
AWAL PART I
Seminggu telah berlalu sejak kejadian mistis yang kualami di UKS, bulu kudu ku selalu berdiri ketika aku mengingat kejadian itu dan seminggu ini pula aku pergi sekolah tanpa wilmar dan talita, Ayah lah yang selalu mengantar dan menjemput ku dari sekolah selama seminggu ini.
Aku juga bersyukur karena belakangan ini kejadian aneh tidak pernah menimpa ku lagi akan tetapi, sesekali aku merasakan sakit yang cukup nyeri di dada ku, rasanya seperti ada yang memenuhi dada ku hingga membuat ku sulit bernafas namun rasa sesak itu tidak sering muncul aku pun tidak menghiraukannya sama sekali.
“loh iput jam segini kok belum bangun nak?” Tanya ibu padaku, sambil membuka gorden kamar ku.
“(hoamm), yah ibu emang jam berapa sih ini bu lagian kan putri di antar Ayah” jawabku malas sambil menarik selimut menutupi tubuh ku.
“Astagfiraulah nak, tadi malam kan Ayah sudah bilang kalau Ayah dinas keluar kota selama tiga
hari subuh tadi Ayah sudah berangkat” balas ibu pada ku.
“Oh ia ya bu” balas ku singkat.
“Ia ini sudah hampir jam tujuh lo nak, apa masih keburu naik angkutan umumnya kamu kan harus jalan kesimpang lagi ibu tidak bisa antar kamu loh nak” kata ibu padaku.
“Aduhh ibuuu, kok tidak bilang dari tadi!” seru ku pada ibu sambil loncat dari tempat tidur.
__ADS_1
Duh kacaunya pagi ini, aku tidak sempat mandi, terlebih lagi sarapan, bagaimana mau sarapan aku ingat hari ini di jam pertama pak heru yang masuk kelas. Aku hanya membawa satu botol parfum favoritku dan ku masukkan kedalam tas hehe walau tidak mandi harus tetap wangi dong.
“ibuu, putri berangkat ya Assalamualaikum” teriak ku pada ibu dari luar rumah.
“walaikumsalam, ia hati-hati ya iput, duh sampai tidak sempat salim ibu ya” balas ibu dari dalam.
Aku pun secepat kilat lari kesimpang dimana aku sering menunggu angkutan umum.
“(duh gimana ini, kalau sampai jumpa dengan wilmar aku belum mandi gini, duh malunya)”. Guman ku dalam hati sambil berlari kecil.
Tak berapa lama angkutan umum pun datang aku menaikinya dengan perlahan ku lihat tidak ada wilmar di dalamnya, akupun merasa sedikit lega, sebenarnya aku sudah lama memaafkannya aku juga merasa rindu padanya, mungkin aku terlalu keras pada wilmar jadi hari ini aku putuskan untuk mendatangi kelasnya dan bicara
Akhirnya aku sampai di sekolah kulihat jam ditanganku menunjukkan pukul 7.25 masih ada waktu lima menit untuk menggunakan farhum ku yang ku bawa tadi tapi, aku bingung dimana ya aku harus menggunakannya kulihat sekeliling sudah sunyi karena bel berbunyi tepat pukul 7.15.
“(bagaimana ini)” guman ku dalam hati sambil menggigit kecil jari telunjuk ku.
Oh ia aku ingat, dibelakang sekolah kan ada bangunan kosong, aku pun buru-buru kesana untuk menggunakan parfum ku.
“ srettt .. srettt (hhhh wangi banget)” guman ku sambil menciumi baju ku.
__ADS_1
Aku bergegas memasukkan nya ke tas tapi, saat itu aku mendengar seperti suara ranting kayu yang dipijak.
“(kretak,, shusssh)” .
“(aduh, kayanya ada orang)” kataku dalam hati.
Aku pun memastikannya, aku mencoba mengintip kesebelah tempat aku berdiri, aku tersentak bola mataku terbelalak sesaat itu pula air mata ku pun jatuh bercucuran bak air hujan yang jatuh ke bumi deras tak terhitung jumlahnya.
Betapa tidak aku melihat pacar ku dan sahabat ku sedang berpanggutan bibir dan memeluk satu sama lain jelas tampak di wajah mereka berdua sangat menikmatinya, seketika itu pula tas yang ku pegang tadi terjatuh dan mereka pun melihat ke arah ku.
“put, put, putriiii” jerit kecil wilmar yang tersadar dengan keberadaan ku sambil mengelap bibirnya dengan tangan kanannya.
“aa,, aku hari ini berniat untuk datang ke kelas mu dan menyudahi pertengkaran kita, tapi apa ini wil dan kamu taa, sahabat baik aku ini mimpikan ini tidak nyatakan, kok kalian jahat banget sih sama aku”. Balas ku terbata-bata sambil menangis terisak-isak.
“put, dengerin dulu penjelasan ku”. Kata talita sambil melangkah ke arah ku.
“stop jangan ada yang mendekati ku, aku jijik sama kalian berdua”. Balas ku pada mereka.
Aku langsung lari menuju kelas tapi belum lagi sampai di kelas rasa sesak yang sesekali muncul itu tiba-tiba muncul dan terasa sakit dua kali lipat aku terus memegang dadaku sampai-sampai pengelihatan ku kabur dan akupun terjatuh di lantai koridor sekolah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
*HAI SALAM HANGAT DARI NOVELIS "SIGADIS TUMBAL" MAAF BARU BISA UPLOAD EPISODE BARUNYA DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR LIKE DAN TANDA HATI YAA!!! ;)