
MAKHLUK ANEH
ku pandangi dengan seksama bentuk yang mula nya terlihat samar-samar itu seperti orang yang ku kenal tapi siapa yang mau berdiri di ujung jalan gelap disana pikirku, sepertinya itu wilmar tinggi nya hampir sama kulihat, dan apa ini bagian kejutan dari teman-teman karena talita bilang bakal ada kejutan terakhir, aku terus memandangi sesosok misterius di ujung jalan itu. seperti ada sesuatu yang keluar dari mulutnya seperti tali yang panjang namun sedikit besar ku lihat terus semakin jelas itu bukan tali tapi seperti ulat bulu yang menggeliat-geliat geli sekali rasanya menjijikan tapi aku tetap penasaran ku lihat terus ke arahnya lalu dia mulai berjalan mendekati ku perlahan aku mulai dapat melihat wajahnya itu bukan wilmar rambutnya panjang kriting tak terurus aku tak bisa melihat bagian yang lainnya lagi karena aku fokuskan melihat wajahnya, semakin dekat dia berjalan mata ku sedikitpun tak berkedip aku mulai merasa ini sepertinya diluar dugaan ku darimana teman-teman mendapatkan topeng yang bentuknya nyata seperti ini, bola mata yang keluar beserta darah yang menetes dari matanya begitu merah pekat dan sangat bau, seketika badan ku kaku sama sekali tak begerak aku ingin lari tapi tak bisa. lalu, dia semakin melangkah mendekat padaku, bola mataku kuturunkan aku tak sanggup melihat wajahnya yang sangat menyeramkan itu dan turun kelehernya kulihat seperti ada sayatan yang terbuka menganga dan darah pun meluncur dari leher mahkluk yang sangat mengerikan itu, mataku hanya dapat terhenti sampai disitu saja karena aku tidak bisa menundukkan kepala ku. lalu sesuatu yang keluar dari mulutnya tadi mulai menaikki tubuhku, aku tak bisa menjerit aku hanya menutup mata, dari bawah dia mulai menaiki tubuh ku terasa sangat berlendir aku amat berharap aku pingsan tapi tak bisa semakin aku melemaskan tubuh ku semakin terasa bugar tubuhku.
"(ya Allah lindungi aku)" kataku dalam hati berulang-ulang.
aku ingin membaca ayat al-qur'an tapi ntah mengapa sama sekali tak bisa aku sangat ketakutan hingga ku rasakan barang yang menjijikan yang menggrayangi tubuh ku sudah naik ke atas mulut ku dan lebih mengejutkan lagi dia berusaha untuk masuk.
"(emmhh,, emmmhh,, tolong,, ibu.... ayah....emmmhhh)" jerit ku dalam hati.
air mata mengalir, aku meronta-ronta aku tak ingin membuka mulut tapi sangat bisa kurasakan sesuatu lendir yang mengeluarkan bau amis yang mungkin orang biasa akan muntah bila menciumnya bahkan pingsan tapi tidak dengan tubuh ku aku sangat berharap ini hanya mimpi tapi semua sangat nyata, aku rasa ini akhir
dari hidupku.
"(hmm,emmm,,emmmhhh)" gumanku sambil menutup mulut rapat-rapat.
"(kok udah gak ada, apa dia pergi sebaiknya aku membuka mata)" pikir ku, sambil membuka mata perlahan.
__ADS_1
ketika aku ingin membuka mata, tiba-tiba benda yang hendak mau masuk ke mulut ku berada tepat di depan mataku ku dan hendak lebih menerobos ke mulutku dengan kuat.
"(blep,,,,srrutttt,,,.....srutttttt)" seperti itu bunyinya sangat mengerikan.
bibir bawahku sampai berdarah kerena menggigit sangat kuat supaya dia tidak masuk, tak berapa lama benda aneh itu menghilang dan tiba-tiba kurasakan ada tangan yang memegang pundak ku dari depan, seketika itu pula badanku mulai melemah.
"jangan,,,jangan,,, jangan bunuh aku,,,jangan!!!!!!" teriak ku.
akhirnya aku bisa menggerakkan tubuh ku, tapi aku masih tidak berani membuka mata, aku masih
sangat ketakutan.
akupun memberanikan diri, membuka mata dan kulihat itu memang ibu aku langsung memeluknya dengan sangat erat sambil menangis tersedu-sedu.
"ada apa, kamu kenap put bukannya tadi katanya kamu mau keluar sebentar ada apa?" tanya widia.
kulihat pula teman-teman keluar satu persatu dari rumah, namun mataku tiba-tiba kabur akupun pingsan dipelukan ibuku. Walaupun aku pingsan aku masih bisa mendengar suara mereka semua yang menghawatirkan ku lalu kucium minyak angin di hidungku yang membuat ku pun akhirnya tersadar.
__ADS_1
"talita, ibu kan sudah bilang kalau mau kasih kejutan putri jangan dengan cara nakut-nakuti dia nak" kata ibu pada talita.
"aduh bu, saya belum sempat kejutin putri tadi saya masih siap-siap untuk mengambil topengnya, yakan nun" jawab talita.
"ia, talita sih bodoh aku aja takut lihat topengnya" balas nuna.
"ide kalian sih, liat kondisi putri sekarang kan sudah aku larang dari kemarin!!!" seru widia sambil melipat tangannya dan memberi tatapan marah pada talita.
"sudah jangan ribut, aku baik-baik aja kok" kataku sambil memegang tangan ibu lembut.
"alhamdulilah kamu sudah sadar nak" kata ibu.
mungkin apa yang kulihat tadi memang kejutan yang dimaksud talita, akupun merasa lega mendengarnya.
"taa,, boleh tidak aku lihat topeng mu" kataku pada talita.
"ia boleh, nih..." kata talita sambil menunjukan topengnya pada ku.
__ADS_1
betapa terkejutnya aku, topeng yang ditunjukkan talita berbeda dengan yang aku lihat tadi, ini hanya topeng wajah hantu biasa tak sadar aku memeras tangan ibu dengan kuat. jika kembali mengingat kejadian yang kualami tadi sepertinya memang bukan ulah talita untuk memastikannya mataku pun turun kebawah kulihat di tubuhku ada bekas samar-samar seperti sesuatu yang menjalar dari bawah ke atas tubuhku dan seketika aku mulai lemas kembali mengingat kejadian tadi aku pun kembali pingsan hingga tak sadarkan diri.