SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 1


__ADS_3

PROLOG


Di era modren saat ini, manusia pada umumnya sama sekali tidak mempercayai akan hal-hal yang berbau mistik. Namun, berbeda dengan seorang anak laki-laki yang bernama Ednan Mahliyo Cokro dia biasa dipanggil Ednan berumur 19 tahun ia seorang pengangguran yang hanya mengandalkan kemampuannya untuk mengusir setan. Yah, kedengarannya sedikit keren si dikatakan sebagai pengusir setan namun, kenyataannya Ednan hanya terobsesi pada segala hal yang berbau mistik, itu disebabkan dia belum mendapatkan pekerjaan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan kuliahnya, sudah hampir dua tahun ia menganggur.


Sebenarnya Ednan sendiri merasakan keanehan pada dirinya awalnya dia hanya sering membaca buku mengenai setan, jin dan makhluk halus lainnya, tetapi ketika ia berumur 17 tahun disitulah obsesinya berubah menjadi sebuah ambisi dikarenakan ia dapat melihat setan dan ia bukannya merasa takut seperti manusia awam biasanya malah ia amat sangat senang makanya, ia menyebut dirinya sebagai pengusir setan di desanya.


Hingga pada suatu hari, Ednan sedang berjalan di desanya dan tanpa sengaja melihat seorang siswi SMA berseragam putih abu-abu di ujung jalan yang tampak sedang pulang sekolah sendirian, dipandangnya wajah perempuan itu dengan seksama dan ednan untuk pertama kalinya merasa tertarik pada seorang wanita karena Ednan sendiri seorang laki-laki yang acuh terhadap lawan jenis.


"(Duh cantik si adiknya, tapi kok harus melihara jin sih..)" guman ednan dalam hatinya.


Tapi, tidak sadar karena ia merasa penasaran lalu ia pun mengikuti wanita misterius itu dan tanpa sengaja malah menabraknya itu dikarenakan wanita tersebut tiba-tiba berhenti tepat di depan Ednan.

__ADS_1


"Aduh maaf dik, saya tidak sengaja heheh" kata ednan sambil menggaruk kepalanya.


Ednan pun dengan sigap membantu wanita itu lalu tersenyum lebar, akan tetapi wanita itu menipis tangan ednan lalu segera pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Lah udah gitu aja, aku ngapain sih ikutin dia sampai tabrak-tabrak juga, tapi aku penasaran sama setannya juga sih hihihi" kata Ednan sambil menggrutu.


Seperti biasa Ednan akan langsung penasaran dengan hal-hal yang berbau gaib, lalu akhirnya Ednan pulang kerumahnya saat di perjalan pulang, Ednan kembali menemukan setan perempuan, dari jauh ia melihat sesosok wanita yang sedang merangkak perlahan-lahan, ia merasa iba lalu tanpa pikir panjang Ednan menghampiri setan tersebut.


"HaiĀ  mbak, mau kemana mau saya antar?" tanya Ednan pada sesosok wanita yang sedang tekapar di tengah jalan tanpa lengan dan kaki kiri, sepertinya korban tabrak lari.


"Aduh Gustiii, memang jaman sekarang setan gak punya sopan santun" kata Ednan sambil menaikkan alisnya.

__ADS_1


"(Hhhh sudah lah, padahal aku tadi bermaksud baik, apalah daya aku yang tampan ini setan pun tak tahan melihatnya dan pergi begitu saja)" guman Ednan dalam hatinya.


Lalu, Ednan melanjutkan perjalannya pulang kerumahnya, sesampainya Ednan dirumah ia langsung rebahan di tempat tidurnya, dilihatnya ke atas langit-langit kamarnya lalu dengan tenang Ednan pun memejamkan mata dan tanpa sadar ia membayangkan siswi SMA yang di tabraknya sewaktu pulang tadi.


"(Wajahnya begitu pucat, jika tidak dilihat dari mata batin dia sedikit menyeramkan itu disebabkan setan tua dipundaknya itu, padahal dia begitu cantik" guman ednan dalam hatinya.


Namun, tak berapa lama terdengar langkah kaki yang mendekati Ednan.


"Kamu ini ya, bukannya cari kerja malah tiduran dirumah sampai kapan kamu mengandalkan Ibu Ednan?" tanya ibu Ednan dengan raut wajah lelah sambil duduk di tepi tempat tidur Ednan.


"Aduh bu, Ednan kan sudah punya pekerjaan tetap bu apa yang ibu khawatirkan" jawab Ednan dengan tenang.

__ADS_1


"Lihat adik perempuanmu dia merantau dan selalu mengirimkan uang pada ibu, dan kamu pekerjaan tetap apa yang kamu bicarakan, pengusiran setan mu yang tidak jelas itu sudah berapa kali ibu bilang jangan dekati hal-hal yang berbau mistik, ibu tidak mau nak kamu tersesat, sekarang kamu bangun dan pergi ke ladang dengan Pak Sugeng" balas Ibu Ednan dengan tegas".


Dengan langkah berat Ednan bangun dari tempat tidurnya dan ia segera kebelakang untuk mengambil cangkul dan segera menemui Pak Pugeng tetangganya.


__ADS_2