Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
10. Kegagalan


__ADS_3

Mana dari tubuh Reyoura pun langsung menyembuhkan lukanya yang cukup parah. Dan mana yang ada di dalam tubuhnya adalah mana yang berbeda dari orang lain karena ini adalah mana istimewa.


Reyoura pun bangun dan langsung mencarinya. Lalu, ia menemukan Alicia yang terluka parah dan terpapar di sana dengan reruntuhan gedung. Ia mengalami pendarahan yang cukup parah di bagian kepalanya.


Reyoura yang melihatnya tadi langsung menghampiri Alicia dan menyingkirkan puing-puing yang menimpa tubuhnya dan memeluk tubuhnya yang tidak bernyawa.


“Alice!” sambil memegangi kepalanya yang terluka.


“Sial, kenapa jadi begini?! Kalau saja aku sedikit memperhatikan sekitar mungkin dia akan selamat.” pikirnya Reyoura.


Kemudian, ia menyesali kesalahannya dan menangis sambil memeluk erat tubuh Alicia yang sudah tidak bernyawa lagi. Namun, ia masih punya satu cara untuk menghidupkannnya kembali dan ini terlalu beresiko untuk dilakukan oleh Reyoura.


Caranya yaitu ia harus memindahkan mananya kepada Alicia agar ia bisa hidup kembali walau imbalannya berupa nyawa dari si pengguna tersebut. Namun, ia sudah berjanji untuk berpetualang bersama-sama. Maka dari itu Reyoura harus menyelamatkan Alicia supaya ia bisa menepati janji yang mereka buat.


“Nampaknya tidak ada cara lain untuk menghidupkannya kembali.” sambil melepaskan almamaternya dan menggulung kedua lengan bajunya.


“Baiklah, akan ku mulai sekarang.” ucap Reyoura yang sudah bersiap untuk melakukan ritual pembangkitannya.


Tangannya mengarah ke tubuh Alicia. Dan ia mulai merapalkan sebuah mantra terlarang tersebut.


“Transfer of Mana.”


Mantra tersebut merupakan mantra yang tidak boleh digunakan oleh siapapun orang. Mantra tersebut memang bisa menghidupkan kembali seseorang dengan memindahkan mana si pengguna kepada orang yang sudah mati.


Namun, si pengguna harus mengorbankan beberapa manannya untuk menghidupkannya kembali. Jika, semua mananya habis dan orang itu masih dalam keadaan yang sama, maka si pengguna harus mengorbankan nyawanya sendiri untuk melanjutkannya sampai orang itu kembali hidup.


Mantra ini pernah digunakan oleh para penyihir dalam penelitian mereka untuk menghidupkan kembali seseorang dan semua yang bersangkutan disana gagal dan mati di sana. Jadi, hampir semua orang terutama seorang penyihir pun tidak mau menggunakan mantra itu. Hanya orang-orang bodoh saja yang mau menggunakannya.


***

__ADS_1


Pada saat Reyoura sedang mencoba untuk menghidupkan Alicia. Mananya langsung terkuras habis tak tersisa. Namun, ia masih ingin melanjutkan proses pembangkitannya dengan mengorbankan nyawanya. Tetapi, ia melihat seseorang yang memakai jubah hitam di sana dan orang itu langsung menghentikan Reyoura yang tengah melanjutkan proses tersebut.


“Tolong jangan kau lanjutkan lagi.” Orang itu terus mengulang hal yang sama kepadanya.


“Siapa kau sebenarnya?! Kenapa kau menghentikanku?! Aku tuh hanya ingin dia hidup. Untuk


apa kau menghentikanku?!” Reyoura yang tidak mengetahui orang itu langsung membantah perintahnya. Ia tetap melanjutkan proses itu tanpa memperdulikan orang tersebut.


Meskipun begitu, orang itu tetap memberitahukan Reyoura agar Reyoura mau menghentikan proses itu. Karena baginya itu mustahil untuk dilakukan oleh penyihir biasa sepertinya. Namun,  Reyoura tetap membantah pernyataan tersebut dan tetap melanjutkan prosesnya.


Pada akhirnya orang itu harus menghentikannya secara paksa, dan itu berhasil. Meskipun, awalnya Reyoura sempat melawan. Namun, Reyoura yang ingin menyelamatkan Alicia berakhir sia-sia. Orang tersebut langsung pergi tanpa berbicara sedikit kata pun. Reyoura yang sudah berputus asa mulai mengangkat tubuh Alicia dan membawanya ke posko kesehatan di dekat sekolahnya. Dan ia bertemu dengan Albert yang sedang menjaga tempat itu.


“Ah itu dia! Oura, kemana saja kau? Eh? Kenapa dengannya? Apa yang telah terjadi dengan kalian berdua?” kata Albert yang terlihat cemas dengan keadaan mereka.


Reyoura pun tidak menjawabnya dan meminta Albert untuk membawa Alicia ke dalam posko kesehatan. Dan ia pun langsung pergi tanpa sepatah kata pun. Ketika ia sudah pergi jauh, Milady dan kedua pengawalnya yaitu Nicolas dan Diaz pergi menemui si Albert untuk menanyakan keberadaan Reyoura dan Alicia yang masih belum ditemukan hingga saat ini.


“Albert, dimana Oura? Dan kenapa kau menggendong Alicia?” tanya Milady, dan ia sedikit cemburu melihat tunangannya menggendong wanita lain.


“Memangnya kenapa? Tidak biasanya kamu seperti ini.” Kata Milady.


“Karena, pada saat ia menemuiku. Wajahnya terlihat sangat kesal dan sedih. Nampak agak aneh darinya. Dan ia pergi tanpa sepatah kata pun.” Jelas Albert ketika ia bertemu dengan Reyoura.


“Oh begitu yah." Lirih Milady.


Setelah Milady mendengar hal itu. Dia juga merasa ada yang aneh dari ceritanya si Albert dan gerak-gerik Reyoura. Milady mulai berpikir kalau Reyoura akan mengejar para iblis itu sendirian untuk membalaskan dendamnya dan pergi ke suatu tempat yang dihuni oleh para iblis dan menghabisi semua iblis di sana.


***


Disisi lain, Reyoura yang berencana untuk mengejar iblis tersebut tengah melakukan persiapan untuk dirinya. Yang ia bawa hanyalah dua buah payung yang sering ia bawa sebagai senjata utamanya dan beberapa potion yang ia punya saat ini. Saat ia melewati pusat kota, Reyoura melihat ada seorang kesatria yang sedang menunggang kudanya dan kesatria lainnya yang berjalan kaki melindungi si kesatria yang menunggang kuda tersebut sedang melewatinya. Dan ia berencana untuk mengambil kuda tersebut untuk mengejar sekelompok iblis. Lalu, ia melesat ke kesatria yang menunggang kuda tersebut dan menyerangnya, kemudian ia rebut kudanya. Setelah ia berhasil mengambil kuda tersebut, ia langsung pergi mengejar para iblis tersebut dengan kecepatan penuh sebelum ia ditangkap oleh para kesatria lainnya.

__ADS_1


Dan kejadian itu dilihat langsung oleh salah satu pengawal Albert yang bernama Zidan. Setelah ia melihat semua kejadian tersebut, ia pergi menemui Albert dan menjelaskan semuanya yang ia lihat di sana.


“Tuan Albert! Aku ingin menyampaikan suatu hal untuk anda!” teriak Zidan dari kejauhan, ia berlari menghampiri Albert yang sedang berbincang dengan Milady.


“Apa itu, Zidan?” tanya Albert.


“Ada seorang murid dari akademi yang sama dengan kita. Ia mengambil seekor kuda dan pergi melarikan diri dari kejaran Prajurit kesatria lainnya.” Jelas Zidan.


“Lalu, bagaimana ciri-ciri murid tersebut?” Tanyanya, karena ia masih penasaran dengan anak laki-laki itu.


“Kalau tidak salah, anak laki-laki dengan dua buah payung di pinggangnya.” Ucap Zidan menjelaskan ciri-ciri dari anak laki-laki itu.


Albert langsung terkejut dengan laporan yang disampaikan langsung kepadanya. Ia juga mengira bahwa ciri-ciri anak tersebut mirip dengan Reyoura. Namun, Albert masih belum yakin kalau itu memang benar dia yang melakukannya dan tujuannya juga masih belum jelas mengapa dia melakukan hal tersebut.


“Apa! Jangan-jangan… kau!” batinnya.


Milady yang merasa khawatir ketika melihat wajah Albert yang kelihatan sedikit cemas. “Hei, Albert. Ada apa? Nampaknya kamu mencemaskan sesuatu?” tanyanya.


“Tidak ada kok. Ngomong-ngmong, Zidan. Apa kau yakin yang ia bawa adalah payung?” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ia kembali menatap salah satu pengawalnya. Dan Zidan hanya menganggukan kepalanya seolah itu memang benar dengan apa yang ia lihat saat itu.


“Lalu, apa kau tahu kemana ia akan pergi?” tanyanya untuk memastikan tujuan dari si anak laki-laki itu.


“Sepertinya kurang tahu. Tetapi, aku melihatnya berlari dengan kudanya menuju ke barat yang dimana sekumpulan iblis melewati jalan itu.” Akhir Zidan menjelaskan tentang apa yang ia lihat sebelumnya.


“Anak itu!” pikir Albert, sambil mengepalkan kedua tangannya, ia terlihat cukup kesal. Terlebih lagi, ia juga tahu siapa anak laki-laki yang Zidan maksud.


Karena merasa terabaikan, Milady memanggil kedua pengawalnya untuk menyelusuri seluruh tempat dan mencari keberadaan si anak laki-laki yang sedang dibicarakan oleh Albert dan pengawalnya. Dan seiring berjalannya waktu, ada seseorang yang dibawa oleh kedua pengawalnya untuk menemui Milady.


Orang itu tahu kemana si murid yang merebut kuda dari kesatria tersebut. Dan yang paling mengejutkannya lagi, dia menemukan sebuah tanda pengenal orang tersebut. Itu akan menjelaskan siapa yang merebut kuda tersebut dan berlari mengejar iblis dan Milady meminta orang itu untuk menunjukkan tanda pengenal yang ditemukannya.

__ADS_1


***


__ADS_2