SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 12


__ADS_3

KEMBALI



akhirnya aku bisa sekolah lagi namun, aku menjalani hari-hari sekolah tidak seperti biasanya seperti kurang sehat dan sering merasa berat dibagian kedua punggungku bahkan aku sampai periksa ke dokter tetapi tidak ada satupun gejala penyakit ditubuhku lalu dokter memberi pil vitamin dan menyuruh ku untuk sering beristirahat.


"(sudah berapa lama ya tidak berangkat sekolah bareng wilmar dan talita)" guman ku dalam hati.


"nak, sudah sampai kamu semangat ya belajarnya sayang" ucap ayah yang membuyarkan lamunan ku sambil mengelus kepala ku dengan lembut.


aku pun mencium tangan ayah dan keluar dari mobil, saat aku keluar dari mobil aku tak menyangka dengan apa yang kulihat talita dan wilmar bersamaan turun dari angkutan umum. aku kira, wilmar mau naik angkutan umum demi berangkat dengan ku. tapi, saat melihat mereka aku sangat kecewa. tanpa pikir panjang aku pun berjalan melewati mereka berdua.


"ehh,,,putri tunggu!" teriak talita padaku.

__ADS_1


aku pura-pura tidak mendengar jeritan talita yang memanggilku dan tetap berjalan sambil menekan kedua tangan ku.


"putttt...." jerit talita lebih kua sambil lari kearahku.


"(hoshh..hoosssh)"suara nafas talita yang tidak teratur kerena mengejarku yang sekarang berdiri di depanku.


"put,,, ihhh putri kok kamu gitu sih sampe aku lari kejar kemari. kamu jangan salah paham dulu lah aku berangkat bareng wilmar kebetulan kok karena sepeda motor wilmar masuk bengkel yakan wil" jelaskan talita dengan cepat.


"ia, kamu kok bisa cemburu sama sahabat sendiri put. aku itu cuman sayang kamu" balas wilmar.


lalu tiba-tiba wilmar menarik tangan ku dan meninggalkan talita sendirian.


"ehh talita gimana??" tanya ku pada wilmar.

__ADS_1


"tuh kan tadi cemburu lihat aku bareng talita sekarang kamu malah mikirin dia sendirian, aku kan rindu kamu put"


sebenarnya aku juga rindu sekali dengan wilmar dan ini pertama kalinya dia memegang tangan ku, biasanya saat wilmar mendekati ku, aku selalu menghindarinya. tapi kali ini aku membiarkan dia memegang tanganku sambil berjalan, bel pun terdengar berbunyi tapi wilmar menarik tanganku ke bangunan yang ada dibelakang sekolah terlihat jelas tidak ada siapapun disana karena bel masuk sudah berbunyi dari tadi disana hanya  ada aku dan wilmar.


"loh, kita kok kemari sih wil?" tanya ku bingung pada wilmar.


"(sssstttt)" kata wilmar padaku sambil jari telunjuknya diletakkan dibibirku.


oh aku terheran-heran karena dia tiba-tiba romantis gini, kurasakan jari yang dibibirku tadi perlahan ditariknya mataku pun terbelalak terheran dengan sikap wilmar ini.


"put, sejak pertama aku lihat kamu aku jatuh cinta dengan kamu meski kamu bukan cinta pertamaku tapi kamu bisa membuat ku tidak berpaling dari mu, sudah hampir setahun kita pacaran tapi aku sedikit pun tidak pernah menyentuhmu. aku hampir gila, aku ingin menyatu dengan mu put bisakah kamu memberikan hidupmu padaku" kata wilmar pada ku sambil memegang wajahku.


aku mendengar dengan jelas yang dia katakan tapi aku masih bingung maksud dia apa, lalu aku menganggukan kepala yang menandakan aku juga sayang sama wilmar. tapi seketika itu dia ingin mencium ku.

__ADS_1


"willll,,, kamu udah gila ya kita kan belum nikah, apaan sih kamu" teriak ku pada wilmar.


aku pun menangis, lalu lari ke kelas aku tidak menyangka dengan sikap wilmar yang seperti ini aku selalu berkomitmen dengan hubungan ku dengan wilmar, aku tidak ingin seperti teman-teman yang lain gonta-ganti pasangan dan melakukan sesuatu hal yang menurutku melampaui batas, tapi sikap wilmar pagi ini sungguh membuatku kecewa.


__ADS_2