
PERUBAHAN
perlahan-lahan aku berjalan dan mencari pintu kamarku, dan saat kurasakan tangan ku menyentuh engsel pintu aku membuang selimutku dan membuka pintu dengan terburu-buru. tapi dasar cerobohnya aku bukan pintu kamar yang terbuka malah pintu kamar mandi yang terbuka aku segera tau ketika aku membuka mata, aku tersadar dan aku langsung berdiri terpaku di depan pintu kamar mandi saat kulihat seorang wanita seperti memakan sesuatu di toilet ku lihat dengan seksama sepertinya bekas muntahan ku tadi.
"(hueeekk,,,, hueeekkkk)" aku langsung mual.
ku dengar suara saat perempuan itu hendak membalikan badan seperti potongan kayu yang kering, aku tak sanggup melihatnya tapi aku penasaran mungkin kah yang kulihat tadi malam.
"(kratak,,, kratak,, kratak") seperti itu suaranya.
saat ia membalikkan badan perlahan aku dapat melihat wajahnya, berbeda dengan yang kulihat kemarin malam wajah perempuan ini terlihat begitu kering dan keriput bola matanya sampai tenggelam aku tak sanggup lagi melihatnya dan tiba-tiba dari belakang kurasakan tangan mengelus kepala ku lagi.
"aaaaaaaaaa,,,, jangan" teriak ku sambil menepis tangan yang mengelusku.
"nak kamu kenapa? ini ibu..." kata ibu padaku sambil memegang tangan ku.
kulihat memang ibu tapi seperti ada bayangan lain dibelakangnya samar-samar.
"bu,,, bisa tidak untuk beberapa saat ini jangan mengelus rambut putri tanpa ijin dari putri" kataku pada ibu.
__ADS_1
"ibu salah apa sama kamu nak?" tanya ibu padaku dengan raut sedih.
"tidak bu, soalnya kan putri jarang keramas jadi banyak ketombe heheh" balas ku pada ibu untuk menghiburnya.
"kamu ada saja, sudahlah yuk kita keluar sebentar teman-teman kamu sudah datang" kata ibu pada ku sambil menarik tanganku.
"bu sebentar..." balas ku ke ibu sambil menutup pintu kamar mandi.
"(huhhh, benar kan tidak ada apa-apa semua hanya halusinasi saja)" kataku dalam hati dengan perasaan lega, melihat kekamar mandi mendapati tidak ada satupun makhluk aneh disana.
kami pun keruang tamu untuk menemui teman-teman, lagi-lagi aku terkejut dengan yang kulihat tapi bukan karena makhluk aneh melainkan wilmar yang sedang duduk dan sekarang menatap kearah ku. bisa dibayangkan keadaan ku yang sangat kumuh itu dilihat oleh wilmar.
"astaga putri tercantik kitaaa,,, apa yang terjadi sayang" kata talita padaku.
"ya ampun, put kamu bisa gak jelasin kami sedikit kejadian tadi malam apa bener karena aku, kan aku belum jadi kejutin kamu put sumpah deh kamu harus percaya sama aku ya put" kata talita membela dirinya.
"eng,,mmmh...mmhh" balasku.
aneh ini kesekian kalinya aku tidak bisa berbicara, aku mengingatnya kalau tidak salah ini dimulai saat pertama kali aku makan makanan ibu-ibu misterius waktu itu sepertinya ini bukan kebetulan biasa, seperti ada yang menahan mulutku untuk bicara.
__ADS_1
"put kamu kenapa kok seperti orang bisu?" tanya nuna polos.
"astaga nun, udah kamu diam aja ya!" seru talita ke nuna
"taita selalu begitu, memarahi aku terus aku juga disuruh tidak boleh bilang kalau talita dan wil..emhmmmh" balas nuna yang belum sempat menyelesaikan kata-katanya tapi talita menutup mulutnya.
"apa maksudnya ta?" tanya ku pada talita
"sudah-sudah kalian bisa lihat kan putri baik-baik saja, besok juga bisa kesekolah nah widi ayo ikut ibu ke dapur bantu ibu menyiapkan makan siang kalian ya" balas ibu yang memotong pembicaran ku.
"aku ikut, kamu juga ya nun" ajak talita ke nuna.
tinggallah aku, jaka, raihan, wilmar dan beberapa teman satu kelas ku.
"hoi guys, kalian kemari sebentar bantu aku menggelar tikar di sini" teriak jaka pada teman-teman
teman-teman yang lain pun menyusul tinggallah aku dan wilmar
"kenapa tidak ada sms wil?" tanya ku pada wilmar
__ADS_1
"maafin aku ya putri, tadi malam aku lupa charger hp dan ketiduran" balas wilmar sambil menundukkan kepalanya.
aku merasa sedikit aneh dengan sikap wilmar, tidak biasanya dia seperti ini. biasanya, dia selalu lembut dan penuh perhatian, sebenarnya dia kenapa ya.. tapi aku membuang semua pikiran aneh yang datang padaku mengenai wilmar.