
Chapter 20 : Wanita Misterius (1/2)
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Souji)
Setelah merasakan sengatan yang kurang menyenangkan dari sinar matahari, aku kemudian dengan perlahan-lahan mulai membuka mataku, di mana pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah sebuah langit biru yang luas.
“Ehh...? Di-di mana aku?" Aku menggumamkan itu dengan penuh kebingungan bercampur keseriusan, sambil mengelus mataku.
Setelah menatap sekitarku selama beberapa menit lagi, aku kemudian mulai bangkit dan berjalan dengan perlahan ke depan.
“Hmm... aku hanya bisa melihat padang rumput saja, tidak ada bangunan atau pun pohon di sini.” Gumamku, sambil melihat sekeliling.
“Sebenarnya, di mana aku?” Yang bisa aku lakukan hanyalah memiringkan kepalaku saja dengan penuh kebingungan, karena aku benar-benar tidak mengerti sama sekali, mengenai hal apa yang sedang terjadi kepadaku.
Pada saat aku sedang bingung, karena tidak tahu di mana aku berada sekarang, tiba-tiba saja ada suara dari seorang wanita yang memanggilku dari arah belakang.
“Ara~ Kamu sudah bangun rupanya.”
Pada saat mendengar suara tersebut, aku langsung saja berbalik, hanya untuk melihat siapa pemilik dari suara itu.
Ketika aku berbalik, hal pertama yang aku lihat adalah sebuah meja bundar kecil dengan dua buah kursi, di mana meja tersebut memiliki sebuah payung yang terletak di bagian tengahnya, dan ada seorang Wanita yang sedang duduk di
salah satu dari dua kursi tersebut.
Wanita ini terlihat berada di usia dua puluh tahun lebih, di mana dia terlihat memiliki rambut putih dan mata yang berwarna ungu, dengan kulit miliknya yang terlihat seputih salju, dan dia terlihat mengenakan sebuah Gaun Gothic berwarna hitam pekat yang menonjolkan bagian dadanya.
Meski begitu, entah kenapa, aku seperti mengenal wanita ini. Tapi di mana? Aku benar-benar tidak dapat mengingatnya.
Pada saat aku sedang jatuh ke dalam kebingungan, aku bisa melihat, kalau sudut bibir dari wanita itu terlihat sedikit terangkat dan tampak mulai membentuk sebuah senyuman, di mana hal tersebut benar-benar tampak sangat menawan...
...
..
.
Tu-tunggu sebentar, apa yang baru saja aku pikirkan? Tidak, tidak, tidak. Ada apa dengan pikiranku? Kenapa aku bisa langsung terpesona begitu saja, dengan wanita asing ini?
Lagi pula, hal ini seharusnya tidak mungkin untuk terjadi, mengingat aku yang memiliki resistensi yang sangat tinggi terhadap hal-hal yang semacam ini.
Namun, setelah memikirkannya selama beberapa menit lagi, tidak sampai lima menit, akhirnya aku teringat akan sesuatu hal, yang pada akhirnya membuat segalanya menjadi lebih logis.
Dimana, hal tersebut adalah... 'Apa yang barusan itu adalah Skill milik wanita ini?'
Lagi pula, di Dunia ini, ada sesuatu hal yang di sebut dengan layar Status, Job Class, dan Skill, yang artinya hal tersebut memang sangat mungkin untuk dapat terjadi.
'Aku sepertinya perlu memikirkan rencana pencegahan untuk hal-hal yang semacam ini.'
Setelah aku memikirkan hal tersebut, aku bisa melihat, kalau senyum yang wanita itu miliki menjadi semakin dalam, sebelum dia berkata; "Jika kamu terus berdiri saja di sana, tehnya ini nanti menjadi dingin loh~"
Dan, masalahnya di sini itu, entah kenapa aku merasa kalau wanita tersebut dapat di percaya, yang menyebabkan aku segera memutuskan untuk duduk, hanya karena aku mempercayai intuisi ku, mengingat hal itu sering menyelamatkanku.
Duduk di kursi yang tersisa, aku kemudian bisa melihat, kalau senyuman dari wanita ini, entah kenapa, malah terlihat menjadi semakin dalam, di mana hal tersebut benar-benar terasa sangat tidak nyaman sekali untuk ku.
Meski begitu, setelah aku memperhatikannya dengan lebih seksama lagi, entah kenapa aku tidak dapat melihat wajah milik wanita ini dengan jelas. Karena, poni rambut miliknya yang terlihat menutupi sebagian besar wajahnya.
"Apa kamu tidak menyukai teh?" Dia terlihat menanyakan hal tersebut sambil mengangkat gelas miliknya untuk di minum, yang tentunya membuatku terbangun dari lamunanku.
Mendengar hal tersebut, pada awalnya aku bingung harus melakukan apa, tapi setelah teringat, kalau aku ini memiliki resistensi yang sangat tinggi terhadap segala jenis racun, jadi hal tersebut membuatku cukup percaya diri dalam meminum teh tersebut.
Seperti yang baru saja aku katakan, kalau aku kemudian segera meminumnya, di mana aku segera merasakan sesuatu hal yang... 'Enak...'
Ketika sampai pada pemikiran itu, aku segera menatap ke arahnya dengan penuh keseriusan, karena aku mulai menginginkan resep di balik teh yang enak ini.
__ADS_1
Akan tetapi, bahkan sebelum aku bisa merumuskan sebuah rencana untuk mendapatkan resep teh yang sedang aku minum saat ini, wanita yang ada di depanku sudah kembali berbicara, tapi kali ini dia mengatakan sesuatu hal yang benar-benar tidak terduga sama sekali.
"Oh ya, ngomong-ngomong, teh itu terbuat dari Air Cintaku loh~" Dia tampak mengatakan hal tersebut dengan ekspresi wajah datar, seolah-olah hal itu adalah sesuatu hal yang sangat biasa sekali.
Tentu saja, aku yang mendengar hal tersebut segera membeku, sebelum dengan sangat cepat aku langsung menjatuhkan gelas yang tengah aku pegang saat ini dan mulai menatapnya dengan sangat tajam.
"Apakah teh ini memang benar-benar terbuat dari 'hal' itu?" Aku memutuskan untuk menanyakan hal tersebut dengan tatapan mata yang sangat tajam, kepada wanita aneh yang ada di depanku, hanya untuk memastikannya saja.
Namun, sayangnya itu, bukannya menjawab pertanyaanku, wanita ini malah menaruh gelas miliknya di atas meja, sebelum dia mulai menatap balik mataku.
Melihat hal itu, aku tentunya segera menjadi bertambah jengkel, "Oi, kenapa kamu hanya terus menatapku saja? Jika kamu tidak ingin menjaw–"
Akan tetapi, bahkan sebelum aku bisa menyelesaikan hal yang ingin aku katakan, secara tiba-tiba, wanita ini malah mendekatkan wajahnya dengan wajahku, sebelum dia dengan cepat langsung menciumku.
*Huummm!!!*
Pada saat menyadari hal itu, aku tentunya langsung menatapnya dengan mata yang bertanya-tanya, sambil berusaha untuk menjauhkan dia dariku, yang tentunya berakhir dengan sia-sia, karena entah kenapa, tenagaku tiba-tiba saja menghilang, hingga aku sendiri tidak dapat merasakan tubuhku sama sekali.
Sialan!! Kenapa semenjak aku datang ke Dunia ini, aku selalu saja melihat Event Isekai Klise yang terus-menerus muncul di depanku?
Dan yang lebih parahnya lagi, pada saat ini aku pun harus kehilangan ciuman pertamaku, yang tadinya ingin aku persembahkan untuk istriku di masa depan nanti.
Apa? Apa kamu pikir, hanya perempuan saja yang harus takut kehilangan ciuman pertama mereka? Apa laki-laki memang tidak berhak terhadap hal tersebut?
Mengabaikan hal itu, meskipun wanita yang ada di depanku ini memang memiliki paras wajah yang sangat cantik, tapi masalahnya di sini itu, adalah dia yang merupakan seseorang yang sangat mes*um.
Meskipun aku memang memikirkan hal semacam itu, tapi pikiranku segera berpindah ke hal yang jauh lebih penting lagi, di mana hal tersebut adalah mengenai apa yang sedang terjadi kepadaku?
Lagi pula, aku masih sangat ingat, kalau sebelumnya itu, aku seharusnya sih sedang tertidur di tengah hutan, bersama dengan yang lainnya, tapi kenapa ketika aku bangun, aku malah menemukan diriku sedang terbaring di padang rumput yang luas ini?
Pada saat aku sedang kebingungan di dalam pikiranku, akibat pertanyaan tanpa jawaban yang terus saja muncul, akhirnya wanita ini mulai melepaskan bibirnya dariku, sebelum dia menjauh dariku.
Tidak berhenti sampai di sana saja, dia pun mulai bangkit dari kursinya, sebelum wanita itu berjalan menuju ke padang rumput yang cukup jauh dari sini.
Setelah dia berjalan, kira-kira sekitar lima puluh langkah dari sini, wanita itu kemudian berhenti dan segera berbalik ke arahku, sebelum dia mulai menatapku dengan tatapan mata predator, sambil menjilat bibirnya dengan gerakan yang sangat erotis.
Tentu saja, pada saat melihat hal itu, entah mengapa aku segera gemetaran dan langsung saja mengalihkan pandanganku dari wajahnya.
"Hmm~? Apakah aku terlalu berlebihan~?" Aku bisa mendengarnya menggumamkan hal tersebut, yang tentunya tidak begitu aku pedulikan.
Meskipun aku mengatakan mengalihkan pandanganku darinya, tapi tidak berselang lama, aku memutuskan untuk kembali menatapnya, di mana kali ini aku segera di sambut dengan pemandangan dia yang sedang menutup matanya.
Apa yang sedang wanita ini lakukan? Kenapa dia menutup matanya?
Pada saat aku sedang bingung, tentang apa yang sedang wanita misterius itu lakukan, secara tiba-tiba, dari tubuh wanita misterius ini, muncul sebuah cahaya pekat yang berwarna ungu, yang sepertinya sih mengitari seluruh bagian dari tubuhnya.
Tidak, tunggu sebentar. Sepertinya bukan hanya warna ungu saja, itu karena setelah beberapa saat, muncul beberapa warna lain yang ada di sekitarnya, hingga tampak membentuk semacam RGB unik darinya.
Tidak berselang lama setelah RGB itu muncul, kedua telinga yang wanita ini miliki terlihat berubah menjadi runcing, di mana sepasang tanduk bisa terlihat tumbuh di kepalanya.
Bukan hanya itu saja, tapi pupil mata miliknya pun perlahan-lahan mulai berubah menjadi berwarna emas, yang di ikuti oleh gaun miliknya yang mulai bersinar, dan juga di ikuti oleh sepasang sayap yang tumbuh di punggungnya.
Jika di lihat dengan lebih seksama, sayap yang tumbuh di punggungnya itu tampak mirip dengan sayap dari seekor naga, yang terlihat di tambahkan dengan RGB yang hampir sama, dengan RGB yang mengitari tubuhnya.
Setelah cahaya RGB yang ada di sekeliling tubuh dari wanita itu memudar, dia kemudian mulai menoleh dan tersenyum ke arahku, sebelum dia kembali berjalan menuju ke kursi miliknya, untuk duduk kembali di sana.
Karena penasaran, jadi aku secara tidak sengaja langsung saja menanyakan sesuatu hal kepadanya.
"Kamu ini sebenarnya siapa?" Aku menanyakan hal tersebut dengan tatapan mata yang menajam.
Dimana, pada saat mendengar pertanyaan itu, wanita ini hanya terlihat tersenyum dengan lembut saja ke arahku, tanpa terlihat ingin menjawabnya sama sekali.
Dan, karena hal itulah, aku memutuskan untuk kembali bertanya kepadanya, tapi dengan nada suara yang menjadi lebih serius; "Karena kamu tidak ingin menjawabnya, kalau begitu, mulai sekarang, aku akan memangilmu... Niji."
Seperti yang sebelumnya, setelah mendengar pernyataanku itu, wanita misterius ini hanya tampak sedikit terkejut saja, sebelum dia mulai bersenandung dengan suasana hati yang tampak sangat baik, tanpa terlihat ingin menjawabnya sama sekali.
__ADS_1
Melihat perilakunya itu, hal tersebut malah menambah kebingunganku terhadapnya, meskipun entah mengapa, pada saat wanita misterius ini tersenyum ke arahku, aku entah kenapa malah teringat kembali dengan kakak ku.
Tentu saja, hal tersebut berhasil membuat suasana hatiku menjadi sangat buruk, apalagi setelah mengingat fakta, kalau sangat mustahil bagiku untuk dapat kembali bertemu lagi dengannya, mengingat kami sudah beda alam.
Suasana hening kemudian terus berlanjut, hingga beberapa menit ke depan, sampai dia berhenti bersenandung dan akhirnya mulai berbicara.
"Neh, Darling~ Apa aku boleh menanyakan sesuatu hal kepadamu~?"
"E-eh? N-nani?" Tanpa sadar aku langsung menanyakan hal tersebut dengan penuh kebingungan, sambil secara tidak sengaja, aku kembali menjatuhkan gelas yang sedang aku pegang.
Aku bisa melihat, kalau Niji langsung berdiri dari kursinya dan berlari menuju ke arahku.
"Darling! Kamu kenapa!? Apa kamu baik-baik saja!?" Aku bisa mendengar kekhawatiran di dalam nada suaranya, sampai-sampai tatapan matanya pun menunjukkan hal yang sama.
"Tidak, aku tidak apa-apa." Tentu saja, aku langsung membalasnya dengan hal tersebut, sambil mencoba untuk meyakinkannya, untuk tidak khawatir tentang hal tersebut.
Setelah dia yakin kalau aku baik-baik saja, wanita ini kemudian langsung menghela nafasnya dengan penuh rasa lega, sebelum dia mulai berjalan untuk kembali duduk di kursi miliknya.
"Se-sebelum itu, kenapa kamu memanggilku 'Darling'?" Aku segera menanyakan hal tersebut dengan nada yang sangat serius, tepat setelah dia duduk di kursinya.
Setelah mendengar hal itu, aku bisa melihat Niji yang langsung menjadi sangat terkejut, sebelum dia membalasnya.
"Apa yang sedang kamu bicarakan, Darling? Bukannya ciuman yang sebelumnya itu adalah sebuah kontrak pernikahan?" Wanita ini mengatakan hal yang mengerikan itu dengan santai, sambil menatapku dengan penuh keheranan.
Tentu saja, aku yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dan menatapnya dengan campuran serius dan curiga.
"A-ap-apa yang kamu maksud dengan kontrak pernikahan ini!?" Aku tidak bisa menahan nada suaraku yang meninggi, karena hal ini sudah sangat keterlaluan sekali, jika saja adalah sebuah lelucon.
Namun, dengan begitu santainya, wanita yang ada di depanku ini memberikanku sebuah kenyataan yang sangat mengerikan, sambil tersenyum dengan sangat lembut ke arahku.
"Itu adalah cara para Naga untuk menikahi seseorang tahu, Darling~"
*Bruukk!*
Begitu saja, kepalaku langsung menjadi kosong, sebelum kegelapan segera memenuhi seluruh penglihatanku.
...
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
(POV Orang Ketiga)
"Ehhh!? Darling!! Apa kamu baik-baik saja!? Darling!! Darling!! Jawablah!!" Niji langsung saja bangkit dari kursi miliknya dan segera berlari menuju ke arah Souji, yang tampaknya sih sedang pingsan.
Remaja laki-laki itu bukan pingsan karena apa yang dikatakan oleh Niji, atau pun sesuatu hal yang lain, melainkan dirinya pingsan akibat tekanan mental yang begitu mengerikan, dari makna di balik perkataan dari Niji.
Begitu saja, pada hari itu, seorang Siswa Sekolah Menangah Atas biasa yang bernama Shimotsuki Souji, di usianya yang ketujuh belas tahun, dia secara resmi telah berhasil mendapatkan seorang istri di... ISEKAI.
\=-----\=-----\=-----\=-----\=
Author Note:
Yayy!! Update lagi!!
Di dalam bab kali ini, meskipun memang ada perubahan, tapi tidak begitu banyak, hanya karena menurut Author, pertemuan mereka itu sudah sangat pas sekali, di versi yang sebelumnya.
Author tidak begitu tahu harus berkata apa di dalam Note kali ini, mengingat author yang sedang mengalami Writer Block ketika menulis bab ini.
Tapi yang pasti...
... Itulah kenapa, bagi kalian yang ingin menunggu kelanjutannya, agar tidak ketinggalan, silakan di subscribe novel ini, sekalian like setiap babnya, plus tolong beri saya feedback, soalnya hal itu sangat diperlukan, untuk keberlanjutan dari novel ini.
Itu aja sih yang author ingin sampaikan, dan bagi kalian yang ingin mendukung author, kalian bisa traktir author di akun trakteer milik author yang bisa kalian akses melalui BIO IG author @Panagakos_Void.
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya! Adios~!
__ADS_1