
AWAL PART II
Kurasakan aura dingin yang membeku seakan ingin menelan ku dalam rasa sepi ini, ku tekuk kedua kaki ku dan kusandarkan kepala serta badan ku, aku sangat berharap rasa kecewa karena telah dihianati sahabat dan pacar ku ini semua adalah mimpi.
Aku tidak ingin membuka mata, aku hanya ingin sendiri kenapa dunia ku seketika hancur karena hubungan
segitiga ini, mungkin butuh waktu lama melupakan wilmar tapi bagaimana talita sahabatku apa yang harus kuperbuat dengan dia.
Jika saja talita lebih berterusterang padaku mungkin aku akan mengikhlaskan wilmar padanya, aku tidak akan mengorbankan persahabatan kami hanya karena seorang laki-laki yang hanya bisa mempermainkan hati seorang wanita.Tapi, apa aku bisa melepaskan wilmar mengingat dia adalah cinta pertamaku.
“(kenapa harus dengan talita wil)” batinku sambil memeras kedua tangan ku.
Kenapa wilmar dan talita bisa tega menghianati ku apa yang telah kuperbuat pada mereka dan apa aku yang menyebabkan ini semua terjadi apa mungkin talita lebih baik dan lebih cantik daripada aku, sejauh mana aku berfikir aku tetap tidak bisa menerima keadaan ini.
“(Shhhh,…….)”
“(Putri………..)”
“(Siapa itu yang memanggil ku, apakah ibu?”) Tanya ku dalam hati.
“Putri lagi ingin sendiri bu, tinggalkan putri sendiri Bu” Kataku pada ibu.
“(Shhhh,…….)”
__ADS_1
“(Putri………..)”
“jangan ganggu putri buu!” seru ku.
“(Shhhh,…….)”
“(Putri………..)”
Hingga yang ketiga kali ibu memanggil aku tak sabar dan mendongakkan kepalaku.
“apa ibu tidak menger..”kata ku yang belum selesai aku ucapkan karena tidak ada siapa-siapa disana.
“(aku dimana?)” Tanya ku dalam hati.
aku berada diruangan kosong tidak ada benda seperti meja atau apapun itu, aku sempat heran sejak kapan aku ada disini yang ku ingat aku baru saja melihat talita dan wilmar sedang bercumbu di belakang sekolah namun, anehnya aku tidak merasa takut hingga suara yang memanggilku tadi terdengar lagi, hanya kali ini suaranya ditambah pekikan panjang.
“(Shhhh,…….)”
“(Putri………..)”
__ADS_1
“Apa kamu siapa?” Tanya ku pada makhluk yang kulihat ini.
“Aku adalah kamu yang tidak akan menghianatimu Putri” Balasnya tak jelas.
“Maksud kamu itu apa?” Tanya ku padanya.
“Apa kau lupa perbuatan wilmar dan talita?” Dia tidak menjawab, malah melontaran kembali sebuah pertanyaan padaku.
“Aku rasa itu hanya mimpi dan ini juga pasti mimpi kan.” Jawab ku memastikan padanya.
“Semua itu nyata putri, kalau tidak bagaimana kau bisa bertemu dengan ku”. Balasnya lagi dengan cepat.
“Apa,!(hiks hiks hiks hiks)” jawab ku.
Saat itu aku langsung menangis tak karuan, anehnya tubuhku tidak tegang atau terasa kaku saat berhadapan dengan makhluk ini.
“Ia menangislah dan tanamkan rasa sakit hati di dalam hatimu” Katanya padaku.
“Aku harus bagaimana?” Tanya ku padanya.
“Kau tidak takut melihatku?” Dia kembali melontarkan sebuah pertanyaan.
“Aku lebih takut kehilangan wilmar, tapi semua percuma lebih baik aku mati” jawab ku padanya tanpa fikir panjang lagi.
__ADS_1
“Bagus, bagus, bagus... pegang lah tangan ku!”Serunya padaku sambil menjulurkan tangannya.
Aku tidak langsung meraih tangannya aku hanya terus menangis dan terus berfikir akan lebih baik jika aku memang meninggalkan dunia yang begitu kejam ini, rasanya jiwa ku telah hancur bersama luka yang beri pacar dan sahabatku jika aku hidup apakah aku bisa melewati semua ini...