Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
18. Lanjutan dari chapter 8 (Serbuan Iblis)


__ADS_3

Reyoura pun terdiam ketika mendengar perkataan orang itu. Semua yang ada di tengah arena terkejut dengan perkataan orang itu. Namun, mereka sama sekali tidak mengetahuinya kalau orang itu merupakan seorang iblis. Hanya Reyoura yang mengetahui identitas asli para pengkhianat itu.


“Padahal ini adalah masalahmu. Tapi, kenapa kami yang jadi pelampiasan mereka.” Salah satu anggota OSIS berjalan menuju Reyoura.


“Hoi, jawablah pertanyaanku. Apa kau sudah membunuh seseorang?” sambil mengarahkan tombaknya ke leher Reyoura.


“Hmph, singkirkan senjata itu dariku.” Dengan cueknya.


Lalu, ia berjalan sambil mengambil sesuatu dari Dimensional Space miliknya…


“Kalau gurunya seorang manusia aku tidak membunuhnya. Tapi, kalau gurunya seorang iblis… yah… aku sudah membunuhnya.” Ia menjeda perkataannya dan menunjukkan kepala iblis yang merupakan gurunya kepada si pemimpin itu sembari mencoba memprovokasi pemimpin itu agar ia berubah ke wujud aslinya.


Melihat kepala gurunya yang dipegang oleh Reyoura, pemimpin tersebut murka dan geram, sehingga penyamarannya terbongkar sia-sia karena emosinya. Pemimpin itu langsung memberi perintah ke seluruh pasukannya untuk menyerang Reyoura dan mengambil kepala gurunya yang jatuh ke tangan Reyoura.


“Pasukanku, serang dia dan ambil kepala guruku!” perintah pemimpin.


Lalu, semua pasukannya langsung berubah menjadi iblis dan menyerang Reyoura secara  bersamaan.


“Wush..”


“Sreet..”


“Sreet..”


“Boom..”


Namun, serangan mereka berhasil dihindari oleh Reyoura, dan beberapa diantara pasukannya tumbang akibat serangan balik yang dilakukan oleh Reyoura saat bertarung dengan pasukannya. Melihat pakaian Reyoura yang terdapat noda bercak darah iblis, orang yang ada di arena pun terdiam ketika Reyoura berhasil menghindari serangan mereka dan menumbangkan beberapa.


Mereka yang ada di arena juga terkejut, terutama tim dari OSIS, mereka tidak percaya ada sekumpulan iblis yang memasuki kota manusia, dan Reyoura berhasil menumbangkan beberapa  iblis yang menyerangnya. Tetapi, apa yang mereka lihat adalah benar nyatanya, tidak hanya menyerang Reyoura saja, tapi mereka juga menyerang rekan tim lainnya dan tim OSIS.


“Matilah kau!” teriak salah satu iblis yang akan menyerang Samm. Namun, dengan cepat Samm berhasil menangkis serangan iblis tersebut, dan ia langsung mengembalikkan serangan iblis tersebut dengan bantuan salah satu rekan OSISnya.


Begitu pun dengan iblis yang lainnya yang masih sibuk menyerang kedua tim.


“Ting..”

__ADS_1


“Ting..”


“Boom..”


“Boom..”


Karena tim Reyoura dan tim OSIS tidak siap bertarung dengan iblis, mereka pun dengan mudahnya mengalahkannya, meskipun mereka belum membunuh kedua tim tersebut. Mereka hanya membuat kedua tim kewalahan.


“Sial, mereka mulai menyerang disaat kita tidak siap bertarung.” Kata Deco sambil melompat ke belakang untuk mengamati pergerakan iblis yang ia lawan. “Ini benar-benar licik.” Kata Salazar dengan nafas yang masih terengah-engah akibat pertarungan sebelumnya, dan ia terkena cakaran dari iblis di depannya.


***


Di markas pemburu iblis,


Saat mendengar ada sekumpulan iblis yang muncul di tengah arena pertarungan, pemimpin pasukan pemburu iblis langsung mengumpulkan semua pasukannya, dan beberapa petualang dengan rank-Diamond.


Mereka yang sudah berkumpul di tempat yang ditentukan pemimpin tersebut. Mereka langsung mengikuti intruksi dari pemimpin tersebut. Tetapi, sebelum mereka berangkat ke lokasi yang terdapat sekumpulan iblis, pemimpin tersebut menberikan beberapa motivasi.


“Selamat datang di timku, wahai ksatria pemberani, dan juga beberapa petualang.” Sambutan dari si pemimpin tersebut. “Kali ini ada berita buruk yang menimpa kota kita…” lanjutnya. ‘Ada beberapa iblis yang menyusup di kota kita ini.” Kata pemimpin. Semua yang berkumpul di sana mulai merasa ketakutan ketika mendengar ada sekumpulan iblis yang memasuki kota.


“Aku tahu, kalian takut. Tetapi..” kata pemimpin dengan tangan yag dikepal dan mata yang tertutup, karena dirinya tidak tega membiarkan anggotanya mati di tangan iblis. “Tetapi, jangan khawatir, karena dewi keberuntungan ada di pihak kita!” Lanjutnya dengan suara keras sambil mengangkat tangan yang dikepal ke atas.


“Semuanya! pergi dan kepung area tersebut!”  perintah pemimpin, lalu para anggotanya langsung bergegas pergi ke tempat yang terdapat sekumpulan iblis di sana.


***


Kembali ke saat tim Reyoura dan tim OSIS dalam bahaya,


“Oh, sekarang aku ingat.” Sambil menganggukan kepalanya, dan ia merasa tidak peduli dengan bahaya yang ada di depannya. Sedangkan rekan timnya dan tim OSIS merasa kalau nyawanya terancam jika terus-terusan berada di arena dan bertarung dengan mental dan persiapan yang belum matang.


“Kau itu, jenderal iblis yang kubiarkan hidup, bukan?” tanya Reyoura, karena ia sedikit lupa dengan kejadian di kerajaan Fribard. “Ya, itu benar. Reyoura!” Jawabnya si pemimpin iblis yang dulunya merupakan jenderal iblis yanng dibiarkan hidup oleh Reyoura.


Seketika Deco dan yang lainnya bingung dengan apa yang Reyoura bicarakan tadi. Namun, rasa penasaran mereka hilang ketika pasukan iblis itu mulai melancarkan seranganya dengan bola api mereka. Lalu, Reyoura melesat ke beberapa iblis yang bersiap dengan bola api mereka.


“Wush..”

__ADS_1


“Sreet..”


“Sreet..”


“Croot..”


Reyoura pun langsung menebas beberapa iblis tersebut, dan menumbangkannya, hingga pasukannya menjadi sedikit. Seratus pasukan yang dibawanya sudah ditumbangkan oleh Reyoura dan menyisakan sebanyak tiga iblis saja, itupun dengan pemimpin mereka.


“He-hebat, apa dia benar-benar mempunyai mana yang sedikit?” kata Raymond yang meremehkannya saat rapat OSIS. “Larinya sangat cepat, begitu juga dengan gerakan tangannya yang menebas iblis, benar-benar tidak bisa dilihat.” Kata Salazar yang terpukau melihat pergerakan Reyoura saat menyerang.


“I-ini terlalu cepat gerakannya, sampai mataku tidak bisa melihat langkah kakinya.” Kata salah satu OSIS. Ketika Reyoura selesai menumbangkan beberapa iblis, Reyoura berjalan mendekati si pemimpin iblis itu, dan Reyoura menjilati ujung payungnya seperti sedang menjilati es krim di depan si pemimpin itu.


“Hmmm, darah ini, benar-benar, sedap.” Sambil menjeda kata-katanya, ia terus menjilati ujung pedangnya hingga bersih. Semua yang ada di arena tersebut, merasa ketakutan ketika melihatnya, termasuk Deco, ketiga temannya, tim OSIS, dan si pemimpin tersebut.


“Lemah, kau benar-benar lemah!” sambil mengacungkan payungnya yang sudah dijilati ujungnya ke kepala si pemimpin tersebut. “Hoi, jenderal iblis kerajaan Fribard!” lanjutnya. “Kau masih saja lemah seperti dulu.” Dengan menutup matanya, namun tangannya masih mengarahkan payungnya ke kepala pemimpin itu. “Seharusnya, aku bunuh saja, waktu itu.” Katanya sambil tersenyum sinis terhadap pemimpin itu.


“Si-si-sialan kau!” teriak si pemimpin itu dan melompat ke belakang, lalu melesat ke arah Reyoura dengan kedua tangannya yang diubah menjadi pedang. Reyoura yang melihat reaksi dari si pemimpin itu, ia langsung menangkisnya dan menyerang balik si pemimpin itu.


“Croot..”


“Aaarrrrgghh!” teriak si pemimpin itu yang merintih kesakitan karena tangan kanannya dipotong oleh Reyoura. “Hmph, ternyata benar, kau masih terlalu lemah.” Kata Reyoura. “Yah, meski begitu, aku hargai usahamu itu untuk membunuhku.” Lanjutnya.


Kemudian, ia berjalan ke pemimpin iblis itu, dan ia menendang kepalanya terus-menerus, hingga pemimpin tersebut hampir kehilangan kesadarannya.


“Hoi, mana semangatmu tadi. Hah!” kata Reyoura yang terus menendang kepala si pemimpin iblis itu. “Si-sialan kau..” pemimpin iblis tersebut hanya mengucapkan beberapa kata, lalu ia mulai kehilangan kesadarannya karena tendangan keras yang dilakukan oleh Reyoura.


Kedua iblis yang melihat pemimpinnya disiksa seperti itu oleh Reyoura, mulai ketakutan saat melihatnya, begitupun dengan Deco, ketiga temannya, rekan setimnya, dan tim OSIS juga merasakan hal yang sama dengan kedua iblis itu.


“Lho, apa segini saja kemampuanmu?” sambil mengekspresikan wajah yang tidak senang ketika melihat pemimpin itu pingsan di hadapannya. “Nampaknya, kita salah, sudah menantang dia.” Batin semua tim OSIS, termasuk wakil ketua mereka yang meremehkan Reyoura saat rapat OSIS, Raymond.


“Untung saja, lawanku bukan Reyoura.” Bisik Salazar dengan kedua temannya, Ascot dan Ragnar. “Ya kau benar, ketua Salazar.” Bisik Ascot yang dilanjuti dengan anggukan kepala si Ragnar. “Yang menjadi lawannya, pasti kurang beruntung.” Bisik Ragnar.


“Waaah, sepupumu benar-benar gila, Deco.” kata Benn yang melihat Reyoura dengan bola mata yang hampir keluar. “Ya, itu benar, dia memang gila, dari dulu dia itu sering bertarung dengan iblis sendirian.” Kata Deco dengan tersenyum tipis melihat Reyoura. “Itu sudah menjadi latihan sehari-harinya loh.” Lanjutnya. “Tidak bisa dipercaya.” Ucap Brandis yang datang menghampiri keduanya bersama dengan Gilardino, Rafael, dan Bernard.


Reyoura yang merasa jijik dengan pemimpin iblis yang ada dihadapannya, ia mengangkat kedua payungnya. “Alangkah baiknya kubunuh saja kau.” Sambil tersenyum sinis ke pemimpin yang masih tidak sadarkan diri. Lalu, ia pun melesatkan kedua payungnya ke tubuh pemimpin iblis.

__ADS_1


“Matilah kau!” kata Reyoura.


***


__ADS_2