
Beberapa dari iblis yang masih tersisa, ingin menyerang Reyoura yang datang sendiri untuk melawan mereka. “Seraaaaang!” namun, mereka tetap kalah dengannya, meskipun mereka menang jumlah, itupun tidak berpengaruh terhadapnya.
Sekarang Reyoura harus melawan puluhan iblis yang menghalangi jalan masuk ke kerajaan mereka. Terlebih lagi, ia harus menyelamatkan manusia yang sudah diculik oleh iblis terlebih dahulu.
“Sial, aku harus menyelamatkan mereka dulu, agar aku bisa fokus dengan lawan yang ada di depanku.” Ujar batinnya sambil melihat keadaan para korban dan melesat maju ke salah satu iblis yang menjaga mereka itu.
“Wush.. Teng.. Sreet..”
Iblis yang menjaganya tadi sudah dibunuh oleh Reyoura, dan Reyoura mulai menjaga mereka dari iblis yang ingin merebut kembali tawanan mereka yang diambil oleh Reyoura. Lalu, Reyoura mengeluarkan bola api dari ujung kedua payungnya dan ia bersiap untuk melemparkan bola apinya ke iblis yang mendekati dirinya dan tawanan mereka.
“Boom..”
“Boom..”
“Boom..”
Ledakan tersebut dilihat oleh iblis penjaga dari pos mereka, salah satu dari mereka pergi menemui raja mereka dan melaporkan kejadian tersebut di hadapan raja mereka.
***
Di istana kerajaan Fribard
Raja Allocer yang mendengar kejadian tersebut sangat geram dengan apa yang diperbuat oleh pria itu yang tidak lain ialah Reyoura. Ia langsung memberi perintah kepada seluruh pasukannya untuk membunuh si pria itu.
Lalu, ia memerintahkan para jenderalnya untuk memimpin seluruh pasukannya, para jenderal pun menerimanya tanpa tolakan sedikitpun karena perintah raja adalah mutlak bagi seorang dari ras iblis.
Dan raja Allocer juga memanggil beberapa pengawal untuk mengawal dirinya jika pria itu berhasil menembus pertahanan miliknya.
***
Saat pertempuran antara Reyoura dengan puluhan iblis yang ingin merebut tawanannya, yang dijaga oleh Reyoura dengan susah payahnya ia menjaga semua orang, alhasil Reyoura pun harus menggunakan semua kekuatannya untuk melarikan diri karena ia tidak bisa bertarung lebih lama lagi seekaligus melindungi mereka.
__ADS_1
“Sepertinya tidak ada cara lain.” Batinnya, dan ia melihat celah untuk dirinya dan mereka kabur dari sana.
“Ayo kita pergi dari sini!” teriak Reyoura sambil memerintah mereka untuk berlari terlebih dahulu, dan ia berlari paling belakang sambil melindungi tawanan mereka untuk melarikan diri.
Puluhan iblis tersebut sempat mengejar Reyoura dan tawanan mereka yang diselamatkan olehnya, tapi mereka tidak dapat mengejar mereka semua dan lebih memilih untuk kembali ke kota mereka.
***
Di dalam hutan yang jauh dari kerajaan Fribard,
Reyoura dan para tawanan yang ia selamatkan, mulai menghentikan lari mereka, mereka beristirahat sejenak sambil Reyoura melepaskan borgol di tangan mereka.
“Fiiuuuh…” ia menghempaskan nafasnya perlahan setelah berlari cukup kencang sambil melindungi tawanan yang ia selamatkan, ia pun sejenak istirahat di dekat gua dan memaksa mereka masuk ke dalamnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menolong mereka sebelum kembali ke kerajaan Fribard. Mereka yang ditawan tadi mulai menangis, tetapi tangisan mereka itu bukannya tangisan karena kehilangan sesuatu, melainkan itu adalah tangisan kebahagiaan mereka.
“Nampaknya ini sudah yang terakhir.” Katanya sambil mengelap keringat di keningnya.
Semua orang yang terlihat murung kini kembali ceria, karena mereka sudah bebas dari iblis yang menculik dan menjadikan tawanan mereka. Salah satu dari mereka bukan berasal dari ras manusia, melainkan ras elf, ras yang paling bersahabat dengan manusia.
“Terima kasih, Tuan, karena sudah menyelamatkan kami semua, dan menyembuhkan sahabatku. Terima kasih, Tuan.” Kata pria elf tersebut sambil berlutut di hadapan Reyoura yang diikuti oleh orang-orang dibelakangnya.
“Sama-sama, tolong jangan berlutut di hadapanku, aku sangat membenci hal itu.” Katanya dengan nada suara lembut.
Lalu, mereka semua termasuk pria elf berdiri dan mengucapkan rasa syukur mereka untuk kedua kalinya, namun kali ini mereka hanya menundukkan kepala mereka dan itu sudah lebih dari cukup bagi pria yang menyelamatkan hidup mereka.
Ia pun langsung bersiap untuk kembali ke kerajaan itu dan menghancurkannya, ia juga meninggalkan mereka di dekat gua tersebut untuk mencari bantuan jika ada. “Baiklah, aku akan pergi mencari bantuan untuk kalian, dan kalian harus tetap di sini sampai bantuan dariku tiba.” Perintahnya untuk mereka yang ada di sana, mereka pun langsung menyetujui untuk tinggal di sana sampai bantuan tiba.
Karena mereka telah diselamatkan oleh seseorang pria yang kuat, pria itu ialah Reyoura yang ingin menghancurkan kerajaan mereka, karena mereka telah membunuh Alicia yang merupakan kekasihnya.
***
__ADS_1
Di dekat gerbang kerajaan Fribard,
Pasukan dari Albert telah bertempur dengan pasukan iblis yang menjaga ketat kerajaan mereka karena si penyusup datang mengambil tawanan mereka, penyusup yang tidak lain ialah Reyoura. Karena pasukan Albert kalah jumlah, ia menarik mundur semua pasukannya, meski begitu pasukan iblis tidak membiarkan mereka lolos untuk kedua kalinya.
Mereka langsung mengejar pasukan Albert, dan itu dilihat oleh Reyoura sendiri yang sedang menuju gerbang tersebut. Sekektika ia pun langsung bergegas menuju pasukan Albert yang dikejar oleh pasukan iblis.
Namun, salah satu dari iblis melihat dirinya dan melesat maju ke arahnya dengan kecepatan penuh. Meskipun ia melesat dengan kecepatan penuh, Reyoura yang keberadaannya telah disadari oleh iblis tersebut langsung menangkis dan menghindari serangannya.
“Wush..”
“Ting..”
Karena keberadaannya telah diketahui oleh iblis, Reyoura langsung mengeluarkan wujudnya tersebut. “Aku, sang pembunuh iblis dan utusan dari dewa, aku yang menentukan nasib umat manusia, semuanya telah diatur olehku.” Ucapnya untuk melepas segel khususnya, lalu ia memutar kedua payungnya seolah sedang memutar kunci untuk membuka segel tersebut. “Excellent Killer Mode!” lanjutnya.
Wujudnya tersebut hanya mempunyai warna hitam dan putih yang ditambah dengan jubah yang berwarna sama dengan pakaiannya. Albert yang sedang terdesak bersama pasukannya, melihat aura yang dipancarkan dari jarak yang cukup jauh dari pasukannya.
Bukan hanya ia saja, Milady juga melihat aura tersebut dari arah yang sama, ia berpikir bahwa aura itu adalah milik Reyoura.
“Aura apa itu?!” sambil menghindar dan menyerang iblis yang menyerang dirinya. “Albert, aura itu, seperti mirip dengannya?” Milady sempat terdiam, lantaran semua iblis tiba-tiba berhenti untuk menyerang pasukannya dan mundur perlahan.
***
“Boom..”
“Boom..”
“boom..”
“Boom..”
Reyoura yang sudah mengeluarkan wujudnya tersebut, langsung membabat habis seluruh pasukan iblis yang mengepungnya dengan api putih dan api hitam miliknya. “Apa kalian masih ingin lanjut?” katanya dengan wajah tengilnya itu, yang membuat seluruh pasukan iblis ketakutan dan mundur ke dalam kerajaan mereka.
__ADS_1
Melihat kejadian aneh tersebut, pasukan Albert langsung mencari tahu penyebab pasukan iblis itu mundur tanpa sebab. Mereka melihat Reyoura yang terlihat sangat kesal dengan iblis tersebut, dan juga ledakan yang tadi juga Reyoura yang membuatnya.
Seketika mereka yang melihatnya dari belakang merasa ketakutan ketika Reyoura membalikkan badan dan berjalan mendekati mereka. Namun, Milady dengan santainya berjalan menuju ke arah Reyoura dan menamparnya.