
TAK TERDUGA
seperti itu lah kehidupan sekolah ku, penuh dengan kejutan dan tak terasa sudah satu tahun berlalu hari ini usia ku genap 17 tahun aku sangat menantikan kejutan dari teman-teman khususnya wilmar. tapi hari ini, tidak ada terjadi apa pun, huh seperti hari biasa saja mungkin mereka lupa atau aku yang terlalu berharap aku pun langsung pulang kerumah.
"Assalamualikum, bu,,, ibu,,," Teriak ku dari luar pintu, saat ku buka pintu nya tidak terkunci.
(loh kok ibu tidak ada, ibu pergi kemana ya?" Guman ku dalam hati.
aku pun duduk di tepi tempat tidur, ku lepas seragam dengan malas dan tak lama terdengar orang mengetuk pintu rumah.
"(tok..tok..tok)" tidak ada suara orang hanya ketukan saja.
"ia sebentar" teriakku dari dalam kamar.
ku buka pintunya dengan harapan wilmar datang memberiku kejutan. tapi, kenyataan sering tak sesuai dengan expektasi.
__ADS_1
"maaf bu, ada apa ya?" tanya ku pada seorang wanita paruh baya.
yah jelas dia bukan wilmar, aku pun memasang raut wajah yang cukup lusuh dan murung.
"ini saya mengantar makanan, kebetulan dirumah lagi ada hajatan" jawab ibu itu dengan lembut.
"terima kasih ya bu" jawab ku cepat sambil mengambil makanan tersebut.
lalu aku tutup pintu dan makanan itu aku letakkan di atas meja, sebenarnya aku tidak memiliki nafsu untuk makan tapi seperti ada yang membisikkan ditelingaku untuk makan dan ku pikir ini kan ulang tahun ku harusnya senang dong, anggap saja ini kue pertama ku. aku pun melahap habis makanan itu, dan tak berapa lama ibu pulang.
"sudah" jawab ku singkat.
"ibu lapar nih, tadi ada pertemuan mendadak ibu-ibu satu kompleks makan bareng yuk sayang" ajak ibu padaku.
"eeeeemmmmh" aku hanya bisa mengeluarkan itu dari mulut, aneh sungguh aneh, aku ingin menjawab aku sudah makan tapi tidak bisa seperti ada sesuatu yang menahan.
__ADS_1
"sudah ayuk ibu tadi masak enak loh" kata ibu padaku sambil menarik tangan ku
aku pun makan seperti orang kelaparan, sangat lahap ibu saja heran dengan cara makanku yang berubah ini.
"putri makannya pelan-pelan ya, dan tumben kamu pakai tangan biasanya tidak mau kalau tidak menggunakan sendok tapi lihat tuh sampai jatuh-jatuh" kata ibu padaku.
aku tersentak kuletakkan piring di tangan ku, kulihat nasi berserak di bawah piring yang aku pegang bahkan ada juga yang menempel di pipiku.
"(astaga, ada apa ini mungkin aku mau datang bulan makanya selera makan ku meningkat)" guman ku dalam hati.
"putri sudah selesai makan, mau istirahat sebentar ya bu" kata ku pada ibu.
lalu aku langsung kembali kekamar, kupandang gadget ku tapi tidak ada pesan dari wilmar sudahlah mungkin wilmar sibuk dan lupa aku coba menghibur diriku sampai aku sendiri pun tertidur.
__ADS_1