SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 8


__ADS_3

KEJUTAN!!!


aku tidak menyangka dengan yang kulihat di depan ku, seorang laki-laki dengan muka serta separuh badannya yang tertutupi oleh boneka beruang yang besar dan bunga dalam pelukan boneka itu.


"(apa-apaan nih)" guman ku dalam hati.


"happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday.. happy birthday..happy birthday to you" nyanyi teman-teman yang membuyarkan kebingungan ku.


dari tadi aku fokus melihat kedepan tidak tau kalau dari tadi di sampingku widi sudah pegang roti dengan lilin angka 17 tahun yang menyala.


"tiup lilinnya... tiup lilinya..tiup lilinya" teriak teman-teman yang satu persatu bermunculan.


"(hiks..hiks..hiks..hiks)"aku langsung menangis.


"loh kok nangis sih put?". tanya widi padaku.


"aku kira kalian lupa dengan ulang tahun ku" aku pun terus meniup lilinnya.

__ADS_1


"mana mungkin kami lupa dengan ulang tahun mu, oh ia kamu tau gak kami siapin ini udah seminggu tau gak put" balas talita.


aku penasaran kenapa dari tadi wilmar tidak tampak apa dia benar-benar lupa yah.


"wilmar, kenapa gak ikut yah?" tanya ku pada teman-teman.


lalu seorang laki-laki yang mukanya ditutupi boneka beruang tadi memegang tangan ku dan memberi sepucuk surat, kira-kira seperti ini isinya.


"(selamat ulang tahun pacar, maaf ya satu hari ini acuhin kamu tidak balas chat dan angkat televon aku juga sebenarnya sangat tersiksa tapi, demi lancarnya kejutan ini sudihkan kamu memafkan ku dan mengambil boneka ini untuk mu, tertanda wilmar)" aku membacanya dan langsung menarik boneka itu.


"udah puas ya ngerjain aku, kamu ya minta dicubit ya aku kangen tau gak sih". kataku manja pada wilmar sambil memeluk bonekanya.


"wah kalian juga ikut kemari ya, aku sangat senang" balas ku pada raihan.


lalu dari dalam rumah ada yang memegang pundak ku dengan lembut.


"(astaga gimana kalau ketahuan ayah ya aku pacaran dengan wilmar)" pikir ku dalam hati.

__ADS_1


"sudah pada datang ya, ayo semuanya masuk ibu sudah siapkan makanan untuk semuanya ya". kata ibu dibelakangku.


"oh ibu, kagetin putri.. eh ibu kok udah siapin makanan ibu sudah tau ya?" tanya ku pada ibu.


"eh putri ku sayang kami udah kerja sama bareng ibu kali, yakan bu... kalau tidak gimana bisa lancar kejutannya" kata talita.


"aku.. aku.. kok gak di ajak" kata nuna dengan raut sedih.


"apaan sih kamu nun, kalau gak diajak kamu gak bakal disini lah" balas talita dengan bete.


"oh ia ya" jawab nuna dengan senyum lebar.


"sudah-sudah ayo masuk" ajak ku pada teman-teman". kataku dengan cepat.


saat aku masuk kerumah ayah sudah duduk di ruang tamu dengan makanan yang memenuhi meja, aku sangat terkejut.


"loh kapan ibu menyiapkannya yah?" tanya ku pada ayah.

__ADS_1


"rahasia" jawab ayah sambil tertawa.


lalu kami semua makan bersama, ayah dan ibu berbaur dengan teman-teman seperti biasa mereka pasti menerima teman-teman ku dengan senang hati. kupandangi wajah mereka satu persatu dengan perasaan hangatnya keluarga yang ku rasakan, tapi aku malah menangis perasaan ini bukan perasaan senang seperti rasa akan kehilangan segalanya tapi, doa ku diumurku yang gemilang ini aku hanya menginginkan selalu berkumpul dengan keluarga dan orang-orang yang aku sayangi. semoga ini hanya perasaan ku saja, akupun menyeka air mataku dan makan dengan teman-teman.


__ADS_2