
BERBEDA
"(uh badan ku kok sakit semua ya, bahu terasa berat)" pikir ku dalam hati saat terbangun, tak terasa hari sudah sore aku pun bergegas mandi tapi sebelum itu aku kembali mengecek gadget ku dan aku tak menemui satu pun pesan dari wilmar sudahlah lebih baik aku mandi karena sudah mau magrib.
"assalamualaikum, ayah pulang" kata ayah sambil masuk kerumah, yang seketika menghentikan kaki ku untuk melangkah keluar kamar.
"ayah kok pulangnya lama?" tanya ibu pada ayah.
"ayah tidak tau mengapa bu, ayah seperti memiliki firasat buruk ayah ingin segera pulang tapi ada saja halangan tiba-tiba ada rapat mendadak dan ayah tidak diperbolehkan pulang karena rapat seluruh pegawai PNS". Jawab ayah pada ibu.
"ibu kira hanya ibu yang memiliki firasat itu, tadi siang tiba-tiba bu dewi jemput ibu untuk kumpulan ibu-ibu kompleks ibu juga tidak mau hadir tapi kata bu dewi kita ibu-ibu satu kompleks mau membuat kegiatan amal, jadi ibu tidak mungkin menolak, tapi semua baik-baik saja kok yah putri juga lagi istirahat di kamar". balas ibu pada ayah sembari memberi penjelasan.
aku mendengarkan obrolan ayah dan ibu dari dalam kamar, ntah mengapa biasanya kalau mendengar ayah pulang aku pasti langsung cium tangannya tapi kali ini berbeda.
__ADS_1
"(apaan sih aku ini, sudah lah lebih baik aku mandi supaya badan ku terasa segar lagi)" guman ku dalam hati.
tak berapa lama aku selesai mandi akupun mendengar suara azan berkumandang.
"putri sholat yuk nak, ayah sudah pergi ke masjid" ajak ibu padaku.
"ibu duluan ya, putri belum mengambil air wudhu" jawab ku lembut pada ibu.
ibu pun akhirnya sholat sendiri, bukannya pergi ambil air wudhu aku malah ke kamar rebahan seperti seseorang yang lupa ingatan.
lalu akupun hendak bangun dan ke kamar mandi, tapi badan ku tidak bisa bangun seperti ada beban di atasnya. aku berusaha sekuat mungkin, semakin ku paksa bebannya semakin berat sampai-sampai badan ku bergetar.
"(ada apa ini? ada apa ini? ada apa ini?" begitulah pertanyaan ini terus muncul dikepala ku.
__ADS_1
"putrii.. (tok..tok) putri.." terdengar suara ayah yang sudah pulang dari masjid mengetuk pintu kamarku.
"(hhhh..ahh..hosh..hossh) seperti itulah suara nafas yang keluar dari mulutku sekitar lima belas menit aku tidak bisa bergerak dan terakhir kurasakan dada ku mulai sesak beruntungnya ayah segera mengetuk pintu kamar ku.
aku berjalan lemas, membukakan pintu ke ayah.
"putri sudah solat nak? bukannya tadi sudah tidur yah" tanya ayah padaku.
aku tidak menjawab pertanyaan ayah aku hanya menundukkan kepala.
"(tok.. tok.. tok...)" kembali terdengar suara ketukan pintu tapi berasal dari luar.
"coba putri buka, ayah mau ganti baju dulu" kata ayah padaku.
__ADS_1
dengan rasa malas aku membuka pintu, aneh saat berjalan dari kamar tadi badan ku sangat lemas tapi ketika aku ingin membuka pintu untuk tamu yang datang badan ku menjadi sangat bugar dan bersemangat lalu betapa terkejutnya aku dengan apa yang aku lihat saat aku membuka pintu.