Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
5. Sergapan OSIS


__ADS_3

Mereka berdua yang sedang menulusuri tempat tersebut segera bersiap untuk melawan beberapa orang yang ingin menyergap mereka berdua. Beberapa dari mereka pun keluar dari persembunyiannya untuk mulai menyerang mereka berdua.


“Apa kau siap?” kedua tangannya sudah mengeluarkan kedua payungnya.


“Aku siap kapanpun kau siap, Oura.” Deco pun juga mengeluarkan payungnya dan bersiap untuk bertempur. Walaupun, ia tidak tahu siapa yang akan ia lawan. Namun, ia telah siap untuk itu dan meminta Reyoura untuk bekerja sama.


Tiba-tiba terdengar suara keras dari kejauhan, dan keduanya pun sedikit terkejut. Tapi, mereka segera bersiap untuk melawan orang-orang yang menyergap dari segala sisi yang tidak membiarkan mereka berdua lolos dari sana.


“Serang!!” pemimpin mereka yang memerintahkan anggotanya untuk menyerang Reyoura dan Deco dari segala sisi.


“Jangan biarkan mereka lolos dari sini.”


“Baik, ketua!!” jawab dari semua anggotanya.


“Majulah kalian semua!” Reyoura yang nekat berlari menuju daerah musuh sendirian dan menyerang semuanya dari dekat. Sedangkan, Deco yang berada di belakangnya sedang mempersiapkan mantra sihir untuk menghalau musuh dan melindungi Reyoura.


“Wush.. Sreet.. Dugh..”


Namun, serangan pertama mereka berhasil digagalkan oleh keduanya dan mereka mulai menyerang balik yang sudah menyerang terlebih dulu dengan cepat. Beberapa diantaranya sudah tumbang oleh mereka berdua.


“Aaaarrrggghhh!” teriakan suara banyak orang yang merintih kesakitan.


Tapi, pertempuran diantara mereka berdua dengan ketua dan anggota tersebut masih berlanjut. Reyoura pun yang mulai resah dengan keadaannya tersebut dan ingin menyelesaikannya dengan cepat, lalu pergi dari sana.


Namun, ia tidak menemukan celah sama sekali dari pertahanan mereka dan terjebak dengan Deco. Deco yang terlihat kelelahan karena harus melindunginya mulai memberontak dan menyerang mereka dengan sisa tenaganya.


Terlebih lagi, Deco juga sangat kesal dengan Reyoura karena kecerobohannya yang membuatnya kelelahan. Tetapi, dengan cepat Reyoura melepaskan sihir untuk menyerang mereka yang mendekati Deco dan menyadari kesalahannya. Lalu, ia juga berlari ke arah Deco dan melindunginya.

__ADS_1


“Fireball!” mantra yang terucap dari mulutnya. Kemudian, muncul bola api diujung salah satu payungnya dan melemparnya ke orang-orang yang mendekati Deco.


“Hoi, Deco! kau tidak apa-apa?” Reyoura dengan cepat mendekati Deco yang sedang kelelahan.


“Tidak apa-apa, hanya kelelahan saja, terus aku hampir kehabisan mana. Kau sendiri bagaimana, Oura?” sambil menahan tubuhnya dengan payung agar tetap berdiri.


“Maaf karena sudah bertindak sendiri tadi.” Reyoura menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Deco.


“Ah, tidak apa-apa kok. Lain kali, dipikir dulu sebelum bertindak. Dasar bod*h. Sebelum itu, mari kita kalahkan mereka semuanya, Oura.” Deco pun memaafkannya dan segera bersiap melawan mereka dengan melepas segel khususnya.


Deco akan melepaskan segelnya dan mengubah wujudnya agar bisa menggunakan mana khususnya, saat Deco bersiap untuk melepas segel khususnya, Reyoura dengan sigap melindungi sepupunya yang berada pada proses pelepasan segel khususnya.


“Aku, adalah penguasa para elemen, semua elemen adalah milikku, semuanya telah ku genggam.” Sambil mengepalkan tangan kanannya dan mengangkatnya ke atas. “Elemental Mode!” Deco langsung melepaskan segel khususnya dan mengubah dirinya ke wujudnya yang sempurna. Kedua orang misterius pun mulai berpikir kalau Deco sengaja tidak mengeluarkan kekuatan sejatinya dan merahasiakan kekuatannya terhadap mereka.


“Oi, apa kau lihat itu?” kata orang pertama yang kaget ketika melihat Deco seperti itu.


Sementara itu di sisi yang lainnya, mereka bertiga yang sedang menyembunyikan diri mereka dari anggota tersebut mulai merasakan mana yang keluar dari tubuh Deco. Mereka penasaran dengan kekuatannya tersebut hingga membuat mereka terdiam dan ingin melihatnya lebih lama.


“Wah, dia terlihat keren dari sebelumnya.” Rafael yang terpukau dengan penampilan Deco saat ini, ia mengakui kalau Deco lebih keren dari dirinya dan merasa iri dengan Deco saat ini.


“Tapi, aku tidak menduga kalau dia bisa menguasai banyak elemen sihir.” Dan ia pun juga menyadari hal itu.


“Ya, kau benar. Apa Oura juga punya yang seperti itu?” Gilardino pun penasaran dengan wujud Reyoura.


Mendengar perkataan Gilardino tadi, Rafael pun mulai sedikit tertawa ketika mendengar hal itu.


“Bod*h, apa kau tidak lihat pertarungan tadi? Dia saja hanya bisa menggunakan elemen api. Jadi, mana mungkin dia punya seperti itu.” Kata Rafael sambil menahan tawanya itu.

__ADS_1


“Kali aja punya.” Batin Gilardino dengan wajahnya yang murung.


Ketika Deco sudah melepas segelnya, ia menjadi dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Reyoura pun yang mengganggap sepupunya sebagai musuh bebuyutannya juga tidak mau kalah dengannya. Ia akan mulai melepaskan segel khususnya tersebut untuk menyaingi kekuatannya dengan Deco.


“Nampaknya, kau terlalu bersemangat. Deco.” Sambil bersiap untuk melepas segel khusus miliknya.


“Tentu, apa kau mau menandingiku. Oura? Kalau kau ingin menandingiku, kau harus mengeluarkan kekuatan sejatimu.” ia menantang Reyoura disaat yang tidak tepat seperti ini, dan Reyoura menerima tantangan itu, lalu melakukan persiapannya untuk melepas segel tersebut.


“Baik, akan ku mulai persiapannya. Bersiaplah untuk menemui ajal kalian.” Reyoura yang sudah tidak sabar untuk melepas segel tersebut dan menghabisi musuh yang ada di depannya. Ia mengeluarkan ekspresi wajah yang menyeramkan dan mana yang keluar dari tubuhnya pun terasa berbeda sebelumnya.


Beberapa diantara mereka pun mulai merasa ketakutan ketika melihat Reyoura yang mulai serius ingin melawannya. Bahkan, niatan darinya untuk membunuh mereka pun muncul di dalam hatinya.


Ketiga temannya yang melihat kejadian itu juga mulai merasakan ketakutan hanya dengan melihatnya dari jauh. Begitu pun dengan dua orang yang misterius pun juga mulai merinding ketika melihat wajahnya yang punya niat untuk membunuh mereka.


“Aku, sang pembunuh iblis dan utusan dari dewa, aku, yang menentukan nasib umat manusia, semuanya sudah diatur olehku.” Sambil mengarahkan kedua payungnya ke sisi kiri dan kanan. “Excellent Killer Mode!” Mantra untuk melepas segelnya telah ia ucapkan dan ia sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan aura cahaya dan kegelapan juga menyelimuti dirinya dengan jubah miliknya.


Mereka yang melihat wujudnya itu mulai menertawakannya karena keanehan yang terdapat pada dirinya ketika menggunakan wujud itu. Wujudnya itu hanya berwarna hitam dan putih. Terlebih lagi, warna pada pakaiannya berbeda.


Di bagian kirinya berwarna putih sedangkan di bagian kanannya berwarna hitam. Itu yang membuat dirinya aneh di pandangan orang lain. Tetapi, dengan wujudnya tersebut ia dapat menguasai elemen cahaya dan kegelapan dengan mudah.


Di tempat lain, mereka bertiga mulai tercengang dengan apa yang baru saja mereka lihat dengan mata kepala mereka. Tentu saja, mereka bingung dengan wujudnya itu karena tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Sedangkan, kedua orang misterius pun tertawa ketika melihat wujudnya yang setengah-setengah itu.


“Hahahaha! Apa itu? Aneh, masa warna pakaiannya seperti itu. Uh, jelek.” Seseorang yang mengejek wujudnya. Namun, ia tidak menanggapi pertanyaannya tersebut. Alhasil, ejekan mereka semakin menjadi-jadi hingga membuat Reyoura marah dan bersiap untuk menyerang musuh dengan sihirnya.


“Shining Javelin!” sihir yang ia gunakan adalah sihir tingkat rendah yang berbentuk tombak dan bercahaya. Sihir tersebut mengenai salah satu anggotanya dan terdampar dengan tombak yang menancap di tubuh orang itu. Disaat yang bersamaan, ia sudah berada tepat di belakang para anggota lainnya dan bersiap untuk menghabisi mereka.


“Bersiaplah untuk mati!” ia yang sudah mengangkat kedua payungnya dan membunuh mereka di tempat dengan ekspresi senang, karena baginya mereka sama saja seperti iblis yag pernah ia lawan pada tahun lalu.

__ADS_1


“Se-sejak kapan?!” mereka terkejut dengan Reyoura yang sudah menghabisi lima orang yang terdiri dari dua pria dan tiga wanita.


__ADS_2