
AWAL MULA
Ini kisah hidup ku, kenapa jadi laki-laki itu sih yang diperkenalkan di episode sebelumnya, ok aku akan perkenalkan diri nama ku adalah Putri Kenanga Ahya aku terlahir dikeluarga yang cukup terpandang, orang tua ku sangat dekat dengan agama tapi tidak pernah mengekang keinganan ku untuk bergaul dengan teman-teman yang beragama lain dengan ku, tetapi ibu selalu menyuruh ku untuk mengundang teman-teman kerumah supaya ibu bisa kenal dengan siapa saja aku berteman.
Sekarang aku berumur 16 tahun dan aku seorang siswi di SMA yang cukup ternama di daerah ku, aku juga memiliki seorang pacar ia bernama Ardana Wilmar yah, untuk seorang laki-laki campuran Wilmar sangat tampan karena kakeknya keturunan jerman itu sangat tampak dari hidung dan bola mata Wilmar tetapi dia memiliki sifat yang hangat berbeda dengan orang yang asli keturunan Jerman mereka cenderung cuek dan susah untuk bergaul .
Sebenarnya, aku diam-diam pacaran dengannya walaupun orang tuaku tidak melarang ku untuk berteman dengan siapa saja tetapi aku tidak diperbolehkan pacaran hehe,, tapi umur segini tidak punya pacar aneh bukan? Disekolah aku juga mempunyai tiga sahabat mereka adalah Talita Alani, Andriayani Widi dan Alaska Lidya Sopia Rosa Bella Marsela Cahya.
Jadi, aku mau menceritakan sedikit tentang ketiga sahabatku yang pertama adalah Talita, nah diantara kami berempat Talita adalah anak orang yang paling kaya karena Ayahnya merupakan seorang pengusaha kuliner namun sayangnya Ibu dan Ayahnya sudah lama berpisah aku juga sangat sayang pada Talita mungkin itu disebabkan karena aku memiliki orang tua yang lengkap, tapi Talita ini tipe orang yang tidak bisa diam dan selalu heboh sendiri.
Nah, selanjutnya Widi jadi diantara kami berempat Widi lah yang selalu mempunyai pemikiran tingkat dewa bukan melebih-lebihkan sih. Tapi, dia memang paling dewasa bahkan amat dewasa ia ibaratkan ibu diantara kami berempat dan dia juga sangat pintar Widi juga merupakan faktor utama kami bisa sahabatan.
Selanjutnya, Nuna aduh aku bingung untuk mendeskripsikan Nuna bagaimana jadi, Nuna ini anaknya polos banget tapi kalau bicara dengan dia harus berulang kali baru dia dapat mengerti, aku sempat berfikir kalau ia keberatan nama dan aku juga bingung entah mengapa dia dipanggil "Nuna" kalau Nuna itu ibaratkan jaringan internet yang suka loading no acces muter terus susah buat nyambungnya.
Terakhir aku sendiri, yah aku gak bisa mendeskrisikannya sifat ku sendiri maka dari itu kalian sendiri lah yang bisa menyimpulkan aku ini seperti apa melalui kisah ku ini.
Nah, jadi kami berempat bisa menjadi sahabat dikarenakan hal yang tidak terduga, bayangkan saja saat pertama kali masuk sekolah kami berempat tanpa sengaja terlambat ke sekolah lalu dihukum bersamaan. Tapi sebenarnya aku dan Talita sudah sahabatan sejak di Sekolah Dasar makanya aku sayang banget sama Talita dan selepas dari itu kami berempat menjadi akrab begitu saja yah mungkin kekurangan dari kami masing-masing menjadi alasan utama kami bersahabat karena terkadang kekurangan orang lain bisa menjadi peyempurnaan dari kekurangan yang kita miliki sendiri, itu lah mengapa setiap hubungan harus saling melengkapi satu sama lain.
Aku selalu merasa bahagia, kerena aku merasa kehidupan ku untuk saat ini begitu sempurna memiliki orang tua yang lengkap, punya pacar tampan dan sahabat yang selalu ada untuk ku. Dan hari ini minggu kedua kami bersekolah, aku sungguh sangat bersemangat untuk kesekolah.
__ADS_1
"Iput, mau diantar sama Ayah kesekolah nak?" tanya lembut Ayah padaku saat kami sedang sarapan di meja makan.
"Tidak Yah, Iputkan sudah besar dan Iput lebih suka naik angkutan umum kota Yah lagian nanti Ayah terlambat ke kantor." balas ku lembut pada Ayah.
"Sudah la nak, lebih baik kamu diantar sama Ayah akan lebih cepat dan aman atau Iput mau ibu yang antarkan?" sambung Ibu ku cepat.
"Aduh bu, Iput kan sekalian mau olahraga jalan ke simpang buat naik angkutan umumnya lagian, Iput udah janjian sama teman-teman Iput loh Bu" jawab ku ke Ibu dengan raut wajah melas.
"Ya sudah la Bu, yang penting dia tidak sendirian ke sekolahnya ada teman-temannya yang menemani" sambung Ayah membelaku.
Sebenarnya aku mencari alasan supaya aku bisa pergi kesekolah dengan Wilmar dan Talita, yah seperti itulah Ayah dan Ibu dari kecil sampai sekarang selalu memanggil aku dengan sebutan "Iput" sampai-sampai waktu pertama kali masuk sekolah aku ditertawakan oleh teman-teman mendengar panggilan Ayah pada diriku.
Akupun bergegas berjalan ke simpang untuk segera bertemu dengan Wilmar.
"Putriii....yuhuuu aduh tuan putri kok lama banget sih datangnya liat itu wilmar sang pangeran tampan dari tadi nungguin kamu looh" teriak talita dari jauh sambil mengayun kan tangan kanannya ke atas.
"(apaan sih talita teriak-teriak maluh deh)" Guman ku dalam hati sambil berlari menghampirinya.
"(hosh,hosh, hosh)" suara nafasku yang terengah-engah karena mendadak lari.
__ADS_1
"Aduh Taa, kamu tau kan padahal sudah satu minggu aku pergi bareng kalian tapi setiap pagi Ayahku selalu membujuk ku untuk pergi bersama." kataku sambil memegang bahu Talita.
"OMG, jadi hari ini bagaimana kamu bisa lolos put?" tanya Talita padaku.
"Yah, aku bilang Iput mau sekalian olahraga Ayah" jawab ku polos.
"Uuhhh ya ampun Putriii lucu banget sih unyu-unyu banget ini mukak sini aku kunyel-kunyel" balas Talita sambil mencubiti pipiku.
" Ih aduh aduh,,, sakit Taaa" kataku pada Talita sambil menarik kedua tangannya.
"Kalian berdua ya, Wilmar juga demi kamu dia rela naik angkutan umum, duh ya kalian berdua buat aku iri tau gak" balas Talita padaku.
"Dasar Talita kamu sendiri kenapa ikut-ikutan naik angkutan umum mana supir yang biasa mengantarkan mu?" tanya ku pada Talita sambil memegangi pipiku.
Talita hanya diam ia tidak menjawab pertanyaan ku, lalu tiba-tiba ada yang mengelus kepala ku dari belakang tubuhku.
"hahah kalian kok bertengkar sih sudah ayo kita berangkat nanti kita terlambat loh" kata wilmar sambil tertawa kecil.
Aku tidak menyadari sedari tadi wilmar dibelakangku hingga membuat jantungku tiba-tiba berdetak cepat tak karuan.
__ADS_1