Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
25. Pertikaian


__ADS_3

Dan bagi siapapun orang yang menyentuh pedang tersebut. Maka jiwanya akan selalu terbakar sampai ke tulang-tulangnya. Belum lagi, bagi siapa saja yang berani mengayunkan pedang tersebut. Maka ia akan bertemu dengan naga putih yang menjadi penjaga pedang tersebut. Karena itulah banyak orang yang tidak mau mencarinya lagi.


Reyoura pun penasaran, bagaimana bisa orang itu mendapatkan pedang cahaya surga yang seharusnya dijaga oleh seekor naga putih. Dan naga tersebut sangat tidak menyukai manusia, apalagi ada manusia yang berani menyentuh benda miliknya.


Namun, ia tidak mempermasalahkan hal seperti itu. Sekarang ia hanya perlu fokus untuk membuat strategi agar bisa memenangkan pertarungan darah ini. Meski ini terdengar konyol. Namun, ia akan melakukannya.


Milady dan Albert ingin tahu apa yang menjadi tujuan Reyoura dan teman-temannya datang ke kota Potion dan itu membuat mereka penasaran akan hal itu.


"Oura, sebenarnya apa yang membuat mu datang ke kota ini. Aku yakin kau datang bukan untuk bermain-main bukan?" tanya Milady dengan penasaran. Namun, Reyoura mulai membalikkan badannya.


"Itu bukan urusan mu." jawab Reyoura sambil mengelakkan pertanyaan Milady tadi. Namun, sebagai sepupu yang pengertian. Milady bisa menebaknya.


"Tunggu, apa kau berniat untuk pergi ke Kekaisaran Abyss dan menghancurkannya? Apa kau sudah gila!!? Tidakkah kau memahami perasaan orang-orang disekitar mu?!" katanya, ia kesal dengan Reyoura.


"Aku tahu perasaan mereka semua. Terutama dia. Ya, aku tahu itu. tapi, ini adalah satu-satunya cara untuk melihatnya tersenyum lagi!!" Teriak Reyoura sambil membayangkan wajah Alicia yang terlihat murung setelah sekian lama tidak bertemu.


Meskipun demikian, ia sempat tersenyum ke arah Reyoura. Ia menangis, karena tidak bisa membuatnya tersenyum seperti dulu lagi. Namun, baginya membunuh semua iblis adalah cara satu-satunya untuk membuatnya kembali seperti dulu.


Sedangkan, semua orang disana hanya terdiam. Ketika mereka berdua bertengkar, Milady tidak sengaja mengucapkan hal yang kurang enak untuk Reyoura.


"Lebih baik, kau dan juga semua temanmu pulang ke akademi kalian. Dan jangan pernah kembali ke kota ini." kata Milady. "Apa kau bilang!!" sambil melesat menyerang Milady. Namun, serangannya bisa ditahan oleh Albert yang berada di samping Milady.


"Seenaknya saja kau bilang begitu! akademi kami sekarang sudah hancur oleh pasukan iblis. Apa kau tidak memahami perasaan kami. Hah!!" lanjutnya sambil mencoba untuk melepaskan diri dari jeratan yang Albert buat untuk menahannya.


"Daripada kita mempermasalahkan hal ini. Lebih baik, aku bersiap ke arena langsung untuk bertanding." ucapnya, lalu ia pergi meninggalkan semua orang disana. disaat itu, Milady mulai menyadari betapa bodohnya dia saat ini.

__ADS_1


"Nona Milady, tolong dengarkan perkataanku sebagai ketua OSIS akademi Brookmount. Kami melakukan ini untuk balas dendam dengan iblis. Mereka sudah membuat akademi kami hancur dan juga mereka telah membunuh keluargaku. jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk membalaskan dendam kami ke mereka." jelasnya.


Semua orang yang berada di dekat Samm mempunyai dendamnya masing-masing terhadap iblis. Terlebih lagi, Samm yang juga mempunyai dendam pribadi dengan iblis yang sudah membunuh hampir semua anggota keluarganya, kecuali adiknya yang selamat dari tragedi tersebut.


"Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah kalian menceritakan itu kepada kami?" tanya Albert yang kebingungan dengan apa yang mereka ucapkan. Lalu, Samm menceritakan semua yang terjadi di Akademi mereka.


Setelah Samm menceritakan semuanya, Albert dan Milady hanya bisa pasrah. "Jadi, begitu yah. Aku minta maaf atas ucapan ku sebelumnya." kata Milady yang menyesali perkataannya.


Samm dan yang lainnya pun menerima permintaan maaf Milady. Meskipun ada satu orang yang enggan untuk menerima maafnya. Ketika Gilardino berusaha keras untuk membebaskan diri.


Akhirnya ia bisa melepaskan diri dari jeratan Albert dan pergi menyusul Reyoura yang meninggalkannya di sana. Akan tetapi, Albert, Milady, Deco dan yang lainnya pun ikut menyusul Gilardino untuk menemukan Reyoura.


***


Disaat Reyoura pergi meninggalkan semua orang disana. Ia pergi menuju ke sebuah arena yang akan dijadikan tempat bertanding besok. Namun, karena ia tidak tahu lokasinya. Ia berencana untuk menanyakan ke murid atau guru disana.


Ada satu pria datang menghampirinya, ia adalah kepala akademi Fleynt. "Sepertinya, kamu bukan murid akademi ini..." katanya. "Pasti kamu berasal dari akademi lain, bukan?" lanjutnya.


Reyoura mulai ketakutan ketika melihat pria itu. "Apalagi kalau orang itu tersenyum. Aku benar-benar takut sekarang dengannya." katanya dalam hati sambil melihat senyum sinisnya.


"Oh, kau tenang saja. Aku tidak akan melukaimu. jadi, kita bicarakan baik-baik." kata pria tersebut. Lalu, Reyoura dengan sedikit ragu menghampiri pria itu. "baiklah, mari kita bicarakan baik-baik." jawab Reyoura.


"Sebenarnya, apa tujuan mu datang ke akademi ini?" tanya si kepala akademi. "Tujuan ku datang kemari hanya ingin beristirahat. Dan sebenarnya, kami juga tidak ingin menginap di Asrama akademi ini." jawab Reyoura. "Kami hanya ingin menginap di suatu penginapan di kota ini. Lalu, kami malah diajak oleh salah satu muridmu untuk datang dan menginap di Asrama mereka." lanjutnya.


Dan si pria itu hanya tertawa setelah mendengar apa yang Reyoura ceritakan. "hahahaha... Jadi, begitu ceritanya." katanya setelah menghentikan tawa keras hingga keluar air matanya.

__ADS_1


"Baiklah, sebagai kepala akademi ini. Aku akan mengajakmu berkeliling akademi ini." kata si pria itu. "Siapa tahu kau punya niatan untuk pindah ke akademi ini." lanjutnya sambil bisik di telinga Reyoura.


"Eh kau akan mengajakku berkeliling akademi. Baik, aku ikut. Pimpin jalannya Tuan." kata Reyoura bahagia.


Lalu, pria itu dan Reyoura berkeliling akademi Fleynt.


***


Dimulai dari mengunjungi koridor kelas,


"Disini adalah ruangan kelas, kelas disini terbagi menjadi lima kelas yang disesuaikan dengan peringkat mereka. Dimulai dari kelas D, kelas C, kelas B, kelas A, dan kelas S." ujar si kepala akademi menjelaskan.


Setelah mereka pergi meninggalkan tempat itu. Sekarang mereka pergi ke lapangan, disana banyak murid memberi sapa kepala akademi. Namun, mereka masih mengabaikan Reyoura yang berada tepat disampingnya.


Lalu, si kepala akademi hanya melambaikan tangannya ke murid yang menyapanya itu.


"Tuan, anda benar-benar disukai banyak murid yah." kata Reyoura memuji si kepala akademi.


"Tidak juga, lihat tuh di belakang kita." katanya sambil menunjuk murid lainnya di belakang mereka yang ketakutan karena wajah dari kepala akademi yang cukup menakutkan bagi mereka. Dan Reyoura hanya bisa menghela nafasnya ketika melihat kejadian sebelumnya.


"Sepertinya, mereka hanya takut saja dengannya." kata Reyoura dalam hati.


Lalu, mereka pergi ke arena. Disana, si kepala akademi itu menjelaskan bahwa di tempat inilah kekuatan para muridnya diuji. "Arena ini adalah satu-satunya arena yang ada di kota ini." jelas si kepala akademi.


***

__ADS_1


***


__ADS_2