SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 24


__ADS_3

SEPI


Sudah lama sekali aku tidak bisa tidur dengan tenang seperti tadi malam, setelah aku menceritakan semua kisah ku terhadap kakek ada perasaan lega dihati ini, namun aku cukup terkejut saat aku berkaca pagi ini tampak dicermin wajah kusam nan murung itu belum pergi, meskipun aku sudah merasa lebih baik tetapi bayangan wilmar selalu ada dimataku aku sungguh sangat merasa tersiksa karena itu, akhirnya aku menggunakan cukup banyak bedak untuk menutupi raut wajah sedih itu tapi aku merasa itu sama sekali tidak berguna.


“(aku bisa hidup tanpa kamu wil)” batin ku yang tak sadar meneteskan air mata.


"(ssshaaaaa, benci dia putri dialah yang menjauhkanmu dari orang tuamuuuuu... shhhhahhhshhh)" terdengar suara di dekat telingaku.


akupun menangis menutup rapat kedua mulutku, menahankan rasa sakit yang tidak satupun yang dapat mengetahui itu, dunia seolah berputar kepala ku pun mulai pusing pandangan ku hampir kabur yang aku sangka akan pingsan namun suara kakek menyelamatkanku pagi itu.


“putri, ayo sarapan nak!” seru kakek yang mengagetkanku.


Akupun keluar dari kamar sambil mengelap wajahku yang sudah seperti badut itu dan langsung mencium wangi nasi goreng yang begitu lezat.


“ayo sini, ngapain ngendus-ngendus kaya kucing begitu” kata kakek yang mempergokiku.


“hahaha habisnya wangi sekali kek, padahal putri perempuan seharusnya kan putri yang merawat kakek” sahut ku pada kakek.

__ADS_1


“kamu kan dalam kondisi pemulihan nak, lagian kakek kan sudah bilang kakek sudah terbiasa memasak sudah-sudah ayo makan” balas kakek dengan hangat.


Kamipun makan berdua, seakan tidak terjadi apa-apa aku pun dengan lahap memakan nasi goreng buatan kakek, lalu tak berapa lama tiba-tiba terdengar seorang wanita yang mengucap salam lalu masuk kedalam rumah.


“ooo inah sudah datang” kata kakek sambil berdiri dan melangkah keruang tamu.


tak lama kakek pergi ia segera kembali bersama seorang wanita asing.


“putri perkenalkan ini bu inah, bu inah ini yang membersihkan rumah dan mencuci pakaian kamu salam dulu nak” kata kakek memperkenalkan seorang wanita yang terlihat seumuran dengan orang tuaku.


“hai bu, nama saya putri” kataku singkat pada buk inah.


“aduh, sih eneng cantik sekali ya mbah” jawab bu inah sambil menatap ke kakek.


“ia dong, keturunan ku mana ada yang jelek inah,oh ia apa kau mengajak ednan ada pekerjaan yang mau saya beri padanya” balas kakek pada bu inah.


Aku dapat melihat kalau tatapan bu inah padaku seperti orang yang jijik serta berpura-pura tersenyum padaku seakan ada yang mengatakan padaku kalau bu inah sedang berbohong di hadapan kakek.

__ADS_1


“aduh mbah, mbah kan tahu anak itu sungguh susah diaturnya dia subuh-subuh sudah pergi entah kemana nanti pulang dari beres-beres rumah si mbah saya suruh dia kemari” balas bu inah yang mengagetkan ku.


“(hhh siapa ednan? Apa anaknya buk ini yaah, ah sudah la tidak ada juga hubungannya dengan aku kan)” batin ku lagi, lalu pergi kembali kemeja makan.


Aku pun bergegas pergi kesekolah, dengan langkah cepat aku pergi dari rumah sebab seakan ada yang mengikuti dari belakang perasaan takut itu pun kembali datang, beberapa kali aku menoleh kebelakan tapi tidak ada siapapun disana, aku merasa sekolah baru ini sungguh amat jauh jaraknya, jantungku pun berdegup amat kencang.


“(teng, teng, teng, teng, teng)” terdengar suara lonceng sekolah tak jauh dari tempatku berada.


“nah itu dia sekolahnya” kataku senang.


Aku pun bergegas lari, anehnya saat itu aku sempat menoleh kembali ke belakang dapat kulihat samar-samar seseorang berdiri dengan rambut keriting namun tak terlihat wajahnya ia berada dibalik pohon besar yang ada di ujung jalan itu.


“(apa yah itu tadi?”) tanya ku dalam hati.


Sampailah aku didepan kelas, dengan keberanian yang sudah aku kumpulkan dari pagi akupun memberanikan diri untuk masuk kekelas, hanya keberanian tersebut tidak bertahan lama saat aku melihat ratapan kebencian


serta rasa tidak suka dari teman-teman baru ku ini, kapan kah semua ini berakhir semua ini sungguh menyiksaku …

__ADS_1


__ADS_2