
Seketika mereka yang melihatnya dari belakang merasa ketakutan ketika Reyoura membalikkan badan dan berjalan mendekati mereka. Namun, Milady dengan santainya berjalan menuju ke arah Reyoura dan menamparnya.
“Plak..”
Tamparan yang cukup keras mendarat di pipi kiri Reyoura, sehinga membuatnya terdiam sambil menutupi pipi kirinya. “Kenapa, kau bertindak seenaknya, Reyoura?!” katanya sambil Manahan tangisnya karena khawatir dengan Reyoura yang pergi tanpa pamit dengannya.
Reyoura terdiam sambil menundukkan wajahnya dengan penuh penyesalan, tapi di lubuk hatinya, ia masih sangat kesal dengan para iblis yang sudah membuat batinnya terluka ketika melihat kekasihnya mati di depan matanya.
Kemudian, Milady melayangkan tamparan kedua ke arah pipi selanjutnya, namun Albert langsung menahan tangannya sebelum ia berhasil menanpar pipi Reyoura. Milady sangat marah ketika mendengar ia pergi mengejar iblis sendirian.
Mekipun Milady tahu betul dengan kekuatannya, tetap saja ia marah terhadap Reyoura yang pergi begitu saja. Reyoura yang masih tertunduk pun tidak berani menyela pembicaraan sepupunya tersebut.
Lalu, Reyoura mulai menunjuk ke arah hutan. “Di sana, ada gua..” katanya, dan Milady tidak mengerti maksud dan tujuan dia menunjuk ke sana. “Terus.. mau diapain?” kata milady yang kebingungan dengan perkataan Reyoura tadi.
“Di gua tersebut, ada beberapa manusia, yang aku selamatkan dari tangan iblis.” sambil menjeda perkataannya, ia menjelaskan apa yang ada di sana. Milady dan Albert masih tidak mengerti apa yang Reyoura maksud, karena ia tidak melihat ada manusia selama perjalanan mereka ke kerajaan Fribard.
Akhirnya, Reyoura memanggil kedua naganya untuk membawa ke gua yang ia maksud dan membawa Albert, Milady, dan seluruh pasukannya. Lalu, Reyoura langsung pergi melesat ke kerajaan Fribard sendirian.
***
Di dalam hutan yang jauh dari kerajaan Fribard,
__ADS_1
Tepat di mulut gua,
Albert, Milady, dan seluruh pasukan yang dibawa oleh kedua naganya, langsung disambut dengan ketidaknyamanan dari orang-orang yang diselamatkan oleh Reyoura. Milady tampak terkejut melihat orang-orang yang dimaksud sepupunya tersebut.
Salah satu dari mereka mulai memberanikan dirinya untuk bicara dengan pasukan Albert. “A-anu, apa benar, kalian adalah bantuan yang Tuanku maksud?” kata pria tersebut sambil menjeda kata-katanya. Milady sempat terdiam beberapa saat, dan Albert pun mulai bertanya ke pria tadi yang menghampiri pasukannya.
“Sebelum kami menjawab, bisakah kalian menjelaskan kepada kami, kenapa kalian berada di sini?” katanya. Lalu, pria tersebut menjawab pertanyaan itu. “Sebenarnya, kami adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh seorang pria muda yang membawa payung di kedua tangannya.” Ujarnya menjelaskan kejadian tersebut.
Seketika Albert tahu siapa orang yang pria maksud, begitu pun juga dengan Milady yang sangat mengenal sepupunya tersebut. “Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?” Tanya Milady. “Setelah itu, kami berlari dari kejaran mereka sampai kemari dan berlindung di sini, ia juga melepaskan borgol dan menyembuhkan kami semua.” Ungkap penjelasan si pria tersebut.
“Jadi, kalian adalah orang-orang yang diculik dari iblis?” Tanya Albert untuk memastikan kalau itu ada hubungannya dengan iblis, semua yang ada di sana mengangguk termasuk pria tersebut. “Para iblis itu mengacau dunia manusia hanya untuk mengalihkan perhatian saja, ketika sedang panik, mereka pun langsung menculik kami satu persatu.” Jelasnya ketika para iblis itu menculik mereka.
Salah satu pengawal Milady datang melaporkan apa yang ia lihat, tentunya itu bukan hal bagus untuk dilihat. “Nona Milady, aku melihat ada beberapa iblis yang menculik beberapa murid dari sekolah kita.” Kata Nicolas, dan dugaan Milady pun ternyata benar adanya.
***
Setelah mendengar laporan dari Nicolas, sebagian pasukan Albert pergi untuk menyelamatkan teman-temannya, dan sisanya menjaga orang-orang yang berada di gua.
Saat mereka sampai di tempat yang di maksud Nicolas, mereka melihat puluhan murid yang menjadi tawanan para iblis tersebut. Albert juga melihat seberapa kejamnnya iblis tersebut ketika iblis tersebut membawa tawanannya.
“Melihatnya saja, membuatku kesal saja.” Batin Albert. Lalu, Albert mulai berjalan perlahan bersama dengan dua prajuritnya, mendekati dua iblis yang tengah berbincang untuk mendapatkan informasi dari perbincangan mereka. “Hei, apa kau dengar di kota Iga?” kata iblis itu. “Tahu, memangnya kenapa?” kata iblis di sampingnya dengan suara yang agak berat. Ketika Albert mendengar kota tersebut, ia merasa kalau iblis tersebut akan pergi ke kota itu untuk menculik orang-orang di sana.
__ADS_1
“Di sana tuh, ada tambang emas yang besar, dan beberapa orang yang tinggal di kota itu kebanyakan wanita loh.” Ungkapnya. “Heee, benar kah itu, kau tak salah lihat kah?” kata iblis dengan suara yang agak berat, lalu iblis tadi mengangguk sambil tersenyum menyeringai di wajahnya.
“Sialan, mereka masih ingin menculik orang lagi, benar-benar tidak bisa dimaafkan kali ini.” Batin Albert sambil mengepalkan tangannya. Lalu, ia kembali ke pasukannya agar bersiap untuk menyerang pasukan iblis dan menyelamatkan orang-orang yang mereka culik.
***
Pertempuran pun dimulai antara pasukan Albert dan pasukan iblis. di sana, sudah banyak yang berguguran, tapi kedua pasukan itu tetap saling beradu kekuatan tanpa memperdulikan luka mereka dan rekan mereka yang berguguran di sana.
Albert yang memimpin pasukannya sedang berhadapan dengan iblis yang suaranya agak berat. Iblis itu merupakan pemimpin dari pasukan iblisnya. Mereka terus melakukan serangan demi serangan yang mereka punya.
“Sialaaaan, siapa kalian sebenarnya!?” kata iblis yang melawan Albert, ia melihat ke arah pasukannya yang hampir habis di bunuh oleh pasukannya Albert. “Semuanya, munduuur!” teriak iblis tadi. “Lihat saja, nanti akan ku balas perbuatan kalian.” Lanjutnya.
Karena ketidak siapan mereka, ia dan sisa pasukan iblisnya mengalami kekalahan telak dengan pasukan Albert, mereka langsung mundur, juga meninggalkan tawanan mereka di sana. Albert pun akhirnya bisa mengeluarkan nafasnya dengan lega setelah pertarungan yang cukup panjang.
Ia dan pasukannya membawa para sandera tadi ke gua yang sudah dijaga oleh pasukan lainnya. Mereka juga bertemu dengan monster di tengah perjalanan mereka ke gua, dan sempat istirahat untuk beberapa menit sebelum melanjutkan perjalanannya. Akhirnya, mereka sampai juga di gua yang sudah ditunggu oleh Milady dan pasukan lainnya di sana.
***
Di dekat gerbang kerajaan Fribard,
Para iblis yang tadi bertempur dengan pasukan Albert mulai melihat kekacauan dari luar, mereka tidak mengetahui kalau ada manusia yang berani masuk dan mengacaukan kerajaan mereka. Saat mereka tiba di depan gerbang, mereka langsung disambut dengan kedua naga milik Reyoura yang berada di sekitar kerajaan mereka.
__ADS_1