
TAR TERDUGA
kulirik jam ditanganku sepertinya aku sudah telat sekitar dua puluh menit kulihat tidak ada satupun siswa yang berkeliaran diluar akupun makin mempercepat langkah dan dengan mengumpulkan keberanian untuk mengetuk pintu dimana kelas sedang berlangsung, aku malu karena terlambat lalu akupun menundukkan kepalaku.
“(tok..tok..tok)" suara ketukan pintu, yang seketika itu kelas tiba-tiba hening.
“maaf anu,, pak,, maaf saya telat” kataku terbata-bata.
lalu aku memberanikan diri mengangkat kepala dan menatap pak guru yang sedang duduk dimejanya. alangkah terkejutnya aku dengan apa yang kulihat, tampak jelas pak heru sedang duduk dan menyilangkan kedua kakinya sambil membolak-balikkan bolpen di tangannya yang saat itu menatapku dengan menaikkan satu alisnya.
kuingat pelajaran hari ini seharusnya dengan pak dammar, kok jadi pak heru dengan wajah lugu aku lihat ke arah tempat duduk siswa betapa terkejutnya aku, pantas saja yang masuk pak heru ternyata aku salah masuk kelas.
“woi itu putri kelas 2A jurusan ipa yang terkenal itu kan, ngapain dia masuk ke kelas anak ips, lagi halu itu anak atau mau pindah jurusan yaaa,,, aku sih bersyukur banget sekelas sama wanita no 1 di sekolah kita ini” teriak pria
yang duduk dibelakang.
“put,,,sini duduk sama aku” teriak lagi teman yang disampingnya.
“(astaga, mati aku sial banget hari ini)” guman ku dalam hati.
“pak maaf saya masuk kelas” kataku cepat sambil menundukkan kepala.
akupun langsung berlari, ke kelasku yang hanya berjarak dua ruangan dari kelas yang aku masuki tadi. aku pun mengetuk pintu dan memastikan ke arah teman-teman aku tidak mau donk salah kelas lagi.
__ADS_1
“permisi pak, maaf saya telat” kataku pada pak dammar.
“silahkan masuk, temanmu sudah permisikan tadi, ya anak-anak saya akan kembali mengabsen
kalian ya, afgan,,, agnesmo,, bang bili,, cita citatat,,,bla … bla…” balas pak dammar yang langsung mengabsen kami satu persatu.
waktu berjalan dengan cepat akhirnya bel berbunyi dan dengan cepat ketiga sahabatku menghampiri ku.
“kamu dari mana saja?” tanya widia dengan sikap intograsinya.
“itu,,, dari… hmmmmmmmm dari...” jawab ku ragu-ragu.
“kan kamu tadi dipanggil keruangan kepsek put, kok bingung sih” timpal talita yang sepertinya hendak membela ku.
“ahhhhh,, iaaa dipanggil kepsek” balas ku.
memang saat wilmar menarik tanganku aku sempat berpapasan dengan nuna yang saat itu sedang menuju ke kamar mandi.
“sudah kita ke kantin yuk aku lapar nih” kataku memotong pembicaraan nuna.
"aduh mulut aku sakit" balas nuna.
"sudahlah ayok kekantin aku juga lapar" balas talita.
__ADS_1
karena sudah jelas aku menghindari ribuan pertanyaan widi yang menghawatirkanku. kami berempat pun ke kantin, lalu memesan makanan.
“bu, saya pesan sosis mentah ya” kataku pada ibu kantin.
“buat apa neng, biasanya sih eneng makan mie baso kenapa hari ini minta sosis yang mentah lagi” kata ibu kantin heran.
“sudah bu ambilkan saja, saya pesan satu plastik ya bu” balas ku.
lalu ibu kantin mengambil sekantung sosis mentah dan aku menariknya dan langsung merobek
plastik tersebut.
“eeemmmh,,, enak,,, enak,,,” aku makan lahap semua sosis itu.
lalu terdengar suara sendokterjatuh yang mengejutkan ku, kulihat didepan ku widi tampak heran sampai mulutnya setengah menganga cukup lama.
“put, kamu masih sakit ya kamu kenapa?” tanya widi padaku.
akupun heran, kulihat tangan ku kanan dan kiri memegang sosis mentah yang tidak siap saji itu. aku membuangnya dan mengambil uang selembaran dari kantongku dan kuberi dengan ibu kantin lalu lari ke kelas sendirian.
“(aku ini kenapa, bisa-bisanya aku memalukan diriku didepan orang banyak)” guman ku dalam hati.
akupun berlari dan dengan bodoh menabrak orang yang sedang menuju ke kantin.
__ADS_1
“putri!!!…” seru seorang laki-laki yang tepat dihadapanku yang posisinya berdiri dan aku jatuh dibawahnya dia pun langsung mengulurkan tangannya.
suara yang tidak asing ini, pasti wilmar aku pun menepis tangannya dan langsung lari tanpa melihat wajah wilmar karena aku masih teringat kejadian tadi pagi yang membuat hatiku terluka. bukan hanya karena sikapnya tapi cara dia memandangku sudah tidak seperti dulu lagi.