


Sial, mengingat kejadian itu benar-benar membuat ku menjadi agak kesal.


Namun, sebelum aku bisa memikirkan apa pun lagi, aku tiba-tiba saja mendengar sebuah suara dari sisi kanan ku, yang membuat ku sedikit terkejut.


"Selamat datang di Kingdom of Groxia, para Hero Pemberani. Dengan senang hati kami menyambut kalian semua di sini. Aku adalah raja dari kerajaan ini, Denis SC Groxia. Merupakan sebuah kehormatan untuk bisa berkenalan dengan kalian semua."


Aku secara refleks langsung mengalihkan pandangan ku ke arahnya, tepat ketika suara itu mulai terdengar, dan hal yang pertama kali aku identifikasi sebagai pemilik dari suara ini adalah seorang pria paruh baya berusia sekitar empat atau lima puluh tahunan. Karena, orang ini adalah satu-satunya orang yang berpakaian sangat luar biasa dari pada orang-orang di sekitarnya. Ia juga terlihat mengenakan semacam mahkota yang tampaknya terbuat dari emas asli di atas kepalanya.


Sejujurnya, pria paruh baya mungkin saja bukan kata yang cocok untuk menggambarkan orang ini. Karena, dia memiliki beberapa keriput di wajahnya, yang membuatnya tampak seperti pria tua berusia di atas usia sekitar enam puluh tahunan.


Kemudian, pria yang menyebut dirinya ini Denis, mengatakan hal tadi dengan senyum baik di wajahnya, sebelum dia membawa kami semua yang masih bingung ke ruangan lain yang dilengkapi dengan kursi dan meja panjang, di mana dia mengatakan akan lebih mudah untuk berbicara di sana.


Ruang baru yang saat ini kami semua tempati itu sama luar biasanya dengan ruangan yang sebelumnya. Terlebih lagi, tata letak dari ruangan ini pun sangat menyiratkan bahwa ini adalah ruang pertemuan.


Kelompok dari kepala sekolah - Ryuuji Asahi - dan Saki, yang terdiri dari tujuh orang, mengklaim kursi di meja mereka masing-masing, dan kebanyakan pengikut mereka semua mengatur diri mereka sendiri di sekitar mereka, sementara aku sendiri berakhir duduk di kursi ketiga dari pojok dekat pintu keluar.


Ngomong-ngomong, di sebelah kiri tempat aku duduk saat ini ada Shirokin Kyouya. Dia itu adalah satu-satunya teman laki-laki yang aku punya di sekolah ini.


Dan, berbanding terbalik dengan ku, Kyouya bisa terbilang cukup populer dikalangan gadis-gadis. Karena, bukan hanya wajahnya saja yang bisa terbilang tampan, tapi dia juga hebat dalam bidang olahraga dan sebagai tambahan, dia memiliki nilai yang bagus.


Rambut miliknya berwarna hitam dengan sedikit warna pirang di beberapa bagiannya (terlebih lagi di bagian depannya), di mana dia juga terlihat memiliki poni yang mencapai dagunya dan terlihat menutupi salah satu mata miliknya yang berwarna jade. Tingginya berkisar di 181 sentimeter, dan meskipun tubuh miliknya tampak ramping, tapi orang-orang masih bisa melihat otot-otot yang dirinya miliki.


Kyouya ini bisa dikatakan adalah orang yang cukup baik, namun lumayan penyendiri.


Sejujurnya, meskipun dia sering terlihat seperti seseorang yang tampak energik dan baik hati. Namun, di balik seluruh hal itu, sebenarnya dia ini adalah seorang otaku yang hampir mencapai level 'MOE'.


Yup, kalian pasti terkejut, bukan? Yahh... Lagi pula, bagaimana bisa seorang karakter tipe ikemen seperti dia ini memiliki sisi tersebut? Tentu saja, aku tidak tahu.


Maksudku, aku tidak tahu secara spesifiknya, alasan dari kenapa dia bisa menjadi seorang otaku seperti itu. Tapi, dia pernah bilang kepada ku, kalau dia ini menjadi sangat menyukai semua hal itu karena tekanan yang diberikan oleh keluarganya.


Yahh... Aku tidak pernah terlalu mengungkit-ungkit hal itu sih. Karena, semua orang itu memiliki privasinya masing-masing. Jadi, memaksanya untuk mengatakannya lebih jauh dari itu malah akan membuat ku terlihat aneh.


Mari kita ke sampingkan hal ini terlebih dahulu. Karena, sepertinya beberapa hal di sebelah kanan ku ini mulai menjadi sangat rusuh.

__ADS_1


"Sudah Sanada bilang, bukan? Kalau Sanada-lah yang pertama mendapatkan tempat duduk ini!! Jadi, Sanada-lah yang akan duduk di sebelah Souji-senpai!!" Teriak seorang gadis mungil yang memiliki rambut panjang berwarna merah muda dan mata almond berwarna ungu ini dengan marah. Rambut miliknya pun terlihat di ikat dalam gaya twintail menggunakan sebuah pita berwarna biru-putih.


Dia memiliki wajah yang sangat imut, dan wajahnya itu pasti akan membuat seseorang ingin selalu melindunginya. Serta, hal yang paling mencolok darinya itu adalah dua buah antena, atau mungkin aku bisa menyebutnya sebagai ahoge? yang berada di atas kepalanya.


Ngomong-ngomong, nama dari gadis ini adalah Hiiro Sanada. Dia merupakan teman masa kecil ku, di mana dia itu berada di kelas 10C dengan nilai yang lumayan bagus.


"Apa-apaan dengan perkataan mu itu, Hiiro-chan!! Aku adalah orang yang pertama kali dengan Shimotsuki-kun!! Jadi, akulah yang akan duduk di sini!! Kamu pergilah cari tempat duduk lain!!" Bantah seorang gadis muda cantik, yang tidak lain adalah Shinomiya Hina, atas perkataan dari gadis berambut merah muda tadi dengan nada marah.


Kemudian, pada saat percakapan itu mulai ingin menjadi semakin memanas. Akhirnya orang lain, selain kedua gadis ini, memutuskan untuk angkat bicara.


"Apa sih yang kalian berdua lakukan!? Lihat? Kita semua sudah menjadi pusat perhatian! Lagi pula, untuk apa kalian berdua rebutan duduk di kursi yang berada di sebelah Souji-kun? Bukankah masih banyak kursi yang lainnya?"


Orang yang bertanya dengan nada tegas ini adalah salah satu Guru Matematika di sekolah kami, yaitu; Mikasa Ayano-sensei. Dia ini merupakan seorang guru yang di kenal sangat menakutkan oleh para murid, karena cara yang dia gunakan untuk mendidik anak-anak bermasalah itu bisa terbilang sangat ekstrim.


Ayano-sensei ini sendiri adalah seorang wanita dengan pesona feminin yang akan mengingatkan seorang otaku dengan milf-milf yang mereka puja. Terlebih lagi, dua buah surgawi miliknya bisa di bilang sangat besar melebihi rata-rata, dengan pantat dan pahanya yang sangat montok, menjadikan dia sebagai bahan sempurna untuk bos terakhir dari sebuah cerita He*ntai atau pun game Er*oge.


Rambut miliknya pun terlihat berwarna hitam dengan panjang yang mencapai pertengahan antara punggung dan pinggangnya. Matanya tampak berbentuk almond dengan warna biru gelap dan memancarkan cahaya tegas dari dalamnya, yang terkadang membuat orang yang sedang dia pandang terintimidasi.


Sial, saat ini aku benar-benar ingin menampar diri ku sendiri. Karena, bagaimana bisa aku mendeskripsikan guru ku sendiri seperti itu? Namun, mari kita lupakan hal itu untuk saat ini.


Pada saat aku mulai berpikir untuk berhenti memikirkan hal ini terlalu dalam, tiba-tiba saja muncul seorang gadis muda cantik, yang main seenaknya saja duduk di kursi yang berada di sebelah ku, yang tentunya hal itu membuat ketiga orang yang sedang berbicara ini terdiam.


"Fufufu~ Siapa cepat, dialah yang dapat! Lagi pula, kalian semua ini terlalu bodoh untuk bertengkar hanya karena hal-hal seperti ini, dan membiarkan tempat ini kosong. Jadi, akulah yang menang kali ini." Gadis muda itu mengatakan hal tersebut dengan ekspresi penuh kemenangan di wajahnya, yang membuat ketiga gadis yang tersisa langsung memiliki ekspresi jengkel di wajah mereka.


Namun, mereka semua tidak membalasnya, di mana ketiga orang itu hanya duduk di kursi yang tersisa saja, sambil menggumamkan berbagai macam hal yang membuatku menghela nafas ku dengan lelah.


"Cih! Karena Shinomiya-senpai idiot itu, Sanada jadi kehilangan kesempatan untuk duduk di sebelah Souji-senpai." Gerutu Sanada dengan nada yang dipenuhi oleh kebencian, sambil duduk di kursi yang ada di depan Kyouya.


"Sial, Miyouji lagi-lagi melakukan hal yang menjengkelkan. Lagi pula, bukannya dia yang curang di sini?" Shinomiya-san terus mengatakan hal-hal seperti itu dengan nada jengkel, sambil duduk di depan ku.


Ayano-sensei sendiri tidak mengatakan apa pun, dan masing-masing dari mereka hanya duduk di samping Shinomiya-san.


Aku benar-benar tidak bisa menahan diriku untuk tidak kembali menghela nafas ku dengan lelah. Karena, pada saat semua hal itu terjadi, hampir tidak ada orang yang tidak menatap ku dengan penuh kebencian, terutama para siswa dan guru laki-laki yang ada di sini.


Jujur saja, tatapan penuh kebencian dari mereka ini memang tidak memiliki pengaruh apa-apa untuk ku. Tapi tetap saja, ditatap seperti itu oleh hampir lima ratus orang benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan sama sekali.


"Aku turut prihatin terhadapmu, Souji-san. Karena, kamu harus menghadapi hal seperti ini setiap hari."


Aku yang mendengar perkataan mendadak dari Kyouya langsung segera menyangkalnya.


"Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dengan hal ini."


Kyouya yang mendengar jawaban ku itu, dia hanya menganggukkan kepalanya saja dengan ringan, dan tidak mengatakan apa pun lagi. Namun, dia masih terlihat sedikit khawatir, tapi aku kira dia juga sudah tidak terlalu memikirkannya lagi, setelah tadi aku bilang kalau aku baik-baik saja.


Menoleh sedikit ke kanan, aku langsung melihat seorang gadis muda dengan pesona cantik dan imut yang hampir sama besarnya. Rambut dari gadis ini berwarna merah dengan panjang yang mencapai pinggangnya dan di ikat dalam gaya kuncir kuda menyamping ke kiri menggunakan pita hitam-biru tua. Serta, mata milik gadis ini juga berbentuk almond dengan warna merah dan memiliki keceriaan di dalamnya.


Nama dari gadis ini adalah Miyouji Nagisa. Dia merupakan seorang idol terkenal yang sedang naik daun, dan bisa dikatakan juga sebagai selebriti yang sangat terkenal. Terlebih lagi, bukan hanya cantik, tapi dia juga memiliki sifat yang ceria, baik hati dan perhatian terhadap orang-orang yang ada di dekatnya, membuat popularitasnya dapat meningkat dengan sangat pesat dalam waktu yang cukup singkat.


Ngomong-ngomong, sepertinya hanya kami saja yang tadi membuat keributan di sini. Karena, hampir semua orang yang ada di tempat ini sangat tenang.


Alasan dari ketenangan dari semua orang ini adalah, karena mereka semua masih terlalu sibuk untuk memproses apa yang baru saja terjadi.


Yahh... Baiklah, mari kita lupakan hal itu untuk saat ini. Karena, orang yang menyebut dirinya raja ini mulai terlihat ingin memulai penjelasan yang dia miliki.


Namun, berbanding terbalik dengan pemikiran ku itu, si raja ini malah tidak mengatakan apa pun dan hanya mengangkat tangannya saja, seakan-akan sedang memberi isyarat, sebelum sejumlah troli memasuki ruangan, dan troli ini di dorong oleh sekelompok maid.


Sebagai tambahan, mereka semua ini adalah maid asli! Bukan seperti maid palsu yang bisa kalian temukan di tanah suci elektronik tertentu, maupun maid tua dan gemuk yang masih bisa ditemukan di berbagai negara eropa.


Jadi, singkatnya itu, mereka ini adalah maid asli, jenis yang setiap pria impikan!


Ahem! Bagi siapa pun yang ada di sana. Apakah kalian semua tahu? Bahkan, di dalam situasi yang tidak bisa di mengerti ini, keingintahuan dan nafsu birahi dari sebagian besar laki-laki, terutama mereka, remaja laki-laki, yang tak terpuaskan, membuat sebagian besar laki-laki memandangi para maid cantik ini, dengan tatapan yang cukup... menjijikkan? Entahlah.


Dan perlu di ingat juga, kalau aku ini bukan termasuk golongan orang-orang tersebut. Karena, paha milik Masu-chan mas- ahem! Maksudku itu adalah, karena aku ini adalah seorang pria yang tidak akan terjatuh dengan mudah ke dalam kecantikan dari para maid ini.


Ya, itu benar sekali. Hanya itu saja, tidak ada maksud atau pun penjelasan lain.


Ahem! Ngomong-ngomong, pada saat gadis-gadis itu melihat bagaimana cara para lelaki yang meleleh di atas para maid-maid ini, mereka mulai memelototi para lelaki dengan cara yang cukup dingin untuk membekukan jurang itu sendiri.


Meski begitu, entah mengapa, Shinomiya-san, Ayano-sensei, Sanada dan Nagisa mulai menatap ku dengan senyum berseri-seri, yang berbanding terbalik dengan tatapan mengancam mereka, dan sejujurnya, tatapan mereka ini benar-benar menakuti maid yang sedang menuangkan minuman untuk ku.


Pada saat hal itu terjadi, aku hanya bisa tersenyum kecut saja secara internal, dan aku memutuskan untuk meminta maaf kepada maid ini nanti.


Akhirnya, Raja Denis mulai berbicara, begitu semua orang telah disajikan minuman mereka.


"Sekarang, aku yakin kalian semua pasti merasa sangat bingung dengan situasi yang sedang kalian hadapi, bukan? Oleh karena itu, aku akan menjelaskan semuanya, mulai dari awal, yang kuminta adalah kalian mendengarkan ku sampai akhir."


Setelah mengatakan hal itu, Raja Denis kemudian memulai penjelasannya, dan penjelasan yang diberikan olehnya ini benar-benar sangat umum dan tidak masuk akal sama sekali, sehingga terdengar seperti sesuatu hal yang berasal dari sebuah buku fantasi.


Singkatnya itu, inilah yang dia katakan – Pertama, dia memberi tahu kepada kami semua bahwa Dunia ini itu bernama Hopheilig.


Di dalam Hopheilig ini sendiri tinggal berbagai macam ras yang berbeda-beda, dan pada awalnya, ras-ras itu dikategorikan dalam dua kategori besar, yaitu; Humanoid dan Demi-Human. Namun, pasca amukan dari seorang Dewi bernama Verly. Kategori ras-ras ini bertambah menjadi lima kategori besar yang berbeda, yaitu; Humanoid, Demi-Human, Demonoid, Mustan dan Mostan.


Lalu, penjelasan dari masing-masing hal itu adalah sebagai berikut;


Humanoid; Contoh mudah bagi makhluk tipe Humanoid ini adalah Manusia dan Elf. Lalu, makhluk dalam kategori Humanoid ini biasanya tinggal di bagian Barat dari Benua ini. Namun, tidak banyak juga makhluk dalam kategori ini yang membangun kerajaan mereka sendiri di bagian Benua lain.


Demi-Human; Contoh mudah bagi makhluk tipe ini adalah para Beastman dan Naga. Lalu, makhluk-makhluk dalam kategori Demi-Human ini biasanya tinggal di daerah Selatan dari Benua ini. Namun, tidak banyak juga makhluk dalam kategori ini yang tinggal di daerah lainnya. Seperti contohnya itu, para Naga yang membangun Negara mereka di pegunungan bagian Utara dari Benua ini.


Demonoid; Ini adalah ras baru yang tercipta dari bekas miasma yang ditinggalkan oleh Dewi Verly setelah amukannya. Lalu, contoh mudah dari makhluk tipe ini adalah para Demon Lord. Aku tidak terlalu paham sih tentang bagian ini. Namun, mereka dikatakan tinggal di bagian Utara dan Timur Benua. Meski begitu, masih belum ada jawaban pasti dari tempat di mana sebenarnya mereka tinggal.


Mustan; Ini singkatnya adalah ras dalam kategori Humanoid dan Demi-Human yang tercemar oleh miasma dari Dewi Verly.


Mostan; Ini singkatnya adalah semacam monster yang bermutasi akibat miasma Dewi Verly dan mendapatkan kecerdasan mereka sendiri.


Orang ini juga menceritakan kisah tentang beberapa era di masa lalu, dari yang di kenal sebagai Era Kehancuran, Era Keselamatan dan terakhir adalah Era Awal Terdengarnya Demon Lord.


Lalu, dia juga menjelaskan tentang era saat ini yang di kenal sebagai Era Kedamaian. Meskipun dia juga mengatakan bahwa kedamaian di era ini bisa runtuh kapan saja. Sebab, sisa dari para monster yang tercipta dari miasma Dewi Verly, singkatnya para Demon Lord, ini masih menghantui berbagai macam ras, terutama ras Manusia. Karena, manusia adalah ras yang paling lemah di antara ras yang lainnya. Namun, merupakan salah satu ras yang memiliki tingkat populasi terbesar di Dunia ini.

__ADS_1


Kemudian, akhir-akhir ini juga, dikatakan kalau para Demon Lord ini mulai kembali menyerang. Namun, tempat-tempat yang mereka serang itu kebanyakan adalah pemukiman dari ras Manusia, dan hal itu menyebabkan manusia kembali terjun ke dalam krisis yang sudah lama tidak mereka rasakan dan mengancam eksistensi ras Manusia.


"Orang yang memanggil kalian semua ke sini adalah Dewi yang diberkati, Aurora. Dia adalah Dewi pelindung kita para Manusia, dan satu-satunya Dewa sejati dari Gereja Aurchi. Penguasa tertinggi yang menciptakan Dunia itu sendiri."


"Aku menduga Lady Aurora menyadari keadaan kita. Dia menyadari bahwa umat Manusia ditakdirkan untuk dimusnahkan, jadi dia memanggil kalian semua ke sini untuk mencegah bencana semacam itu."


"Kalian para Hero adalah manusia dari Dunia yang lebih besar dari kita, dan karena itu, kalian pasti membawa kekuatan dalam diri kalian yang melampaui Manusia di Dunia ini. Terlebih lagi, 72 orang di antara kalian."


Denis terdiam sejenak, sebelum seseorang disebelahnya melanjutkannya dengan ragu; "Atau paling tidak, itulah yang ditunjukkan kepada ku dalam wahyu ilahi yang aku terima."


Jujur saja, orang ini tidak cocok dengan adegan itu. Karena, semuanya dari awal penjelasan ini di mulai memang sudah sangat-sangat sempurna. Tapi tetap saja, kepalanya itu loh, kepalanya.


Sial, coba saja jika kepala dari orang ini tidak botak seperti itu. Terlebih lagi, dia ini sama sekali tidak memiliki sedikit pun rambut di kepalanya, dan hal itu benar-benar merusak seluruh perkataan melankolis dari si Raja Denis ini.


Huhh... Sigh! Aku turut berduka cita atas permainan mu yang sudah dihancurkan oleh si botak ini, Raja Denis.


Lagi pula, aku juga harus berterima kasih kepada si botak ini. Karena dia berbicara, jadi aku bisa tahu alasan dari kenapa aku merasa seperti ada yang salah dengan cerita dari orang ini.


Pada saat aku sedang memikirkan hal-hal itu, Raja Denis kemudian kembali melanjutkan perkataan miliknya; "Bagaimana pun juga, kumohon kalian semua untuk melakukan apa yang Lady Aurora inginkan kepada kalian. Tolong, kalahkan ketujuh puluh dua Demon Lord dan selamatkan umat Manusia dari kehancuran." Dia tampak kesal pada saat mengatakan hal itu. Orang itu pasti saat ini sedang mengingat tentang si botak itu yang menceritakan mengenai wahyu miliknya, atau sejenisnya.


Ngomong-ngomong, menurut Raja Denis juga, lebih dari 75% manusia yang ada di Dunia ini itu menghormati Goddess of Creation - Aurora, dan mereka yang menerima penglihatan ilahi seperti si botak ini, tanpa pengecualian apa pun, pasti akan segera di beri posisi berpangkat tinggi di dalam Gereja Aurchi.


Pada saat ini, aku yakin mayoritas dari orang-orang yang ada di sini pasti sedang berpikir seperti ini; 'Bagaimana bisa memutarbalikkan sebuah Dunia bagi orang-orang untuk mempercayai "Kehendak Dewa" dengan senang hati tanpa pertanyaan apa pun, dan betapa berbahayanya keyakinan semacam itu.' Pasti hal-hal seperti itulah yang berada di dalam kepala mereka semua saat ini.


Yahh... Jika tidak juga, pasti mendekati hal itulah.


Lalu, seseorang berdiri dan mulai memprotes perkataan dari Raja Denis dengan marah.


Seseorang ini, tentu saja adalah Ryuuji-sensei.


"Anda tidak mungkin serius dengan perkataan Anda, bukan!? Anda menyuruh anak-anak ini untuk bertarung dalam perang? Itu sama sekali tidak bisa diterima! Sebagai seorang guru, terlebih lagi sebagai kepala sekolah dari Ryuuji Gakuen, saya tidak bisa membiarkannya! Saya mohon kirim kami kembali secepatnya! Semua anak-anak ini memiliki keluarga di rumah yang pasti khawatir dengan mereka!! Anda tidak bisa hanya menculik mereka seperti ini!!"


Masing-masing dari ucapannya ini benar-benar meneteskan amarah yang sangat jelas.


Ryuuji-sensei, kepala sekolah kedelapan puluh satu dari Ryuuji Gakuen, sekaligus guru pelajaran sejarah, berumur sekitar pertengahan dua puluhan, sangat di hormati oleh semua orang yang ada di sekolah.


Tingginya mencapai 178 sentimeter, dengan wajahnya yang sangat cantik, mata biru safir indah yang mempesona dan rambut hitamnya yang dipotong rapi. Penampilan dewasanya yang sangat mempesona dan bisa terbilang anggun, lalu kecenderungannya untuk membantu semua orang yang ada di sekolah tanpa membedakan baik itu guru, staf maupun para siswa (kecuali aku), telah membuatnya sangat dihormati. Akibat dari semua hal itu, hampir tidak ada orang yang tidak menghormatinya di sekolah (Tidak termasuk aku).


Meski begitu, bagiku Ryuuji-sensei ini hanya terlihat seperti seorang gadis kecil yang sangat menyedihkan saja. Tapi, aku masih cukup, yahh... Sedikit memuji sikap tegasnya itu, dan bagaimana dia akan bertindak dalam situasi seperti ini, sudah bisa aku tebak.


Lagi pula, meskipun dia sering terlihat tegas dan berwibawa. Akan tetapi, emosi dan kepribadiannya sangat bertolak belakang dengan hal itu, yang membuat perilakunya sering sangat mudah untuk di baca oleh ku.


Kali ini juga, aku sudah bisa menebaknya, tentang dia yang akan memarahi Raja Denis untuk memprotes pemanggilan paksa yang tidak masuk akal ini.


Meskipun bagi orang lain mungkin saja perilakunya itu membuat mereka menghormatinya. Tapi, sayangnya bagi ku itu sebaliknya. Karena hal itulah, aku tidak ingin terlalu banyak berkomentar tentang hal tersebut.


Ngomong-ngomong, alasan bagaimana aku bisa menebak hal ini, dan alasan kenapa aku melihat Ryuuji-sensei seperti seorang gadis kecil yang sangat menyedihkan itu bisa di bilang sama. Tapi, aku tidak ingin melanjutkan pemikiran ku itu lebih jauh lagi, karena hal ini cukup menjengkelkan untuk ku.


Lalu, perkataan selanjutnya dari Raja Denis membekukan darah kami semua.


"Bagaimana pun, aku mengerti perasaan kalian... Tapi sayangnya itu, aku tidak bisa mengembalikan kalian ke Dunia kalian saat ini."


Keheningan langsung memenuhi ruangan ini. Atmosfer yang sangat menindas terlihat dapat dirasakan oleh semua orang yang hadir di tempat ini. Kami semua menatap kosong ke arah Raja Denis, tak dapat memproses dengan benar apa yang baru saja dia katakan.


"Apa maksud Anda... tidak bisa?! Jika Anda memanggil kami ke sini, seharusnya Anda bisa mengirim kami kembali, bukan?" Ryuuji-sensei berteriak keras dengan amarah yang terendam di dalam suaranya.


Namun, jawaban dari Raja Denis ini masih sama seperti sebelumnya.


"Seperti yang kunyatakan tadi, Lady Aurora-lah yang memanggil kalian semua ke sini. Satu-satunya alasan kenapa kami berada di ruangan itu adalah untuk menyapa para Hero sekalian, dan untuk mempersembahkan doa kami kepada Lady Aurora. Kita para Manusia tidak memiliki kekuatan untuk mengganggu Dunia lain, jadi apakah kalian dapat kembali juga bergantung pada kehendaknya."


"T-tidak mungkin..."


Ryuuji-sensei langsung merosot kembali ke kursinya, setelah dia mendengar jawaban dari Raja Denis. Sementara itu, para guru, staf dan murid lainnya mulai berteriak-teriak saat kebenaran atas ucapan dari Raja Denis masuk.


"Anda pasti bercanda bukan? Apa maksud Anda kita tidak bisa kembali?!"


"Anda tidak bisa melakukan hal ini! Tolong kirim kami kembali saja!"


"Perang?! Anda tak mungkin serius! Bawa kami kembali sekarang juga!!"


"DIMANA PANTSU-KU!?"


"Ini tak mungkin terjadi, ini tak mungkin terjadi, ini tak mungkin terjadi..."


Seluruh sekolah langsung menjadi sangat panik. Aku juga sedikit terguncang oleh perkembangan ini, namun karena aku juga bisa di bilang sebagai seorang otaku, setidaknya aku pernah melihat banyak buku dan game yang memiliki alasan yang sama dengan ini. Karena hal itulah, aku bisa mengatakan bahwa ini bukanlah skenario terburuk, dan juga, itulah alasan mengapa setidaknya aku bisa lebih tenang dari pada orang-orang yang lainnya.


Sebagai rujukan, hal terburuk yang aku bayangkan adalah kami dipanggil sebagai budak.


Sementara semua orang jatuh dalam keadaan panik, di lain sisi, Raja Denis tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengamati kami dalam diam. Meskipun orang ini terlihat nampak terdiam, namun aku masih bisa melihat tatapan jijik yang tersembunyi di dalam mata pria tua ini. Aku saat ini sangat yakin, kalau dia pasti sedang berpikir seperti ini 'Orang-orang ini dipilih oleh Dewa, mengapa mereka tidak bersukacita?' Atau sesuatu di sepanjang jalan itu.


Setelah menatap ku sebentar, Saki kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Denis dan berkata; "Kalau begitu, perkenalkan, nama saya Aizawa Saki. Anda sebelumnya bilang kalau kami harus bertarung, bukan? Namun, kami semua belum pernah bertarung sama sekali sebelumnya. Jadi, bagaimana cara kami bisa mengalahkan para Demon Lord itu?" Saki menanyakan hal tersebut dengan sangat serius.


Sejujurnya, aku cukup terkejut dengan perkembangan dari perkataan Saki ini.


Lagi pula, apa dia ini tidak khawatir kita semua tidak bisa kembali? Meski begitu, aku memutuskan untuk tidak memikirkannya terlalu jauh, karena aku juga tidak berniat terlalu berlama-lama di tempat ini.


Sementara aku memikirkan hal itu, semua orang yang ada di ruangan ini langsung menjadi tenang, setelah mereka mendengar perkataan dari Saki, sedangkan Raja Denis sendiri, dia hanya menganggukkan kepalanya saja dengan penuh pengertian atas pertanyaan itu.


"Kalian semua tidak perlu khawatir tentang hal itu. Karena, setiap Hero yang dipanggil pasti mendapatkan Skill dan Job Class yang kuat. Uskup Agung Charles, tolong jelaskan lebih jauh tentang detail hal tersebut."


"Baik, Yang Mulia."


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Catatan Author:


Pada bab kali ini pun MC yang satunya lagi masih belum muncul, dan baru hanya ada sedikit perubahan saja, tapi tenang, di bab dua bakal diperlihatkan MC lainnya ini, sementara di bab ketiga bakal ada perubahan yang cukup besar di ceritanya, hadi stay aja oke?

__ADS_1


Dan, sekali lagi, bagi kalian yang ingin membantu author, kalian bisa mentraktir akun trakteer author yang linknya itu ada di IG author @Panagakos_Void.


Itu aja sih yang ingin author sampaikan, sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2