
TIDAK SADAR
saat kurasakan hangatnya mentari pagi yang menerpa wajahku dari kain gorden yang jendelanya sudah terbuka, kurasakan sakit di sekujur tubuh ku, aku sadar dan masih ingat kejadian tadi malam tapi aku yakin jika itu hanya halusinasi karena aku baik-baik saja badan yang terasa sakit ini mungkin hanya rasa lelah biasa. akupun mulai bergegas bangun hendak pergi kesekolah, tapi saat aku melihat arloji di kamarku ternyata sudah menunjukkan pukul 11.00, pantas saja sudah sangat terang aku cukup terkejut melihatnya.
"putri sudah bangun?" tanya ibu padaku, yang entah kapan sudah berdiri dipintu sambil membawa sepiring nasi di tangannya.
"ibu, kenapa tidak banguni putri sih bu!" seru ku pada ibu sambil memegang kepala yang masih sangat merasa pusing.
"ibu tidak tega nak, ayah juga tidak perbolehkan ibu untuk membanguni mu.. sudahlah ini ibu bawakan kamu sarapan nak" kata ibu padaku sambil menyodorkan nasi padaku.
"putri cuci muka dulu ya bu". balasku pada ibu
didalam kamar mandi, aku membasuh muka ku sambil menatap kaca yang ada didepanku kupandangi wajahku dengan seksama tidak ada yang aneh tapi ntah mengapa aku merasa seperti ada sesuatu yang menempel, aku kembali membuang semua pikiran buruk itu dan buru-buru mengeringkan wajahku lalu makan nasi yang dibawakan ibu kekamar.
__ADS_1
"nak,,, pelan-pelan saja makannya!" seru ibu padaku.
"emhh,, krauk,, krauk.... ia buu, putri sangat lapar boleh gak ambilin putri daging lagi tapi yang setengah matang ya bu jangan terlalu masak" kata ku pada ibu.
tanpa berkata apa pun ibu langsung pergi dan setengah jam kemudian ibu kembali dan membawakan ku satu piring daging yang baru selesai dimasak dan tampak dengan jelas kalau itu masih panas. namun, aku langsung menarik piring itu dari tangan ibu.
"astagfiraulah, nak ... pelan-pelan iputtt, nanti ibu makasakan kalau kamu kurang" kata ibu padaku.
aku tak menghiraukan ibu dalam waktu lima belas menit aku sudah menghabiskan satu piring daging itu.
"ihhhhhh,,,,,(uuuekkkkkk)" ucapku sepontan, sambil meletakkan piring dan ke kamar mandi untuk muntah.
"buuu, ibu kok tega sih kasih aku makan daging setengah matang seperti itu" kataku pada ibu sambil memegang perut.
__ADS_1
"kan kamu yang minta nak, sudahlah sebaiknya kamu tidur lagi, sepertinya kamu kurang istirahat wajah mu sangat pucat begitu dan katanya sepulang sekolah teman-teman kamu akan kemari nak, sekarang kamu istirahat dan tenangkan pikiran kamu ya" balas ibu pada ku dan meninggalkan ku sendiri dikamar.
aku sudah melihat ibu keluar dari kamar akupun rebahan kembali dan menarik selimut dan mencoba untuk kembali istirahat, tapi tiba-tiba kurasakan ada tangan yang mengelus kepala ku sudah pasti itu ibu dirumah ini kan hanya ada aku, ayah dan ibu sedangkan ayah sudah pergi kerja dari tadi pagi.
"ibu,, katanya suruh putri tidur tapi masih elus-elus kepala putri" kataku pada ibu
aku pun mulai merasa lelap, tapi ibu kembali mengelus rambutku dengan sangat lembut.
"ibuuu,,,, ihhhhh putri sudah mulai ngantuk" kataku sambil membalikkan badan.
ibu tidak berhenti mengelus rambutku malah ku rasakan tangannya mulai turun ke badan ku.
"iii......." belum sempat aku bicara dan hendak bangun, kudengar dengan jelas suara ibu diluar kamar seperti menyambut tamu di depan.
__ADS_1
aku sudah tau kalau ibu tidak didalam kamar, lalu siapa yang mengelus badanku sekarang. aku tak berani membuka mata seketika badan ku panas dingin merasa ketakutan, tapi kupir di siang bolong begini apa ada hantu gentayangan, lalu aku dengan bodoh beranjak dari tempat tidur sambil menutup mata dan membungkus diri dengan selimut sambil meraba-raba jalan untuk keluar kamar.