Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
7. Konflik


__ADS_3

Ia kemudian memanggil salah satu anggotanya untuk membawa gulungan tersebut dan membuka gulungan tersebut untuk memastikan isi dari gulungan tersebut. Reyoura mulai curiga dengan orang-orang tersebut yang mempunyai gulungan itu. Karena yang ia tahu gulungan itu berada di tangan kakeknya yang merupakan kepala sekolah di akademinya.


“Hoi, apakah itu adalah gulunganku?” batinnya ketika gulungan yang ia titipkan kepada kakeknya ada di tangan mereka.


“Nah, sekarang kita lihat isi dari gulungan ini. Bersiaplah untuk menyerahkan nyaw--” dengan sombongnya sambil membuka dan melihat isi gulungan tersebut.


Ia pun kaget karena isi gulungan itu sesuai dengan apa yang dibilang oleh Reyoura. “Eeeeh! Kok isinya hanya coretan anak-anak? Apa kau yang sudah mengubah isi gulungannya!?” ia pun langsung menyalahkan Reyoura karena dituduh mengubah isi dari gulungan tersebut.


“Apa yang kau bilang! Memang itu gulungan aslinya. Jadi, aku tidak mungkin mengubahnya.” Jawabnya.


“Lagian, gulungan tersebut merupakan gulungan terlarang. Jadi, hanya pemiliknya saja yang boleh menyimpan gulungan tersebut.” Lanjutnya sambil mengambil kembali gulungan tersebut dari tanga si ketua.


“Itu saja tidak tahu.” Langsung berdiri dan menjauhi si ketua tersebut.


Ternyata memang benar gulungan itu berisi coretan yang dibicarakan oleh Reyoura. Semua orang terkejut ketika mendengar hal ini dan ketua klub mereka juga merasa kalau gulungan yang ia pegang adalah palsu.


Walaupun Reyoura bilang itu sungguhan, tetap ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia mulai curiga dengan Reyoura karena bisa mengetahui isi dari gulungan itu, dan pergi bersama anggotanya tanpa berbicara sedikitpun kepada Reyoura. Keesokan harinya mereka bertemu kembali. Namun, si ketua itu ditemani oleh dua orang penting.


“Selamat siang, Reyoura.” Sapanya.


“Siang, hmm… kau siapa?” ia menyapa balik.


Lalu, mereka pun mengenalkan diri mereka. “Aku Samm Silver, ketua OSIS, dan mereka adalah wakil ketua dan Sekretarisku, aku ingin bicara denganmu, boleh?” sambil memperlihatkan senyumnya ke arah Reyoura.


Ketika ia mendengar kalau mereka dari OSIS, ia pun langsung mencari-cari alasan untuk pergi meninggalkan mereka, karena ia tidak ingin terlibat dengan OSIS lagi. “Hmm.. maaf yah, aku lagi sibuk sekarang. Mungkin lain kali aja bisa?” katanya yang sebenarnya hanya ingin pergi dari sana.


Dan ia pun pergi meninggalkan orang-orang yang baru ia temui disana. Tapi, mereka mengejarnya sampai mereka berhasil menangkapnya.


“Hei, lepaskan.” Katanya sambil menggerakan tangannya yang dipegang oleh wakil ketua tersebut.


“Tidak akan ku biarkan kau kabur.” Sambil memegang erat tangannya sehingga Reyoura merasa kesakitan.


Karena Reyoura penasaran dengan tujuan mereka, ia dengan santainya bertanya kepada mereka yang menangkapnnya. “Memangnya kalian ingin apa dariku?” katanya.


“Kutukan itu.” Jawab si Samm.


“Kutukan?” dengan memperlihatkan wajah polosnya sambil memiringkan kepalanya beberapa derajat.


Kemudian, ada beberapa anggota komite disiplin datang menolognya. Namun, mereka langsung pergi dari sana. Sebelum mereka pergi, mereka menantang Reyoura untuk bertanding antar tim jika ia menolak maka keluarganya akan dibunuh oleh mereka. Dan ia menerima tentangannya tersebut karena ia tidak ingin keluarganya mati karenanya.

__ADS_1


“Hoi, kau tidak apa-apa?” kata salah satu anggota mereka menghampiri Reyoura.


“Ya, aku tidak apa-apa.” Katanya sambil mengganggukan kepalanya.


“Syukurlah, ku kira kau mengalami masalah tadi.”


“Maaf yah sudah mencemasakan ku. Tapi, aku tidak apa-apa kok. Terima kasih.” Dengan senyum tipisnya, ia berkata seperti itu sehingga membuat beberapa anggota mereka merasa lebih baik ketika mereka mendengar perkataan tadi.


Mereka pun pergi meninggalkan Reyoura disana untuk melanjutkan patrolinya. Ketika malam hari tiba, Reyoura dan keluarganya mengikuti rapat dengan beberapa keluarga lainnya. Salah satunya berasal dari keluarga Schneider, keluarganya Deco.


Mereka berdiskusi tentang gulungan terlarang yang dicuri oleh beberapa orang yang merupakan murid akademi. Gulungan itu berisikan mantra yang Reyoura ciptakan dua tahun lalu. Mereka berpikir untuk mencari dan menangkap semua yang berhubungan dengan beberapa murid itu yang dimulai dari keluarganya.


Di pagi hari, Reyoura meminta ketiga temannya untuk ikut berpartisipasi dengannya. Namun, ketiga temannya menolak karena tidak ingin berurusan dengan mereka.


“Maaf ya, kami tidak ingin berurusan dengan mereka lagi.” Kata Rafael, sedangkan Bernard dan Gilardino hanya menggangguk ketika mendengar perkataan Rafael. “Oh, baiklah.” Dengan wajah murungnya, ia pergi mencari anggota lain yang mau membantu dirinya. Tetapi, pada akhirnya ketiga temannya menerima tawaran itu karena tidak ingin Reyoura terluka.


Kemudian, ia meminta Deco dan kedua temannya untuk ikut dengannya dalam pertandingan antar tim dengan tim OSIS. Dan tidak disangka ia melihat tim OSIS dan mencurigai beberapa rekan salah satu tim dari OSIS. Namun, pada akhirnya Deco dan kedua temannya ikut dengannya.


***


Di satu sisi, para OSIS sedang membuat rencana untuk mengalahkan Reyoura. Mereka hanya ingin Reyoura menjelaskan isi dari gulungan yang ia buat dua tahun sebelumnya. Dan mereka sudah mengumpulkan banyak murid yang ikut di timnya. Anggota mereka berjumlah tiga ratus.


“Baiklah, apa sudah semuanya hadir?” kata Samm sambil mengabsen para anggotanya.


Kemudian, rapat tersebut dimulai dengan lancar pada awalnya. Namun, mereka melihat data Reyoura, dan mengganggap Reyoura lemah karena kekuatan sihirnya yang sangat sedikit.


“Lalu, bagaimana caranya? Bukankah dia terlalu lemah untuk kita lawan dengan anggota sebanyak ini?” kata wakil ketuanya dengan mengangkat kakinya ke atas meja.


“Lagian, kita hanya perlu satu lawan satu dengannya. Dengan begitu dia langsung kalah. Menurut data, dia hanya memiliki 1.500 kapasitas mana. Jadi, ia tidak terlalu hebat soal sihir. Ya, meski begitu juga dia lumayan hebat soal fisik.” Dengan berlagak sombong layaknya seorang pemimpin yang sesungguhnya, ia bicara seperti itu, meskipun ia tidak mengetahui kekuatan aslinya.


“Meskipun dia lemah. Tapi, kita tidak boleh meremehkannya.” Ucap Samm yang tidak ingin anggotanya meremehkan lawan mereka sebelum bertarung.


“Ya itu benar. Kau bilang seperti itu karena kau tidak tahu kekuatannya yang sesungguhnya.” Kata Berengario yang mulai geram dengan tingkah laku si wakil ketua yang terlihat santai saat rapat berlangsung.


“Omong kosong. Tanpa bantuan kalian pun aku bisa mengalahkannya sendirian. Mau berapapun banyaknya dia tetap saja kalah jika melawanku.” Tanpa pikir panjang, ia berkata seperti itu dengan santainya.


“Apa kau bilang!”


Dan diskusi pun masih berlanjut hingga malam tiba. Samm Silver pulang kerumah. Ketika ia sampai dirumah, ia melihat keluarganya tewas karena dibunuh oleh seseorang dan rumahnya hancur berantakan.

__ADS_1


“A-a-apa yang telah terjadi dengan rumahku?” katanya yang termenung ketika rumahnya hancur berantakan.


Ia pun terlihat sedih ketika melihat orang yang ia cintai tewas terbunuh. Namun, ada seseorang yang selamat dari insiden tersebut, yakni adik laki-lakinya, jonn Silver. Jonn menceritakan tentang kejadian itu di hari sebelumnya. Karena Samm tidak pulang karena terfokus untuk mencari tahu tentang kutukan tersebut.


Ia tidak tahu bahwa ada seseorang yang datang kerumahnya untuk membunuh semuanya. Jonn menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang telah membunuh keluarganya dan melapor kepada pos keamanan mengenai itu. Tiga hari kemudian, ia dan timnya melewati tim dari Reyoura. Reyoura pun semakin curiga dengan beberapa orang dari timnya.


“Nampaknya, ada sesuatu yang tidak asing bagiku.” Batinnya yang merasakan ada hawa seseorang yang tidak asing di sekitar tim OSIS.


Deco yang melihat sepupunya yang sedang mencurigai tim lawan, datang menghampirinya. “Kenapa Oura? Apa ada sesuatu yang aneh bagimu?” katanya sambil menepuk bahunya pelan.


“Ya, sedikit. Tapi, tidak masalah yang penting kita harus menang melawan mereka.” Katanya.


Disaat mereka berdua sedang mengobrol, tiba-tiba datanglah pria berkacamata menemuinya dengan kurang yakin. “Tapi, dengan jumlah yang sedikit, apa mungkin kita akan menang?” tanyanya sambil murung.


Ia pu yakin dan percaya kalau timnya akan menang. “Tentu saja.” Katanya, dengan begitu, mereka tidak perlu takut untuk kalah, dan pertandingannya akan dimulai beberapa jam lagi. Reyoura mengingatkan kepada rekan timnya harus bekerja sama karena beberapa dari anggota timnya tidak pernah bertarung bersama bahkan hanya bertemu satu sama lain sebanyak satu kali.


Dan disaat mereka sedang berkumpul bersama, datanglah orang-orang dari komite disiplin yang kemarin menolongnya. Mereka ingin bergabung dengan tim Reyoura karena mereka ingin melawan Samm Silver yang merupakan ketua OSIS yang menyuap beberapa anggota mereka agar mau bergabung dengannya.


“Halo, apa yang sedang kalian lakukan?” kata salah satu dari mereka yang menghampiri tim Reyoura.


Lalu, Reyoura menoleh ke salah satu dari mereka yang mengajaknya bicara, tapi untungnya ia mengenali orang-orang itu. “Oh, kalian yang kemarin yah.” Katanya sambil mendekati orang-orang itu. Deco yang penasaran dengan apa yang dilakukan Reyoura kemarin dengan mereka, akhirnya ia menghampiri mereka yang dimaksud Reyoura. “Eh!? Memangnya kau pernah bertemu dengannya?” tanyanya.


“mereka yang menyelamatkanku dari kejaran OSIS.” Sambil mengganggukan kepalanya dan menjelaskan kejadian saat kemarin.


“Oh… EH!” terkejut Deco ketika mendengar hal itu, karena Reyoura sendiri tidak memberitahukannya kalau Reyoura sempat dikejar kemarin oleh OSIS, dan itu membuat mereka yang mengajak Reyoura bicara mulai sedikit tertawa melihatnya seperti itu.


“Ngomong-ngomong… kalian siapa?” tanya Deco yang masih penasaran dengan mereka.


Mereka langsung memulai perkenalan diri mereka. “Oh perkernalkan namaku Salazar Redwald. Ketua komite disiplin. Dan mereka adalah Ragnar Dundragon dan Ascot Van Hyden. Salam kenal.” Katanya sambil menoleh ke kedua temannya dan mengenalkannya ke mereka.


“Salam kenal juga, namaku Reyoura Octovian. Dan mereka bertiga adalah temanku, Gilardino Felix Forte, Rafael von haven, dan Bernard Berlin.” Kata Reyoura.


“Dan aku Deco Schneider. Dan mereka adalah Brandis Lawson dan Benn Silvergraft.” Sambil memperkenalkan kedua temannya yang mulai menghampiri dirinya.


Ketika mereka selesai perkenalan mereka, ternyata mereka datang menemui tim Reyoura mempunyai tujuan tersendiri. “Salam kenal juga. Deco, Reyoura, dan yang lainnya. Apa kami boleh minta sesuatu dari kalian?” kata Salazar.


“Apa itu?”


Mendengar permintaan dari komite disiplin, mereka sempat ragu dengan hal itu sehingga mereka harus berdiskusi. Pada akhirnya setelah mereka berdiskusi, mereka setuju untuk mengajak ketiga orang tersebut.

__ADS_1


Alasan mereka ingin bergabung dengan tim Reyoura adalah mereka juga tidak senang dengan keberadaan Samm karena selalu berbuat seenaknya sendiri, suka membuat masalah adalah makanan sehari-harinya. Dan yang paling parah, ia dan anggota lainnya sering menyelundupkan barang terlarang ke sekolah. Seperti senjata yang melegenda dan beberapa barang terlarang lainnya.


***


__ADS_2