
AWAL PART III
Selama ini aku selalu merasa kehidupan ku sangat sempurna, hanya aku lupa untuk sesaat tidak ada hal sempurna di dunia ini. Jika diberi kesempatan untuk memutar waktu aku lebih memilih untuk menolak wilmar waktu itu sehingga aku tidak akan kehilangan mereka berdua.
Tapi, jika memang ini takdir ku, akan lebih baik untuk aku menghilang dari bumi ini karena aku tidak akan mampu untuk bertemu dengan mereka berdua lagi dan rasa sakit ini sampai mati pun akan aku ingat.
(tes,,tes,,tes) ada cairan yang jatuh ke pipi ku yang menghentikan lamunan sesaat ku tadi.
Seketika itu pula aku melihat ke atas, aku terkejut dengan apa yang aku lihat.
“Kau tidak perlu takut putri, mereka itu sama nasibnya dengan kamu” kata makhluk yang ku ajak bicara tadi.
Walau ruangan ini cukup gelap tapi aku masih dapat melihat dengan jelas kulihat ada banyak perempuan yang bergelantungan di atap ruangan itu, hanya aku sungguh tidak ingin memikirkannya karena aku merasa sudah di ujung waktu ku.
“Ya sudah aku mau ikut kamu, sekalipun aku mati dan berakhir seperti mereka aku tidak perduli lagi” kataku padanya.
Tapi,saat aku ingin menggapai tangannya tiba-tiba ada cahaya putih bulat yang ntah dari mana itu berasal dan aku terkejut mendengar suara yang penuh dengan isak tangisan aku sangat yakin kalau ini adalah suara Ibu dan Ayah.
Aku pun tersentak saat aku mengingat mereka aku juga mendengar suara laki-laki asing yang tidak aku kenal suaranya sepertinya dia sedang membaca ayat suci Al-Qur’an dan cahaya itu tiba-tiba membesar aku langsung menutup mata karena cahaya itu tampak begitu silau yang membuat mata sakit untuk melihatnya namun, perlahan-lahan cahaya itu menghilang dan aku pun membuka mata.
__ADS_1
Anehnya aku sudah tidak berada diruangan gelap itu lagi, aku sudah berada di rumah dan berada di atas tempat tidur ku akn tetapi, badan ku meronta-ronta tidak karuan kulihat kanan dan kiri kamar ku di penuh oleh orang-orang yang tidak aku kenal.
“Ayah,, Ibu,,!” aku mencoba untuk berbicara namun, yang keluar malah suara gerangan yang cukup mengerikan.
“Keluar dari tubuh gadis ini!” kata laki-laki yang menggunakan lobe putih dan sorban di bahunya.
“hahahahah, aku akan membawa gadis ini bersama ku!!!” pekik diriku.
“(bukan, ini bukan aku tolong putri bu!)” batin ku dalam hati.
Tubuh ku meronta-ronta sangat kuat, saat aku ingin duduk rasanya ada yang menekan diriku bahkan sampai banyak orang yang memegangi tubuh ku, sampai-sampai mereka kewalahan dan akhirnya mengikat tangan dan kaki ku di tepi tempat tidur.
“Ayah,, putri anak kita” kata ibu lirih pada Ayah saat melihat aku diikat.
“hahahah arggghhh hahahah arggghh, kalian tidak bisa mengurus anak ini, arrgghhh sudah berikan saja dia padaku akan ku makan jantungnya dan akan ku jadikan dia anak ku arggghhh” kata ku sambil tertawa gila.
Dapat kulihat ibu tersentak mundur dan hampir pingsan mendengar apa yang baru saja aku ucapkan.
“Pak sebaiknya bawa ibu pergi dari sini cepat, saya khawatir kalau beliau akan kesurupan juga karena ruangan ini sudah penuh dengan hawa jin kafir!” seru laki-laki bersorban itu pada Ayah.
__ADS_1
Ayah pun memapah ibu keluar dari kamar ku.
“Hahahhahahah, manusia-manusia bodoh arggghhhh kalian kira dapat menghalangi ku untuk membawa gadis ini arrrggggghhhhhhhhh….” Kata ku pada mereka.
Laki-laki sorban itu tidak memperdulikannya, dan dia terus memegang tasbih di tangannya disaat itu aku merasa seperti tubuh ku dibakar di atas api.
“Panassss,,,,, panasss,,,, panaassss,,, hhhh arghhhhh liat saja akan kusakiti dia didepan kalian arrggghhhhh” Kataku lagi.
Tubuh ku sama sekali diluar kendaliku, dan aku tak merasa sakit sedikit pun terlebih lagi saat aku mencoba untuk membuka ikatan di tangan ku, dan saat ikatan itu terlepas dengan sekuat tenaga aku langsung mengarahkan tangan ku ke leher dan mencekik diriku sendiri.
“Bapak-bapak tolong cegah dia!” kata laki-laki bersorban itu.
“Kami takut ustad” balas seorang dari mereka.
“Astagfiraulah mereka itu makhluk laknat, sudah nanti anak itu bisa meninggal!” seru laki-laki bersorban
itu pada mereka.
Mereka pun berusaha sekuat tenaga menarik tangan ku, dan entah mengapa mereka malah terpental jatuh ke lantai saat mencoba membantu ku untuk melepaskan cekikan ku ini. Akankah hidup ku benar-benar berakhir kali ini???
__ADS_1
** Readers\, Jangan Lupa Like\, Komentar dan Kasih Tanda Hati yaa ;)