SI GADIS TUMBAL

SI GADIS TUMBAL
Episode 4


__ADS_3

PAK GURU TAMPAN


kulihat kanan dan kiri sudah tidak ada orang sama sekali, kayanya bakal telat nih aku cukup takut juga kalau aku dihukum sama widi aku sih gak masalah takutnya widi yang tidak bersalah malah kena hukuman karena ku.


"maaf pak terlambat" kata widi kepada guru yang sudah masuk di kelas kami.


"yasudah silahkan cepat masuk" jawab pak guru.


syukurlah kami tidak di hukum karena pagi ini les pak heru guru fisika yang menjadi favorit ku bukan gurunya sih tapi mata pelajarannya hehe, aku langsung duduk ditempat duduk dan bertumpu di atas meja ku lipat tangan ku dan ku senderkan kepala ku lalu aku melihat ke arah jendela.


"hari ini saya akan mengadakan kuis dadakan, silahkan kumpul buku kalian di depan" ucap pak heru yang membuyarkan lamunan ku yang masih memikirkan ucapan wilmar tadi.


disaat teman-teman pada berisik karena ada kuis dadakan aku masih terpaku menatap keluar jendela karena posisi tempat duduk ku yang berada tepat mengarah ke jendela yang tampak jelas lapangan sekolah lalu tanpa sengaja aku memejamkan mata.


"putri, kamu tidak dengar yang bapak katakan didepan ya, apa kamu sakit?" ucap pak heru padaku sambil memegang kening ku.


"omg pak heru ku, tangannya udah gak perjaka lagi gimana ini andai orang lain akan ku cabik-cabik dia sayangnya dia ini putri sahabatku" teriak talita dari belakang ku.

__ADS_1


"aduh maaf pak, saya memang lagi tidak enak badan tapi saya masih bisa ikut kuis kok pak". balas ku cepat sambil berdiri.


"hahahahaha liat itu muka putri merah, sepertinya bukan sakit tuh tapi karena dibelai pak heru" kata teman sekelas yang mengejek ku.


aku sempat melirik pak heru biasanya dia pasti langsung marah kalau di goda sama siswa begini tapi sempat aku lihat senyum kecil di bibirnya yang membuat pipiku semakin merah menahan malu.


"semuanya tenang, putri beneran bisa ikut kuis kan?" tanya pak heru padaku.


"(aduh aku gila ya kok aku bisa deg-deg an begini sih, mungkin karena sarapannya sedikit tadi)" guman ku dalam hati.


"putri, putriiiiii!!! kamu beneran baik-baik aja kan?" teriak pak heru kepadaku.


akhirnya kuis pun dimulai, aku lihat selembaran soal setelah ku baca soal itu sangat mudah tak sampai waktu yang ditentukan oleh pak heru aku sudah menyelesaikannya dan aku langsung mengumpulnya kedepan.


"kamu udah selesai putri, tidak mau kamu baca-baca lagi soalnya waktunya ada setengah jam lagi loh?" tanya pak heru padaku.


"sudah saya baca berulang kok pak, bapak bisa kok langsung memeriksanya". jawab ku percaya diri

__ADS_1


"ya sudah kamu duduk dulu ya, jangan mengganggu teman yang masih ujian". balas pak heru padaku.


tak terasa setengah jam berlalu akhirnya bel pun berbunyi.


"aduh pak heru itu kok gak pengertian ya sama siswanya masih seminggu kita masuk masa udah di suruh kuis aja untung aja dia tampan kalau gak pasti bakal di bully sama siswa dia" kata talita.


"udah deh kamu bahas pak heru aja nih, kamu tadi pagi kok tinggalin aku sama wilmar berdua gak usah mikir buat cari alasan yah aku udah tau dari widi" balas ku ke talita.


"aku kan mau kasih kamu kesempatan berduaan sama wilmar sayang" pujuk talita sambil memelukku dari belakang.


"kamu ini ya, jaga sikap kamu donk taa! kita masih sekolah kok asik main pacar-pacaran aja" balas widi sambil menarik talita.


"hei kalian kok ribut sih, siapa yang di tinggal siapa?" tanya nuna dengan wajah polos.


akhirnya kami malah tertawa bersama, lalu kami pun menuju kantin betapa terkejutnya aku dengan apa yang kulihat wilmar berdiri di depan kelasnya dan masih memakai tas di bahunya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2