Shadow & The Jester

Shadow & The Jester
Chapter 05


__ADS_3

Chapter 05 : True Demon Lord & Pertarungan Yang Berat Sebelah & Sebuah Kejutan.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


(POV Orang Ketiga)


"Hehehe~ Menarik sekali~ Baru kali ini ada seseorang yang bisa menebak arah dari seranganku~ Terlebih lagi, dia itu adalah seorang manusia~!"


Seorang gadis muda bisa terlihat mengatakan hal itu dengan penuh kegembiraan, ketika mata reptil coklat pucatnya itu mulai memandangi Dafa dengan penuh obsesi.


Tentu saja, pada saat hal itu terjadi, Sora yang melihat hal itu segera membeku, sebelum aura dingin bisa terasa menyebar dari sekitarnya.


Sementara itu, Rafi dan Akane tidak begitu mengerti maksud di baliknya, dengan Dafa sendiri yang lebih memilih untuk memikirkan cara untuk kabur dari gadis kecil yang ada di depannya ini.


Lagi pula, meskipun penampilannya itu tampak seperti berada di sekitaran usia sepuluh hingga dua belas tahunan, tapi aura yang keluar dari tubuhnya itu bahkan, tidak, kemungkinan besar akan membuat seorang Caster Tingkat Atas pun jatuh berlutut.


Dimana, alasan dari mengapa tiga orang yang bersama dengannya ini masih bisa berdiri dengan tenang, adalah karena dia sudah menyiapkan beberapa hal untuk mencegah skenario semacam ini terjadi, pada saat mereka sedang berbincang satu sama lain.


Hanya saja, setiap hal yang sudah dirinya persiapkan untuk melawan sesuatu hal yang mirip dengan gadis yang ada di depannya ini, entah kenapa seluruh hal itu dirinya rasa tidak akan berguna, untuk melawan perwujudan dari kekuatan absurd yang ada di depannya ini.


Oleh karena itu... ["Apa kalian bisa lari dari sini? Nanti aku akan menahan orang gila ini."] Akibat tidak memiliki kesempatan untuk menang, satu-satunya pilihan yang bisa dirinya ambil saat ini adalah melarikan diri, yang membuat Dafa mengirimkan telepati tersebut kepada tiga rekannya ini.


Namun, kata-katanya itu tampaknya malah berhasil membuat Sora dan Akane segera memasang ekspresi wajah penuh penolakan, sementara Rafi sendiri segera memahami maksud di baliknya.


["Dafa, apa ini karena kami hanya membebani mu saja?"] Itu adalah satu-satunya kesimpulan yang orang itu bisa dapatkan, setelah melihat situasi mereka saat ini.


["Ya, kalian ini hanyalah beban hidup saja, apalagi jika dia sampai menggunakan kalian sebagai sandera."]


["Kamu tahu, Daf? Kejujuran mu itu terkadang sangat menyakitkan."] Rafi hanya bisa mengatakan hal itu saja dengan senyum kecut yang tumbuh di wajahnya, sebelum dia menarik Sora dan Akane untuk menjauh dari sana.


Melihat ketiga orang itu pergi, Dafa tidak lupa untuk mengirimkan satu pesan terakhir kepada mereka, sebelum akhirnya fokus kepada gadis yang tampaknya begitu meremehkan dirinya, sampai-sampai dia menunggunya selesai mengobrol dengan tiga orang tersebut.


["Ngomong-ngomong, pergilah ke arah Utara dari tempat ini. Dan, jika kalian bingung ke arah mana, belok saja ke arah kanan dari arah tujuan lari kalian saat ini."]


...


Setelah mendengar hal itu, Rafi segera berbelok mengikuti instruksi dari Dafa, sementara Sora dan Akane masih tidak terima dengan keputusan tersebut.


"Kenapa kita meninggalkannya!? Bukankah berbahaya meninggalkannya sendirian di sana dalam kondisi yang seperti itu!?" Akane meluapkan rasa frustasinya kepada Rafi, akibat selain tidak bisa membantu dalam hal apapun, dia juga bisa di bilang menjadi penyebab dari hal yang sedang terjadi sekarang ini.


Meskipun sebenarnya itu, dia tidak salah dalam hal apapun, mengingat serangan itu muncul secara tiba-tiba, plus bahkan dengan kedua tangannya masih utuh pun, masih mustahil bagi Dafa untuk dapat mengalahkan gadis kecil itu, membuat pernyataan tersebut terasa sangat salah sekali.


Tapi masalahnya itu, bagi Akane hal tersebut memang seperti salahnya, hanya karena dirinya yang tidak menyadari fakta tersebut.


Di sisi lain, Sora yang mendengar hal itu ingin ikut menyuarakan ketidaksenangannya juga, tapi segera berhenti di tengah jalan, setelah dia melihat darah yang bercucuran dari telapak tangan Rafi.


'Apa dia memaksakan diri untuk melakukan hal ini?'


Bisa di bilang, itu adalah satu-satunya jawaban paling logis yang gadis Natsuki itu bisa pikirkan, terutama setelah mengingat seberapa dekatnya mereka berdua.


Terlebih lagi, mengingat fakta kalau mereka ini memang beban hidup bagi Dafa, membuatnya tidak bisa menyangkal tindakan dari Remaja tersebut.


Lagi pula, bukan hanya tidak pernah bertarung dalam kondisi seperti itu, mereka bertiga pun bisa di bilang tidak pernah sama sekali membunuh seorang manusia, apalagi memegang sebuah senjata dengan niat untuk membunuh seseorang.


Dengan memikirkan hal itu saja, Sora sudah bisa paham arti dari beban hidup yang di bicarakan oleh Dafa.


'Jika saja aku memiliki kekuatan, mungkin segalanya tidak akan menjadi seperti ini.'


Pada saat itu, bukan hanya Sora saja yang memiliki pemikiran yang seperti itu, karena tanpa dirinya sadari, dua orang yang bersama dengannya pun memiliki pemikiran yang sama, meskipun dengan alasan yang berbeda-beda di baliknya.


...


Kembali ke sisi Dafa.


Setelah merasakan kalau kehadiran dari tiga orang itu sudah menjauh dari sana, Dafa kemudian mulai mempersiapkan rencana yang sudah dirinya pikirkan sejak tadi.


Nixryium. Itu adalah sebuah logam unik yang dapat ditemukan di dalam pegunungan Skandinavia, yang lebih tepatnya lagi, berada di sebuah kota metropolitan mini bernama Nivis City.

__ADS_1


Bisa di bilang, logam itu memiliki daya hantar Mana yang sangat baik, sampai-sampai membuat seluruh Caster yang ada di Dunia memperebutkan hal tersebut, karena selain menjadi pengantar yang sangat baik terhadap Mana, tapi logam tersebut juga di kenal sebagai salah satu dari lima logam paling kuat yang ada di Dunia.


Tapi, sejak rumor kebangkitan dari sang Fallen Hero - Peuri Nivis, muncul tiga tahun yang lalu, hampir tidak ada lagi Caster yang bisa mendapatkan logam tersebut, karena kabarnya sih logam itu kini telah di lindungi oleh utusan dari sang Fallen Hero ini sendiri, yang di kenal sebagai Winterwoman.


Hanya saja, berkat beberapa urusan yang remaja itu pernah miliki dengan Asosiasi Caster yang terletak di Jepang, hal tersebut membuatnya berhasil mengamankan cukup banyak Nixryium, yang dirinya ubah menjadi sebuah benang.


Benang tersebut benar-benar serba guna sekali, karena selain bisa digunakan sebagai alat untuk menyerang, tapi hal itu juga bisa digunakan sebagai sebuah perisai, dengan melilitnya menjadi satu untuk membentuk semacam kubah di sekitar dirinya.


Untuk menambah nilai plus di dalam hal tersebut, mengingat logam ini sendiri sangat cocok dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan es, membuat benang itu sangat cocok untuk digunakan oleh Dafa, karena elemen utama miliknya juga adalah es.


Tapi untuk sekarang, mari kita lanjutkan pembahasan itu nanti saja, karena persiapan milik Dafa telah selesai.


Tentu saja, ketika hal itu terjadi, gadis berambut almond panjang tersebut segera tersenyum dengan semakin lebar, pada saat dia berkata; "Apa kamu akhirnya sudah siap~?"


Dafa hanya membalas hal itu dengan anggukkan ringan saja, sebelum dia berkata; "Aku sangat berterima kasih dengan kerendahan hatimu itu. Karena, sudah membiarkanku bersiap sampai sejauh ini."


"Hehehe~ Tentu saja aku ini sangat rendah hati sekali~ Karena, tidak peduli apapun yang kamu lakukan, yang akan menang pada akhirnya adalah aku~"


Kali ini, Dafa tidak menjawabnya, di mana remaja itu sendiri lebih memilih untuk bersiap dengan sebuah dagger miliknya, yang muncul dari udara kosong.


Sementara gadis yang ada di depannya itu, dia terlihat mulai menumbuhkan tanduk yang jauh lebih besar lagi di atas kepalanya, dengan kuku-kuku miliknya yang semakin menajam, serta beberapa pola aneh yang tampak mulai muncul di sekitaran wajahnya.


"Sebelum kita memulai hal ini, apa aku bisa tahu siapa namamu, manusia~?"


Dafa yang mendengar hal itu terlihat segera termenung, sebelum dia tersenyum kecil dan berkata dengan nada penuh arogansi; "The Jester. Kamu bisa memanggilku dengan nama itu."


"'The Jester'~? Itu bukan nama aslimu, kan~?"


"Yup, itu memang benar sih. Tapi, nama itu juga bisa menggambarkan sebagian besar tentang diriku."


Setelah mendengar hal itu, tawa yang cukup menggelegar segera keluar dari mulut gadis kecil itu, di mana pada waktu yang bersamaan pula, gempa kecil segera tercipta di sana.


Butuh waktu hampir lima menit, hanya untuk menunggu gadis itu berhenti tertawa, di mana setelah berhenti tertawa, gadis itu entah kenapa memutuskan untuk memperkenalkan dirinya juga.


"Kalau begitu, perkenalkan juga~ Aku Orobas~! Kursi ke lima puluh lima dari tujuh puluh dua Demon Lord yang ada di Dunia ini~!!"


'Demon Lord? Apa orang ini baru saja mengatakan sebagai salah satu dari ketujuh puluh dua Demon Lord itu?'


Ya, lagi pula, jika nomor lima puluh limanya saja sudah sekuat ini, apalagi yang nomor sepuluh besar? Bukannya sudah terasa mustahil untuk bisa mengalahkan mereka dalam waktu dekat ini? Bahkan, jika menunggu selama beberapa tahun lagi pun, masih tidak dapat dipastikan, kalau orang-orang yang ada di Istana itu bisa mengalahkan gadis ini.


'Sudah aku duga, kalau mereka memang sejak awal berniat untuk menggunakan kami sebagai prajurit sekali pakai saja.'


Meski begitu, pada akhirnya hal itu tidak begitu penting, mengingat tujuannya yang sekarang adalah dapat bertahan hidup dari gadis yang ada di depannya ini, yang sepertinya memiliki niat yang tidak menyenangkan di balik senyum polosnya itu.


Kemudian, dengan suara tetesan air pertama yang turun dari langit sebagai pembuka, kedua orang itu segera berlari dengan kecepatan penuh menuju satu sama lain.


Di tengah guyuran dari hujan deras yang tiba-tiba muncul itu, daya ledak dari langkah mereka itu berhasil menciptakan kawah yang memiliki perbandingan besar di antara keduanya, dengan mereka berdua yang berhasil menahan serangan pertama mereka satu sama lain.


"Hehehe~ Sudah aku duga~! Kamu ini memang sangat kuat~!"


Setelah mengatakan hal itu, rentetan serangan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan yang sebelumnya, mulai menghujani Dafa dari berbagai sisi.


Jika bukan karena pengalamannya, di tambah dengan keberuntungan yang selalu menyelimuti keberadaannya, kemungkinan besar Dafa pasti sudah akan kalah, apalagi setelah mengingat dia yang bahkan sama sekali tidak bisa mengikuti kecepatan dari gadis itu.


Rentetan serangan itu terus menerus berlanjut, hingga...


*Stringg!*


Tepat setelah suara itu terdengar, ribuan benang segera melilit tubuh dari Orobas, sebelum membekukannya dalam hitungan detik, beserta daerah yang ada di sekitarnya.


Tentu saja, hal itu pun hanya berlaku hanya dalam waktu kurang dari lima menit saja, tapi itu sudah cukup bagi Dafa, untuk menukar tubuh utamanya dengan sebuah ilusi, dengan harapan kalau hal itu bisa sedikit menipunya, sementara tubuh aslinya nanti akan mencoba untuk berlari menjauh dari sana.


Namun, tidak seperti apa yang dirinya pikirkan, bukannya tertipu, gadis itu malah dapat dengan mudah menyadari ilusi tersebut, ketika dia menendang Dafa dengan kekuatan yang begitu mengerikan di baliknya, sampai-sampai sebuah lubang yang agak besar dapat terlihat terbuka di sisi kiri tubuhnya.


Meski begitu, Dafa masih terlihat bangkit kembali, yang pastinya membuat senyum milik Orobas tumbuh dengan semakin dalam, terutama setelah ribuan benang yang kembali muncul dari udara tipis dan berhasil melilit sekaligus membekukanya kembali.


Tapi, seperti yang terjadi sebelumnya, gadis itu bisa membebaskan dirinya dengan sangat mudah, sampai membuat Dafa mendecak lidahnya dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


'Sialan... Bahkan, ilusi pun tidak berguna, ya?'


Sementara Dafa mulai menjadi frustasi, di sisi lain, hal itu tidak bisa dikatakan sama untuk Orobas.


"Hahaha~! Akhirnya~! Akhirnya~! Aku menemukannya~!" Gadis itu mengatakan hal tersebut sambil mengeluarkan aura yang begitu mematikan dari sekitarnya, yang menjadi semakin kuat, setiap kali tawanya itu menjadi semakin keras.


Tentu saja, hal itu berhasil menambah rasa frustasi yang dimiliki oleh Dafa, karena... 'Aku memiliki firasat buruk tentang hal ini.'


Apalagi setelah melihat sorot mata milik gadis itu, yang benar-benar sangat di benci oleh Dafa, karena dirinya paham maksud di balik sorot mata tersebut.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang?' Sambil memikirkan hal itu, Dafa mulai membekukan lubang yang ada di tubuhnya, hanya untuk menghentikan pendarahan yang terjadi lebih jauh lagi.


Setelah dirinya selesai dengan hal itu, kali ini dia tidak kembali bertahan atau pun menyerangnya secara langsung, tapi dia malah berjalan untuk mengitari Orobas, yang tentu saja berhasil membuat gadis itu bingung.


Hanya saja, hal itu tidak berlangsung lama, karena... "Tu-tunggu sebentar!! Bagaimana cara mu melakukan hal itu!?"


Untuk pertama kalinya, senyum milik Orobas benar-benar hancur, setelah dia melihat tubuh milik Dafa yang entah bagaimana terbelah, hingga menciptakan sepuluh bayangan, yang masing-masingnya itu terus berjalan mengitari dirinya.


Dimana, hal yang mengejutkan Orobas itu bukanlah fakta tentang Dafa yang bisa menjadi banyak, melainkan fakta tentang... 'Apa yang sedang terjadi? Kenapa aku tidak bisa melihat jiwa miliknya?'


Seperti yang baru saja dikatakan oleh gadis itu sendiri, kalau matanya ini sebenarnya memiliki kemampuan untuk melihat jiwa dari seseorang, yang membuatnya tidak mungkin untuk di tipu dengan menggunakan sihir ilusi.


Namun, dari sepuluh Dafa yang sedang mengitarinya itu, dia sama sekali tidak bisa melihat apapun di dalam masing-masing dari mereka, hingga membuatnya merasa seperti sedang menatap sebuah cermin.


"Tentu saja, tidak mungkin bagimu untuk melihatnya, karena..."


*Slashh!* *Slashh!*


"... Sejak awal aku memang tidak pernah ada di sana."


Tepat setelah kata-kata itu selesai di dengar, Orobas segera mengernyit, karena lengan kanannya yang entah sejak kapan sudah menghilang.


"Mungkin aku tidak bisa mengalahkanmu, tapi itu bukan berarti aku tidak bisa melawan mu sama sekali. Lagi pula..." Kali ini, Dafa kembali muncul tidak jatuh dari dirinya, dengan tangan kanan milik gadis itu yang ada di kakinya, "... Di kampung halamanku, The Jester ini sering di sebut sebagai Incarnation of Death dan True Devil, yang bahkan sudah di anggap setara dengan Lucifer, hingga sering di sangka sebagai Inkarnasi dari dirinya."


"Jadi, tolong jangan terlalu meremehkanku." Senyum bengkok segera tumbuh di wajah milik Dafa, setelah dia mengakhiri pidatonya itu, sambil bersiap untuk menyerang dengan menggunakan dagger yang masih di pegang olehnya.


Dan, seperti yang sudah diperkirakan oleh Dafa, gadis Demon Lord itu malah tertawa terbahak-bahak, yang segera membuatnya semakin memahami tentang sifatnya itu.


'Orang ini... Dia hanya bosan saja.'


Itu benar sekali. Kenapa dia bisa sampai pada kesimpulan itu? Mudah sekali. Coba lihat saja pertarungan ini sejak awal, orang awam pun pasti akan segera memahami maksud di baliknya.


Lagi pula, seluruh kemampuan yang ditunjukkan olehnya itu, semua itu hanyalah sebuah kebohongan, karena nyatanya gadis ini masih benar-benar menahan diri.


Contoh mudahnya itu, ketika dia meninju Dafa, yang seharusnya mah pasti akan langsung menghancurkan tubuh bagian atasnya, tapi hal itu malah hanya melubangi tubuhnya saja, dan itu pun tidak begitu parah, karena organ bagian dalamnya entah bagaimana masih baik-baik saja.


Tentu saja, setelah menyadari hal tersebut, Dafa segera memiliki sebuah rencana gila yang, meskipun rencana itu merupakan pedang bermata dua, yang benar-benar sangat berbahaya sekali terhadap nyawanya.


Akan tetapi, demi agar dapat bertahan hidup di Dunia tersebut, remaja itu berakhir memutuskan untuk bertaruh saja dengan rencananya itu.


Lagi pula, selain itu memiliki kemungkinan yang jauh lebih baik ketimbang rencananya yang lainnya, hal itu juga sangat membantunya saat ini, karena dia sebenarnya masih tidak memiliki cara untuk melarikan diri dari gadis yang ada di depannya.


Setelah memutuskan hal itu, Dafa kemudian segera memanggil Orobas sambil menurunkan senjatanya.


\=-----\=-----\=-----\=-----\=


Author Note :


Yayy!!! Update lagi!!


Di dalam bab kali ini, full dengan MC baru kita ini, plus di tunjukkan beberapa hal yang dimiliki oleh MC kita, plus beberapa fakta lain mengenai Bumi.


Tapi, perlu kalian ingat lagi, kalau sebenarnya itu, alasan kenapa MC masih bisa terlihat imbang dengan si Orobas ini, itu karena pertarungan tersebut hanya baru berlangsung selama kurang dari sepuluh menit, karena jika lebih dari lima belas menit, maka MC kita ini malah akan segera mati, akibat daya tahan tubuhnya yang begitu buruk.


Terus, kalau tentang setiap kemampuan MC yang ditunjukkan di dalam bab kali ini, terutama tentang cara si MC ini bisa memotong lengan milik Orobas, nanti hal itu akan dijelaskan di bab-bab selanjutnya, meskipun hal itu pasti akan membuat porsi munculnya Souji semakin sedikit, tapi tenang saja, setelah bab tersebut, Souji bakal mendapatkan porsi muncul yang cukup banyak.


Jadi, bagi kalian yang mau dukung author, kalian bisa dukung author melalui akun trakteer author, yang bisa kalian akses melalui IG author @Panagakos_Void.

__ADS_1


Itu aja sih yang author ingin sampaikan, sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!


__ADS_2