
SALAH PAHAM
aku memandangi wajah laki-laki yang kusukai dengan raut wajah yang datar dengan penuh rasa bingung yang berkecamuk di hatiku perasaan seperti ini, ya jelas ini perasaan bersalah.
"wil ikut bareng kita ke kantin yuk" ajak nuna kepada wilmar.
"kebetulan nih, aku juga lapar" jawab wilmar pada nuna.
kami pun akhirnya pergi ke kantin tapi tak sepatah katapun keluar dari mulutku sesekali aku melihat wilmar aku tau apa yang terjadi, dia pastii dihukum bu dewi karena terlambat lalu berdiri di kelas sampai bu dewi selesai menyampaikan materi pelajarannya di kelas, sikap wilmar yang seperti ini semakin membuatku jatuh hati padanya.
"put, kok kamu diam aja sih dari tadi kamu kenapa?" tanya widi padaku.
belum sempat ku jawab seperti biasa si talita yang super heboh ini langsung membalas widi, andai dia tau kekacauan yang udah ditimbulkannya pagi ini.
"eh put, jangan bilang kamu udah berpaling dari wilmar dan udah berpindah hati sama pak heru" balas talita dengan cepat.
"apaan sih ta, yah gak mungkin lah walaupun pak heru itu sedikit tampan sih hehe" jawab ku pada talita.
"ehem, jadi ada ya,,, yang lebih tampan dari aku... aku cemburu nih" balas wilmar
astaga, sesaat aku lupa kalau wilmar makan dengan kami.
"loh put, kamu bukannya pacaran dengan wilmar kok naksir dengan pak heru?" tanya nuna polos.
"(astagfiraulah, kok jadi riweh gini sih udah la diemin aja)" guman ku dalam hati.
__ADS_1
sesaat suasana jadi hening, mungkin pada fokus dengan semangkuk bakso dan mie yang terlihat sangat menggugah rasa lapar namun, tak berapa lama raihan dan jaka menghampiri kami berlima.
"wil, kamu tega ya ninggalin kami berduaan kaya orang pacaran" kata jaka pada wilmar sambil menepuk bahunya.
"uhuk,,uhuk,," karena terkejut wilmar sampai terbatuk. lalu, dengan sigap aku memberinya air minum.
"wah, pantesan dia ninggalin kita jak, di mesengger tak di balas di WA apa lagi... coba liat putri yang perhatiin gini aku pun pengen punya pacar jadinya" balas raihan ke jaka.
"umur masih sependek jagung aja, cerita pacar pacaran, udah ayok put kita balik ke kelas" balas widi pada raihan dengan sangat pedas.
tangan ku langsung di tarik widi, nuna dan talita pun ikut pergi aku sih sempat heran biasanya mereka banyak tanya ini kok langsung ikut aja ya,,, mungkin kalau widi yang ngomong semua pada nurut kaya aku sekarang pasrah tangan ku di tarik olehnya. tapi....
"eittsss, mau kemana .. aku bercanda kok, kamu gak boleh buang-buang makanan mubajir tau gak" kata raihan pada widi
"maaf ya, aku udah hilang selera makan karena mendengar bicaramu yang alay itu"balas widi.
"loh maaf ya mbak, teman-teman kamu kayanya masih pada lapar tuh yakan?" tanya raihan pada kami bertiga.
"se..se..sebenarnya mie ku tadi baru datang dan belum sempat aku makan udah di ajak widi pergi, aku lapar banget sih" kata nuna sambil memelintir seragam bawahnya.
"tuh kan, dengar gak mbak" balas raihan.
ku lihat wajah widi sedikit merah, tidak tau apakah dia malu atau marah aku pun langsung segera mengambil tindakan sebelum talita bicara.
"nun, masih lapar ya udah kami temenin makan yah" kata ku pada nuna sambil menarik widi ke meja tempat kami makan tadi.
__ADS_1
"maaf ya wid, raihan orangnya suka bercanda tapi dia cowok baik-baik kok hanya yah sedikit bodoh" kata wilmar pada widi.
aku tersenyum pada wilmar dia tau benar bagaimana memecahkan suasana yang kian meneganggakan ini.
"kalian saja ya temani nuna aku mau ke perpus nanti tunggu aku dikelas" kata widi pada kami lalu pergi.
"apaan sih cewek itu mungkin jelmaan bu dewi kali ya, galak amat" kata raihan sambil terus mengoceh.
"banyak gaya kamu rai, nanti kamu suka lo sama dia" balas jaka.
"dasar kalian ya, kalau widi tau kalian obrolin pasti kalian kena prank,,, prank amukan tapi... hahahah" balas talita.
mereka pun saling tertawa, lalu raihan mengarahkan pada ku untuk melihat hp.
"(kamu beneran suka pak heru)" ku baca chatnya, lalu kulihat dia dan langsung menggelengkan kepala.
lalu masuk chat lainnya...
"(pak heru lebih tampan dari aku ya)"kulihat lagi kearahnya dan ku gelengkan kepala.
tak berapa lama hp ku bunyi lagi..
"(aku cemburu loh)" saat membaca pesan ini, pipi ku langsung merah.
aku tidak tau apa yang harus ku balas pada wilmar atau apa yang harus aku kodekan, lalu aku langsung berdiri dan pergi dengan alasan menyusul widi ke perpus padahal aku kembali ke kelas, uhhh betapa naifnya aku...
__ADS_1