
BERGETAR
Rasanya kemarin hari terlalu lama berlalu, semua disebabkan kebodohan ku sendiri yang akhirnya hanya mempermalukan diri sendiri. Terlebih saat diruangan pak heru tanpa sadar aku menangis dan berakhir tertidur dipundaknya, rasanya aku hampir gila membayangkan semua kejadian yang kualami kemarin, pagi ini aku berjalan sendirian di koridor sekolah tidak melihat wilmar dan talita pergi bersama.
“hayoo, pagi-pagi melamun, gimana kemarin dengan pak heru put” tepuk widi dipundak ku yang sudah sedari tadi duduk dikelas.
“(apanya yang gimana, seandainya kalian tau pasti pada ilfil sama aku)” guman ku dalam hati.
“ih ditanya kok bengong, sadar putt” kata widi padaku sambil menggerutu.
“(tring,,,tring,,setan apa yang merasukimu…)” bunyi suara nada dering handphone ku.
“siapa sih pagi-pagi yang telfon kamu?” Tanya widi
Kulihat itu panggilan dari wilmar, aku pun membiarkan handphone ku sampai terdengar suara sms masuk yang berisikan permohonan maaf wilmar aku sengaja membiarkan telfon, sms bahkan chat dari wilmar sejak kemarin dan ini pertama kalinya aku mengabaikan wilmar.
__ADS_1
“siapa sih put?” Tanya widi padaku.
“widiii, ini masih pagi lo masa udah banyak tanyak sih itu tadi sales elektronik yang salah sambung udah ah ngapain bahas itu, oh ya kamu udah siap tugas dari pak dede gak?” Tanya ku balik pada widi.
"kita apa ada tugas ya? tanya nuna yang entah kapan ada dibelakang widi.
"astaga, nun kamu mau buat orang spot jantung ya" balas widi dengan raut terkejut.
"hahaha, nunn tadi malam kamu kan chat aku ingetin kalau hari ini ada tugas" balas ku pada talita menjelaskan.
"jadi wid kamu udah siap belum?" tanya ku kembali pada widi.
“udah siap donk, eh tumben tanya tuga jangan bilang kamu belum siap, it's impossible ok” kata widi padaku sambil menunjukkan bukunya yang berisikan pr dari pak dede.
“ia nih, belum ada aku kerjai tolong salin buat aku ya, aku ngantuk pengen tidur” balas ku sambil memberi buku pada widi.
__ADS_1
Sesaat aku merasakan punggung ku berat lagi, padahal beberapa hari ini sudah terasa lebih baikan malah kurasa lebih berat dari sebelumnya yang membuat aku malas untuk melakukan sesuatu. Walaupun aku terlihat tertidur tetapi sebenarnya aku tidak tidur, aku hanya merasakan punggung ku semakin berat.
“(kringgg…kring…kringg)” terdengar suara bel berbunyi.
“anak-anak semuanya duduk dan kumpulkan tugas kalian kedepan sekarang!” seru pak dede kepada kami.
terdengar suara tapak kaki teman-teman yang maju kedepan untuk mengumpulkan tugas, aku pun ingin bangkit dari mejaku tapi kakiku terasa lemas rasa sakit dipunggungku pun kian menjadi.
“siapa yang tidur dijam pertama begini?” Tanya pak dede.
“maaf pak mungkin putri sedang tidak enak badan, oh ia ini tugas putri pak” kata widi pada pak dede sambil memberi buku ku yang disalinnya tadi.
“ternyata putri, sudah sebaiknya kamu bawa dia ke UKS saya tidak mau dia mengganggu siswa lain untuk belajar!” seru pak dede pada widi.
Widi pun merangkul ku dari meja dia memapah ku berjalan ke ruang uks yang jaraknya lumayan jauh dari kelas, sesaat saat dia memapahku aku mencium wangi bunga melati putih yang sangat pekat dari tubuhnya spontan aku pun mendorong widi sampai terjatuh kelantai.
__ADS_1