SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 23


__ADS_3

PERTEMUAN


Seminggu berlalu sejak kejadian mengerikan itu terjadi aku pun masuk kesekolah tetapi, semua sungguh berbeda dari biasanya, semua menjauhi ku termasuk sahabatku dua hari aku bersekolah namun seakan aku berada dineraka setiap orang yang bertemu dengan ku selalu pergi menjauhiku bahkan tidak sedikit teman-temanku yang


mengataiku.


“hei itukan si putri yang mau bunuh ayahnya sendiri?” bisik teman ku sambil melirik tajam dan segera menjauhiku.


Aku sungguh menguatkan hati dua hari ini, namun aku sungguh tak tahan saat melihat talita dan wilmar


berjalan bersama aku pun lalu pingsan saat itu juga.


Saat sadar aku sudah berada dirumah kulihat ayah yang sedang berbincang dengan wali kelasku, lalu ibu yang sedang memegang tanganku sambil menangis.


“ibu…” kataku lirih pada ibu.


“nak Alhamdulilah kamu sadar” balas ibu


Sewaktu aku sadar wali kelaskupun segera pergi meninggalkan rumahku, kulihat wajah ayah tampak kecut.


"ada apa yah?" tanyaku pada ayah

__ADS_1


"nak,kamu tidak apa-apakan ayah pindahkan sekolah bersama kakek mu di kampung?" tanya ayah balik terhadapku tanpa menjawab pertanyaanku.


"kenapa yah?" tanya ku lagi.


"begini nak, ayah rasa kamu perlu mendapatkan suasana baru supaya kamu lupa dengan kejadian kemarin" balas ayah dengan hati-hati.


sewaktu aku mendengar ucapan ayah itu aku pun terdiam membisu kepala ku menunduk kebawah tanpa sadar air mata ku menetes.


"ok yah" kataku pada ayah sambil menyeka air mata.


aku sadar, jika keberadaan ku akan mengancam nyawa ayah dan ibu saat itu aku sangat merasa sedih aku merasa kedua orang tua ku pun seakan takut terhadap diriku .


aku sudah sampai disekolah itu, tapi tidak ada yang mau mendekatiku seakan aku ini monster di mata siswa baik guru sekalipun, satu orang pun tak ada yang ingin mendekat padaku, hari ini sungguh berat seakan dunia sangat lama berputar, bunyi bel pulang pun akhirnya terdengar dengan langkah cepat aku meninggalkan sekolah itu.


Aku berjalan sendirian dengan menundukkan kepala seperti orang yang tak terlihat akan tetapi, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menabrak ku dan untuk pertama kalinya setelah aku sakit ada orang yang tersenyum tulus padaku >< lihat bagian prolog ><


Aku meninggalkan lelaki itu begitu saja, entah mengapa walau hati kecil ini senang karena masih ada orang yang mau tersenyum padaku namun seakan tubuhku sangat menolak keberadaan lelaki tersebut.


“Assamualai,……” salam ku pada kakek yang terhenti dan tak bisa kulanjutkan.


“walaikumsalam, loh nduk udah pulang kenapa kok ucap salam separuh?” tanya kakek padaku.

__ADS_1


Aku menutup mulutku rapat lalu meninggalkan kakek sendirian, bahu ku pun terasa berat akupun duduk di pinggir tempat tidur sambil memijat lembut bahuku itu tak lama kakek datang membawakan makanan terhadap ku.


“makan nduk, ini kakek yang masak dulu waktu nenek masih hidup kakek yang selalu masak karena nenekmu sakit” kata kakek padaku.


 Aku tak menjawab, bukan tak ingin menjawab tetapi bibirku seakan terkunci tidak bisa berbicara sama sekali, akupun merampas piring yang ada di tangan kakek dengan kuat dan dengan segera melahap makanan dipiring tersebut.


“(pranggg)” suara piring yang jatuh dari tanganku.


Sesaat sewaktu aku memakan nasi yang diberikan oleh kakek tubuh ku bergetar jari jemari kaki serta tanganku seperti bergerak sendiri dengan tegang.


Kakek pun dengan tenang mengusapkan air bening di gelas yang sedari tadi dipegangnya ke jari jemari kaki serta tangan lalu mengusapkannya kewajahku.


“hhhh kakek” kataku pada kakek.


“Alhamdulilah, akhirnya kamu bisa bicara nak” balas kakek.


“(hikss,,hikss) ia kek” jawab ku pada kakek sambil menangis.


“sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu nduk?” tanya kakek padaku sambil mengelus kepala ku dengan lembt


Aku pun dengan cepat bercerita tentang semua yang terjadi ku lihat wajah kakek datar seakan tidak terkejut mendengar ceritaku itu expresi kakek waktu itu sungguh penuh misteri.

__ADS_1


__ADS_2