
Dengan cepat mereka pergi menuju tempat yang sepi. Saat sebelum mereka tiba di tempat sepi, mereka menceritakan tentang masa lalu mereka dan tentang percintaan mereka, karena salah satu dari mereka sudah mempunyai pacar.
Disamping itu, mereka bertiga yang sedang bersembunyi dan mencari tahu tentang mereka berdua mulai membuntuti mereka dari belakang dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh mereka berdua.
Bukan hanya ketiga temannya Reyoura saja yang sedang membuntuti Reyoura. Namun, kedua orang itu juga sedang membuntuti Reyoura dan ada juga beberapa orang yang merupakan anggota dari OSIS di akademinya yang membuntuti mereka berdua dari awal karena ingin mengetahui tentang kutukan tersebut.
“Kali ini aku sedang membuntuti mereka berdua. Dan aku akan mencari tahu tentang mereka lebih lanjut.” Kata salah satu anggota OSIS yang sedang mengikuti mereka dan memberikan informasi yang ia dapat melalui telepati.
“Baiklah, tetap lanjutkan tugasmu dan cari tahu tentang mereka dan kutukan yang sedang mereka bicarakan tadi.” Kata anggota OSIS yang menerima informasi darinya melalui telepati.
Meskipun mereka adalah musuh bebuyatan. Tetapi, mereka tidak terlihat benci satu sama lain dan terlihat akrab ketika di luar pertarungan. Bahkan, mereka juga sering tertawa ketika menceritakan sesuatu yang menurut mereka lucu dan tersenyum bahagia saat mereka bersama.
“Nampaknya, aku melihat senyuman alami darinya. Ini yang pertama kalinya ia tersenyum seperti itu. Bukan?” Kata orang pertama yang terpukau ketika melihat mereka tersenyum. Terutama Deco.
“Ah sial, mereka benar-benar imut sekarang.” Batinnya orang kedua saat melihat mereka yang sedang bahagia.
“Oi, kau tak apa-apa?” Ia yang sedikit khawatir terhadap temannya.
“Ah, aku tak apa-apa kok. Ya itu memang benar.” orang kedua pun juga terpukau sembari menutupi hidungnya yang sedikit mimisan ketika melihat mereka.
Kedua orang pun benar-benar terpukau dan membayangkannya. Sedangkan, mereka bertiga juga mulai terpukau dengan Reyoura yang sedang tersenyum bahagia. Terlebih lagi, Gilardino yang benar-benar terpana ketika melihat temannya seperti itu.
Dan ia tidak mengetahui kalau Reyoura punya sisi yang berbeda dengan sebelumnya, sampai-sampai ia bingung mau berkata apa ketika melihat temannya. Sedangkan, Rafael dan Bernard terkejut melihat Reyoura yang seperti itu.
Nampaknya, mereka berdua tidak membayangkan hal ini akan terjadi nantinya. Walaupun begitu, mereka mengganggapnya adalah hal yang biasa bagi mereka. Meskipun dalam hatinya bilang “Aaaa, mereka terlihat seperti seorang perempuan saja, kalau sedang tersenyum.” Itu yang dipikirkan oleh mereka berdua tentang mereka.
Namun, mereka masih ingin mengetahui tentang masa lalu mereka lebih dalam. Dalam setengah perjalanan, mereka melanjutkan ceritanya tentang masa lalu mereka dan bernostalgia tentang hal tersebut.
__ADS_1
“Hei Oura, Apa kau masih ingat lagu yang kita bawakan pada saat Festival Musik di kota Yidtarka?” Deco menanyakan tentang festival yang mereka datangi waktu mereka masih kecil.
“Tentu saja, memangnya kenapa?” Reyoura yang kembali mengingat masa itu dan kembali menanyakan kepada Deco.
“Ah tidak apa. Aku hanya bertanya saja.” Jawabnya.
Ketika mendengar hal tadi, mereka juga berpikir kalau dua sepupu ini pandai dalam segalanya. Bahkan, mereka juga tidak menyangka bahwa dua sepupu ini pernah mengikuti festival tersebut.
“Na nanana nana nanana~.” Reyoura bersenandung sambil mengikuti irama yang ia lakukan seperti dulu.
Ketika Deco mendengar senandungnya Reyoura, ia pikir kalau Reyoura sudah salah dan mencoba memperbaiki senandungnya yang berantakan itu, meskipun suaranya sangat merdu jika didengar banyak orang, namun liriknya yang salah.
“Salah lirik kau, Oura. Yang bener tuh begini, nanana na nana nanananana~.” Deco pun juga sedang bersenandung tetapi dengan irama yang berbeda dari Reyoura.
Reyoura yang bersikeras dengan irama yang ia pakai. Namun, dipatahkan iramanya oleh Deco. “Tidak, bukan begitu. Kau salah!” ia merasa bahwa lirik yang ia senandungkan itu benar. Tetapi, Deco yang merasa kalau iramanya benar dan menyalahkan Reyoura tentang irama yang ia pakai. “Justru kau yang salah Oura!” teriak Deco.
“HAH! Kok aku yang salah sih?!” Reyoura yang tidak terima dengan apa yang Deco katakan tadi, dan Deco langsung mengganggukan kepalanya, Reyoura mulai geram dengan tingkah laku sepupunya itu dan saling mendorong satu sama lain.
Gilardino, Rafael, dan Bernard yang tengah membuntuti kedua orang itu sampai di tempat yang sepi, disana mereka melihat Reyoura dan Deco yang sedang bersiap-siap untuk bertarung disana.
Kemudian, kedua orang misterius pun juga membuntuti mereka berdua dan ingin melihat aksi dari mereka berdua. Dan anggota OSIS yang juga membuntuti mereka berdua juga telah menyiapkan beberapa anggota OSIS lainnya di tempat yang akan mereka datangi untuk menyergap dan mengintrogasi mereka tentang kutukan tersebut.
Namun, sebelum Reyoura dan Deco mulai bertarung. Reyoura melihat setiap gedung yang terbengkalai dan mulai menyadari ada beberapa orang yang sedang membuntuti mereka dari awal mereka bertemu dan segera menelusuri sekitar tempat itu.
“Deco, apa kau merasa ada yang aneh tidak dengan tempat ini?” Reyoura mulai curiga ketika tiba di tempat itu dan merasa ada yang mengikuti mereka kemari, dan Deco hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tapi, kalau kau merasa ada yang aneh. Lebih baik kita telusuri dulu tempat ini. Lagian, tempat ini merupakan reruntuhan ibukota yang dulu. Jadi, pasti ada sesuatu yang aneh disini.” Deco menyarankan untuk menulusuri tempat mereka yang kemungkinan ada jebakan disana atau ada beberapa monster yang mengelilingi mereka.
__ADS_1
Mereka bertiga yang tengah bersembunyi di salah satu bangunan yang terbengkalai mulai terlihat panik ketika Reyoura mengetahui ada orang yang mengikutinya dan mencurigai tempat itu. Namun, Reyoura sudah mengetahuinya dan berpura-pura mencari.
Mereka yang tengah bersembunyi pun tidak sadar kalau persembunyian mereka sudah diketahui oleh Reyoura dari awal. Terlebih lagi, mereka bertiga juga melihat beberapa dari anggota yang tak dikenal berada di posisinya masing-masing untuk menyergap mereka berdua.
“Eh, apa kita akan ketahuan olehnya.” Kata Gilardino yang terlihat panik saat Reyoura mulai menulusuri tempat itu.
“Shhhtt, jangan berisik Dino.” Bernard yang sudah menenangkan si Gilardino agar tidak ketahuan persembunyiannya.
“Maaf.” Kata Gilardino.
Rafael yang melihat dan mengenali lambang pada seragam dari beberapa orang disana. “OSIS?” batinnya yang melihat sekumpulan orang yang bersedia di posisi mereka untuk menyerang Reyoura dan Deco saat mereka sedang bertarung.
“Jose, kenapa kau? Terdiam seperti itu?” Gilardino yang melihat Rafael terdiam bisu sambil memikirkan sesuatu yang aneh disana. "Dino, Bear. Dengarkan aku, kali ini aku merasakan ada yang aneh disini." ucap Rafael, ia juga merasakan hal yang sama dengan Reyoura, sejak mereka bertiga mengikuti Reyoura.
Kemudian, Rafael menjelaskan apa yang terjadi dengan tempat yang terlihat mencurigakan bagi Reyoura, serta beberapa orang yang ia duga itu adalah anggota OSIS.
“Apa yang kau bilang. Disini kita dalam bahaya tahu kalau sampai ketahuan olehnya.” Gilardino membantah pernyataan dari Rafael.
“Terus apa yang membuatmu berpikir bahwa ada yang aneh disini?” Bernard mengeluarkan pertanyaan itu dan menunggu jawaban dari Rafael.
“Nampaknya, kita sedang dibuntuti oleh OSIS. Tapi, aku hanya menduga hal itu karena ada beberapa orang yang bersembunyi di sekitar sini. Dan lambang pada seragam mereka juga terlihat seperti lambang OSIS di akademi kita.” Mereka berdua pun terkejut dengan pernyataan dari Rafael karena itu tidak mungkin terjadi. Lagipula. beberapa orang tersebut juga membawa senjata untuk menyergap Reyoura dan Deco di sana.
“Yang bener saja. Bagaimana kau tahu kalau itu OSIS sedang membuntuti kita?” Gilardino yang mulai sedikit percaya dengan Rafael.
“Apa kalian melihat mereka disana?” sambil menunjuk ke arah orang yang berseragam disana.
“Sial, kita benar-benar dalam masalah besar kali ini.” Gilardino benar-benar kesal dengan keadaan mereka saat ini.
__ADS_1
Mereka berdua yang sedang menulusuri tempat tersebut segera bersiap untuk melawan beberapa orang yang ingin menyergap mereka berdua. Beberapa dari mereka pun keluar dari persembunyiannya untuk mulai menyerang mereka berdua.
***