SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 15


__ADS_3

BIMBANG


Aku sudah berdiri di depan ruangan pak heru sekitar lima menit tapi belum berani untuk masuk, kulihat guru-guru yang lain sudah pada pulang bahkan ada yang menanyaiku.


“loh putri, sedang menunggu siapa nak? Ini sudah waktu jam pulang loh” Tanya bu siska guru fisiologi.


“ini buk, saya dapat panggilan oleh pak heru” balas ku dengan ragu.


“oh jadi kamu ya, masa dengan cara ini kamu mendekati gurumu saya kecewa dengan kamu putri!” seru bu siska yang seketika itu seperti orang marah lalu meninggalkan ku sendiri.


Kabarnya sih ibu siska sangat menyukai pak heru, tapi aku kan tidak menggoda pak heru sedikitpun kenapa aku jadi merasa bersalah bigini sih karena melihat wajah bu siska yang jadi jutek seperti itu.

__ADS_1


“mau berapa lama kamu berdiri disitu?”Tanya pak heru sambil berpangku tangan menatap kearahku.


“ah ini saya mau masuk pak, hehe” balasku konyol.


Kalau dilihat-lihat pak heru ini memang tampan banget dari postur tubuhnya saja sudah membuat wanita yang melihatnya jadi tergila-gila ditambah parasnya yang lembut dan memiliki kulit putih bersih tapi, melihat sempurnanya pak heru ini membuat ku timbul pertanyaan dalam hati jangan-jangan pak heru ini gay karena diumurnya yang sudah matang ini dia belum menikah.


“anuu pak, saya minta maaf soal tadi pagi karena saya dengan ceroboh masuk kelas bapak dan pergi begitu saja, kedepannya saya tidak akan mengulanginya lagi pak” kataku pada pak heru dengan cepat menjelaskan.


“makasih pak” balas ku cepat sambil menghabiskan minuman itu dengan satu tegukan.


“pelan-pelan donk, masa sampai tumpah gini” kata pak heru sambil mengelap dagu ku yang sedikit basah.

__ADS_1


“ehhh, maaf pak saya dipanggil kenapa ya?” Tanya ku pada pak heru untuk merubah suasana yang kurasa sangat canggung ini.


sekejap aku merasa deg-degan karena di ruangan ini hanya ada kami berdua, bagaimana tidak jika ada yang melihatnya aku bisa di teror oleh klub yang dibangun kakak kelas sebagai fans girl pak heru.Karena ku rasa aku mulai salah tingkah melihat sikap pak heru yang lembut ini


“saya panggil kamu, karena saya mau Tanya apa yang kamu lakukan dan wilmar di belakang sekolah tadi?” Tanya pak heru dengan dingin.


Aku terkejut dengan pertanyaan pak heru, aku tidak dapat berkata-kata. Aku sangat malu, ternyata kejadian tadi pagi dilihat olehnya.


“kamu kenapa diam, sebelum saya masuk kekelas saya melihat kamu dan wilmar ke belakang sekolah lalu setelah beberapa lama kamu malah salah masuk kelas, saya hanya menduga wilmar melakukan hal yang menyakiti kamu?” Tanya lembut pak heru padaku.


Aku merasa lega karena pak heru tak melihat kejadian yang memalukan itu tapi tak menutup kemungkinan pak heru tau aku sedang memiliki masalah pribadi dengan wilmar, hanya aku bingung untuk menjelaskannya akupun tak sadar meneteskan air mata di depan seorang pria untuk pertama kalinya.

__ADS_1


__ADS_2