Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
11. Balas Dendam dan Pertarungan Sengit


__ADS_3

Sekarang mereka pergi mengejar Reyoura yang pergi ke kerajaan Iblis sendirian. Mereka pergi dengan kuda mereka dan persiapan mereka yang matang. Tetapi, masih ada yang kurang dari mereka yaitu pengalaman mereka dalam perang. Karena mereka belum pernah sekalipun ikut dalam peperangan ini. Namun, mereka harus melakukan itu agar bisa membawa Reyoura pulang dari sana.


“Sial, kau ngapain pergi sendirian. Bodoh!” kekhawatiran Milady ketika sepupunya melakukan hal yang ceroboh.


“Semuanya, ayo lebih cepat!” ia memerintah seluruh pasukannya untuk bergerak lebih cepat.


“Baik!” teriakkan semua pasukannnya


“Awas aja kau, akan ku hukum nanti setelah ketemu.” Gumam Milady.


Tiga jam sebelum keberangkatan mereka. Ada seseorang yang dibawa oleh kedua pengawalnya untuk menemui Milady. Orang itu tahu kemana si murid yang merebut kuda dari kesatria tersebut. Dan yang paling mengejutkannya lagi, dia menemukan sebuah tanda pengenal orang tersebut. Itu akan menjelaskan siapa yang merebut kuda tersebut dan berlari mengejar iblis dan Milady meminta orang itu untuk menunjukkan tanda pengenal yang ditemukannya.


Nama : Reyoura Octovian


Tanggal Lahir : 16 Oktober


Ras : Manusia (Laki-Laki)


Class : Support/Assassin


Mana : 1.500/1.500


Elemen : Api


“I-i-ini? Tidak bisa dipercaya.” Dengan melihat apa yang tertulis di tanda pengenal tersebut, Milady merasa kalau ini bukanlah sepupunya. Akan tetapi, tanda pengenal tersebut ternyata milik sepupunya, Reyoura Octovian.

__ADS_1


“Kenapa, Milady?” Albert langsung menghampiri Milady karena Milady terlihat murung.


“Itu… Bukannya punya si Oura? Lalu, kenapa mananya berkurang drastis dari sebelumnya?” Albert yang melihat tanda pengenal yang dipegang Milady, ia terkejut ketika melihat siapa yang ada di tanda pengenal itu ternyata milik Reyoura. Terlebih lagi, mana dari Reyoura sebelumnya yang berjumlah hampir lima ratus ribu mananya tiba-tiba berkurang drastis menjadi seribu lima ratus jumlahnya.


Albert merasa ada yang aneh pada tanda pengenal tersebut dan menanyakan kepada Milady darimana ia mendapatkannya. Lalu, Milady menjawab “Aku mendapatkannya dari orang itu, orang itu yang menemukannya, dia juga melihat seorang laki-laki yang membawa kuda yang direbut itu.”


Meski begitu, Albert masih belum yakin kalau ini bukanlah milik Reyoura. Ia juga meminta kepada orang yang dibawa oleh pengawalnya Milady untuk menceritakan semua yang ia tahu.


Setelah orang itu menceritakan semuanya yang ia tahu, akhirnya Albert mulai mempercayainya. Terlebih lagi, Milady yang mendengarnya pun mulai khawatir akan terjadi sesuatu kepada sepupunya, dan mereka segera melakukan persiapan untuk mengejar Reyoura dan membawanya pulang sebelum semakin jauh perginya Reyoura. Tetapi, mereka tidak bisa menyiapkannya dalam satu hari. Jadi, mereka harus menyiapkannya dalam dua sampai tiga hari lamanya karena akan langsung pergi ke kerajaan Fribard yang sudah dikuasai oleh iblis yang dipimpin oleh raja iblis yang bernama Allocer.


***


Di jalan melewati hutan, Reyoura yang sedang mengejar iblis tadi sekaligus pergi ke kerajaan mereka dengan kuda yang ia rebut dari kesatria tersebut berlari sangat kencang. Dan disaat ia sedang berlari dengan kencangnya, ia dihalang oleh iblis yang berjumlah lima orang yang langsung menyerbu dirinya yang sedang menunggangi kuda.


“Boom… Jedarr….” Suara ledakan di sekitar Reyoura dan kudanya akibat serangan bola api dari kelima iblis tersebut secara bersamaan.


“Sial, satu pun tidak ada yang kena!”  Reyoura tampak sedikit kesal.


Disaat Reyoura yang sedang terfokus melawan kelima iblis sendirian, tibalah kelima iblis lainnya yang terbang menuju tempat pertarungan Reyoura dan kelima iblis tadi. Mereka datang dari berbagai arah untuk membantu kelima iblis tersebut dan mengepung Reyoura. Namun, Reyoura masih belum menyerah dan masih ingin bertarung dengan para iblis itu.


“Aaaaahhhh! Kenapa ada lagi sih! Melawan lima iblis saja membuatku kesulitan apalagi ditambah lima iblis lagi. Tapi, aku tidak boleh menyerah disini, aku harus terus maju dan membunuh mereka semua yang sudah merenggut sesuatu yang berharga bagiku.” Kata Reyoura dengan tatapannya yang mulai menunjukkan keseriusannya di pertarungan kali ini.


Kali ini, ia memperlihatkan kehebatannya dalam bertarung melawan para iblis itu. Ia berlari menjauh dari para iblis itu dengan kudanya untuk memancing iblis itu ke tempat yang cocok untuknya bertarung. Saat dirinya sudah menjauh dari para iblis yang mengejar dirinya, tiba-tiba berbalik arah dan mengeluarkan kedua payungnya dari kedua sarung payungnya sambil berdiri di atas kuda yang ia tumpangi itu.


“Kali ini pasti bisa!” Reyoura yang terlihat yakin dengan kekuatannya.

__ADS_1


Ia pun langsung melompat sangat tinggi hingga mencapai ketinggian para iblis terbang dan menyerang salah satu iblis tersebut dan menumbangkannya, dan iblis tersebut jatuh di tanah. Saat ini tersisa sembilan iblis yang harus ia kalahkan jika ia ingin melanjutkan perjalanannya.


“Satu tumbang….Hah.. Hah.. Sisa sembilan lagi….. Hah.. Hah..”  Katanya yang sambil terengah-engah setelah menyerang langsung di udara.


Para iblis yang melihat rekannya mati langsung menjaga jarak darinya. Namun, mereka sudah terlambat untuk itu karena Reyoura akan mendekati mereka dengan cepat sehingga para iblis tersebut panik dan melempar bola api mereka secara asal-asalan.


“Hiiyaaah! Matilah kau!” Reyoura yang sudah berada di atas iblis kedua yang akan ia tumbangkan.


“A-a-apa!! Tidaaaaak!!” iblis tadi pun langsung berteriak dan tumbang di sana lalu terjatuh ke tanah.


Setelah iblis kedua terbunuh, ia langsung mengeluarkan sihir yang berbentuk bola. Tetapi, dengan jumlah yang banyak. Dan ia melemparnya ke para iblis yang tersisa untuk membunuhnya. Alhasil, semua iblis yang tersisa pun sudah ditumbangkan oleh Reyoura sendirian.


“Akhirnya, semuanya sudah tumbang. Sekarang aku akan melanjutkan perjalanan ini.” Katanya sembari melihat iblis yang sudah ia tumbangkan.


“Eh! Ngomong-ngomong, dimana kuda ku barusan?!” dan ia pun panik karena kehilangan kudanya karena pertarungan tadi.


"Sialan, kudaku hilang, bagaimana ini?" Pikirnya dengan sedikit panik. Karena kuda itu bukan miliknya, melainkan milik si kesatria tersebut.


Terpaksa ia harus melanjutkan perjalanannya yang cukup jauh dan melelahkan dengan berjalan kaki. Ia berjalan selama dua hari dua malam dan tidak berhenti untuk istirahat. Pada hari ketiga, ia merasa sangat lelah karena perjalanan yang cukup jauh sehingga ia harus istirahat dan ia melihat ada bangunan kosong disana. Ia berenacana untuk istirahat di sana malamnya sambil memikirkan langkah selanjutnya untuk besok.


***


Keesokan paginya, ia sarapan dengan roti yang ia bawa. Setelah ia sarapan tadi, ia pergi memeriksa bangunan tua yang ia tempati itu.


“Aaaaahhhh, akhirnya kenyang juga. Sekarang aku akan memeriksa tempat ini, siapa tahu ada benda penting di sini.” Katanya sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Saat ia memasuki ruangan yang pertama, ia melihat ada banyak sekali buku yang terbengkalai di sana. Ia pun langsung mencari buku-buku yang masih utuh dan ia mendapatkan satu buku yang sangat berguna untuknya karena buku itu berisi mantra sihir api, yang merupakan elemen yang sering ia pakai saat ini dan juga buku yang berisi mantra sihir kegelapan.


***


__ADS_2