SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 14


__ADS_3

RESAH


kulihat kelas sepi tidak ada satu orangpun aku pun duduk dibangku sambil menundukkan kepala pura-pura tidur, lalu tiba-tiba aku merasa seperti ada aura dingin di tubuh ku. seketika itu ada yang mengelus kepala ku, entah kenapa aku jadi sangat paranoid karena kejadian dirumah akupun langsung bangun dari tempat ku duduk sambil berteriak kecil.


“aaah,,, jangan sentuh kepalaku” kataku takut-takut sambil membuka mata.


saat aku membuka mata yang pertama kali aku lihat kakinya aku harus memastikan kalau dia menapak tanah, kulihat dengan seksama apakah ada hantu yang menggunakan sepatu kulit yang mengkilap lalu naik keatas kulihat celana caper yang rapi dan naik keatas lagi kulihat kemeja rapi yang sedikit terlihat bersinar. tapi aku tidak berani melihat keatas lagi, kurasa ini hantu orang tampan.


“sana pergi,,, dasar hantu jomblo apakah tidak ada hantu gadis yang bisa kamu goda mengapa menggoda anak kecil sepertiku” kataku meracau tak jelas.


“hahaha” kudengar dia tertawa lembut.


“apa saya seseram itu dihadapanmu putri, tadi pagi kamu masuk dikelas saya lalu pergi begitu saja karena saya menghawatirkan kamu jadi saya ingin menanyai kamu kebetulan saya lewat dari depan kelas dan melihat kamu tiduran saya kira kamu sakit tapi malah saya di ejek seperti ini” kata laki-laki yang kukira hantu ini rupanya bukan lain adalah pak heru.

__ADS_1


“astagaaa, maaf pak.. maaf, ah gini pak.. sebenarnya saya itu sedang menghafal naskah drama hantu yang diberi tugas oleh ibu indri guru sastra indonesia pak” balas ku bohong pada pak heru.


“oh seperti itu, saya mau nanti pulang sekolah kamu keruangan saya ya!” seru pak heru padaku yang membuat ku bingung.


lalu pak heru keluar dan kulihat ketiga sahabatku datang.


“omg pak heru ganteng, jadi bener put kamu tadi pagi salah masuk kelas pak heru?” tanya talita heboh.


nada malas.


“sumpah tau gitu aku besok-sesok salah masuk kelasnya ah, biar dipanggil keruangannya sungguh senangnya aku” kata talita.


“udah stop berkhayal, oh ia put ini kembalian dari ibu kantin” kata widia padak sambil memberikan selembaran uang lima ribu.

__ADS_1


aku jadi teringat kejadian di kantin tadi, aku sangat malu tapi ketiga sahabatku terlihat biasa saja. akupun, merasa lega dengan semua ini.


"kamu ada masalah apa dengan kepsek tadi pagi kamu dipanggil sampai salah masu kelas gitu?" tanya widi dengan wajah serius.


"ohh ini,, masalah aku yang minggu lalu mengajukan biayasiswa sudah disetujui hanya aku tidak boleh turun peringkat, mau bagaimana lagi sahabatku seorang yang jenius aku jadi minder" jawabku mengarang pada widi.


"kamu ya, seharusnya bilang sama ku" kata widi sambil mencubit pipiku.


“oh ya put,  kenapa ya anak ips pada heboh omongin kamu di kantin tadi?” tanya nuna dengan polosnya, lalu kami bertiga menoleh bersamaan kearahnya.


“hahahahahahahah” kami pun tertawa bersama melihat kepolasan nuna yang terkadang suka buat orang lain kesal setengah mati.


akhirnya jam terakhir sudah usai aku ingin pura-pura lupa untuk keruangan pak heru tapi aku bisa mengingat  dengan jelas memang aku yang salah tadi pagi, jadi aku kembali mengumpulkan keberanian untuk datang keruangannya.

__ADS_1


__ADS_2