Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 02


__ADS_3

Chapter 02 : Job Class & Skill.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Souji)


"Kalian semua tidak perlu khawatir tentang hal itu. Karena, setiap Hero yang dipanggil pasti mendapatkan Skill dan Job Class yang kuat. Uskup Agung Charles, tolong jelaskan lebih jauh tentang detail hal tersebut."


"Baik, Yang Mulia."


Setelah mengatakan hal itu, si botak bernama Charles, yang benar-benar sedikit membuatku terkejut mengenai posisinya ini, dia mulai sedikit berjalan maju.


Meski begitu, aku segera sedikit menoleh ke arah acak, hanya karena aku yang gak mau melihat om-om ugly botak, dan secara tidak sengaja, pandangan ku malah bersilangan dengan seorang gadis yang duduk di sebelah Raja Denis.


Pada saat kami berdua saling menatap satu sama lain, aku tanpa sadar mulai menyipitkan mata ku ke arahnya, yang membuat gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah samping dengan sedikit takut. Tapi, jujur saja, aku seperti pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya, tapi di mana? Sial, aku benar-benar tidak bisa mengingatnya.


Jadi, karena aku tidak bisa mengingatnya sama sekali. Terlebih lagi, Uskup botak ini juga terlihat ingin memulai penjelasannya. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk memikirkannya nanti saja dan lebih memilih untuk fokus ke hal yang ada di depan ku terlebih dahulu.


"Baiklah, pertama-tama, kalian semua bisa mengatakan 'Status', dan setelah itu, akan muncul sebuah layar di depan kalian. Di dalam layar tersebut, tercantum Parameter Kekuatan, Skill dan Job Class yang kalian semua miliki. Biasanya para Pahlawan setidaknya akan memiliki satu buah Skill Unique. Jadi, silakan di coba."


Setelah mengatakan hal itu, dengan senyum yang pasti akan membuat seseorang ingin meninjunya, mungkin saja hanya Aku, sepertinya si botak ini ingin menunggu kami untuk memeriksanya, sebelum dia melanjutkan penjelasannya.


Aku kemudian melirik sedikit ke arah Kyouya, Nagisa dan yang lainnya, di mana terlihat kalau mereka sepertinya sudah mencoba hal tersebut. Jadi, aku juga memutuskan untuk mencobanya. Tapi tetap saja, Cuma tinggal bilang 'Status' doang, kan?


"Status."


Setelah aku menggumamkan hal tersebut dengan pelan, tiba-tiba saja muncul sebuah layar di depan ku yang terlihat semi-transparan, dengan warna dasar putih dan memiliki aksen emas di sekitarnya.


Sedikit terkejut, namun aku dapat pulih dengan cepat, dan aku kemudian mulai membaca semua hal yang ada di dalam layar misterius ini.


☆-----\=\=\=-----\=\=\=-----☆


[Status]


[Name : Shimotsuki Souji]


[Job Class : None/Tanpa Job]


[Level : 1]


[Race : Human?]


[Age : 17]


[Gender : Male]


[HP : 830 (208 Per Menit) (Hijau)]


[MP : 1870 (468 Per Menit) (Biru)]


[SP : 840 (209 Per Menit) (Kuning)/ 840 (209 Per Menit) (Merah)]


[STR : 191]


[AGI : 197]


[INT : 187]


[VIT : 83]


[DEF : 173]


[DEX : 178]


[CHARM : 1082]


[LUCK : 153]


[Ultimate Skill : Gender Bender, ????]


[Unique Skill : Appraisal Complete, Lazy Efficiency, Samurai, Sweets Lover, Ultimate Cooking]


[Extra Skill : - ]


[Skill : Archery LV.19, Swordmanship LV.26, Spearmanship LV.11, Martial Arts LV.23, Language Comprehension]


[Resistance : Poison Resistance]


[Tittle : People From Another World, Master Samurai, ?????]


☆-----\=\=\=-----\=\=\=-----☆


Wow! Ini benar-benar terlihat seperti sebuah Game RPG!


Sejujurnya, aku sudah bisa menebak sebagian besar dari hal-hal ini sih. Tapi tetap saja, apa-apaan dengan tanda tanya-tanda tanya ini? Apakah hal ini semacam bug atau sejenisnya? Dan lagi, apa-apaan ini? Bagaimana bisa coba ada tanda tanya di belakang tulisan Manusia? Apa dia ingin mengatakan kalau aku ini bukan seorang Manusia?


Jujur saja, pada saat pertanyaan-pertanyaan itu mulai muncul di dalam benak ku, tanpa sadar aku mulai ingin sekali meninju wajah dari seseorang. Tapi, aku memutuskan untuk segera menenangkan diri ku sendiri, karena si botak ini terlihat mulai ingin melanjutkan penjelasan yang dia miliki.


Lalu, singkatnya sih, hal-hal inilah yang menurut ku penting dari perkataannya itu – Pertama, si botak ini mulai menjelaskan mengenai Skill.


Skill ini adalah suatu kemampuan khusus yang pasti akan dimiliki oleh setiap individu. Oleh karena itu, hampir tidak ada seseorang yang tidak memilikinya, setidaknya, paling sedikit seseorang akan memiliki satu skill saja, dan jarang sekali ada seseorang yang sama sekali tidak memiliki hal ini.

__ADS_1


Kemudian, dia juga menjelaskan tentang lima tingkatan dari skill ini. Kelima tingkatan itu adalah sebagai berikut;


Pertama, ada Skill atau Common Skill; Common Skill ini mengacu kepada skill yang sangat umum dan bisa di miliki oleh hampir semua orang. Skill-skill dalam tingkat ini biasanya memiliki kegunaan yang sangat rendah, karena skill tingkat ini bisa di bilang sangat mudah untuk di dapatkan.


Kedua, ada Extra Skill; Extra Skill ini biasanya mengacu kepada sebuah skill yang memiliki kekuatan dan efisiensi yang lebih tinggi dari pada Common Skill. Skill-skill dalam tingkat ini bisa dikatakan lumayan berguna, dan memiliki tingkat kepemilikkan yang sedikit lebih rendah dari pada Common Skill.


Ketiga, ada Unique Skill; Unique Skill ini biasanya mengacu kepada sebuah skill yang, seperti namanya, bersifat unik dan hanya ada satu Unique Skill saja per orang. Jarang, atau mungkin bisa di bilang hampir tidak pernah ada, ada seseorang yang pada waktu yang bersamaan memiliki Unique Skill yang sama dengan orang lain. Dan si botak ini juga mengatakan, jika tidak ada yang tahu bagaimana cara mendapatkan Unique Skill ini.


Keempat, ada Ultimate Skill; Penjelasan dari Ultimate Skill ini tidak terlalu jelas, karena dari perkataan si botak ini, hampir tidak pernah ada seseorang yang memiliki Skill tingkat ini, dan dikatakan juga, kalau pemegang dari Skill tingkat ini hanya muncul dalam seribu tahun sekali.


Kelima, dan yang terakhir ini, ada Resistance; Resistance ini biasanya mengacu kepada jenis skill yang umumnya pasif dan memungkinkan penggunanya untuk menahan sebuah fenomena tertentu, baik itu magis maupun fisik. Di antara jenis skill ini, ada 'Resistances' dan 'Nullifiers', yang terakhir menjadi versi yang jauh lebih kuat dari yang pertama.


Setelah penjelasan di bagian skill ini selesai, si botak ini kemudian mulai melanjutkan penjelasannya itu ke bagian Parameter.


Kalau boleh jujur sih, seluruh tebakan ku di bagian Parameter ini benar semua. Lagi pula, semua hal yang ada di bagian parameter ini benar-benar sangat mirip dengan layar statistik dari game RPG. Oleh karena itu, sangat mudah bagiku untuk memahami hal ini.


Kyouya, Nagisa, dan Sanada pun nampaknya dapat memahami hal ini dengan mudah. Sementara Shinomiya-san dan Ayano-sensei sepertinya masih cukup kesulitan untuk memahami hal ini. Tapi, mereka tampaknya sudah lumayan bisa memahaminya, setelah mendengar beberapa penjelasan dari si Paus botak ini.


Jadi, singkatnya itu seperti ini – Pertama, ada HP alias Healthy Points, dan jika kita kehabisan ini, maka kita akan mati. Lalu, ada MP alias Mana Points, ini mengacu kepada kemampuan seseorang untuk menggunakan skill, terutama hal-hal yang berhubungan dengan sihir, dan jika kita kehabisan ini, maka kita hanya akan pingsan saja.


Kemudian, ada juga SP, alias Stamina Points, di mana SP ini sendiri di bagi ke dalam dua macam jenis di layar status ini, yang pertama adalah SP berwarna kuning, bar kuning di bagian SP ini mengacu kepada stamina langsung, dan hal ini biasanya akan pulih dengan cepat, kemudian bar merah di bagian SP ini mengacu kepada stamina secara keseluruhan, jadi kalau seseorang kehabisan hal ini, biasanya akan berakibat buruk, dan hal buruk itu masih belum jelas, menurut si botak ini.


Terus, ada STR alias Strength, singkatnya sih hal ini mengacu kepada kekuatan mentah dari seseorang. AGI alias Agility, singkatnya sih yang ini mengacu kepada kecepatan dari seseorang. INT alias Intelligence, singkatnya sih mengacu kepada kecerdasan seseorang. VIT alias Vitality, singkatnya ini mengacu kepada daya tahan dari seseorang. DEF alias Defense, singkatnya ini mengacu kepada pertahanan dari seseorang. DEX alias Dexterity, singkatnya sih mengacu kepada kelincahan dan akurasi seseorang. CHARM alias Pesona, atau bisa dibilang juga sebagai Karisma dan sejenisnya. Dan yang terakhir ada LUCK alias Keberuntungan.


Jujur saja, aku sebenarnya sangat ragu dengan parameter CHARM ku ini. Karena, parameter ku yang ini adalah satu-satunya parameter statistik ku yang berada di atas seribu.


Belum lagi, kebingungan ku ini bertambah, pada saat aku melihat bagian INT dari statistik ku ini, karena pada bagian ini terlihat dengan jelas kalau parameternya itu tidak mencapai seratus. Jadi, hal ini benar-benar membuat kepala ku menjadi sedikit sakit.


Sejujurnya, aku sempat berpikir, mengenai apakah benda ini rusak atau apa? Tapi, pemikiran ku itu segera menghilang, setelah Paus botak ini mulai melanjutkan penjelasannya.


Selesai dengan penjelasan di bagian Parameter, si botak ini kemudian mulai menjelaskan bagian terakhir yang ada di layar status ini, yaitu; Job Class.


Job Class; Job Class ini singkatnya adalah istilah dari bakat alami seseorang. Job Class ini biasanya berhubungan langsung dengan skill, dan menentukan jenis skill apa yang dapat diketahui atau pun dipelajari oleh seseorang, meskipun orang yang tidak memiliki Job Class ini juga masih dapat memperoleh sebuah skill dari Job Class tersebut, tetapi biasanya tidak akan seefektif pemilik Job Class itu sendiri.


Akan tetapi, perlu di ingat juga, kalau Job Class ini tidak terlalu menentukan tingkat skill tipe Unique yang dapat dimiliki oleh seseorang.


Oleh karena itu, ada banyak orang yang memiliki Job Class tingkat tinggi, tetapi dia tidak memiliki satu pun Unique Skill, dan juga sebaliknya.


Selain itu, Job Class ini juga di bagi menjadi dua jenis dan empat tingkat. Kalau begitu, mari kita mulai dari dua jenis Job Class ini dulu.


Jadi, ada dua macam jenis Job Class yang dikatakan oleh si botak ini, yaitu; Job Class yang berorientasi dalam pertempuran atau biasa di sebut sebagai Job Class tipe 'Combat', dan Job Class yang tidak berorientasi dalam pertempuran atau di singkat sebagai Job Class tipe NC, alias 'Non-Combat'.


Seseorang seharusnya sudah bisa menebak dengan sangat mudah, bukan? Perbedaan di antara kedua Job Class ini?


Lalu, mari kita pergi ke penjelasan yang selanjutnya, yaitu; tentang empat tingkat dari Job Class ini.


Jadi, ada empat buah tingkat yang dimiliki oleh Job Class ini. Tingkat-tingkat tersebut adalah sebagai berikut;


Kedua, ada Medium Job Class; Medium Job Class ini biasanya mengacu kepada sebuah Job Class yang lebih berguna dan lumayan jarang dimiliki oleh seseorang. Job Class tipe ini juga biasanya adalah sebuah Job Class yang berorientasi dalam pertempuran, dan orang yang memiliki Job Class tipe ini biasanya bekerja sebagai seorang petualang. Lalu, contoh dari Medium Job Class ini adalah; Warrior, White Mage dan Merchant.


Ketiga, ada Unique Job Class; Unique Job Class ini biasanya mengacu kepada sebuah Job Class yang, seperti namanya, bersifat unik dan hanya ada satu Unique Job Class saja per orang. Pemegang dari Job Class tipe ini biasanya akan sangat mudah untuk menjadi seorang ksatria kerajaan, bahkan bisa juga menjadi seorang kepala ksatria, dan terkadang juga dapat menjadi bangsawan berpangkat rendah. Lalu, contoh dari Job Class tipe ini adalah; Dark Knight dan Holy Knight.


Keempat, dan yang terakhir, ada Highest Job Class; Highest Job Class ini biasanya mengacu kepada sebuah Job Class yang benar-benar sangat jarang sekali dimiliki oleh seseorang, dan dikatakan juga, kalau satu-satunya cara untuk mendapatkan Job Class ini adalah dengan diberikan langsung oleh Dewi Aurora itu sendiri. Oleh karena itu, si botak ini tidak dapat menjelaskannya lebih detail dari lagi. Dan, contoh dari Highest Job Class ini adalah; Hero dan Great Sage.


Hmm... Kurang lebih aku sudah bisa memahami sebagian besar dari hal ini sih. Tapi, kenapa si botak ini tidak menjelaskan tentang seseorang yang tidak memiliki Job Class sama sekali? Terlebih lagi, lebih baik aku diam saja untuk saat ini, karena firasat ku mengatakan, jika aku memberi tahu mereka tentang hal ini, pasti aku akan terjebak ke dalam masalah yang sangat merepotkan.


Pada saat aku sedang memikirkan berbagai macam kemungkinan mengenai masalah Job Class ku ini di dalam kepala ku, aku juga bisa melihat dari sudut mata ku ini, jika Ryuuji-sensei sepertinya akan mulai kembali berbicara.


"Sebelum itu, aku hanya ingin memastikan hal ini terlebih dahulu. Tapi, apakah setelah kami mengalahkan ketujuh puluh dua Demon Lord ini, kami semua benar-benar bisa kembali?" Ryuuji-sensei menanyakan hal itu dengan sangat serius, sambil menyipitkan matanya ke arah Raja Denis.


Raja Denis hanya mengangguk saja dengan ringan sebagai jawabannya, sebelum dia menoleh ke arah Uskup ugly botak itu, yang di jawab oleh si botak ini dengan anggukkan ringan.


"Tentu saja, Ryuuji-sama. Karena wahyu yang disampaikan oleh Lady Aurora kepada ku itu berkata seperti ini; 'Aku akan mengirimkan beberapa Pahlawan untuk menyelamatkan umat Manusia dari kepunahan. Lalu, setelah umat Manusia berhasil diselamatkan, para Pahlawan itu akan dikirim kembali ke Dunia mereka sebelumnya' seperti itulah wahyu tersebut."


Sejujurnya, aku yang mendengar seluruh perkataan dari si botak ini hampir tertawa lepas, tapi aku berhasil menahannya.


Lagi pula, seperti yang sebelumnya aku katakan, kalau orang ini benar-benar tidak cocok sama sekali dengan tugasnya itu. Ini benar-benar sangat bermasalah.


Sementara aku hampir tertawa, aku dapat melihat Ryuuji-sensei yang sedang merenungkan sesuatu dengan sangat serius dari sudut mata ku, sebelum dia berdiri dan menatap semua orang yang dipanggil dengan penuh keseriusan.


"Kalau begitu, siapa saja diantara kalian semua yang memiliki Job Class Hero?" Ryuuji-sensei berhenti sejenak di sana, sebelum dia melanjutkan perkataannya itu, "Bagi orang-orang yang memiliki Job Class Hero, silakan berdiri di tempat kalian masing-masing."


Lalu, setelah Ryuuji-sensei mengatakan hal itu, beberapa orang mulai berdiri di tempat mereka masing-masing.


Di antara orang-orang itu, yang aku kenal hanya tiga orang saja, yaitu; Ketua Dewan Siswa - Aizawa Saki.


Lalu, ada anak laki-laki di sebelah Saki ini, yang memiliki perawakan Ikemen kelas atas, dengan rambut pirang yang di tata rapi dan mata berwarna biru muda, menjadikannya karakter yang paling aku benci di suatu Manga yang pernah aku baca dulu. Dia ini tentu saja adalah Wakil Ketua Dewan Siswa - Iwasami Nagato.


Kebalikan dari reputasi ku yang sangat buruk, Iwasami ini bisa dikatakan memiliki reputasi yang sangat baik. Bahkan, sampai ada rumor yang mengatakan, jika dia dan Saki itu berpacaran.


Yah... Meskipun aku juga tidak peduli sama sekali dengan hal itu sih.


Kemudian, yang terakhir adalah seorang gadis muda yang berada di ujung depan sisi lain dari meja ku ini. Rambut miliknya berwarna hitam dengan panjang yang mencapai punggungnya dan terlihat dibiarkan tergerai kemana-mana. Wajahnya yang terlihat sangat imut, dan membuat kebanyakan orang yang melihatnya ingin melindunginya. Terlebih lagi, mata besar berwarna ungu gelap miliknya yang memikat dan dipenuhi oleh kebaikan, menjadi sebuah kombinasi sempurna dari pesona keimutannya yang unik.


Gadis ini merupakan Ketua Kelas dari kelas 11F. Ya, itu benar sekali, dia ini adalah Ketua Kelas dari kelas ku, dan lagi, aku sepertinya adalah satu-satunya orang yang diperlakukan dengan buruk olehnya. Terus, kalau aku tidak salah ingat, nama dari gadis ini adalah... Tahara... Akiko? Atau mungkin sesuatu hal yang lain.


Setelah satu menit lebih, dan terlihat tidak ada orang yang ingin berdiri lagi. Jadi, aku memutuskan untuk menghitung mereka semua, dan jika ditotalkan, semuanya palingan berjumlah sekitar tujuh puluh satu orang saja.


Tujuh puluh satu orang ini terdiri dari; enam puluh dua siswa, tiga staf dan enam orang guru. Terus, kalau tebakan ku benar, maka Ryuuji-sensei itu sendiri adalah orang terakhir yang memiliki Job Class Hero ini.


Lalu, Ryuuji-sensei melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Jadi, kalau ditotalkan, ada enam puluh dua siswa, tiga staf dan tujuh orang guru, yang memiliki Job Class Hero." Ryuuji-sensei kemudian mulai memegangi dagunya, sambil mulai kembali merenungkan sesuatu.


"Ryuuji-sensei, apakah Anda adalah guru yang ketujuh itu?"


Aku menjadi sedikit terkejut, pada saat mendengar pertanyaan mendadak dari Saki. Dan juga, tampaknya bukan hanya aku saja yang terkejut dengan pertanyaan mendadak ini, tapi Ryuuji-sensei juga tampaknya terkejut. Namun, dia dapat segera menenangkan dirinya, dan menjawab pertanyaan tersebut.


"Ahh... Ya, saya guru yang ketujuh itu. Memangnya kenapa Aizawa-kun?"


"Tidak, tidak apa-apa. Saya hanya bertanya saja." Setelah menyangkal hal itu, Saki langsung mengalihkan pandangannya dari Ryuuji-sensei yang mulai menatapnya, dan sialnya lagi, dia malah berakhir menatap ku. Terlebih lagi, tatapannya itu berhasil benar-benar membuat tulang punggung ku sedikit bergidik.


Jadi, sebagai orang yang sangat sehat, aku tentu saja langsung mengalihkan pandangan ku ke arah depan untuk menghindari tatapannya. Meski begitu, aku masih bisa merasakan kalau Saki masih menatap ku dengan cukup... intens? Aku berharap itu Cuma perasaan ku saja.


Pada saat aku mencoba untuk menenangkan diri ku sendiri, tiba-tiba saja gadis yang dari tadi duduk diam di sebelah Raja Denis ini mulai berdiri dan berjalan sedikit ke arah depan, sebelum dia berkata.


"Perkenalkan, Saya adalah Putri pertama dari Kingdom of Groxia, Arena SC Groxia. Saya mohon kepada Para Hero sekalian. Tolong, tolong selamatkan umat Manusia dari kehancuran."


Mata ku langsung menjadi sedikit membelalak, setelah mendengar perkataan dari gadis ini. Karena, dia adalah satu-satunya orang yang berbicara dengan sangat tulus tentang hal ini. Sebab, dari awal pembicaraan ini dimulai, Raja Denis dan Uskup botak itu tidak pernah mengatakan sesuatu hal dengan tulus, dan hanya berbicara dengan nada yang terdengar seperti dipaksakan saja, atau semacamnya.


Jadi, hal ini benar-benar sedikit mengejutkan ku.


"Sou-chan, apa kamu baik-baik saja?"


Mendengar pertanyaan mendadak dari Nagisa, aku langsung terbangun dari lamunan ku, dan segera menjawabnya.


"Y-ya, aku baik-baik saja."


Nagisa mulai menyipitkan matanya ke arah ku dan berkata; "Benarkah?"


"Benar." Aku langsung kembali menjawabnya, sebelum aku mengambil minuman di gelas yang ada di depan ku ini, dan tentu segera meminumnya. Tapi, mata ku langsung melebar, setelah minuman tersebut melewati tenggorokan ku.


"S-sou-chan, apa kamu benar-benar baik-baik saja?"


Kali ini, bukan Cuma Nagisa saja yang menatap ku dengan khawatir, tapi Kyouya, Sanada, Shinomiya-san dan Ayano-sensei pun mulai menatap ku dengan khawatir juga. Namun, aku mengabaikan mereka semua dan fokus dengan apa yang barusan aku minum.


Lagi pula, apa-apaan ini?! Bukankah ini racun!! Tidak, tunggu sebentar, ini sepertinya bukan sembarang racun, karena aku tidak merasa racun ini berbahaya bagi tubuh ku. Tapi mungkin saja itu karena toleransi ku terhadap hal-hal yang seperti ini sangat besar.


Tapi tetap saja, apa-apaan ini? Ini benar-benar mulai menjadi semakin aneh.


Pertama kami semua tiba-tiba berpindah ke sebuah tempat aneh yang mirip seperti katedral besar. Kemudian, kami disambut sebagai Hero oleh orang yang menyebut dirinya Raja dari Kingdom of Groxia ini, dan orang ini mulai menjelaskan tentang berbagai macam hal yang tidak masuk akal sama sekali. Kami juga diberi beberapa penjelasan, tentang hal-hal seperti 'Layar Status', 'Parameter', 'Job Class' dan 'Skill'.


Lalu, sekarang apa-apaan ini? Tiba-tiba saja ada sebuah racun di dalam minuman ku.


Jika saja aku bisa melihat info lebih lanjut tentang hal ini, maka aku mungkin dapat memikirkan beberapa kemungkinan tentang masalah kami saat ini. Tapi sayangnya, hal-hal seperti [Appraisal] yang biasanya ada di no-


Namun, pikiran ku tiba-tiba saja terhenti, setelah aku melihat ada sebuah layar semi-transparan, yang mirip dengan layar status ku sebelumnya, tiba-tiba saja muncul di depan mata ku.


Menjadi sedikit bingung, aku kemudian mulai mengingat sesuatu hal yang ada di layar status ku sebelumnya.


Yup, hal ini mungkin saja adalah Unique Skill [Appraisal Complete] milik ku.


Jadi, tanpa ragu, aku kemudian langsung membaca teks yang ada di layar tersebut.


☆-----\=\=\=-----\=\=\=-----☆


[Item Name : Teh Hijau]


[Description : Sebuah teh hijau biasa, yang ditambahkan dengan konsentrasi racun dari bunga 'Fulgur' sebesar 14%]


[Effect : Membuat seseorang merasa sangat rileks, dan menyebabkan fungsi otak seseorang menjadi melambat, hingga membuat mereka dengan mudah menerima sesuatu hal yang dikatakan oleh orang lain. Namun perlu di ingat juga, kalau efek dari hal ini hanya berlaku selama beberapa menit hingga beberapa jam saja. Dan terkadang, hal yang disetujui oleh seseorang yang terkena efek tersebut, tidak akan pernah di ingat dengan jelas oleh mereka]


☆-----\=\=\=-----\=\=\=-----☆


Mata ku langsung menyipit, setelah aku membaca seluruh teks yang ada di layar misterius ini.


Lagi pula, apa-apaan dengan deskripsi ini? Bukankah hal ini benar-benar aneh? Apalagi bunga 'Fulgur' atau sejenisnya ini.


Sejujurnya, aku benar-benar tidak tahu bunga macam apa ini, tapi aku hanya tahu kalau bunga ini pasti tidak baik sama sekali. Terlebih lagi, bunga ini pasti berhubungan dengan beberapa racun, yang mungkin berbahaya? Atau mungkin juga tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Tapi, karena aku tidak ingin mengambil resiko, jadi mari kita lihat bagaimana permainan yang tidak menyenangkan ini akan berakhir.


"Ngomong-ngomong, jangan minum, minuman yang ada di depan kalian ini." Aku mengatakan hal itu dengan nada serius, sambil menatap hal yang sedang terjadi dengan tuan putri atau sejenisnya ini, dari sudut mata ku.


Pada saat aku mengatakan hal itu, aku juga bisa melihat keterkejutan yang dimiliki oleh Kyouya, Nagisa, Sanada dan yang lainnya. Tapi, aku memutuskan untuk mengabaikan hal tersebut untuk saat ini, dan fokus menonton live action dari suatu manga shounen yang ada di depan mata ku ini.


Setelah beberapa perdebatan membosankan antara Ryuuji-sensei dan Saki. Iwasami yang dari tadi terlihat diam saja ini, dia akhirnya mulai bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju ke arah putri? Atau sejenisnya ini.


Kemudian, dia mulai berjongkok di depan putri tersebut, dalam gaya seorang pangeran yang sedang melamar seorang tuan putri, yang berasal dari suatu manga roman yang pernah aku baca dulu.


"Tenang saja, Putri Arena. Namaku adalah Iwasami Nagato. Karena aku adalah salah satu dari pemilik Job Class Hero. Maka, aku berjanji kepadamu, kalau aku akan mengalahkan ketujuh puluh dua Demon Lord dan menyelamatkan dunia ini."


Setelah mengatakan hal itu, ikemen sialan berambut pirang ini kemudian mencium tangan kanan dari putri tersebut. Dan tentu saja, aku yang melihat adegan itu hampir muntah. Terlebih lagi, karena aku buruk dan tidak terlalu kuat dengan hal-hal yang berbau romance. Jadi, melihat hal semacam ini secara langsung di depan mata ku benar-benar sangat menjijikkan.


Tidak berselang lama setelah itu, ada seorang remaja laki-laki lain yang bangkit dari kursi miliknya, yang tentunya dia ini berhasil menarik perhatian dari semua orang yang hadir di sini...


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note :


Pada bab kali ini, sang MC lain baru muncul di akhirnya saja, tapi di bab selanjutnya bakal ada banyak sekali perubahan, berkat kemunculan dari orang ini.


Jika kalian penasaran, kalian bisa subscribe novel ini, agar mendapatkan notifikasi, setiap kali author update bab terbaru.


Terus, jika kalian ingin membantu author, kalian bisa berdonasi di akun trakteer author, yang bisa kalian cek linknya di IG author, @Panagakos_Void. Jangan lupa di follow juga ye:V

__ADS_1


Itu aja sih yang ingin author sampaikan, sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2