Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
17. Akhir Untuk Allocer Dan Kerajaannya


__ADS_3

Ketika Reyoura memanggil kedua naganya, kedua naga tersebut muncul, naga hitam dan naga putih, kedua naganya selalu mengawasi Reyoura kemana pun ia pergi, bahkan tidak segenting sekalipun keadaannya, mereka tetap mengawasi Reyoura.


Saat mereka muncul, semua yang ada di dalam ruangan itu ketakutan, termasuk raja Allocer yang sangat ketakutan ketika melihatnya. “Twins Dragoon! Seraaaang!” teriak Reyoura memberi perintah untuk menyerang semua peliharaan milik raja Allocer.


“Wussh..”


“Boom..”


“Boom..”


“Jeduaar..”


“Lihatlah! Kedua nagaku ini, takutlah kalian!” teriak Reyoura mengancam raja Allocer dan jenderalnya yang sangat ketakutan, melihat keganasan dari kedua naga Reyoura sedang menghabisi semua peliharaan milik raja Allocer.


Raja Allocer pun mulai mengeluarkan pedang Excalibur dari sarumg pedangnya. “Si-sialaaan! Akan kubunuh kau!” teriak raja Allocer, dan meleset tepat di depan Reyoura dengan pedang Excalibur miliknya.


“Wush..”


“Ooh ini menajubkan, akan kulayani dirimu.” Ucap Reyoura sambil mengeluarkan kedua payungnya dari sarung payungnya yang ada di bagian belakangnya, dan bersiap untuk menahan serangan pedang Excalibur.


“Ting..”


“Ting..”


“Akan kubuat kau menderita, seperti manusia yang ku culik lainnya.” Ucapnya si raja Allocer. Saat Reyoura mendengar manusia lainnya diculik oleh mereka, ia menjadi sangat marah, sampai ia tidak bisa mengendalikan amarahnya sendiri.


Ia langsung menyerang raja Allocer tanpa jeda sedikitpun, raja Allocer yang terkena serangan bertubi-tubi dari Reyoura, melompat ke belakang untuk mengatur nafasnya.


“Ting..”


“Sreet..”


“Sreeng..”


“Dugh..”


“Sialaaan! Apa-apaan anak itu, seperti monster saja kekuatannya.” Batin raja Allocer yang heran dengan kekuatan lawannya.


“Hoi! Kenapa?” kata Reyoura sambil berjalan pelan mendekati raja Allocer dengan menyeret kedua payungnya ke tanah sehingga terlihat garis di tanah. Lalu, ia berhenti sejenak dan melihat  ada pengawal raja Allocer dan muridnya yang sudah menjadi salah satu jenderal di sana.


“Teruntuk kalian berdua, lebih baik kalian nonton saja pertarungan kami, itung-itung kalian bisa mempelajarinya dari ini.” Kata raja Allocer sambil melihat ke arah mereka. “Ya, itu benar.” Kata Reyoura. “Jika kalian berani mengganggu seperti tadi…” lanjutnya. “…maka kalian akan tahu akibatnya.” Sambil memamerkan ekspresi kesalnya.


Seketika jenderal dan pengawal yang mempunyai niat untuk membantu raja mereka, berakhir begitu saja ketika niat mereka sudah diketahui oleh Reyoura dan raja mereka. Kemudian, pertarungan kembali dimulai, kali ini Reyoura yang mulai menyerang raja Allocer.


“Ting..”

__ADS_1


“Sreet..”


“Boom..”


“Jeduaar..”


Serangan demi serangan ia dapatkan dari Reyoura, sebenarnya ia masih punya beberapa teknik untuk menghabisinya, namun ia sudah menghabiskan mananya untuk memanggil sepuluh hewan peliharaannya yang setingkat dengan hewan fantasi, meskipun tetap kalah oleh kedua naga yang kekuatannya jauh lebih kuat dari hewan fantasi.


Hewan fantasi jauh lebih kuat sepuluh kali lipat kekuatannya, dibanding dengan hewan peliharaan, hewan fantasi justru susah untuk ditundukkan oleh ras manapun, termasuk ras manusia dan ras iblis. Bahkan sudah ada banyak yang mati karena berusaha tuk menundukkan hewan fantasi.


Sedangkan kedua naga milik Reyoura bukanlah hewan fantasi, melainkan hewan legendaris kuno yang mempunyai kehidupannya sendiri. Dibandingkan dengan hewan lainnya, hewan legendaris kuno akan menuruti tuannya jika tuannya bisa lulus di ujian yang diberikan untuk tuannya.


***


Saat pertarungan masih berlanjut, Reyoura terus mendesak si raja Allocer, ia tidak segan-segan untuk mengeluarkan semua kemampuannya. Raja Allocer berhasil menahan gempuran dari Reyoura, meskipun masih terkena beberapa serangan dari Reyoura karena gerakan Reyoura sangat cepat.


“Cih, masih tidak menyerah juga, wahai raja iblis yang kejam nan jahat.” Kata Reyoura sambil menundukkan sedikit badannya, lalu kembali berdiri dan mengacungkan jari tengahnya ke arah raja Allocer.


Raja Allocer pun murka dengan sikap yang ditunjukkan Reyoura terhadap dirinya, dan ia segera mengeluarkan serangan terkuatnya. “Excalibur Giant Slash” teriak si raja Allocer sambil mengangkat pedangnya yang dialiri dengan sihir yang sangat besar, sehingga itu membuat seisi ruangan menjadi rata dengan tanah, dengan sihir yang sangat besar itu, ia dengan mudah membelah suatu kota menjadi dua.


Reyoura terlihat senang ketika lawannya mulai serius, dan ia akan mengeluarkan serangan terkuatnya. “Baiklah, aku juga, akan mengeluarkan serangan terkuatku.” Kata Reyoura yang sudah bersiap untuk mengeluarkan serangan terkuatnya. “Destruction Beaaaam!” teriak Reyoura sambil mengarahkan sinar yang berwarna hitam dan putih ke arah raja Allocer, sehingga kedua serangan itu saling beradu.


“Boooooom…”


Disaat Reyoura dan raja Allocer saling mengadu kekuatan, sepertinya jenderal dan pengawal raja mulai ketakutan, melihat sekeliling mereka yang sudah hancur akibat sihir mereka yang mengenai puing-puing gedung, karena mereka hanya berfokus ke lawan saja tanpa memperhatikan keadaan sekitar.


“Boom..”


“Boom..”


“Jeduaar..”


”Jeduaar..”


Mereka berdua masih belum menyerah satu sama lain, tetapi sihir mereka terlempar ke segala arah ketika saling beradu, ledakan dimana-mana, serta pengawal pun menjadi korban dari sihir mereka berdua. Meskipun keadaan di sekitar mereka semakin parah, tetap saja mereka tidak menghiraukannya, sebaliknya mereka semakin bersemangat dan menambah kekuatan sihir mereka menjadi berkali-kali lipat.


***


Di gua hutan yang cukup jauh dari kerajaan Fribard,


Albert, Milady, dan seluruh pasukannya membawa korban penculikan yang berhasil diselamatkan oleh Reyoura dan beberapa murid dari akademi Reyoura, Albert, dan Milady yang diculik oleh iblis, namun berhasil diselamatkan, bahkan pasukan Albert berhasil memukul mundur pasukan iblis yang menculik beberapa murid tersebut.


Mereka ingin membawa korban penculikan keluar dari hutan dan pergi ke kota Vassalion, dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke sana, sekitar dua minggu jika naik kuda.


“Baiklah, sepertinya kita harus keluar dari sini.” Kata Albert, ia tidak tahan jika berdiam diri di sana. Terlebih lagi, di sana sudah malam hari. “Kita tidak bisa terus berada di sini, apalagi sudah hampir gelap, akan sangat berbahaya jika berada di sini.” Lanjutnya di depan seluruh pasukannya. “Bersiaplah untuk keluar dari sini, dan bawa semua orang yang selamat!” perintah Albert.

__ADS_1


Dan semua pasukannya setuju dengan albert, tetapi tidak dengan Milady, karena Milady merasa khawatir dengan sepupunya tersebut yang pergi sendirian ke kerajaan iblis. Meskipun ia merasa khawatir, ia tidak bisa mnolak perintah dari Albert, karena ia merupakan pemimpin pasukan saat ini.


***


Di istana kerajaan yang hampir hancur karena pertarungan yang sangat dahsyat diantara Reyoura dan raja Allocer. Namun, sayangnya serangan terkuat mereka menghabiskan banyak mana, sehingga mereka tidak bisa menggunakan mana lagi, dan harus mengandalkan kekuatan fisik mereka.


“Ting..”


“Ting..”


“Ting..”


Mereka terus mengayunkan senjata mereka masing-masing, meskipun tubuh mereka sudah mencapai batasnya. “Haaaarrrrgg!” teriak raja Allocer sambil berlari ke arah Reyoura dengan ujung pedang yang menghadap ke arah Reyoura. “Matilah kau! Raja iblis!” teriak Reyoura sambil berlari ke arah raja Allocer yang berlari ke arahnya.


“Croot..”


“Croot..”


Keduanya pun tertusuk, Reyoura tertusuk di bagian perut, sedangkan raja Allocer tertusuk di bagian kepalanya hingga otaknya keluar dari kepalanya.


“Hah..hah..hah..” nafasnya yang terengah-engah sambil menahan rasa sakitnya karena tertusuk pedang di perutnya. “Kau, benar-benar kuat, raja iblis.” kata Reyoura memuji raja Allocer, karena ini adalah pertama kalinya ia terluka parah.


“Aku hargai perjuanganmu, dengan menyimpan senjatamu, juga kepalamu.” Lanjutnya, lalu ia memenggal kepalanya dengan payung, kemudian ia mencabut pedangnya dari perutnya dan menyimpan kepala raja Allocer berserta pedang Excalibur miliknya.


Reyoura merasa kasihan melihat jenderal itu menangis karena gurunya mati di tangannya. Namun apadaya, ia juga kesal dengan iblis yang membunuh kekasihnya. Jadi, bisa dibilang balas dendamnya sukses besar.


Lalu, ia mendekati jenderal tersebut yang merupakan muridnya. “Ingatlah! Wajahku ini, wajah yang sudah membunuh gurumu, beserta dengan hancurnya kerajaanmu.” Kata Reyoura. Lalu, ia pergi dengan menaiki naga miliknya.


***


Sesampainya di depan gerbang kota Vassalion, Reyoura disambut dengan Albert, Milady, dan beberapa korban yang ia selamatkan, mereka sudah menunggu di sana selama satu hari. Milady langsung menghampiri Reyoura yang terluka parah, ia juga terlihat sedih, karena ia tidak bisa membantunya, tetapi ia juga senang karena Reyoura masih hidup hingga sekarang.


[Akhir dari Masa lalu]


ket: Monster kuno :-naga


               -unicorn


           -hydra


           -kraken


           -griffon


           -pegasus

__ADS_1


                       -turtoise gold


                       -dll.


__ADS_2